36 research outputs found
Peningkatan Keaktifan Siswa dan Keterampilan Menulis Teks Film/Drama melalui Penerapan Metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) Pada Siswa Kelas XI Administrasi Perkantoran 4 SMK Negeri 1 Karanganyar, Kebumen
IMPROVEMENT ACTIVE STUDENTS TEXT WRITING SKILLS AND FILM/DRAMA THROUGH APPLICATION METHOD COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) IN CLASS XI ADMINISTRATIVE OFFICE 4 SMK NEGERI 1 KARANGANYAR, KEBUMEN Diana Oky Rahmahsari, Budhi Setiawan, Sri Hastuti E-mail: [email protected] ABSTRACT Diana Oky Rahmahsari. K1212020. IMPROVEMENT ACTIVE STUDENTS TEXT WRITING SKILLS AND FILM/DRAMA THROUGH APPLICATION METHOD COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) IN CLASS XI ADMINISTRATIVE OFFICE 4 SMK NEGERI 1 KARANGANYAR, KEBUMEN. Thesis, Surakarta: Teacher Training and Education Faculty. March Surakarta University, September2016. This study aims to increase students activity and improve the writing skills of the film/drama by using methods Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) on 4 AP class XI student of SMK N 1 Karanganyar, Kebumen. Type of research is a class action (PTK). The subjects were students of class XI AP 4 SMK N 1 Karanganyar, Kebumen, totaling 36 students. Source of data used in the form of informants, events, and documents. The data collection is done by observation, interviews and document analysis. Test the validity of the data using triangulation techniques of data sources, triangulation methods, and review the informant. Technical analysis of the data using the techniques of critical analysis. Based on the results of this study concluded that the methods Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) may enhance the activity of students in the learning process of writing skills film/drama students of class XI AP 4 SMK N 1 Karanganyar, Kebumen. The average value activity of students in the learning process at 43,88 with the criteria prasiklus is sufficient but not optimal; in the first cycle was 72,22 with sufficient criteria but were optimal; and the second cycle is 80,55 with good criteria and optimized. In addition, application of methods Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) also can improve the writing skills of the film/drama class XI student of SMK N 1 AP 4 Karanganyar, Kebumen. Improving the quality of learning outcomes writing texts film/drama can be seen from the increase in average test writing skills film/drama and the percentage complete learn at each cycle. In the mean value prasiklus writing skills film/drama is 71,8 with learning completeness percentage of 41,7% (15 students). In the first cycle the average value of the skill of writing texts film/drama is 78,7 with learning completeness percentage of 63,9% (23 students). In the second cycle the average value of the skill of writing texts film/drama is 82,8 with learning completeness percentage of 83,3% (students). Keywords: active students, writing texts film/drama, methods Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)
PENGARUH SIKAP KERJA DAN KNOWLEDGE SHARING TERHADAP KINERJA PEGAWAI YANG DIMEDIASI RNOLEH OCB PADA PEGAWAI SATPOL PP DAN WH ACEH
DANKNOWLEDGE SHARING PADA KINERJA SATPOL PP DAN WH ACEH* Muhammad Oky, Nurdasila, Syafruddin Magister Manajemen, Universitas Syiah Kuala, Indonesia*Corresponding Author : [email protected] ini dilakukan untuk mengetahui dan menguji Pengaruh Mediating Organizational Citizenship Behavior (OCB) Pada Hubungan Antara Sikap Kerja dan Knowledge Sharing Pada Kinerja Satpol PP dan WH Aceh. Populasinya adalah semua pegawai Dinas Satpol PP dan WH Aceh yang berjumlah 907 orang. Anggota sampel ditentukan dengan menerapkan teknik probability sampling, dan juga melalui rumus Slovin diperoleh jumlah sampel sebanyak 278 orang. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala likert dan Peralatan analisis yang digunakan adalah SEM AMOS. Hasil Pengujian Hipotesis deskriptif menunjukkan bahwa Sikap, knowledge sharing, OCB anggota, kinerja anggota Satpol PP dan WH Aceh sudah berjalan dengan baik. Pengujian hipotesis verifikatif menunjukkan bahwa sikap, knowledge sharing, dan OCB berpengaruh terhadap kinerja Satpol PP dan WH Aceh, Sikap dan knowledge sharing berpengaruh terhadap OCB, dan Terdapat pengaruh tidak langsung antara sikap dan knowledge sharing terhadap kinerja Satpol PP dan WH Aceh melalui OCB. Dalam model yang teruji ini, OCB berperan sebagai parsial mediator. Hasil temuan ini membuktikan bahwa peningkatan kinerja Dinas Satpol PP dan WH Aceh merupakan fungsi dari Perbaikan Sikap, Penerapan Knowledge Sharing, dan penerapan OCB- nya.Keyword : Sikap, Knowledge Sharing, OCB, Kinerja Satpol P
TINJAUAN TEKNIS DAN EKONOMI PENGGUNAAN ASPAL RETONA BLEND 55 PADA CAMPURAN ASPHALT CONCRETE–WEARING COURSE
Aspal Retona Blend 55 (RB 55) merupakan gabungan hasil ekstraksi aspal
keras penetrasi 60 atau 80 dengan aspal Buton yang telah diproses secara
fabrikasi, serta memiliki kekerasan yang lebih tinggi dibandingkan aspal
penetrasi pertamina. Aspal RB 55 diutamakan untuk melapisi ruas jalan dengan
temperatur perkerasan beraspal yang tinggi, serta melayani lalu – lintas berat dan
padat yaitu untuk beban lalu – lintas rencana > 10.000.000 ESA atau LHR >
2000 kendaraan per hari dengan jumlah kendaraan truk lebih dari 15%. (DPU
Bina Marga, 2008). Penggunaan aspal RB 55 saat ini telah dilakukan pada
campuran Asphalt Concrete – Wearing Course (AC –WC). Penelitian lebih lanjut
penggunaan aspal RB 55 pada campuran panas AC – WC perlu dilakukan
terutama untuk mengetahui secara teknis komposisi yang optimum penggunaan
kadar aspal RB 55 terhadap sifat karakteristik Marshall serta secara ekonomi
mengetahui keuntungan atau kerugian penggunaan aspal ini. Berdasarkan hasil
penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja campuran perkerasan,
sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan dalam perencanaan
jalan raya di Indonesia
Penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap pengujian empiris di
laboratorium. Pengujian pertama adalah uji pendahuluan dengan melakukan
pemeriksaan agregat dan bitumen. Hasil pengujian menunjukkan bahwa agregat
dan bitumen yang digunakan telah memenuhi spesifikasi yang ditentukan.
Selanjutnya dilakukan analisa untuk mendapatkan kadar aspal optimum
viii
campuran AC – WC menggunakan aspal penetrasi 60/70. Hasil analisa diperoleh
kadar aspal teoritis sebesar 4,5% ; 5% ; 5,5% ; 6% ; 6,5%. Berdasarkan hasil
analisa pengujian Marshall Test, didapat kadar aspal optimum dari aspal
penetrasi 60/70 sebesar 6,5%.
Pengujian kedua dilakukan dengan menggunakan aspal RB 55 dalam
campuaran AC – WC. Variasi penggunaan aspal RB 55 adalah sebesar 0%,
10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90% dan 100% terhadap berat
aspal(berdasarkan kadar aspal optimum yang diperoleh dari aspal penetrasi
60/70 yaitu 6,5%). Untuk mengetahui karakteristik marshall penggunaan aspal
RB 55, setiap variasi benda uji dilakukan pengujian Marshall Test.
Berdasarkan hasil pengujian Marshall Test dilakukan analisa data
menggunakan metode deskriptif dan pembobotan. Hasil analisa menunjukkan
bahwa komposisi optimum penggunaan aspal RB 55 diperoleh pada variasi
campuran 50% aspal RB 55 dan 50% aspal penetrasi 60/70. Secara teknis pada
campuran variasi ini memiliki keunggulan yaitu dapat meningkatkan nilai
stabilitas Marshall dan lebih menstabilkan nilai kelehan campuran. Nilai density
dan nilai VMA memiliki kecenderungan nilai yang relatif sama. Namun pada
nilai VFA dan VIM tidak jauh lebih baik dibandingkan dengan campuran yang
hanya menggunakan aspal penetrasi 60/70. Ditinjau secara ekonomi biaya yang
dibutuhkan untuk campuran aspal penetrasi 60/70 adalah sebesar
Rp.796.400/ton atau Rp. 531.198.800/kilometer (asumsi tebal 4 cm dan lebar
jalan 7 m), sedangkan untuk campuran variasi 50% aspal RB 55 diperoleh biaya
yang dibutuhkan sebesar Rp.812.700/ton atau Rp.542.070.900/kilometer
(asumsi tebal 4 cm dan lebar jalan 7 m)
Peranan PDAM Tirtanadi dalam Pengelolaan Limbah Cair Domestik kota Medan
The increasing number of population in Medan will influence to city influental on enviromental condition. To support the function of the city, it is need to develop facilities and equipment. One of the facilities is disposal water treatment. The institution which responsible to do is PDAM Tirtanadi, the aim of PDAM is to improve the environmental of quality of the city through domestic waste treatment before it flow to the river. The aim of this research is to evaluate the role of PDAM Tirtanadi as Managing Institution of domestic effluent against peoples as costumer of effluent, and under service of effluent network in Medan, the correlation among operational parameter has a very significant effect on the role of PDAM Tirtanadi to manage the domestic effluent. This study is conducted in five domestic effluent service regions belonging to PDAM Tirtanadi, in whisch respondents as object in this research in this all five locations will effect the evaluation of role in domestic effluent management of Medan city. This research found that, in management of domestic effluent PDAM Tirtanadi plays suuficient role particularly in factors effecting yhe environment. Where as for demographical, factor education is determinant for the role to become a costumer of effluent. The result of this research attemps to improve the domestic effluent service for a better knowledge of community. In this case, socialization will be conducted for commubity to introduce the method of domestic effluent treatment effectively. Factors of health and environment are very dominant factors for peoples to be costumer of effluent. The correlation is the improvement of service quality so that peoples to be costumer of effluent. The correlation is the improvement of service quality so that people can feel the PDAM Tirtanadi’s role in managing the effluent of Medan city.50 HalamanTesis Magiste
TINJAUAN TEKNIS DAN EKONOMI PENGGUNAAN ASPAL RETONA BLEND 55 PADA CAMPURAN ASPHALT CONCRETE – WEARING COURSE (AC – WC)
Aspal Retona Blend 55 (RB 55) merupakan gabungan hasil ekstraksi aspal
keras penetrasi 60 atau 80 dengan aspal Buton yang telah diproses secara
fabrikasi, serta memiliki kekerasan yang lebih tinggi dibandingkan aspal
penetrasi pertamina. Aspal RB 55 diutamakan untuk melapisi ruas jalan dengan
temperatur perkerasan beraspal yang tinggi, serta melayani lalu – lintas berat dan
padat yaitu untuk beban lalu – lintas rencana > 10.000.000 ESA atau LHR >
2000 kendaraan per hari dengan jumlah kendaraan truk lebih dari 15%. (DPU
Bina Marga, 2008). Penggunaan aspal RB 55 saat ini telah dilakukan pada
campuran Asphalt Concrete – Wearing Course (AC –WC). Penelitian lebih lanjut
penggunaan aspal RB 55 pada campuran panas AC – WC perlu dilakukan
terutama untuk mengetahui secara teknis komposisi yang optimum penggunaan
kadar aspal RB 55 terhadap sifat karakteristik Marshall serta secara ekonomi
mengetahui keuntungan atau kerugian penggunaan aspal ini. Berdasarkan hasil
penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja campuran perkerasan,
sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan dalam perencanaan
jalan raya di Indonesia
Penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap pengujian empiris di
laboratorium. Pengujian pertama adalah uji pendahuluan dengan melakukan
pemeriksaan agregat dan bitumen. Hasil pengujian menunjukkan bahwa agregat
dan bitumen yang digunakan telah memenuhi spesifikasi yang ditentukan.
Selanjutnya dilakukan analisa untuk mendapatkan kadar aspal optimum
ix
campuran AC – WC menggunakan aspal penetrasi 60/70. Hasil analisa diperoleh
kadar aspal teoritis sebesar 4,5% ; 5% ; 5,5% ; 6% ; 6,5%. Berdasarkan hasil
analisa pengujian Marshall Test, didapat kadar aspal optimum dari aspal
penetrasi 60/70 sebesar 6,5%.
Pengujian kedua dilakukan dengan menggunakan aspal RB 55 dalam
campuaran AC – WC. Variasi penggunaan aspal RB 55 adalah sebesar 0%,
10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90% dan 100% terhadap berat
aspal(berdasarkan kadar aspal optimum yang diperoleh dari aspal penetrasi
60/70 yaitu 6,5%). Untuk mengetahui karakteristik marshall penggunaan aspal
RB 55, setiap variasi benda uji dilakukan pengujian Marshall Test.
Berdasarkan hasil pengujian Marshall Test dilakukan analisa data
menggunakan metode deskriptif dan pembobotan. Hasil analisa menunjukkan
bahwa komposisi optimum penggunaan aspal RB 55 diperoleh pada variasi
campuran 50% aspal RB 55 dan 50% aspal penetrasi 60/70. Secara teknis pada
campuran variasi ini memiliki keunggulan yaitu dapat meningkatkan nilai
stabilitas Marshall dan lebih menstabilkan nilai kelehan campuran. Nilai density
dan nilai VMA memiliki kecenderungan nilai yang relatif sama. Namun pada
nilai VFA dan VIM tidak jauh lebih baik dibandingkan dengan campuran yang
hanya menggunakan aspal penetrasi 60/70. Ditinjau secara ekonomi biaya yang
dibutuhkan untuk campuran aspal penetrasi 60/70 adalah sebesar
Rp.796.400/ton atau Rp. 531.198.800/kilometer (asumsi tebal 4 cm dan lebar
jalan 7 m), sedangkan untuk campuran variasi 50% aspal RB 55 diperoleh biaya
yang dibutuhkan sebesar Rp.812.700/ton atau Rp.542.070.900/kilometer
(asumsi tebal 4 cm dan lebar jalan 7 m)
Pengembangan Video Pembelajaran Sejarah Peminatan Materi Pokok Perang Dunia I Pada Siswa Kelas XI Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial Di Man 1 Tulungagung
Abstrak
Sejarah merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan pada berbagai bidang peminatan di SMA atau yang sederajat. Sejarah dalam kurikulum 2013 terbagi atas Sejarah wajib yang diajarkan pada semua bidang peminatan, dan sejarah peminatan yang diajarkan khusus pada Peminatan Ilmu-ilmu Sosial. Sejarah bukan hanya mengajarkan fakta-fakta kejadian masa lalu, namun bagaimana menemukan hubungan sebab-akibat berdasarkan pengalaman yang didapatkan dari setiap kejadian masa lalu. Pada sejarah peminatan, salah satu materi yang memerlukan pemahaman hubungan sebab-akibat tersebut adalah perang dunia I dan pengaruhnya terhadap kehidupan politik, sosial-ekonomi dan hubungan internasional.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan, kelayakan dan kemampuan video pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi pokok Perang Dunia I. Objek penelitian adalah peserta didik kelas XI Peminatan Ilmu-ilmu Sosial MAN 1 Tulungagung, terbagi dalam kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Pengembangan ini menggunakan model pengembangan IDI. Pengujian kelayakan video pembelajaran dilakukan dengan melibatkan ahli materi, ahli media dan ahli pembelajaran masing-masing dua orang. Sedangkan untuk mengetahui kemampuan video pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar dilakukan uji t dua kelompok.
Setelah dilakukan pengujian dan analisis data, diperoleh hasil yang menunjukkan video pembelajaran mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik. Hasil uji t menunjukkan nilai t = 2,425 dan t kritik pada dan pada sehingga diketahui 1.672 < 2.394 < 2.425. Dengan demikian, terdapat peningkatan hasil belajar.
Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa proses pengembangan video pembelajaran berhasil dilakukan dengan model IDI. Lebih lanjut, video pembelajaran dinyatakan layak dan mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas XI Peminatan Ilmu-ilmu Sosial di MAN 1 Tulungagung. Video pembelajaran juga mampu mengatasi masalah belajar pada materi Perang Dunia I Sejarah Peminatan.
Kata Kunci: Pengembangan, Video Pembelajaran Perang Dunia I, Sejarah Peminatan
Abstract
History is one of lessons that has been taught on any majors in High School. History in 2013’s Curriculum divided as Mandatory History which is been taught in all majors, and Advanced History which is been taught only in Social Science major. It is not only teach about past events, but also how to find causal relations based on experience that has been gained among those events. In advanced History, on of the subject that need that relations is World War I and it's effects to political life, Social-Economy, and international relations.
This research aimed to determine how development process works, it's appropriatness and ability in order to increase student's outcomes especially in World War I Subject Matter. Objects for this research are XI Social Science major class students from Islamic Senior High School 1 Tulungagung, divided into control group and experimental group. It's development process using IDI model. Test for instructional video's appropriateness done through subject, media, and instructional expert group with two experts for each group. Whereas to determine ability of instructional video to increase student's outcome, two group t-test is used.
After all of tests and data analysis, this research gains result which shows that instructional video successfully increase student's outcome. t-test result shows t's value = 2,425 with t's table at and at , so it’s known that 1.672 < 2.394 < 2.425. Thereby, this clarify the increase of student's outcome.
Conclusion of this research shows that instructional video development process had been successfully done with IDI model. Further more, instructional video is clarified as appropriate and be able to improve the outcomes of XI social Science major class. Instructional video also afford to resolve any learning problem on Advanced History's World War I subject matter.
Keywords:Development, World War I’s Instructional Video, Advanced Histor
MIKROBIOLOGI FARMASI
MIKROBIOLOGI FARMASI
Effendi, S.Si., M.Si., Dr. Risky Hadi Wibowo, M.Si.
Thoriqul Hidayah, S.Si., Reza Wahyuni, S.Si.,
Alhidayatullah, S.Si., M.Si., A. Arsyadi, S.Si., M.Si., M.Agr.
apt. Dewi Rahmawati, S.Farm., M.Farm., apt. Suci Rahmawati, S.Farm., M.Farm., Redo Setiawan, S.Si., Melda Yunita, S.Si., M.Si., Eka Astuty, S.Si., M.Si., apt. Oky Hermansyah, S.Far., M.Farm.
ISBN: 978-623-09-8026-8
Tebal: x + 199 hlm., 21 x 14 cm
Januari 2024
Editor: Effendi, S.Si., M.Si.
Penata Letak: Jayanita Rahmaniar
Penata Sampul: Muhsyanur
Penerbit:
CV. KARSA CENDEKIA
Perumahan Griya Rumah Emas P 24
Jalan Poros Paccellekang, Gowa-Makassar
Sulawesi Selatan, 90562 Indonesia
Telp. 0411-210685, HP/WA 08999991135 Email: [email protected]
Web: [email protected]
ANGGOTA IKAPI No. 057/SSL/202
R Reengineering Produksi Pegangan Rantang Soto Guna Meningkatkan Produktivitas Pembuatan Rantang Soto di UD. Gadjah Delta
Gadjah Delta Company produces several kitchen utensils, especially pots, baskets, and boilers. The superior product of the three products is the 16 cm diameter soto rantang. However, there are problems in the production process of the soto rantang grip components, which are indicated that there are 2 processes that are often problematic, namely punching and cutting the end of the soto rantang handle. The yield of rejected products in both processes is quite high, reaching 2% - 3%. This is suspected by the use of machines that are still manual for both processes. The purpose of this research is to reduce the percentage of disability, increase productivity, and be able to reduce employee fatigue levels through changing the use of manual punch machines to mechanical punch machines owned by restored companies. In order to achieve the existing goals, the mechanical machine will be supported by punches and punches and punch and cut new machines from reenggineering to streamline the process of the two manual punch machines into 1 process, and make a machine seat table using anthropometric measures of the labor body. This study used reengineering, anthropometry, and Cardiovascular Load (%CVL) methods, resulting in an increase in productivity reaching 90% without rejection results, as well as a decrease in labor fatigue levels reaching 19.5% from the previous condition
Pengendalian Banjir Di Kecamatan Gresik
Permasalahan banjir merupakan salah satu permasalahan
umum yang sering terjadi di sebagian wilayah Indonesia,
misalnya di Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik.
Perkembangan di Kota Gresik terjadi karena adanya
pertumbuhan jumlah penduduk yang pesat, yang
membutuhkan berbagai infrastruktur baru seperti
perumahan, jalan, perkantoran, pabrik dan lain-lain. Lahan
yang semula rendah dan kosong ditimbun untuk dibangun
berbagai infrastruktur tersebut dan kawasan kecamatan
Gresik yang semula tidak padat tumbuh menjadi semakin
padat. Perkembangan Kawasan kota Gresik ternyata diikuti
oleh munculnya genangan banjir dibeberapa tempat, hal ini
terjadi karena perkembangan kawasan kota tidak diikuti oleh
pembangunan sistim drainasenya yang memadai. Saluran
drainase kota Gresik yang sebagian besar terletak di daerah
dataran rendah sehingga pada saat elevasi air Sungai yang
berada disekitar wilayah Gresik seperti Kali Lamong cukup
tinggi maka saluran drainase khususnya saluran Primer Pulo
Pancikan tidak dapat berfungsi lagi. Akibatnya setiap musim
hujan Kabupaten Gresik selalu tergenang banjir. Untuk
mengatasi genangan banjir penampang saluran pada sistim
drainase Pulo pancikan harus dinormalisasi.
Untuk menormalisasi jaringan saluran drainase telah dihitung
Kapasitas maksimum saluran (Full bank capacity), dan debit
banjir rencana. Saluran drainase tersier direncanakan dengan
debit banjir periode ulang 2 tahun, saluran sekunder dengan
periode ulang 5 tahun dan saluran drainase primer
direncanakan dengan debit banjir periode ulang 10 tahun.
Perbandingan antara besarnya kapasitas maksimum saluran
dengan debit banjir rencana, menunjukkan bahwa dari total
28 ruas saluran, sebanyak 12 ruas saluran terjadi luapan
banjir. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar
penampang saluran eksisting terlalu kecil sehingga harus
dinormalisasi berdasarkan debit banjir rencana. Untuk
merencanakan dimensi saluran menggunakan rumus
Manning.
Koordinasi antar instansi terkait dan peran masyarakat juga
perlukan dalam mencegah masalah banjir. Selain itu,
penanggulangan banjir harus dilakukan secara komprehensif
dengan mempertimbangkan beberapa studi kelayakan seperti
aspekteknis, sosial, ekonomi, hukum, kelembagaan dan
lingkungan. Oleh karena itu, kerjasama dan koordinasi antar
instansi terkait dan masyarakat sangat diperlukan dalam
penanggulangan banjir dengan cara normalisasi afvoor,
sistem tampungan, dan sistem drainase pompa.
======================================================================
The problem of flooding is one of the common problems that
often occur in parts of Indonesia, such as in Sub Gresik Gresik.
Developments in Gresik is due to the rapid population
growth, which requires a variety of new infrastructure such as
housing, roads, offices, factories and others. Land that once
low and empty stockpiled to build the infrastructure and the
region of Gresik districts previously not grow into increasingly
dense solid. Gresik city area development was followed by
the rise of floodwaters in some places, this happens because
of the development of the city region is not followed by the
development of an adequate drainage system. Gresik city
drainage channels which are mostly located in low-lying areas
so that when the river water elevation that was around the
area of Gresik as time Lamong high enough then the primary
drainage channel especially Pulo Pancikan can not function
anymore. Consequently every rainy season Gresik always
flooded. To cope with the channel cross-section floodwaters
at Pulo pancikan drainage system must be normalized.
To normalize the drainage network has calculated the
maximum channel capacity (Full bank capacity), and the flood
discharge plan. Tertiary drainage channels planned to
discharge flood return period of 2 years, the secondary
channel with a return period of 5 years and the primary
drainage channel is planned to discharge flood return period
of 10 years. Comparison between the magnitude of the
maximum capacity of the channel with the flood discharge
plans, showed that of a total of 28 sections of channels, as
many as 12 sections of an overflow flood channels. This
indicates that most of the existing channel cross section is too
small and should be normalized based on flood discharge
plan. To plan the dimensions of the channel using the
Manning formula. Coordination among relevant agencies and
the role of the public also need to prevent flooding problems.
In addition, flood prevention must be done in a
comprehensive manner by considering several feasibility
studies as aspekteknis, social, economic, legal, and
institutional environment. Therefore, cooperation and
coordination between relevant agencies and the community
is necessary in the prevention of flooding by normalization
afvoor, bin systems, drainage systems and pumps
Analisis Kemampuan Penalaran Matematis di Pendidikan Kesetaraan PKBM "Amanah"
Warga belajar dengan kemampuan penalaran matematis yang bagus sekali akan memiliki kecakapan memecahkan masalah/persoalan dengan baik pula. Permasalahan yang terjadi di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) “Amanah” yaitu warga belajar kesulitan dan kebingungan saat merubah soal cerita ke wujud model matematika serta sudah lamanya warga belajar tidak berjumpa dengan bilangan yang memiliki pangkat dan akar. Jenis riset yang dipakai ialah penelitian kualitatif deskriptif yang punya tujuan guna menjelaskan kemampuan penalaran matematis warga belajar di PKBM “Amanah” saat memecahkan soal matematika bilangan berpangkat serta akar. Subjek riset penulis merupakan warga belajar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) “Amanah”. Dalam menganalisis kemampuan penalaran matematis, indikator yang dipakai yakni (1) melaksanakan manipulasi matematika, (2) memaparkan penjelasan matematika secara gambar, tertulis, serta diagram, (3) memberi serta menyusun alasan pada kebenaran solusi, dan (4) menyimpulkan penjelasan secara logis. Teknik pengumpulan data terdiri atas wawancara serta hasil tes. Analisis data yang dijalankan pada riset penulis mencakup 3 tahapan yakni reduksi data, pemaparan data, serta menyimpulkan. Berdasarkan analisis data, hasil yang diperoleh yaitu sebagian besar warga belajar sudah tergolong baik pada indikator 1 dan 2, cukup baik pada indikator 3, dan kurang pada indikator 4
