1,721,022 research outputs found
PARTISIPASI REMAJA MASJID DALAM KEGIATAN KEAGAMAAN DI MASJD NURUL IKHLAS DESA KIAB JAYA KABUPATEN PELALAWAN
ABSTRAK
Nama : Chika Septiani Putri
Jurusan : Manajemen Dakwah
Judul : Partisipasi Remaja Masjid dalam Kegiatan Keagaman di
Masjid Nurul Ikhlas Desa Kiab Jaya Kabupaten Pelalawan
Penelitian ini membahas mengenai Partisipasi Remaja Masjid dalam Kegiatan Keagaman di Masjid Nurul Ikhlas Desa Kiab Jaya Kabupaten Pelalawan. Hasil penelitian ini memiliki dua (2) indikator yaitu partisipasi remaja dan kegiatan Keagamaan,dalam hal tersebut menyatakan bahwa memiliki hasil persentase 83,7% kategorikan “Sangat Baik”, serta pengurus Masjid menyatakan bahwa remaja Sangat Baik atas adanya partisipasi dalam kegiatan keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Partisipasi Remaja Masjid dalam kegiatan Keagamaan di Masjid Nurul Ikhlas Desa Kiab Jaya Kabupaten Pelalawan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan tiga teknik pengumpulan data yaitu dokumentasi, wawancara, dan kuesioner. Dari penelitian yang diperoleh penulis melakukan perhitungan sederhana P = F/N X 100% yaitu 83,7 %. Dengan hasil yang telah dijabarkan maka Partisipasi Remaja Masjid dalam kegiatan Keagamaan di Masjid Nurul Ikhlas Desa Kiab Jaya Kabupaten Pelalawan adalah “Sangat baik”
Kata Kunci: Partisipasi Remaja, Kegiatan Keagama
HUBUNGAN ASUPAN MAKANAN DENGAN AKTIVITAS FISIK PADA PEKERJA DI GAMPONG LAMBARO SKEP, BANDA ACEH
Indri Septiani Putri. 2021. Hubungan Asupan Makanan dengan Aktivitas Fisik pada Pekerja di Gampong Lambaro Skep, Banda Aceh. Skripsi, Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing: (1). Dra. Asiah MD, M.P., (2). Dr. Hafnati Rahmatan, M.Si.Kata Kunci : Asupan Makanan, Aktivitas Fisik, PekerjaAsupan makanan yang bergizi sering tidak diperhatikan oleh para pekerja berat untuk menunjang aktivitas fisik mereka. Oleh karena itu, perlu diketahui jenis makanan dan jumlah makanan yang mereka konsumsi untuk mengetahui keseimbangan antara asupan makanan dan aktivitas fisik para pekerja. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan asupan makanan dengan aktivitas fisik pada pekerja di Gampong Lambaro Skep, Banda Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan observasi dengan teknik purposive sampling. Responden sejumlah 60 orang terdiri dari pekerja wiraswasta (pedagang) 34 responden, dan pekerja buruh (bangunan) 26 responden. Lokasi penelitian yaitu di Gampong Lambaro Skep, Banda Aceh. Parameter dalam penelitian ini meliputi dua variabel yaitu variabel bebas (asupan makanan) dan variabel terikat (aktivitas fisik). Data dianalisis menggunakan rumus analisis univariat, dilanjutkan dengan uji korelasi dan uji t. Hasil penelitian menggunakan uji korelasi dengan interval korelasi diperoleh 0,40-0,599 yang berarti memiliki korelasi yang sedang antara asupan makanan dengan aktivitas fisik pada pekerja. Pada pekerja buruh diperoleh thitung = 3,200 dan ttabel = 2,063 dan pada pedagang diperoleh thitung = 3,242 dan ttabel = 2,036 yang menandakan thitung lebih besar dari ttabel. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara asupan makanan dengan aktivitas fisik pada pekerja di Gampong Lambaro Skep, Banda Aceh
An Entailment of Dead Days Comic
The aim of this study was to analyze linguistic phenomenon of entailment in the
Dead Days comic, the conversation all characters in Dead Days comic. This study
had two objectives. They were to identify the types of entailment and the
dominant types of entailment. This study employed a descriptive qualitative
method since it emphasized on describe the phenomenon of entailment in Dead
Days comic. Moreover, the findings were presented in tabulating. However,
number was also used to support the analysis of the data. This study reveals two
findings. First, there are four types of entailment occur in the main character’s
utterances in the Dead Days comic. They are one-way entailment, two-way
entailment, negative entailment, and metaphorical entailment. One-way
entailment which occurs 27 times is the first rank since it is the most common
entailment uttered by people. Then, the second rank is negative entailment which
occurs 19 times since it covers all utterances containing entailment which are
expressed using negative form. After that, two-way entailment places on the third
rank which has five occurrences. That type of entailment is to strengthen the idea
with an explicit way. Finally, metaphorical entailment only occurs four times
since this kind of entailment is rarely found in people’s utterances. The dominant
types of entailment in Dead Days comic was one-way entailment with 27 times or
49.10
Hubungan Faktor-Faktor Eksternal Dengan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehatkeluarga Binaan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di tatanan rumah tangga adalah upaya untuk memberdayakan kesadaran, kesediaan, dan kemauan keluarga melakukan PHBS. Tahun 2013 pencapaian rumah tangga ber-PHBS baik di Sumatera Utara hanya 24,6%. FK UMSU bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Medan dan Camat Medan Denai membuat kesepakatan membentuk Keluarga Binaan Kesehatan (KBK) dimulai tahun 2014 oleh mahasiswa/i anggkatan 2013 di Kelurahan Tegal Sari Mandala III(TSM III) Kecamatan Medan Denai Tujuan: Untuk mengetahui hubungan faktor-faktor eksternal dengan PHBS keluarga binaan FKUMSU. Metode: Penelitian bersifat analitik kuantitatif dengan cross sectional menggunakan uji korelasi Chi square dan Mann-Whitney dengan cara membagikan kuesioner kepada 28 responden yang memenuhi kriteria. Hasil: Di peroleh 60,7% responden memiliki pendidikan formal tingkat menegah, 39,3% responden memiliki pendidikan formal tingkat dasar. Responden yang pernah mendapat pendidikan non formal/kursus sebesar 71,4%, responden yang pernah mendapatkan pendidikan informal/home schooling sebesar 3,6%. Kepala keluarga memiliki pendapatan Rp. 2.037.000 sebesar 17,9%. Kesimpulan : Berdasarkan analisis statistik diketahui bahwa tingkat pendidikan dan pendapatan tidak memiliki hubungan signifikan dengan PHBS (p value >0,05)
REPRESENTASI KARAKTER TOKOH PEREMPUAN DALAM NOVEL RAPIJALI 1: MENCARI KARYA DEE LESTARI DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI RANCANGAN PEMBELAJARAN SASTRA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA)
Representasi karakter perempuan pada tokoh perempuan dalam novel Rapijali 1: Mencari begitu kental disampaikan oleh setiap tokoh perempuan dalam novel, hal tersebut menjadikan novel Rapijali 1:Mencari tidak cukup dibaca saja namun juga perlu adanya tanggapan ilmiah khususnya mengenai karakter tokoh perempuan yang ada di dalamnya.Tujuan penelitian ini adalah untuk memeroleh deskripsi struktur novel, deskripsi representasi karakter tokoh perempuan dalam novel, dan perancangan pembelajaran teks novel di SMA. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode analisis isi. Penelitian ini menggunakan teori Stanton (2019) untuk mengkaji struktur novel, teori Hall (1997) untuk menganalisis representasi karakter tokoh perempuan dalam novel, dan model perancangan Dick and Carey (1990) sebagai perancangan pembelajaran sastra di SMA. Hasil dari penelitian ini yaitu adanya data struktur novel Rapijali 1:Mencari,adanya representasi karakter tokoh perempuan dalam novel yang digambarkan dalam tiga bagian yaitu, penampilan perempuan, minat perempuan, dan kecerdasan perempuan. Adapun pemanfaatan penelitian terhadap perancangan pembelajaran sastra di SMA dirancang untuk pembelajaran Kompetensi Dasar 3.8, 4.8 dan 3.9 di kelas XII SMA.
Kata kunci: novel, rancangan pembelajaran, Rapijali 1:Mencari, Representasi perempuan
REPRESENTATION OF FEMALE CHARACTERS
IN RAPIJALI'S NOVEL 1: MENCARI BY DEE LESTARI
AND ITS UTILIZATION AS LITERATURE LEARNING DESIGN IN SENIOR HIGH SCHOOL (SHS)
by
Clarisa Septiani Putri
NIM 1706030
ABSTRACT
The representation of female characters in female figures of the novel Rapijali 1: Mencari is so strongly conveyed by every female character in the novel, it makes only read the novel Rapijali 1: Mencari is not enough, but also needs a scientific response, especially about the character of the female characters in it. The purpose of this study was to obtain a description of the structure of the novel, a description of the representation of female characters in the novel, and the design of novel text learning in high school. The type of research used in this research is qualitative research with content analysis method. This study uses Stanton's theory (2019) to examine the structure of the novel, Hall's (1997) theory to analyze the representation of female characters in the novel, also Dick and Carey's (1990) design model as a literary learning design in high school. The results of this study are the data structure of the novel Rapijali 1: Mencari. The representation of female characters in the novel is described in three parts, it is female appearance, female interest, and female intelligence. As for the use of research on the design of literary learning in high school, it is designed for learning basic competition points 3.8, 4.8, and 3.9 in XIIth grade of Senior High School.
Keywords: novels, lesson plan, Rapijali 1: Mencari, Representation of wome
PENGELOLAAN BARANG BUKTI CURANMOR PADA KEJAKSAAN NEGERI KAMPAR BERDASARKAN PEDOMAN NOMOR 2 TAHUN 2022 TENTANG TATA KELOLA BENDA SITAAN, BARANG BUKTI DAN BARANG RAMPASAN NEGARA DI LINGKUNGAN KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA
ABSTRAK Oktari Septiani Putri (2025) Pengelolaan Barang Bukti Curanmor Pada Kejaksaan Negeri Kampar Berdasarkan Pedoman Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Tata Kelola Benda Sitaan,Barang Bukti Dan Barang Rampasan Negara Di Lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia Penelitian ini mempunyai latar belakang mengenai Pengelolaan barang bukti yang merupakan serangkaian prosedur yang mencakup penerimaan, penyimpanan, pengamanan, perawatan, pengeluaran, hingga pemusnahan benda sitaan di dalam atau menuju tempat penyimpanan khusus. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengelolaan barang bukti curanmor pada Kejaksaan Negeri Kampar berdasarkan pedoman Jaksa Agung nomor 2 tahun 2022 dan apa kendala yang dihadapi kejaksaan Negeri Kampar dalam pengelolaan barang bukti curanmor. Penelitian ini merupakan jenis penelitian yuridis sosiologis dimana penulis secara langsung turun lapangan untuk melakukan observasi mencari data yang diperlukan. Dan cara prosedur yang dipergunakan untuk memecahkan masalah penelitian dengan meneliti data sekunder terlebih dahulu untuk kemudian dilanjutkan dengan mengadakan penelitian terhadap data primer di lapangan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan barang bukti curanmor di Kejaksaan Negeri Kampar berdasarkan Bab III dalam Pedoman Jaksa Agung Nomor 2 Tahun 2022 tentang Tata Kelola Benda Sitaan, Barang Bukti, dan Barang Rampasan Negara di Lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia, pada kenyataannya masih menghadapi berbagai kendala yang cukup serius. Meskipun terdapat beberapa aspek yang sudah berjalan sesuai prosedur, secara keseluruhan pengelolaan barang bukti belum dapat dikatakan optimal. Tata kelola benda sitaan, barang bukti, dan barang rampasan Negara merupakan tanggungjawab dari pihak kejaksaan dengan melakukan pencatatan, penelitian, penyimpanan dan pengklasifikasian, penitipan, pemeliharaan, pengamanan, penyediaan, pengembalian sampai dengan penyelesaian barang rampasan, termasuk tata kelola gedung barang bukti, sumber daya manusia, serta pembiayaan. Akan tetapi masih ada tata kelola terebut yang belum dilakukan sesuai pedoman seperti penelitian, penyimpanan, pemeliharaan, pengamanan, pengembalian, dan gedung penyimpanan barang bukti. Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem pengelolaan barang bukti masih memerlukan perbaikan menyeluruh untuk menjamin efektivitas dan akuntabilitas. Barang bukti disimpan di gudang dan diproses secara bertahap saat persidangan. Namun, kejaksaan menghadapi berbagai hambatan, seperti Jaksa yang dialihtugaskan atau Mutasi, fasilitas yang kurang memadai, rendahnya pemahaman masyarakat, jumlah barang antara barang yang diterima dan dikeluarkan tidak seimbang, serta masih adanya barang bukti yang telah inkrah namun belum dieksekusi. Kata Kunci : Pengelolaan, Barang Bukti, Kejaksaa
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
