314 research outputs found

    KONSEP KENDANGAN PEMATUT KARAWITAN JAWA GAYA SURAKARTA

    No full text
    INTISARI Sigit Setiawan, 2015. Konsep Kendangan Pematut Karawitan Jawa Gaya Surakarta. Tesis untuk Program Pengkajian Seni Musik, Pasca Sarjana, Institut Seni Indonesia Surakarta. Kendangan pematut adalah kendangan yang disajikan tanpa mengikuti konvensi sistematika kendangan yang ada berdasarkan faktorfaktor musikal pembentuknya sehingga menghasilkan kesan rasa yang sesuai dan pantas. Kendangan pematut dalam karawitan Jawa Gaya Surakarta berperan dalam hidup tidaknya sebuah sajian gending. Ada dua jenis kendangan pematut yaitu, pertama matut lagu berikut variasinya seperti kalimat lagu, ritme, cakepan dan garap balungan serta kedua, matut solah baik dalam tari maupun wayang. Konsep penyajian pematut secara hierarki adalah (1) mengerti lagu gending dan solah, (2) menentukan variasi garap kendangan berdasarkan faktor pembentuknya, (3) menentukan porsi harus tidaknya disajikan dan (4) menyajikan kendangan yang sesuai dengan faktor pembentuknya. Sifat-sifat yang dimiliki kendangan pematut yakni individu dan insidental

    SIGIT : an information system for integral approach of land management : an LADM implementation in Honduras and Guatemala

    No full text
    In a new and integral land management approach in four municipalities in Honduras and Guatemala the Land Administration Domain Model has been used as a tool in support to system development for land administration. A pilot implementation for municipal information infrastructure in four municipalities (Puerto Cortes, Omoa and Tela in Honduras and Puerto Barrios in Guatemala) should test improved management of geographic information. Data should be published on the web for web access by citizens, a one stop shop has been introduced, and integration of data at different levels avoids data duplication. Very important impact of improved access is in building trust by more transparency. New work procedures have been defined and implemented and the information system SIGIT (Sistema de Información Gestión Integral de Tierras) has been designed and implemented supporting these concepts. Apart from forming the basis for sustainable land transactions and land use planning, the SIGIT can be supportive to a situation where all citizens in a municipality pay the land tax and where land-possession can be converted to legal land ownership. SIGIT operates as a one-stop shop at the municipal side. The design of SIGIT is based upon the Land Administration Domain Model ISO 19152 to manage the cadastre and land use planning data from this point of view. To meet the requirements additions to the LADM were designed. The LADM additions to implement SIGIT in Honduras and Guatemala are necessary to store extra information about spatial zones, parcels and buildings as required by the municipalities during development. Furthermore, the information regarding building and operation permits, with their respective user-defined spatial and administrative rules, were out of scope of LADM. Therefore, the corresponding additions were necessary as well. The paper provides an overview of the SIGIT goals and requirements, the design and development. Within this context the focus is to the use of the LADM and its modifications for SIGIT development and a short evaluation of the LADM as a tool for development

    Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Matematika Dengan Menggunakan Metode Diskusi Kelompok Disertai Media Audio Visual Pokok Bahasan Skala Pada Siswa Kelas 5 SDN Umbulsari 04 Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember Semester II Tahun Pelajaran 2009/2010, Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Matematika Dengan Menggunakan Metode Diskusi Kelompok Disertai Media Audio Visual Pokok Bahasan Skala Pada Siswa Kelas 5 SDN Umbulsari 04 Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember Semester II Tahun Pelajaran 2009/2010, Sigit Setiawan, 070210204197

    No full text
    Pendidikan dapat mengatasi masalah-masalah dalam kehidupan, baik pada masa sekarang maupun masa yang akan datang. Perkembangan ilmu dan teknologi juga membawa dampak yang sangat berarti dalam dunia pendidikan, karena mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar. Untuk meningkatkan kualitas hasil pendidikan, harus ditemukan strategi atau pendekatan pembelajaran yang efektif di kelas, yang lebih memberdayakan potensi siswa. Penggunaan dan pengaktifan media audio visual (video) di kelas, diharapkan dapat merangsang dan mempermudah pemahaman konsep-konsep matematika. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah: (1) untuk menelaah bagaimanakah aktivitas belajar siswa dalam proses pembelajaran matematika pokok bahasan skala dengan menggunakan metode diskusi kelompok disertai media audio visual pada siswa kelas 5 SDN Umbulsari 04 Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember Semester II Tahun Pelajaran 2009/2010, (2) untuk menelaah bagaimanakah hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran matematika pokok bahasan skala dengan menggunakan metode diskusi kelompok disertai media audio visual pada siswa kelas 5 SDN Umbulsari 04 Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember Semester II Tahun Pelajaran 2009/2010. Pengambilan data dilaksanakan di SDN Umbulsari 04 mulai tanggal 09 Maret sampai 20 Maret 2010. Sebagai subyek penelitian adalah siswa kelas V. Desain yang dipakai dalam penelitian ini adalah model skema spiral dari Hopkins dengan tahap penelitian tindakan yang meliputi perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection). Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, tes, observasi. Penelitian ini dilaksanakan dua siklus. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: (1) aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi kelompok disertai media audio visual pada siklus I dengan kriteria cukup aktif dan siklus II dengan kriteria aktif. Hal ini dapat dilihat dari persentase aktivitas siswa pada siklus I sebesar 55,42% dan pada siklus II sebesar 67,08%, (2) pembelajaran matematika menggunakan metode diskusi kelompok disertai media audio visual dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang diperoleh dari persentase ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I secara klasikal sebesar 45% dan siklus II secara klasikal sebesar 85% atau dapat dikatakan tuntas

    Financial Depth and Financial Access in Indonesia

    No full text
    This study is intended to analyse the current levels of financial depth and financial access in Indonesia and to analyse the factors affecting them. The analysis method used was a combination of descriptive quantitative, benchmarking, and literature reviews. The conclusion is that the financial depth in Indonesia has not shown a satisfactory level since it was the lowest, or the second lowest ranked country among the sampled countries. Meanwhile, the financial access in Indonesia is relatively better than its financial depth, especially for financial markets, in which Indonesia ranks in the lower average group. From literature reviews, it can be inferred that the main factor driving the poor financial depth in Indonesia is non-competitiveness of the institutions; whereas the driving force of poor financial access in Indonesia are geographical constraints, poverty, a high income gap, and a less than effective national financial development policy

    Makna cinta dalam lirik lagu Bismillah Cinta karya Sigit Purnomo: analisis semiotika Ferdinand De Saussure

    No full text
    Music is a communication activity by using sound to convey a message to be expressed with a song. The song has a meaning as a literary work which is almost the same as poetry but is conveyed by playing melodies and harmonies. The song starts from a lyric in the form of stanzas created by an author aimed at conveying the message expressed. The messages contained in the lyrics of the created songs can be themed on friendship, motivation, love, and others. This study aims to determine and interpret the meaning of love contained in the lyrics of a song entitled Bismillah Cinta by Sigit Purnomo. This study uses the semiotic approach of Ferdinand De Saussure which makes the analogy of language as a signified and a signifier. This type of research uses descriptive and qualitative analysis. The source of data used in this research is the lyrics of a song entitled Bismillah Cinta by Sigit Purnomo. Through the analysis of the lyrics of the song, the results of this study reveal and convey the meaning that love is a feeling of trust that is trying to be expressed. The belief that everything is easy to pass and does not make the heart sway. Love teaches the meaning of that something we do must be accompanied by confidence without any anxiety and if there is no way out then asking Allah is the best way to solve i

    PENGARUH PENGGUNAAN PIPA LAMBUNG PADA TUTUP ILEOSTOMI PADA BAYI DAN ANAK DINILAI DARI LAMA PERAWATAN PASKA OPERASI

    No full text
    ii PENGARUH PENGGUNAAN PIPA LAMBUNG PADA TUTUP ILEOSTOMI PADA BAYI DAN ANAK DINILAI DARI LAMA PERAWATAN PASKA OPERASI Sigit Wijanarko, Ariandi Setiawan ABSTRAK Latar Belakang: Pemasangan pipa lambung setelah operasi tutup ileostomi sebagai dekompresi usus merupakan dogma klasik pada pendidikan bedah. Pemasangan pipa lambung setelah operasi tutup ileostomi akan berpengaruh pada lama perawatan paska operasi. Tujuan: Menilai pengaruh pemakaian pipa lambung pada operasi penutupan ileostomi, dinilai dari lama perawatan paska operasi. Metode: Penelitian ini merupakan Intact-Group Comparison pre-experimental design yang dilakukan dengan menjadikan sampel menjadi 2 kelompok, dimana pada operasi penutupan ileostomi pada kelompok pertama mendapat perlakuan dengan pemakaian pipa lambung dan kelompok kedua tanpa pipa lambung. Hasil penelitian dilakukan analisa statistik dengan menggunakan Two sample T-test. Hasil: Sampel pada penelitian ini terdiri dari 9 orang laki-laki dan 5 orang perempuan. Uji normalitas menggunakan metode Ryan-Joiner menunjukkan bahwa kedua data sampel berdistribusi normal dengan signifikan (p > 10 %). Data yang digunakan juga memiliki sebaran data yang homogen berdasarkan uji F, yaitu diperoleh nilai statistik F6,6 sebesar 2,33 (p = 0,326). Rata-rata lama perawatan dengan pemasangan pipa lambung selama 6 hari, sedangkan tanpa pemasangan pipa lambung 4,6 hari. Berdasarkan hasil pengujian dengan menggunakan uji T dua sampel diperoleh hasil bahwa pengujian tersebut menghasilkan nilai T sebesar 3,87 (p = 0,003) dengan α sebesar 5 %, yang berarti bahwa lama perawatan pasien dengan pemasangan pipa lambung signifikan lebih lama daripada pasien tanpa pemasangan pipa lambung. Penelitian ini menunjukkan penggunaan pipa lambung pada tutup ileostomi berpengaruh pada lama perawatan pasien paska operasi. Kata Kunci : Pipa lambung, ileostomi, lama perawatan paska operasi

    Potential integration of Chinese and European emissions trading market: welfare distribution analysis

    No full text
    A new paper has found that the European Union (EU) and China would both see benefits if their respective ETSs were integrated. The analysis shows that China’s welfare would improve through the “net gain of selling the [carbon] allowance”. In comparison, the EU would face lower abatement costs by purchasing more permits from China, allowing the region to improve its competitiveness, the paper says. According to Dr Sigit Perdana from the École Polytechnique Fédérale de Lausanne, a co-author of the paper, the study is the first to analyse the welfare effects of the potential integration for each EU member state. He tells Carbon Brief the assessment reveals that EU countries with highly energy-intensive industries would benefit the most, while others would face opposite effects. He adds: “We also find that limiting the trade quota to 40% is the optimum level, as it captures most of the welfare gain coming from CO2 trading for the EU.”LEUR

    PERANAN KEPEMIMPINAN SEORANG PERWIRA YANG DITINJAU DARI KARAKTER DAN PENDIDIKAN DI ATAS KAPAL MV. SRIKANDI INDONESIA

    No full text
    ABSTRAKSI Sigit Suryo Utomo, 2014, NIT 51145197 N, “Peranan Kepemimpinan Seorang Perwira Yang Ditinjau Dari Karakter Dan Pendidikan di Atas Kapal MV. SRIKANDI INDONESIA”, skripsi Program Studi Nautika, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Capt. Dwi Antoro, MM, M, Mar, PEMBIMBING II: Andi Wahyu Hermanto, M. T Kepemimpinan merupakan hal yang penting dalam suatu organisasi. Baik organisasi profit ataupun non profit. Dalam segala kehidupan kelompok diperlukan seorang pemimpin, untuk menjadi seorang pemimpin harus melalui berbagai tahap sehingga dapat menjadi pemimpin yang baik tidak dilahirkan tetapi dibuat, proses menjadikan seseorang menjadi pemimpin disebut ilmu kepemimpinan. Kepemimpinan tidak dapat dipisahkan dengan disiplin, karena merupakan suatu keterkaitan yang sangat erat. Skripsi ini merupakan skripsi eksposisi, yaitu penelitian untuk menjelaskan dan memaparkan obyek yang diteliti. Data yang digunakan adalah data yang telah dikumpulkan pada waktu penulis melaksanakan praktek layar selama satu tahun. Data yang diperoleh tersebut akan diolah dan disusun secara sistematis dan teratur. Dalam penyelesaian masalah, penulis mengemukakan pendapat dengan menyatakan bahwa semua perwira di atas kapal harus menanamkan kedisiplinan dalam diri mereka dahulu. Dalam hal ini semua akademi pelayaran harus memberikan pelajaran kepemimpinan kepada para taruna untuk menjadikan taruna-taruna menjadi seorang perwira dan pemimpin yang baik dalam kepemimpinan di atas kapal. Seringnya terjadi kesalahpahaman saat ABK menerima perintah dari perwira. Hal ini diakibatkan karena banyaknya para perwira yang tidak menggunakan pendekatan ataupun memberi tugas dengan agak memaksa yang menyebabkan kejenuhan bahkan sifat yang memberontak atas perintah tersebut. Akhirnya penulis dapat mengambil kesimpulan unsur-unsur dalam peranan kepemimpinan di atas kapal yang saling berkaitan erat dengan keberhasilan dalam mencapai tujuan bersama ABSTRACT Sigit Suryo Utomo, 2014, NIT 51145197 N, "The Role of an Officer Leadership Judging from the Character and Education on the MV Ship. SRIKANDI INDONESIA", Nautical Study Program thesis, Diploma IV Program, Semarang Shipping Science Polytechnic, Advisor I: Capt. Dwi Antoro, MM, M, Mar, SUPERVISOR II: Andi Wahyu Hermanto, M.T Leadership is important in an organization. Both profit and non profit organizations. In all life groups need a leader, to be a leader must go through various stages so that being a good leader is not born but made, the process of making someone a leader is called the science of leadership. Leadership cannot be separated from discipline, because it is a very close relationship. Research methods that researcher use in preparation of this thesis is descriptive reserch method, namely research to explain and describe the object under study. The data used is data that has been collected when the author carries out the practice of the screen for one year. The data obtained will be processed and arranged systematically and regularly. In solving the problem, the author claimed that their opinions by stating that all officers on board had to instill discipline in themselves first. In this case all shipping academies must provide leadership lessons to cadets to make cadets become good officers and leaders in leadership on board. Frequent misunderstandings occur when crew receives orders from officers. This was due to the large number of officers who did not use the approach or gave the task rather forcefully which caused the saturation of even the rebellious nature of the order. Finally, the writer can draw conclusions from the elements in the leadership role on the ship that are closely related to success in achieving common goals

    Trade Liberalization, Consumption, and Real Exchange Rate in Seven ASEAN+6 Countries

    No full text
    Trade liberalization has been mushrooming in the globalization era. The trade liberalization policy adoption by one country will be followed shortly by another. Although trade liberalization policy is strongly advocated by international organizations, a few prominent economists argue there is no ‘one fits for all’ policy. Thus, the policy effect altogether with other relevant aspects still needs to be explored in case by case basis, including ASEAN+6 regions. This paper is intended to analyze the relationship of trade liberalization and consumption on the real exchange rate in seven ASEAN+6 countries – the most dynamic region during period 2000 – 2011, a period covering subprime mortgage crisis. With data panel approach, the paper investigates the relationship of trade liberalization and consumption on real exchange rate while taking into account level of country’s income and crisis effect. The resulted model finds significant relationship in the overall and individual effect of tariff and terms of trade change as proxies of trade liberalization, consumption, level of country’s income, and subprime mortgage crisis on real exchange rate.</jats:p

    Rancang Bangun Alat Pengukur Tinggi Dan Volume Pohon Tegak Berbasis Mikrokontroler At-Mega 16

    No full text
    Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi dengan lebat oleh pepohonan dan tumbuhan lainnya. Pohon sendiri adalah tumbuhan cukup tinggi dengan masa hidup bertahun-tahun. Pohon juga memiliki sebatang pokok tegak berkayu yang cukup panjang dan bentuk tajuk (mahkota daun) yang jelas. Kayu adalah bagian batang atau cabang serta ranting tumbuhan yang mengeras karena mengalami lignifikasi (pengayuan). Salah satu kegiatan dalam inventarisasi hutan adalah pengukuran untuk penaksiran massa tegakan yang berupa tabel isi dimana jika dilakukan pengukuran pohon secara langsung memerlukan waktu serta biaya yang banyak. Pengukuran volume tegakan dapat dilakukan secara langsung pada pohon, tetapi memerlukan waktu, tenaga dan biaya yang besar. Pengukuran tinggi secara tidak langsung pada dasarnya dengan menggunakan prinsip-prinsip ilmu ukur sudut. Alat pengukur tinggi dengan prinsip ini antara lain christens hypsometer dan hagameter. Penggunaan hagameter tentunya memiliki beberapa kelemahan, dimana hal ini dapat mempengaruhi ketepatan nilai pengukuran tegakan pohon. Hal inilah yang mendasari pembuatan alat pengukur tinggi dan volume pohon tegak berbasis mikrokontroler dengan harapan bahwa alat ini dapat digunakan secara luas untuk melakukan pengukuran tinggi dan volume pohon tegakan secara tepat dan akurat, serta mengurangi kesalahan operator dalam melakukan penaksiran (taksasi) tinggi dan volume pohon. Metode pengukuran yang digunakan yaitu, menggunakan prinsip trigonometri dan segitiga sebangun. Untuk mendapatkan nilai volume pohon digunuakan persamaan kerucut terpancung sebagai formula perhitungan Sensor yang digunakan yaitu potensiometer sedangkan mikrokontrol yang digunakan yaitu AT-MEGA 16. Program yang digunakan yaitu BASCOM AVR. Validasi dilakukan pada berbagai jarak yaitu 5 m, 6 m, 7 m, 8 m, 9 m, dan 10 m. Berdasarkan hasil pengujian tinggi diketahui bahwa alat mampu bekerja sesuai fungsinya. Pengukuran pada berbagai jarak mampu menghasilkan data yang linier, hal ini ditunjukkan dengan nilai R2 yang keseluruhan bernilai 0.9 dari hasil validasi sudut yang telah dilakukan diketahui mempunyai persamaan y = 1.0041x + 0.8745 dimana ketepatan pengukuran sudut sebesar 99,88 %. Sedangkan hasil validasi pengukuran tinggi pada berbagai jarak mempunyai persamaan y = 1.217x – 0.1867 dengan ketepatan pengukuran tinggi sebesar 97,83 %
    corecore