227 research outputs found

    PENGEMBANGAN ROBOT PENDETEKSI OBYEK BERDASARKAN WARNA DENGAN SENSOR KAMERA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN

    No full text
    PENGEMBANGAN ROBOT PENDETEKSI OBYEK BERDASARKAN WARNA DENGAN SENSOR KAMERA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN Oleh: Roni Setiawan NIM. 08518241014 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unjuk kerja dan tingkat kelayakan media pembelajaran berupa robot pendeteksi objek berdasarkan warna dengan sensor kamera serta untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik dengan menggunakan media pembelajaran robot pendeteksi objek. Peningkatan prestasi belajar peserta didik yang dimaksud adalah pengetahuan peserta didik dalam pembelajaran robot vision. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pengembangan dan dilanjutkan dengan penelitian tindakan kelas. Penelitian pengembangan diadopsi dari langkah-langkah menurut Borg & Gall, sedangkan penelitian tindakan kelas diadopsi dari langkah-langkah menurut Kemmis and Mc Taggart. Instrumen penelitian menggunakan instrumen non-tes yaitu angket/kuosioner dan instrumen tes yaitu pretes dan postes. Uji validitas instrumen non-tes menggunakan uji validitas konstruk dan uji validitas item, sedangkan uji validitas instrumen tes dengan menggunakan uji validitas konstruk dan uji validitas isi. Pengolahan data penelitian dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian pengembangan ini adalah (1) Bagaimana unjuk kerja dari media pembelajaran?; (2) Bagaimana tingkat kelayakan media pembelajaran?; (3) Bagaimana peningkatan prestasi peserta didik dengan menggunakan media pembelajaran?. Data hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Unjuk kerja media pembelajaran berupa robot pendeteksi objek dinyatakan layak dan lulus uji; (2) Tingkat kelayakan media pembelajaran dinyatakan layak dengan presentase rata-rata 78,2%; (3) Peningkatan prestasi peserta didik dengan menggunakan media pembelajaran ini adalah dengan presentase rata-rata sebesar 33,56%. Kata kunci: Media Pembelajaran, Robot Pendeteksi Obyek, Robot Visio

    BUKTI SEBAGAI KORESPONDING AUTHOR PADA JURNAL 2 OK-Roni Pazla

    Full text link
    BUKTI SEBAGAI KORESPONDING AUTHOR PADA JURNAL 2 O

    ANALISIS KEKUATAN TARIK DAN KEKERASAN VICKERS SAMBUNGAN LAS DENGAN VARIASI KECEPATAN GESER ELEKTRODA PADA PENGELASAN SHIELD METAL ARC WELDING (SMAW)

    No full text
    RINGKASAN Setiawan, Roni. 2019. Analisis Kekuatan Tarik dan Kekerasan Vickers Sambungan Las dengan Variasi Kecepatan Geser Elektroda pada Pengelasan Shield Metal Arc Welding (SMAW). Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Solichin, S.T., M.Kes., (II) Duwi Leksono Edy, S.Pd., M.Pd.   Kata Kunci: kecepatan geser elektroda, sifat mekanik, pengelasan SMAW Kecepatan geser elektroda merupakan salah satu parameter yang perlu diperhatikan dalam proses pengelasan. Kecepatan geser elektroda dapat mempengaruhi pemanasan pada material dan sambungan las. Dampak dari pemanasan tersebut mengakibatkan perubahan sifat mekanik khususnya kekuatan tarik dan kekerasan vickers. Kekuatan tarik merupakan kemampuan material untuk menahan beban secara statis atau dinamis dalam area global, sedangkan kekerasan merupakan kemampuan material untuk menerima beban secara statis atau dinamis di daerah permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) nilai kecepatan pengelasan pada jarak pengelasan 120 mm; (2) nilai kekuatan tarik; dan (3) nilai kekerasan vickers. Proses pengelasan yang digunakan pada penelitian ini adalah pengelasan Shield Metal Arc Welding (SMAW) dimana dalam pengelasan ini menggunakan elektroda E7016 LB–52U dengan kampuh V (α = 600, jarak root face 1 mm, dan jarak antar kampuh 1 mm). Rancangan penelitian yang digunakan eksperimen dengan desain rancangan pre experimental design. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dimana data statistik diperoleh dari hasil pengujian sambungan las kemudian di deskripsikan. Penelitian ini menggunakan 2 variasi kecepatan geser eletroda yaitu kecepatan 1,99 mm/s dan kecepatan 1,33 mm/s. Dari hasil analisis diperoleh bahwa variasi kecepatan geser elektroda mempengaruhi nilai kekuatan tarik dan kekerasan sambungan las. Hasil penelitian ini menghasilkan dua variasi pengelasan yaitu 1,99 mm/s dan 1,33 mm/s. Masing–masing variasi menunjukkan perbedaan nilai kekuatan tarik dan HVN pada kecepatan geser elektroda 1,99 mm/s dan 1,33 mm/s. Pada kecepatan geser elektroda 1,99 mm/s menghasilkan nilai kekuatan tarik rata–rata sebesar 63,05 kg/mm2 dan nilai kekerasan vickers diperoleh rata–rata sebesar 290,12 HVN, sedangkan untuk kecepatan geser elekroda 1,33 mm/s menghasilkan nilai kekuatan tarik rata–rata sebesar 64,32 kg/mm2 dan untuk kekerasan vickers memperoleh nilai rata–rata sebesar 274,06 HVN

    BUKT PEMBIMBING RONI SETIAWAN

    Full text link

    Rewriting our comments and revisiting revision practices: new concepts for sustainable instruction in the writing classroom

    No full text
    The driving instructional tool in the majority of writing classrooms, comments, is failing students and instructors because comments are a tool, and not a technique. The utility of comments within the writing classroom is only as strong as its pairing with other instructional techniques. Using comments to teach comments is a flawed method of instruction, and if instructors want to properly use comments within their classes, they must first show their students how to use these techniques in improving their writing. Thus far, the focus of facilitating student revision and student growth within writing classrooms has been on the study of specific comments written by instructors on student papers. The study of such comments reveals the differences in styles, modes, and voices projected from those instructors, but it does reveal much about the intended goal of such comments, the advancement of student writing. Looking back on previous research and incorporating a multifaceted approach to revision helps to build sustainable writing instruction. A review of literature of comments suggests placing students in the center of the classroom by enabling students to take control over the revisions of their own work. This process cannot be done without teaching students how to do things with comments and how to use comments to their advantage. Starting from Joseph Harris’ Rewriting, the same steps toward revision which Harris suggests of students should be copied and applied to the way in which instructors facilitate such revision within the classroom. The improvement of student writing requires several steps which target particular issues with the status quo of commenting, and the use of Harris’ text will enable us to identify the steps. Incorporating revision into the classroom, inviting students into conversation about their text, and opening the lines of communication can help improve revision practices in writing classrooms. Through incorporating a new mastery model within the writing classroom, a technique that begins to show students how comments are made and what to do with them, students can begin to internalize the many processes which they can apply to any writing. The teacher’s goal is to help the student internalize the concepts and apply without the direct instruction of the teacher; however, many writing classrooms have lost this focus. If teachers refocus the classroom on the process of writing and even the process of editing and revising, students will become not just stronger students but writers. Adjustments in the writing classroom cannot occur overnight, but incorporating revision techniques into the course will eventually pay off as students learn to revise their work. These techniques, although not new, can prepare students for writing outside the composition classroom.M. A.Includes bibliographical referencesby Roni L. Bie

    Dialettica della durata e vita intima. Attualità di Bergson tra accelerazione del tempo e alienazione sociale

    No full text
    In this paper the Author focuses on the legacy of dialectics through Bergson’s considerations about time and language, recalling two great interpreters of his philosophy: Giuseppe Prezzolini and Gaston Bachelard. If for the former the «philosophy of contingency» enhances the transformation of social reality, preserving, in consonance with Victor Egger’s book La parole intérieure, the freedom of inner language, the latter proposes a break of the Bergsonian temporal continuity by opting for a plural and discontinuous duration. Thanks to these readings, it is possible to discover the temporal dialectic which regulates contemporary societies, that is, the acceleration of time and the contraction of memory, in order to develop a more humane way of living time and, consequently, to decline the problem of intersubjectivity in an intercultural perspective

    Leon Garfield

    No full text
    Through his historical novels, adventure stories, ghost stories, satires, fairy tales, and retellings of myths and legends, Leon Garfield consistently portrays the mystery of human identity, which he describes as "the only mystery one can unravel endlessly." In this first book-length study of the author of Smith (1967), The Apprentices (1976), John Diamond (1981), and The December Rose (1986), Roni Natov engagingly chronicles the career of a natural storyteller, a man whose work is permeated with the theme of spiritual renewal

    Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Nomor 16 Tahun 2016 Tentang Kartu Nelayan Di Dinas Kelautan Dan Perikanan Kabupaten Mandailing Natal

    Full text link
    Program kartu nelayan merupakan program Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik indonesia yang bertujuan untuk untuk memberikan perlindungan dan pemberdayaan nelayan, peningkatan kesejahteraan serta menciptakan efektivitas dan efisiensi program bantuan kepada nelayan agar tepat sasaran. Fungsi dari kartu nelayan sebagai identitas profesi nelayan, memberikan kemudahan dalam pembinaan nelayan dan memberikan kemudahan pelaksanaan program kementerian. Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mandailing Natal memiliki kewenangan penyelenggara program kartu nelayan di tingkat kabupaten/kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 16 Tahun 2016 Tentang Kartu Nelayan di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mandailing Natal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis kualitatif yaitu metode yang mencari dan memperoleh informasi secara mendalam kepada narasumber yang memiliki banyak informasi yang dibutuhkan untuk mendukung kelengkapan data penelitian. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan Impelementasi Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 16 Tahun 2016 tentang Kartu Nelayan di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mandailing Natal sudah mendekati hasil yang baik. Dengan adanya tindakan sosialisasi, pendataan dan pendistribusian kartu nelayan. Komunikasi yang dijalin Dinas Kelautan dan Perikanan Kabuapaten Mandailing Natal sudah baik, namun terdapat kendala terhadap sumberdaya yang tersedia dalam mendukung pencetakan kartu nelayan dan aspek – aspek yang dapat mempengaruhi kesejahteraan nelayan dan pemberdayaan masih belum menyeluruh karena masih nelayan tidak mengetahui fungsi dari kartu nelaya

    Young generations’ hopelessness perpetuates long-term conflicts

    No full text
    Funding Information: The authors would like to thank Roni Porat for their valuable contribution in the conceptualization stage of the research, and Shir Harpaz, Natali Afrimov, and Dan Heskia for their assistance in the data analysis. This work was supported by an Israel Science Foundation Grant (3105/21) to the first author (BSH). Funding Information: The authors would like to thank Roni Porat for their valuable contribution in the conceptualization stage of the research, and Shir Harpaz, Natali Afrimov, and Dan Heskia for their assistance in the data analysis. This work was supported by an Israel Science Foundation Grant (3105/21) to the first author (BSH). Publisher Copyright: © 2023, The Author(s).Transforming long-term conflicts into peaceful intergroup relations is one of the most difficult challenges for humanity. Such meaningful social changes are often driven by young people. But do young people living in contexts of long-term conflicts believe that change is even possible? In a series of six studies (Ntotal = 119,671) over two decades and across two unrelated intractable conflicts in Israel/Palestine and Cyprus, we found that younger (compared to older) generations from both respective rival groups have less hope for peace, and consequently less conciliatory attitudes. We also show that this gradual improvement of peace-promoting emotions and attitudes with increasing age can be experimentally accelerated in young people through a virtual reality-based aging simulation. These findings provide a new perspective on the fundamental question of why long-term conflicts are so difficult to resolve and highlight the importance of instilling hope in young generations to advance peace processes.Peer reviewe

    PENGEMBANGAN ROBOT PENDETEKSI OBYEK BERDASARKAN WARNA DENGAN SENSOR KAMERA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unjuk kerja dan tingkat kelayakan media pembelajaran berupa robot pendeteksi objek berdasarkan warna dengan sensor kamera serta untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik dengan menggunakan media pembelajaran robot pendeteksi objek. Peningkatan prestasi belajar peserta didik yang dimaksud adalah pengetahuan peserta didik dalam pembelajaran robot vision. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pengembangan dan dilanjutkan dengan penelitian tindakan kelas. Penelitian pengembangan diadopsi dari langkah-langkah menurut Borg & Gall, sedangkan penelitian tindakan kelas diadopsi dari langkah-langkah menurut Kemmis and Mc Taggart. Instrumen penelitian menggunakan instrumen non-tes yaitu angket/kuosioner dan instrumen tes yaitu pretes dan postes. Uji validitas instrumen non-tes menggunakan uji validitas konstruk dan uji validitas item, sedangkan uji validitas instrumen tes dengan menggunakan uji validitas konstruk dan uji validitas isi. Pengolahan data penelitian dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian pengembangan ini adalah (1) Bagaimana unjuk kerja dari media pembelajaran?; (2) Bagaimana tingkat kelayakan media pembelajaran?; (3) Bagaimana peningkatan prestasi peserta didik dengan menggunakan media pembelajaran?. Data hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Unjuk kerja media pembelajaran berupa robot pendeteksi objek dinyatakan layak dan lulus uji; (2) Tingkat kelayakan media pembelajaran dinyatakan layak dengan presentase rata-rata 78,2%; (3) Peningkatan prestasi peserta didik dengan menggunakan media pembelajaran ini adalah dengan presentase rata-rata sebesar 33,56%
    corecore