1,721,980 research outputs found
Pemeranan Tokoh Sarmin Dalam Naskah Orang-Orang Setia Karya Iswadi Pratama
Pemeranan tokoh Sarmin dalam naskah Orang-Orang Setia karya Iswadi Pratama dilakukan dengan menerapkan metode The System yang dikembangkan oleh Konstantin Stanislavski, menggunakan pendekatan Given Circumstances, Objective, dan Magic If. Pemeran mendalami latar belakang, motivasi, dan emosi karakter Sarmin, seorang guru honorer berusia lanjut yang menghadapi pergulatan batin akibat ketidakadilan sosial dan ekonomi. Proses pemeranan ini bertujuan untuk menciptakan karakter Sarmin yang autentik, menyentuh, dan mampu menggambarkan realitas sosial yang dihadapi oleh kelas bawah. Dalam pemeranan ini, metode Given Circumstances digunakan untuk menganalisis latar belakang fisik, sosial, dan budaya Sarmin, sementara Objective membantu mengidentifikasi tujuan dan motivasi yang mendorong tindakan karakter di sepanjang cerita. Metode Magic If diterapkan untuk membantu pemeran memasuki dunia karakter Sarmin dan membayangkan situasi yang dihadapinya. Melalui metode ini, pemeran mampu meresapi konflik batin Sarmin serta menciptakan respons emosional yang tepat untuk menghadirkan karakter yang hidup di atas panggung. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode The System dengan Given Circumstances, Objective, dan Magic If berhasil membantu pemeran menghadirkan kekayaan emosi, kedalaman psikologis, dan kompleksitas sosial dari tokoh Sarmin. Penonton dapat merasakan perjuangan, kesetiaan, dan kegetiran hidup yang dialami oleh Sarmin, sehingga menciptakan koneksi emosional yang kuat dan meningkatkan keaslian pertunjukan. Skripsi ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan seni pemeranan realis dan memperkuat daya tarik emosional pementasan bagi audiens
KONFLIK ANTARTOKOH DALAM CERPEN HAKIM SARMIN KARYA AGUS NOOR (Sebuah Kajian Sosiologi Sastra)
Ratnasari, Mega Dessy. 2017. "Intercultural Conflicts in Hakim Sarmin Short Story opus by Agus Noor: A Study on Sociology of Literature". Essay. Undergraduate Program of Indonesian Literature. Semarang. Faculty of Humanities Diponegoro University. Academic advisors: Dra. Lubna A. Sungkar, M.Hum., Laura Andri R.M., S.S, M.A.
Hakim Sarmin short story which has been done by Agus Noor revealed about sexuality and woman perspective which on that era is taboo. The characters in this short story should be facing off social, political and cultural problems in Indonesia at that age. The characters which involved in the conflict are Hakim Sarmin and a women. The conflict among characters on Hakim Sarmin happened when Hakim Sarmin is involved in the conflict beetwen himselff and society to give the sentence to the woman who has killed five men. The conflict which woman feel caused by the problem that became her own guilty in according to her case of murdered five men which has raped her. Instead, the main problem of the story is to request the justice. Dissatisfaction and hatred upon the way of life that she chosen and made her extremely in trauma and had revenge on the all five man which raped her.
This research is expected to reveal the conflict among all characters which included in Hakim Sarmin opus byy Agus Noor. The writer uses two theories; the stuctural theory is to analyse the character and the characteristict, plot and plotting and background. The second is literature work sociology theory which revealed the conflict among the characters which involved in this short story inside.
According to the analysis result, the writer concludes this short story Hakim Sarmin is to reveal th conflict; the character internal conflict, the character external conflict, the cause of conflict, the correlation of social conflict on Hakim Sarmin short story and social conflict in life reality, and the last is the resolution of Hakim Sarmin.
Keywords: structural, conflict among the character, social conflic
Fuzzy cognitive map modelling the adoption of educational software in schools
This thesis was submitted for the degree of Doctor of Philosophy and awarded by Brunel University.This thesis focuses on modelling factors in the adoption of educational software in schools based on the perceptions of key stakeholders. Findings indicate educational software adoption in UK secondary schools is unsatisfactory. Given the potential of educational software to affect the learning process; the government's emphasis on developing software content for learning purposes and the concern that scarce resources in schools are wasted on software that is inappropriately used or not used at all, there is a need to ensure the successful take-up of educational software. This study aims to provide schools the means to facilitate better management of resources and achieve greater utilisation of educational software. The study in recognising the importance of stakeholders in any technological adoption considers modelling educational software adoption in schools, based on key stakeholders' perceptions. Fuzzy cognitive maps (FCMs), considered extensions of cognitive maps used for modelling complex chains of casual relationships, are used as a modelling approach in this study. A mixed methods research approach is adopted. Participants, include students; a range of teachers; ICTCoordinators and ICT-Technicians, drawn from three UK secondary schools. The resulting FCM model offers a visual medium providing insight into the factors required in the take-up of educational software. Some factors identified include the availability and accessibility to IT facilities and equipment; the availability of educational software; software ability to satisfy learning requirements and to meet curriculum requirements. The model provides the means to identify factors which have a greater impact on educational software adoption, so scarce resources can be directed accordingly. As a holistic model it provides insight into the context of educational software adoption in schools. As a dynamic model it allows the opportunity to explore `what-if possibilities relating to policy and investment options. The model can act as a guide for planners, decision-makers and software developers
NILAI POLITIK DALAM NASKAH DRAMA HAKIM SARMIN PRESIDEN KITA KARYA AGUS NOOR: ANALISIS SEMIOTIK
Penelitian ini berjudul “Nilai Politik dalam Naskah Drama Hakim Sarmin Presiden Kita Karya Agus Noor: Analisis Semiotik”. Penelitian ini memiliki tujuan, yaitu pertama, untuk menemukan nilai politik yang terkandung dalam struktur drama naskah drama Hakim Sarmin Presiden Kita karya Agus Noor. Kedua, untuk memberikan makna nilai politik yang ditemukan dalam naskah drama Hakim Sarmin Presiden Kita karya Agus Noor.
Penelitian ini menggunakan dua naskah yang ada pada naskah drama Hakim Sarmin Presiden Kita, yaitu “Hakim Sarmin” dan “Presiden Kita Tercinta”. Dari kedua naskah yang ada, pembahasan dilakukan dengan memperlakukan kedua naskah menjadi satu pembahasan. Hal ini dilakukan karena kedua naskah tersebut dianggap memiliki kesamaan pembahasan mengenai persoalan nilai politik. Nilai politik ditemukan berdasarkan kajian struktur drama dengan menggunakan unsur alur dramatik dan penokohan. Nilai politik yang ditemukan akan dijadikan sebagai tanda. Tanda yang diperoleh kemudian dimaknai menggunakan metode denotasi dan konotasi dengan memanfaatkan pendekatan semiotik Roland Barthes.
Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan kajian struktur teks drama, peneliti menemukan adanya tujuh nilai politik, yaitu kritis terhadap realitas sosial, teguh terhadap ideologi tertentu, solider terhadap kelompok, dominan dalam negosiasi, otoriter terhadap kekuasaan, sarkastik terhadap suatu peristiwa, dan sistematis dalam penyelesaian masalah. Ketujuh nilai politik ini kemudian dijadikan sebagai tanda. Berdasarkan analisis dengan menggunakan metode denotasi dan konotasi ini ketujuh tanda tersebut menghasilkan makna, yaitu kritis terhadap realitas sosial bermakna adanya usaha mencari perhatian sebagai bentuk pemberian penawaran, teguh terhadap ideologi tertentu bermakna hadirnya bentuk propaganda, solider terhadap kelompok bermakna menginginkan adanya adu domba, dominan dalam negosiasi bermakna penghadiran sarana kebencian, otoriter terhadap kekuasaan bermakna bentuk penghadiran standarisasi gaya hidup, sarkastik terhadap suatu peristiwa bermakna adanya penciptaan identitas sebagai bentuk latar belakang, dan sistematis dalam penyelesaian masalah bermakna penghadiran standarisasi logika atau akal sehat yang digunakan. Secara keseluruhan naskah drama ini menunjukkan adanya perpaduan sejarah yang menyangkut pada suatu zaman tertentu maupun pada zaman sekarang (didasari dari setiap peristiwa pada masing-masing naskah). Naskah drama ini juga selain merupakan naskah drama satire politik, juga sekaligus naskah drama yang menunjukkan bahwa politik dari masa ke masa tidak mengalami perkembangan atau mengalami permasalahan politik yang itu-itu saja
Hegemoni Dalam Naskah Drama Hakim Sarmin Presiden Kita Karya Agus Noor
Hegemoni memberikan gambaran mengenai penerimaan secara suka rela me lalui penanaman gagasan atau ideologi dari hegemon. Ideologi menciptakan kon disi terpaksa dan merelakan. Ideologi developmetalisme, utilitarisme, otori tarisme, dan legalisme membentuk pengharapan masyarakat dan cara me mandang, memikirkan, dan merasakan segala sesuatu yang menyangkut praksis
politik. Medium bagi ideologi kekuasaan adalah bahasa. Bahasa sebagai pintu ma suk untuk mengungkap aneka permainan kekuasaan (power game). Praktik keba hasaan hingga terciptanya ruang bagi ideologi penguasa menghadirkan dampak
hegemoni. Pengarang merekam dan merefleksikan kondisi politik dan ideologi
Negara Orde Baru ke dalam sebuah naskah drama humor-satir yang berjudul
Hakim Sarmin Presiden Kita sebagai bentuk kritik sosial pada sistem hukum yak ni sistem demokrasi. Berdasarkan pemaparan tersebut, rumusan masalah yang
dibahas dalam penelitian ini, yaitu: 1) bagaimana hegemoni dalam bentuk
ideologi yang terdapat dalam naskah drama Hakim Sarmin Presiden Kita ?, 2)
bagaimana hegemoni melalui bahasa yang terdapat dalam naskah drama Hakim
Sarmin Presiden Kita ?, 3) bagaimana dampak hegemoni kelas berkuasa terhadap
kelas subordinat yang terdapat dalam naskah drama Hakim Sarmin Presiden
Kita?.
Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Rancangan penelitian yang
digunakan dalam penelitian adalah rancangan penelitian sastra dengan teori
hegemoni Gramsci. Sumber data dalam penelitian adalah naskah drama Hakim
Sarmin Presiden Kita. Data dalam penelitian adalah kata, kalimat, dan paragraf
yang mengandung unsur hegemoni. Teknik pengumpulan data dalam penelitian
menggunakan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian adalah
membaca data, reduksi data, dan penyajian data. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah peneliti sebagai instrumen utama, tabel
pengumpul data dan tabel analisis data. Prosedur penelitian pada penelitian adalah
terdiri dari tiga tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap
penyelesaian.
Hasil pembahasan penelitian terdapat tiga pembahasan. Pertama,
pembahasan ideologi Utilitarisme, Developmentalisme, Otoritarisme, dan
Legalisme. Ideologi Utilitarisme memberikan kebermanfaatan bagi para hakim
melakukan revolusi keadilan demi bangsa dan negara. Ideologi Developmentalisme tergambar melalui pembangunan dan pengembangan proyek rehabilitasi nasional. Ideologi Otoritarianisme dan Legalisme diterapkan oleh superior yang
memiliki otoritas guna mempertahankan kekuasaan dan ketertiban dengan
menggunakan undang-undang dasar sebagai alat hegemoni. Kedua, kelompok
penguasa mewujudkan dominasi melalui bahasa. Negosiasi dibangun melalui Ja wanisasi, Latin, dan Simbol sebagai representasi hegemoni melalui bahasa yang
digunakan untuk kepentingan politis dan ruang bagi penggelaraan kekuasaan.
Ketiga, dampak dari hegemoni terhadap tokoh yang dihegemoni oleh hegemon.
Hegemoni yang dilakukan dengan menanamkan gagasan atau ideologi melalui
bahasa menghasilkan dampak pada kelas dominan dan subordinat. Kelas dominan
mendapatkan dukungan sebagai pemimpin baru karena sebagai pilar keadilan. Ke las subordinat rela mendukung karena keputusan mendukung pilar keadilan sama
dengan menentukan pemimpin yang akan memutuskan apapun berdasarkan un dang-undang.
Saran penelitian adalah (1) bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini
menggunakan objek naskah drama Hakim Sarmin Presiden Kita melalui ideologi
dan bahasa, dapat mengembangkan perihal perubahan kultural dari adanya
hegemoni kekuasaan, (2) saran praktis, pembahasan mengenai hegemoni dalam
naskah drama Hakim Sarmin Presiden Kita dapat digunakan sebagai referensi
dalam mata kuliah Sosiologi sastra, (3) saran teoretis, penelitian ini dapat menjadi
sarana penelitian sastra khususnya kajian hegemoni dalam sebuah naskah drama.Dr. Akhmad Taufiq S.S., M.Pd. (Dosen Pembimbing)
Siswanto, S.Pd., M.A. (Dosen Pembimbing
SOME CONSIDERATIONS ON THE NONABELIAN TENSOR SQUARE OF CRYSTALLOGRAPHIC GROUPS
The nonabelian tensor square G ⊗ G of a polycyclic group G is a polycyclic group and its structure arouses interest in many contexts. The same assertion is still true for wider classes of solvable groups. This motivated us to work on two levels in the present paper: on a hand, we investigate the growth of the Hirsch length of G ⊗ G by looking at that of G, on another hand, we study the nonabelian tensor product of pro–p–groups of finite coclass, which are a remarkable class of solvable groups without center, and then we do considerations on their Hirsch length. Among other results, restrictions on the Schur multiplier will be discussed. </jats:p
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Homological functors of infinite 2-generator groups of nilpotency class two of type 1 and type 2
Let R be the class of in?nite non-abelian 2-generator groups of nilpotency class 2 of type 2. Using their classi?cation and non-abelian tensor squares given by N.H. Sarmin in 2002, we determine certain homological functors in R such as the exterior square, the symmetric square and the Schur multiplier. GAP is used to ?rst compute the homological functors for some speci?c groups in R, and then the functors are generalized
Semi-chemical pulping from kelempayan (neolamarcla-cadamba) / Siti Noorbaini Sarmin
This research is covered about the effect of different beating revolution by using PFI Mill towards the physical and mechanical properties of paper with similar consistency, 0.3 %. This study was carry out by using pulps from Semi-chemical, Neutral Sulphite Semi Chemical (NSSC) pulping method. The raw material is delignified from Light Hardwood Neolamarcia Cadamba, from Rubiaceae family or also known by the local name, Kelempayan. Different beating are starting from 5,000, 10,000, 15,000, 20,000 and 25,000 rpm. From the different beating, it shows 25,000 rpm produced a better properties of paper. The paper properties such like Tensile Strength, Tearing Resistance, Bursting Strength and Folding Endurance have been carry out. From the testing result, it shows Tensile Index 0.589 N/mg, Tearing Index 1.212 mN/m2g-1, Burst Index kPa m2g-1 and Bulk 3.229 cm3/g. From here, we can indicate the ability of Neolamarcia Cadamba to produced pulp for paper production for future prospects is higher
- …
