12 research outputs found
Perbedaan Nilai VO2 Maks Mahasiswa Perokok dan Mahasiswa Bukan Perokok Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret
Asap rokok yang dihisap oleh manusia memiliki kandungan bermacam-macam zat yg sebagian besar mempengaruhi sistem kardiorespirasi terutama pada saluran nafas dan paru-paru.Asap rokok yang dihirup dalam jangka waktu lama dan terus menerus dapat menimbulkan gangguan dan penyakit paru serta penurunan fungsi paru yang salah satu tandanya adalah penurunan nilai VO2 maks.Sampel yang diambil adalah mahasiswa perokok dan bukan perokok fakultas kedokteran Universitas Sebelas Maret.Jenis Penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. dengan purposive sampling diperoleh 44 respondend yang memenuhi kriteria . masing-masing kelompok 22 orang. percobaan dengan metode astrand step test.Uji hiptesa dianalisis dengan uji t taraf signifikansi 0,1% Hasil penelitian t hitung =5.137 t tabel 3.534 karena t hitung> t tabel maka H1 diterima dan H0 ditolak. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa terdapat perbedaan nilai VO2 maks yang bermakna pada mahasiswa perokok dan mahasiswa bukan perokok dimana nilai Vo2 maks mahasiswa perokok lebih rendah daripada mahasiswa bukan peroko
EVALUASI PENGENDALIAN INTERNAL UNTUK MEMINIMALKAN KECURANGAN YANG DILAKUKAN MAHASISWA DI JURUSAN AKUNTANSI FBE UBAYA
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Sistem Informasi pada siklus penjualan yang diterapkan untuk meningkatkan kualitas pengendalian internal yang ada pada badan usaha berupa toko. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan objek penelitian Toko Makmur yang menjual bahan bangunan di Kediri. Sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah narasumber yang terdiri dari pemilik, dan karyawan Toko Makmur, dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengendalian internal yang diterapkan belum maksimal. Permasalahan yang terjadi di Toko Makmur secara umum adalah tidak terbayarnya penjualan secara kredit, pelanggan tidak dapat menerima pengiriman, dan pengiriman yang tertunda oleh karena stok yang habis. Penulis memberikan rekomendasi secara umum untuk menggunakan sistem terkomputerisasi, memberikan prosedur penerimaan kredit yang jelas, memastikan pengiriman dapat berjalan dengan lancar tanpa kerugian yang harus terjadi, dan membuat dokumen yang memadahi guna meningkatkan kualitas pengendalian internal
Analisis Sistem Informasi Akuntansi Pada Siklus Penjualan untuk Meningkatkan Kualitas Pengendalian Internal Toko Makmur di Kediri
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Sistem Informasi pada siklus penjualan yang diterapkan untuk meningkatkan kualitas pengendalian internal yang ada pada badan usaha berupa toko. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan objek penelitian Toko Makmur yang menjual bahan bangunan di Kediri. Sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah narasumber yang terdiri dari pemilik, dan karyawan Toko Makmur, dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengendalian internal yang diterapkan belum maksimal. Permasalahan yang terjadi di Toko Makmur secara umum adalah tidak terbayarnya penjualan secara kredit, pelanggan tidak dapat menerima pengiriman, dan pengiriman yang tertunda oleh karena stok yang habis. Penulis memberikan rekomendasi secara umum untuk menggunakan sistem terkomputerisasi, memberikan prosedur penerimaan kredit yang jelas, memastikan pengiriman dapat berjalan dengan lancar tanpa kerugian yang harus terjadi, dan membuat dokumen yang memadahi guna meningkatkan kualitas pengendalian internal
DESA MANDIRI PANGAN BERBASIS PEKARANGAN DI DONOKERTO, TURI, SLEMAN, DIY
Donokerto merupakan salah satu desa di Kecamatan Turi, Sleman yang merupakan lahan pertanian, dengan tanaman utamanya adalah salak pondoh. Selama ini, lahan pekarangan di Desa Donokerto lebih banyak ditanami salak pondoh. Pekarangan tersebut akan dikembangkan menjadi lahan pertanian yang produktif menghasilkan bahan pangan. Jika program ini dapat dijalankan oleh masyarakat secara meluas maka akan terwujud Desa Mandiri Pangan. Untuk mewujudkan desa mandiri pangan, dilakukan pengabdian pada masyarakat Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM). Â Beberapa kegiatan yang dilakukan yaitu koordinasi dengan Pemerintah Desa Donokerto, sosialisasi dan penyuluhan, praktek pengelolaan lahan, serta pendampingan dan pembinaan masyarakat. Hasil pengabdian pada masyarakat menunjukkan bahwa warga masyarakat Donokerto, Turi sebagai penerima program memberikan tanggapan yang positif dengan mengikuti kegiatan secara penuh dan menyampaikan apresiasi karena sudah mendapatkan bekal pengalaman dan ketrampilan dalam mengelola pekarangan untuk pertanian (budidaya tanaman) maupun perikanan. Untuk mewujudkan Donokerto sebagai Desa Mandiri Pangan Berbasis Pekarangan, diperlukan komitmen, semangat, dan motivasi seluruh masyarakat, serta dukungan dari Pemerintah Desa, dan mengembangkan kegiatan yang mendukung program tersebu
Student Organisations as Epistemic Spaces for the Cultivation of Critical Awareness: A Study in the Philosophy of Science
This study aimed to understand both conceptually and empirically how student organisations functioned as epistemic spaces in fostering critical consciousness through the lens of the philosophy of science. The focus of the research encompassed three main dimensions: ontology, epistemology, and axiology. The study employed a descriptive qualitative approach, using data collection techniques such as in-depth interviews, activity observations, and documentation conducted at the IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) Commissariat of Muhammadiyah University of Surabaya. The findings revealed that, ontologically, the IMM Commissariat existed as a social entity that played an active role in the dynamics of campus and community life. Epistemologically, it served as a dialectical space for members to acquire and validate knowledge through cadre development, intellectual forums, and service activities. Axiologically, the IMM Commissariat implemented scientific and Islamic values in the form of concrete contributions through socially beneficial activities. This entire process cultivated members who not only thought critically but also possessed social awareness and moral integrity. Thus, the IMM Commissariat proved to be a relevant epistemic space in developing critical consciousness, both within the academic environment and in broader societal contexts
MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI ANAK-ANAK PANTI ASUHAN DALAM BERBICARA BAHASA INGGRIS
Artikel ini membahas kegiatan pengabdian yang dilakukan sebagai bentuk kepedulian Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan Universitas Teknokrat Indonesia khususnya Program Studi Sastra Inggris terhadap penerapan ilmu yang dimiliki untuk bisa berdampak kepada masyarakat. Dalam penerapannya, bukan hanya para dosen yang melaksanakan pengabdian ini. Para mahasiswa dari mata kuliah Interactional Conversation juga adalah ujung tombak dari program pengajaran yang dilaksanakan. Para dosen bertugas untuk berhubungan dengan mitra, mengawasi mahasiswa dalam mempersiapkan materi dan melaksanakan pengajaran, serta memberikan arahan tentang hal-hal yang perlu diperhatikan. Kegiatan ini dinamai Pengajaran Bahasa Inggris We Care We Share. Sebagaimana tersirat dari namanya, diharapkan agar melalui kegiatan ini mahasiswa semakin peduli dengan masyarakat sekitar dan mewujukan rasa kepedulian tersebut dengan cara berbagi ilmu yang mereka miliki
THE EFFECT OF TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP ON ORGANIZATIONAL INNOVATION THROUGH EMPLOYEE CREATIVITY AND INTERNAL SOCIAL CAPITAL IN THE PANDEMIC TIME OF COVID-19
This study aims to solve the research gap that occurs in transformational leadership
towards organizational innovation. Besides presenting research novelty, the research gap is
also resolved by combining employee creativity and internal social capital variables. The
approach used in this research is quantitative with a purposive sampling technique. This study
involved 125 respondents in the context of a properties company in Indonesia. Using data
analysis techniques Partial Least Square (PLS), this study shows that transformational
leadership has no significant effect on organizational innovation. Transformational leadership
has no significant effect on employee creativity, transformational leadership has no significant
effect on internal social capital; employee creativity has a significant effect. Regarding
organizational innovation, internal social capital has a significant influence on organizational
innovation. In contrast, through employee creativity, transformational leadership does not have
a significant effect on organizational innovation, and transformational leadership through
employee creativity and internal social capital does not have a significant effect on
organizational innovation
SEMIOTIKA WARNA DALAM KAMPANYE KESADARAN LINGKUNGAN DI INDONESIA
This study aims to explore the construction and implementation mechanisms of color semiotics strategies in the "Our Earth, Our Responsibility" environmental awareness campaign that achieved remarkable success with a 78 percent awareness rate and mobilized 2 million participants in Indonesia. Employing a phenomenological qualitative approach, the research collected data through in-depth interviews with campaign managers and visual designers, focus group discussions with urban, suburban, and rural community segments, and participant observation at campaign installation sites in Jakarta, Surabaya, and Bali. Data analysis utilized the Miles interactive model with source and method triangulation to ensure validity of findings. Results reveal that campaign success emerged through cultural authenticity strategies leveraging symbolic color meanings deeply embedded in Indonesia's agrarian collective consciousness—emerald green representing fertility and the philosophical harmony of "memayu hayuning bawana", sky blue communicating spiritual purity, and clay orange invoking communal connection with the archipelago's earth. Implementation through visual gradients, textural variations, color-coding systems, and participatory activities transformed passive exposure into emotional investment and concrete actions, resulting in 1 million trees planted, 30,000 participants in beach cleanups, and commitments from 500 businesses to reduce plastic. The research proves that culturally-grounded color semiotics constitutes a cost-effective strategy for achieving SDGs 12, 13, 14, and 15, challenging theoretical assumptions about color communication limitations in multicultural contexts and saturated media environments.
Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi mekanisme konstruksi dan implementasi strategi semiotika warna dalam kampanye kesadaran lingkungan "Bumi Kita, Tanggung Jawab Kita" yang mencapai kesuksesan luar biasa dengan awareness rate 78 persen dan mobilisasi 2 juta partisipan di Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, penelitian mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan pengelola kampanye dan desainer visual, focus group discussion dengan segmen masyarakat urban, suburban, dan rural, serta observasi partisipatif di lokasi instalasi kampanye di Jakarta, Surabaya, dan Bali. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dengan triangulasi sumber dan metode untuk memastikan validitas temuan. Hasil penelitian mengungkap bahwa kesuksesan kampanye tercipta melalui strategi cultural authenticity yang memanfaatkan symbolic meanings warna yang deeply embedded dalam kesadaran kolektif agraris Indonesia—hijau emerald merepresentasikan kesuburan dan harmoni filosofis "memayu hayuning bawana", biru langit mengkomunikasikan spiritual purity, dan oranye tanah liat menginvokasi komunal connection dengan bumi nusantara. Implementasi melalui visual gradients, textural variations, color-coding systems, dan participatory activities mentransformasi passive exposure menjadi emotional investment dan concrete actions, menghasilkan penanaman 1 juta pohon, partisipasi 30 ribu orang dalam beach cleanup, dan komitmen 500 bisnis mengurangi plastik. Penelitian membuktikan bahwa culturally-grounded color semiotics merupakan strategi cost-effective untuk mencapai SDG 12, 13, 14, dan 15, menantang asumsi teoretis tentang keterbatasan komunikasi warna dalam konteks multikultural dan media tersaturasi
Workshop Internet dan Digital Marketing untuk Meningkatkan Daya Saing Pada Kelompok Pengusaha Muda Ponorogo
The amount of convenience and functionality of the use of digital media encourages people or businessmen in the world to use digital media in all of activities. Another function of the use of digital media is branding, sharing, promoting, and marketing. The development of internet and information technology is also a great influence on the development in promoting the products. To achieve those objectives, the activity is carried out by workshop method in the form such as delivery of material, discussion, and simulation and practice the use of digital marketing. This activity is concerned for young entrepreneurs in Ponorogo. There are several criteria classified by author intended to young entrepreneurs. First, young entrepreneurs being objectives are those aged between 15-35 years. Second, they are neither a  member of community nor incorporated with associations of entrepreneur in Ponorogo. Furthermore,  they were still running the business, particularly in marketing the products by using conventional or traditional way. Through this activity, those young entrepreneur groups will have better understanding about the importance of using internet media in enhancing business competitiveness. The majority participants gave positive feedback on the implementation of this public service activity
TRAINING ON THE PRODUCTION OF NATURAL PESTICIDES TO COMBAT WHITE FLIES ON ROSES FOR THE NAWASENA WOMEN FARMERS GROUP
Kelompok Wanita Tani Nawasena merupakan salah satu kelompok yang membudidayakan tanaman bunga mawar di Kabupaten Jember. Budidaya bunga mawar merah yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarga mengalami kendala serangan hama kutu putih. Serangan hama ini membuat produksi bunga mawar menjadi turun dan mempengaruhi pendapatan, sehingga diperlukan transfer ilmu melalui pelatihan pembutan pestisida nabati yang ramah lingkungan untuk mengatasi serangan hama kutu putih, Pestisida nabati dapat dibuat dari bahan alami seperti bawang putih, cabai, dan daun papaya dengan kandungan berbagai senyawa toksik yang dapat melumpuhkan kutu putih. Peserta pelatihan sangat antusias dalam pemberian materi dan praktik pembuatan pestisida. Keberhasilan pelatihan ini dapat dilihat dari hasil post-test dengan rata-rata 90 dari 18 peserta yang hadir, yang artinya peserta telah memahami pembuatan pestisida nabati. Hasil monitoring pada hari ke 10 pengaplikasian pestisida nabati, sudah terlihat intensitas serangan hama telah menurun dan tumbuhan bunga mawar lebih segar dan tidak layu.
Kata Kunci: hama, KWT nawasena, kutu putih, pelatihan, pestisida nabatiKelompok Wanita Tani Nawasena merupakan salah satu kelompok yang membudidayakan tanaman bunga mawar di Kabupaten Jember. Budidaya bunga mawar merah yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarga mengalami kendala serangan hama kutu putih. Serangan hama ini membuat produksi bunga mawar menjadi turun dan mempengaruhi pendapatan, sehingga diperlukan transfer ilmu melalui pelatihan pembutan pestisida nabati yang ramah lingkungan untuk mengatasi serangan hama kutu putih, Pestisida nabati dapat dibuat dari bahan alami seperti bawang putih, cabai, dan daun papaya dengan kandungan berbagai senyawa toksik yang dapat melumpuhkan kutu putih. Peserta pelatihan sangat antusias dalam pemberian materi dan praktik pembuatan pestisida. Keberhasilan pelatihan ini dapat dilihat dari hasil post-test dengan rata-rata 90 dari 18 peserta yang hadir, yang artinya peserta telah memahami pembuatan pestisida nabati. Namun perlu dilakukan monitoring lebih lanjut untuk melihat keberhasilan pesitisa nabati dalam mengtatasi hama kutu putih.
Kata Kunci: hama, KWT Nawasena, kutu putih, pelatihan, pestisida nabat
