1,723,111 research outputs found

    Conversation between two fishermen about monsoon

    No full text
    This is a recording of two men, Mahroni (goes by Keron) and Sayuti at Keron's house. Keron is 35 years old, born and grew up in Pondok Prasi and is married to a woman from the same village. He finished elementary school. Sayuti is a 50 year old fisherman who was born and raised in Pondok Perasi. He never left the island. The conversation revolves around challenges of fishing during the monsoon season. The oconversation ends with Khairunnisa collecting metadata from the speakers. Muhammad Jaelani assisted with the recording. Video was recorded on Panasonic HC-V770, audio on Marantz PMD561 with an Audio Technica AT8022 Stereo Microphone.Ampenan, Lombok, West Nusa Tenggara province, Indonesi

    Sayuti Tarwo Sumosutargio Maestro Tari Gaya Mangkunegaran

    Get PDF
    Karya Buku berjudul: Sayuti Tarwo Sumosutargio Maestro Tari Gaya Mangkunegaran

    POLEMIK ARTIKEL BELADJAR MEMAHAMI SUKARNOISME KARYA SAYUTI MELIK TAHUN 1964

    Get PDF
    Sayuti Melik dikenal sebagai tokoh yang mengetik naskah proklamasi kemerdekaan dan tokoh PNI sekaligus pribadi yang dekat dengan Sukarno. Pada masa Demokrasi Terpimpin, ia menulis artikel bersambung yang berjudul Beladjar Memahami Sukarnoisme dan menimbulkan dampak besar yaitu sebuah pergolakan dalam bidang pers. Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Apa latar belakang terjadinya pergolakan pers di Indonesia tahun 1964? (2) Bagaimana esensi tulisan Beladjar Memahami Sukarnoisme karya Sayuti Melik dalam pergolakan pers di Indonesia? (3) Bagaimana peran Badan Pendukung Sukarnoisme (BPS) dalam mendukung artikel bersambung Beladjar Memahami Sukarnoisme karya Sayuti Melik? Metode yang digunakan oleh penulis adalah metode penelitian sejarah dengan langkah-langkah heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi untuk mengungkapkan permasalahan yang diteliti. Hasil penelitian menjelaskan bagaimana Sayuti Melik melalui artikelnya ingin menunjukkan kepada masyarakat agar dapat memisahkan ajaran Marxisme-Leninisme dengan Sukarnoisme. Sayuti Melik menilai bahwa terdapat perbedaan antara Sukarnoisme dan Marxisme dalam segi filosofis. Sukarnoisme menerapkan dialektis idealisme dan dialektis materialisme secara bersamaan, sedangkan Marxisme hanya menggunakan dialektis materialisme saja. Artikel ini dipublikasikan pertama kali di surat kabar Berita Indonesia dan diikuti oleh sekitar 50 surat kabar di seluruh Indonesia. Penyebarluasan artikel ini dilakukan oleh BPS dan mendapat reaksi tentangan dari PKI karena dianggap sebagai komunisto-phobi. Setelah itu pers Indonesia menjadi terpolarisasi menjadi pendukung artikel Sayuti Melik dan pendukung PKI. Dimulai pada Juli 1964 hingga Desember 1964, surat kabar PKI yaitu Harian Rakjat dengan pers BPS terutama Berita Indonesia dan Merdeka saling mengkritik terkait dengan bagaimana ajaran-ajaran Sukarno yang paling benar. Kata Kunci: Sayuti Melik, Sukarnoisme, BPS, PKI

    Penanfaatan Modal Sosial Deri Asta dan Zohirin Sayuti Pada Pilkada Sawahlunto Tahun 2018

    Get PDF
    Kota Sawahlunto adalah salah satu dari empat daerah yang berada di Provinsi Sumatera Barat yang ikut dalam pilkada serentak untuk memilih Walikota dan Wakil Walikota periode 2018-2023. Pasangan Deri Asta dan Zohirin Sayuti unggul dalam perhitungan 16.367 suara atau 47,28 persen suara sah. Kekalahan Ali Yusuf di pemilihan Umum Walikota di Sawahlunto merupakan hal yang mengejutkan karena dalam proses pelaksanaan pemilukada, kandidat yang kemungkinan akan memenangkan pemilukada jikalau ia memiliki modal yang terbangun. Tetapi melihat modal yang dimiliki Deri Asta dan Zohirin Sayuti masih kurang dibandingkan dengan calon Petahana Ali Yusuf, maka rumusan penelitian pada penelitian ini adalah bagaimana pemanfaatan modal sosial, ekonomi, dan politik dalam kemenangan Deri Asta dan Zohirin Sayuti pada pemilihan Walikpta Sawahlunto tahun 2018? Penelitian ini menggunakan teori Modal Sosial, Modal Politik, Modal ekonomi milik Bourdieu dan Strategi politik milik Peter Schorder. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Berdasarkan hasil temuan Deri Asta dan Zohirin Sayuti melakukan pemanfaatan modal: 1) Pemanfaatan modal sosial yang dilakukan oleh Deri Asta dan Zohirin Sayuti, antara lain: pengarahan suara karyawan tambang melalui jaringan pengusaha tambang yang ia miliki, diperkenalkan kepada kerabat oleh kelompok sosial yang mendukungnya yaitu LPM, Motor Trail Adventure, ikatan keluarga Pariaman dan Tanah Datar, Dukungan dan kampanye terselubung afiliasi anggota muhammadiyah, dukungan suara birokrat , berkegiatan dengan melakukan kampanye pengantar kepada kelompok tani dan karang taruna. 2) Pemanfaatan modal politik yang dilakukan oleh Deri Asta dan Zohirin Sayuti antara lain: Partai membentuk tim sukses dan relawan yang berjumlah 600 orang, tim sukses melakukan kampanye dengan rutin untuk memperluas pasar, blusukan yang rutin dilakukan oleh Deri Asta dan Zohirin Sayuti, pembentukan tim pendukung perempuan oleh istri Amran Nur. 3) Pemanfaatan modal ekonomi yang dilakukan oleh Deri Asta dan Zohirin Sayuti antara lain: bantuan dana yang diberikan oleh jaringan pengusaha tambang, Penyediaan logistik saat blusukan, memberikan gaji kepada relawan, pembagian kupon bensin, pembelian alat peraga kampanye, bantuan dana yang diberikan oleh pengusaha tambang yang mana hal tersebut dilakukan untuk memperluas pasar pemilih calon tersebut. Kata Kunci: Pemilukada, Modal Sosial, Modal Politik, Modal Ekonomi, Strategi Politi

    Alumni, Dosen, dan Go Internasional

    Get PDF
    ENAM belas tahun lalu, atau tepatnya tahun 1996, Sayuti dan teman-temannya baru saja melepas status mahasiswa. Setelah mengikuti wisuda, mereka telah menyandang status sarjana dan dituntut untuk menunjukkan kemampuannya kepada masyarakat

    Budi daya koki : pengalaman dari Tulungagung/ Sayuti

    No full text
    viii, 95 hal.: ill.; 23 cm

    Komunikasi pemasaran politik/ Sayuti

    No full text
    vii, 296 hal.; 24 cm

    Analisis kelayakan pabrik/ Sayuti

    No full text
    x, 156 hal.: ill.; 23 cm

    Komunikasi pemasaran politik/ Sayuti

    No full text
    vii, 296 hal.; 24 cm

    Komunikasi pemasaran politik/ Sayuti

    No full text
    vii, 296 hal.; 24 cm
    corecore