246 research outputs found

    PERJUANGAN HAJI MUHAMMAD ARIF PADA REVOLUSI NASIONAL INDONESIA (1945-1949) DI JAKARTA TIMUR

    No full text
    Frizki Satria Hadapi, Perjuangan Haji Muhammad Arif Pada Revolusi Nasional Indonesia (1945-1949) di Jakarta Timur. Skripsi, Jakarta: Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta, 2023. Penelitian ini membahas tentang perjuangan Haji Muhammad Arif pada Revolusi Nasional Indonesia (1945-1949) di Jakarta Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali lebih dalam sosok dan peranan Haji Muhammad Arif dalam perang mempertahankan kemerdekaan Indonesia, mengingat sedikitnya tulisan atau penelitian yang mengabadikan tentang perjuangan Haji Muhammad Arif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penulisan sejarah atau historis dengan model penulisan naratif-deskriptif yang terdiri dari empat langkah yaitu (1) Pengumpulan data baik sumber primer maupun sekunder yang berkaitan dengan rumusan masalah yang sudah dipaparkan oleh peneliti. (2) Pada tahapan kedua dilakukan dua tahap yaitu kritik interndan kritik ekstern guna menguji kredibilitas sumber-sumber yang telah didapatkan untuk penelitian. (3) Penulis melakukan interpretasi terhadap fakta historis yang didapat dari sumber-sumber yang sudah diverifikasi pada tahap kedua. (4) Historiografi atau penulisan sejarah. Model penulisan yang akan dipakai penulis adalah deskriptif-naratif dimana penulis memaparkan hasil penelitian secara lengkap dan sistematis. Hasil penelitian ini menunjukan keterlibatan Haji Muhammad Arif pada peristiwa Revolusi Nasional Indonesia sebagai tokoh penting yang memimpin perjuangan di Jakarta Timur. Pengaruh yang dimilikinya berhasil menggerakan masyarakat sebagai bukti adanya dukungan terhadap kemerdekaan Indonesia, Haji Muhammad Arif berhasil menggerakan massa untuk datang ke lapangan Ikada, rapat besar Klender untuk persiapan pelrawanan dan penyerangan penjara Cipinang. Akibatnya pengaruh itu menjadi ancaman bagi Hindia Belanda dan berakhir pada penangkapan Haji Muhammad Arif di Karawang pada tahun 1947 dan di penjarakan di penjara Glodok selama dua tahun, setelah terbebas pada tahun 1949 Haji Muhammad Arif kembali pada kehidupan sehari-harinya sebagai pedagang, guru mengaji dan guru silat. Kata Kunci: Haji Muhammad Arif, Revolusi Nasional Indonesia, Klender, Pahlawan. This study discusses the struggle of Hajj Muhammad Arif in the Indonesian National Revolution (1945-1949) in East Jakarta. The aim of this study is to dig deeper into the figure and role of Haji Muhammad Arif in the war of defence of Indonesian independence, bearing in mind the slightest writing or research that encompasses the struggle of Hajj Mohammed Arif. The research method used in this study is the method of historical or historical writing with a model of narrativedescriptive writing consisting of four steps, namely (1) collection of data from both primary and secondary sources relating to the formula of the problem already presented by the researcher. (2) In the second phase, two phases are carried out: internal criticism and external criticism to test the credibility of the sources obtained for research. (3) The author interprets the historical facts obtained from sources that have been verified in the second phase. (4) Historiography or historical writing. The writing model that the author will use is descriptive-narrative in which the author presents the results of the research in a complete and systematic manner. The results of this research show the involvement of Hajj Muhammad Arif in the events of the Indonesian National Revolution as an important figure who led the struggle in East Jakarta. His influence succeeded in moving the people as proof of support for Indonesian independence, Hajj Muhammad Arid spoke to the masses to come to the Ikada field, Klender's general meeting for the preparation of the captivity and the assault on the Cipinang prison. As a result, the influence became a threat to Dutch Indians and ended with the arrest of Hajj Muhammad Arif in Karawang in 1947 and imprisonment in Glodok prison for two years, after being released in 1949 Haji Mohammed Arif returned to his everyday life as a merchant, teaching teacher and silat teacher. Keywords: Haji Muhammad Arif, Indonesian National Revolution, Klender, Hero

    Evaluasi Status Hara Tanah Berdasarkan Posisi Lahan Di Kebun Inti Tanaman Gambir (Uncaria gambir Roxb.) Kabupaten Pakpak Bharat

    No full text
    MUHAMMAD ARIF SETIAWAN : Evaluation of Soil Nutrient Status Based Of Land Position in Inti Gambier (Uncaria gambier Roxb) Garden Pakpak Bharat Distric. Supervised by Abdul Rauf and Benny Hidayat. Evaluation of soil nutrient status is a way to be able to determine the needs and soil nutrient management techniques to be performed on an area of land .This study aimed to evaluate the nutrient status of the soil ( pH , N , P , K , Ca , Mg ) based on the position of the land in Inti Gambier Gardens Pakpak Bharat. It was conducted at Inti Gambier Garden Pakpak Bharat district, North Sumatera in March 2013 until June 2013. The method used in this research is descriptive method by conducting surveys and soil sampling based on the position of the land which is on the top of the hill , hillside and valley sectio. The results showed nutrient soil status of total-N in Inti Gambir Garden Plants Pakpak Bharat is likely to increase in the valley compared to the top of the hill and hillside . As for the value of pH and P-available soil are relatively the same, while the value of K, Ca and Mg - exchange rate tends to decrease.52 HalamanSkripsi Sarjan

    Evaluasi Status Hara Tanah Berdasarkan Posisi Lahan Di Kebun Inti Tanaman Gambir (Uncaria gambir Roxb.) Kabupaten Pakpak Bharat

    No full text
    MUHAMMAD ARIF SETIAWAN : Evaluation of Soil Nutrient Status Based Of Land Position in Inti Gambier (Uncaria gambier Roxb) Garden Pakpak Bharat Distric. Supervised by Abdul Rauf and Benny Hidayat. Evaluation of soil nutrient status is a way to be able to determine the needs and soil nutrient management techniques to be performed on an area of land .This study aimed to evaluate the nutrient status of the soil ( pH , N , P , K , Ca , Mg ) based on the position of the land in Inti Gambier Gardens Pakpak Bharat. It was conducted at Inti Gambier Garden Pakpak Bharat district, North Sumatera in March 2013 until June 2013. The method used in this research is descriptive method by conducting surveys and soil sampling based on the position of the land which is on the top of the hill , hillside and valley sectio. The results showed nutrient soil status of total-N in Inti Gambir Garden Plants Pakpak Bharat is likely to increase in the valley compared to the top of the hill and hillside . As for the value of pH and P-available soil are relatively the same, while the value of K, Ca and Mg - exchange rate tends to decrease.52 HalamanSkripsi Sarjan

    PERAN AUDIT OPERASIONAL DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA SIAP PAKAI PADA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN BUTON UTARA PROVINSI SULAWESI TENGGARA

    No full text
    2017Peran Audit Operasional dalam Meningkatkan Efektivitas Pengelolaan \ud Dana Siap Pakai pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah \ud Kabupaten Buton Utara \ud \ud Audit Role in Improving Operational Effectiveness of Ready for Use Fund \ud Management of Regional Disaster Management Agency North Buton \ud \ud \ud Arif Setiawan Kasri \ud Muhammad Ishak Amsari \ud Muallimin \ud \ud Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran audit operasional dalam \ud meningkatkan efektivitas pengelolaan dana siap pakai pada Badan \ud Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Buton Utara Provinsi Sulawesi \ud Tenggara. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang \ud diberikan kepada auditor bidang instansi pemerintah pusat Badan Pengawasan \ud Keuangan dan Pembangunan Provinsi Sulawesi Tenggara dan staf Badan \ud Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Buton Utara. Kuesioner yang \ud disebar sebanyak 60, namun yang dapat digunakan untuk pengolahan data \ud sebanyak 60. Data diolah dengan menggunakan analisis regresi linear dan \ud menggunakan SPSS Ver.22. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa peran \ud audit operasional dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan dana siap pakai \ud pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Buton Utara dapat \ud diterima. \ud \ud Kata kunci: Audit operasional, efektivitas, dana siap pakai, pengendalian \ud internal

    Modern Arabic literary biography : a study of character portrayal in the works of Egyptian biographers of the first half of the twentieth century, with special reference to literary biography

    No full text
    In Chapter one, I presented a comparative definition of the meaning of Sirah (PI.Siyar), Tarjamah (Pl. Tarajim), Manaqib, Tabaqat and Maghazi as they were understood in antiquity. I also showed how the meaning of Sirah in modern times has only narrowly developed. Although the method of biographical writing continuously developed in Europe, it hardly progressed in Modem Arabic Literature. The only exception was seen in the writings by the pioneers of enlightenment in Egypt at the beginning of the twentieth century. This change of direction relied on borrowing European methodology in biographical writing. In chapter two, I reviewed the early attempts at writing biographies in the nineteenth century by Abd al Rahman al- Jabarti and Ali Mubarak. Although both were the first pioneers in this respect, yet they followed the footpath of classical approach above all that of al-Maqarizi from whom -Ali Mubarak derived inspiration in his book Al-Khitat al-Tawfiqiyyah. In chapter three, I studied the twentieth century, starting with traditional biography writers who could not employ European methodologies and whose writings oscillated between biographical notes and biographical sketches; or whose texts were more of a literary study than a biography proper. In chapters four to nine, I selected the most renowned, productive writers who best represented methodologies of biography writing. Perhaps certain writers have not been mentioned in this period of study. This is not out of negligence but simply because their texts were totally out of reach, or their writings did not exhibit the required literary criteria. All methodologies representing the theory of biography writing in Egypt have been analysed in these chapters. All, in fact, form a digestion or assimilation of French,English and German schools. In Egypt, Taha Husayn is considered the chairman of the French school, al-Mazini and al-Aqqad of the English/German schools, al-Nuwaihi of the psychoanalytical/anatomical school and Sidqi who employed both. By contrast, al Iryan was the trailblazer of the distinguished biographical novel. In these chapters, I tried to lay out the general outlines these writers have produced in the production of biographical texts, and how these attempts were a successful step on the road of presenting literary biographies characterized by high world standards. Chapter ten may well seem traditional, but it is important to give a comparative outlook on the views of biography writers themselves when they study and analyse the same character. Among the characters studied ,I selected Bashsliar, Abu Nuwas, Ibn al-Run-i, al-Mutanabbi and al-Maarri. These are outstanding landmarks in the history of Arab verse and the subject of a multitude of studies as well. Modern biographers took these figures as a test field for the deployment and employment of biographical methodologies. I selected these examples to provide comparisons and explain how far these biographies were successful in producing a biography or a profile of those classical poets. The conclusion and the bibliographical list arrived at the end of research. I wish, however, to clarify one important point here. It seems that I could not fix the year 1950 as the temporal parameter of my research but took some textswhich were published shortly beyond that point. The reason for this obvious extension was either to give additional useful details or simply because chapters of such texts had already been published prior to that year and were known to the readership. At times I would satisfy myself with analysing the part rather than the whole. This again was meant to eschew repetition or was due to the fact that the book in question was not available

    Beberapa Isu Haraki di dalam Karya-karya Hadis Sayyid Muhammad Nuh

    No full text
    Sayyid Muhammad Nuh is a prominent ‘haraki’ figure and has produced a number of works in the field of hadith studies. He has been involved in the dakwa movement of the Muslim Brotherhood which influenced his approach in the production of his works, in terms of the ‘haraki manhaj’ and methods. Almost all the works of Sayyid Muhammad Nuh emphasized issues of dakwa and tarbiyah, whether in the field of tafsir, hadith, history and issues of the Muslims’ society. Moreover, the issues that he highlighted were practical and the application of ‘haraki’ approach in production of writings brought about significant lesson to the dakwa movement, including the ones in the field of hadith. The author presents three of his works in the field of hadith which have been among the most referred and widely read in the dakwa circle, including the dakwa movement in Malaysia. His selected works in the field of hadith are ‘Tawjihat of the Prophet `ala al-Tariq’ (Hadiths of Guidance on the Dakwa Path), ‘Manhaj al -Rasul fi Ghars Ruh al-Jihad fi Nufus Ashabih’ (The Messenger’s Approach in Inspiring Spirit of al-Jihad in the Companions), and ‘Min Akhlaq al-Nasr fi Jiyl al-Sahabah’ (Winning Attitudes in the Generation of the Companions). Through this article, the authors highlights a number of ‘haraki’ issues based on the works of Sayyid Muhammad Nuh and the important lessons that he has highlighted for the people of dakwa in facing the dakwa path, based on the hadith of the Messenger

    KONSTRUKSI PASANGAN CALON DALAM PILGUB JATENG 2008 OLEH MEDIA MASSA (KASUS PEMBERITAAN JAWA POS RADAR SEMARANG DAN SUARA MERDEKA)

    No full text
    Pilgub Jateng 2008 adalah pemilihan kepala daerah langsung pertama yang terjadi di Jawa Tengah. Ada lima pasangan yang mencalonkan diri sebagai gubernur-wakil gubernur. Mereka adalah Bambang Sadono-M. Adnan (Partai Golkar), Agus Soeyitno-Kholiq Arif (PKB), Sukawi Sutarip-Sudharto (Partai Demokrat-PKS), Bibit Waluyo-Rustriningsih (PDI-P) dan HM. Tamzil-Rozaq Rais (PPP-PAN). Mekanisme pemilihan langsung berakibat jarak antara pasangan calon dengan pemilih menjadi semakin dekat sehingga setiap pasangan calon dituntut untuk memanfaatkan media dalam membangun citra positif. Dalam hal ini peran media sebagai sarana komunikasi politik menjadi cukup vital. Bagi pasangan calon, media adalah sarana strategis untuk menyebarluaskan pesan politik kepada khalayak. Media sebagai salah satu sumber informasi bagi masyarakat harus mampu menjalankan fungsinya dengan baik dengan berpegang pada netralitas. Namun, dalam operasionalnya media selalu dipengaruhi faktor internal dan eksternal yang membuat mereka tidak dapat sepenuhnya objektif. Media bukanlah institusi yang bebas nilai. Isi media tidaklah merefleksikan realitas yang ada namun mengkonstruksikan serangkaian fakta yang terjadi. Metode triangulasi digunakan untuk mengetahui bagaimana harian Jawa Pos Radar Semarang dan Suara Merdeka mengkonstruksikan masing-masing pasangan calon. Juga untuk mengetahui kecenderungan pemberitaan serta politik redaksional masing-masing media. Objek penelitian yang dipilih adalah beritaberita tentang pasangan calon di harian Jawa Pos Radar Semarang dan Suara Merdeka pada halaman satu dan rubrik khusus selama 26 Maret-22 Juni 2008. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harian Jawa Pos Radar Semarang berusaha responsif dengan isu-isu politik memberikan konstruksi yang favorable kepada pasangan Agus Soeyitno-Kholiq Arif, Bibit Waluyo-Rustriningsih dan HM. Tamzil-Rozaq Rais. Sebaliknya, mereka memberikan konstruksi unfavorable kepada pasangan Bambang Sadono-M. Adnan dan Sukawi Sutarip- Sudharto. Sedangkan Suara Merdeka memilih gaya pemberitaan yang aman dan tidak tendesius kepada masing-masing pasangan calon. Hasilnya, mereka cenderung mengkonstruksikan pasangan Bambang Sadono-M. Adnan, Bibit Waluyo-Rustriningsih dan HM. Tamzil-Rozaq Rais dengan bingkai yang favorable. Sedangkan pasangan Agus Soeyitno-Kholiq Arif dan Sukawi Sutarip- Sudharto dalam bingkai unfavorable. Pilgub Jateng 2008 adalah pemilihan kepala daerah langsung pertama yang terjadi di Jawa Tengah. Ada lima pasangan yang mencalonkan diri sebagai gubernur-wakil gubernur. Mereka adalah Bambang Sadono-M. Adnan (Partai Golkar), Agus Soeyitno-Kholiq Arif (PKB), Sukawi Sutarip-Sudharto (Partai Demokrat-PKS), Bibit Waluyo-Rustriningsih (PDI-P) dan HM. Tamzil-Rozaq Rais (PPP-PAN). Mekanisme pemilihan langsung berakibat jarak antara pasangan calon dengan pemilih menjadi semakin dekat sehingga setiap pasangan calon dituntut untuk memanfaatkan media dalam membangun citra positif. Dalam hal ini peran media sebagai sarana komunikasi politik menjadi cukup vital. Bagi pasangan calon, media adalah sarana strategis untuk menyebarluaskan pesan politik kepada khalayak. Media sebagai salah satu sumber informasi bagi masyarakat harus mampu menjalankan fungsinya dengan baik dengan berpegang pada netralitas. Namun, dalam operasionalnya media selalu dipengaruhi faktor internal dan eksternal yang membuat mereka tidak dapat sepenuhnya objektif. Media bukanlah institusi yang bebas nilai. Isi media tidaklah merefleksikan realitas yang ada namun mengkonstruksikan serangkaian fakta yang terjadi. Metode triangulasi digunakan untuk mengetahui bagaimana harian Jawa Pos Radar Semarang dan Suara Merdeka mengkonstruksikan masing-masing pasangan calon. Juga untuk mengetahui kecenderungan pemberitaan serta politik redaksional masing-masing media. Objek penelitian yang dipilih adalah beritaberita tentang pasangan calon di harian Jawa Pos Radar Semarang dan Suara Merdeka pada halaman satu dan rubrik khusus selama 26 Maret-22 Juni 2008. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harian Jawa Pos Radar Semarang berusaha responsif dengan isu-isu politik memberikan konstruksi yang favorable kepada pasangan Agus Soeyitno-Kholiq Arif, Bibit Waluyo-Rustriningsih dan HM. Tamzil-Rozaq Rais. Sebaliknya, mereka memberikan konstruksi unfavorable kepada pasangan Bambang Sadono-M. Adnan dan Sukawi Sutarip- Sudharto. Sedangkan Suara Merdeka memilih gaya pemberitaan yang aman dan tidak tendesius kepada masing-masing pasangan calon. Hasilnya, mereka cenderung mengkonstruksikan pasangan Bambang Sadono-M. Adnan, Bibit Waluyo-Rustriningsih dan HM. Tamzil-Rozaq Rais dengan bingkai yang favorable. Sedangkan pasangan Agus Soeyitno-Kholiq Arif dan Sukawi Sutarip- Sudharto dalam bingkai unfavorable

    "Analisis Numerik Penyebaran Polutan Sulfur Dioksida dari PLTU Paiton Probolinggo Menggunakan Metode Volume Hingga untuk Mengasah Kemampuan TCK"

    No full text
    Adanya kegiatan industri dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap sangat bermanfaat bagi manusia untuk ketersediaan listrik. Namun di lain sisi, kegiatan tersebut juga mengasilkan limbah gas berupa gas sulfur dioksida (SO2). Polutan SO2 yang masuk ke dalam udara yang melebihi ambang batas yang ditentukan akan membahayakan lingkungan di sekitarnya. Dari latar belakang tersebut, maka dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui model matematika dan pola penyebaran polutan sulfur dioksida dari PLTU Paiton Probolinggo, model diselesaikan menggunakan metode volume hingga, menganalisis pengaruh kecepatan angin dan konsentrasi awal terhadap penyebaran polutan SO2, untuk mengetahui efektivitas metode volume hingga dalam menganalisis masalah penyebaran polutan SO2, dan untuk mengetahui tingkat kevalidan dalam mengasah kemampuan TCK peneliti melalui analisis numerik penyebaran polutan SO2. Tahapan kegiatan penelitian meliputi: pertama, melakukan studi pustaka tentang penyebaran polutan SO2 kemudian membangun model matematika dari persamaan momentum dan persamaan kontinuitas massa. Model yang terbentuk didiskritisasi QUICK sehingga diperoleh matriks global. Setelah mendapatkan matriks global selanjutnya melakukan komputasi menggunakan MATLAB. Selanjutnya melakukan simulasi dengan FLUENT dan dikombinasikan dengan penampakan dari atas kawasan PLTU Paiton Probolinggo menggunakan Google Earth untuk mengetahui pola penyebaran dan daerah yang terdampak dari polutan tersebut. Kemudian melakukan validasi kemampuan TCK peneliti dalam analisis numerik penyebaran polutan SO2 dari PLTU
    corecore