1,720,989 research outputs found
LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
Mata kuliah wajib yang harus ditempuh oleh setiap mahasiswa
kependidikan di Universitas Negeri Yogyakarta yaitu Praktik Pengalaman
Lapangan (PPL). Dalam hal ini, penyusun melaksanakan praktik pengalaman
lapangan ini bertujuan untuk memperoleh pengalaman tentang proses
pembelajaran dan kegiatan persekolahan lainnya yang digunakan sebagai bekal
untuk menjadi calon tanaga pendidik. Penyusun diharapkan memiliki nilai,
sikap, pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan sebagai seorang
pendidik.
Pelaksanaan kegiatan PPL dimulai dari observasi hingga pelaksanaan
PPL yang terbagi menjadi beberapa tahap yaitu persiapan mengajar,
pelakasanaan mengajar, dan evaluasi hasil mengajar. Kegiatan mengajar
dilaksanakan setelah konsultasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran kepada
Guru Pembimbing terlebih dahulu. Pelaksanaan PPL di kelas X MIA 1, kelas
X MIA 2, kelas X IIS I, kelas X IIS 2, kelas X1 IIS 1, kelas XII IPA 2, kelas
XII IPS 1, dan kelas XII IPS 3
Hasil dari pelaksanaan PPL selama kurang lebih dua bulan di SMA
Negeri 1 Pakem ini dapat diperoleh hasilnya yaitu berupa penerapan ilmu
pengetahuan dan praktik mengajar di bidang Pendidikan Jasmani Kesehatan
dan Rekreasi yang didapatkan selama di bangku perkuliahan. Meskipun
demikian, tetap masih ada hambatan dalam pelaksanaan PPL ini. Penyusun
berharap supaya hubungan kerjasama antara pihak sekolah dan PL PPL dan
PKL UNY tetap terjaga dengan baik
Motivasi Belajar PAI Peserta Didik Yang Tinggal di Pesantren dan Non Pesantren Di SMA Ky Ageng Giri Mranggen
AbstrakSkripsi dengan judul “Motivasi Belajar PAI Peserta Didik yang Tinggal di Pesantren Dan Non Pesantren SMA Ky Ageng Giri Mranggen†dengan mengangkat rumusan masalah dalam skripsi ini yaitu: Bagaimana motivasi belajar PAI peserta didik yang tinggal di pondok pesantren kelas X SMA Ky Ageng Giri, Bagimana motivasi belajar PAI peserta didik yang tinggal di luar pesantren atau tinggal bersama orang tua kelas X SMA Ky Ageng Giri, Bagaimana perbandingan motivasi belajar PAI peserta didik yang tinggal di Pesantren dan peserta didik yang tinggal di luar Pesantren/ tinggal bersama orang tua. Tujuan dari penelitian ini adalah pertama Untuk mendeskripsikan motivasi belajar PAI peserta didik yang tinggal di pondok pesantren, kedua Untuk mendeskripsikan motivasi belajar PAI peserta didik yang tinggal di luar pesantren (tinggal di rumah bersama orang tua), ketiga Untuk mengetahui perbandingan motivasi belajar PAI peserta didik yang tinggal di Pesantren dan luar pesantren (tinggal bersama orang tua).Penulis melakukan penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research), Penulis mengumpulkan data penelitian dengan menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisis data, penulis menggunakan teknik analisis kualitatif yaitu reduksi data, penyajian data serta mengambil kesimpulan dari data data penelitian.Hasil penelitian ini bahwa Motivasi belajar PAI peserta didik kelas X yang tinggal di pesantren di SMA Ky Ageng Giri Mranggen sangat tinggi, baik itu motivasi dari dalam maupun motivasi dari luar peserta didik. Motivasi belajar PAI peserta didik kelas X yang tinggal di luar pesantren/ tinggal bersama orang tua tinggi, baik itu motivasi dari dalam maupun motivasi dari luar peserta didik. Perbandingan motivasi belajar PAI peserta didik kelas X yang tinggal di pesantren dan di luar pesantren SMA Ky Ageng Giri dominan atau lebih tinggi motivasi belajar PAI perserta didik yang tinggal di pesantren dibanding dengan peserta didik yang tinggal di luar pesantren/ tinggal bersama orang tua. Kata Kunci: Motivasi Belajar PAI, di Pesantren dan Non PesantrenAbstractThesis with the title "PAI Learning Motivation Between Students Living in Islamic Boarding Schools and Students Not Living in Class X Islamic Boarding School Class X SMA Ky Ageng Giri Mranggen Demak" by raising the formulation of the problem in this thesis, namely: How is the motivation to learn Islamic Education of students who live at the boarding school class X SMA Ky Ageng Giri, How is the motivation to learn PAI of students who live outside the boarding school or live with parents in class X SMA Ky Ageng Giri, How is the comparison of the PAI learning motivation of students living in the Islamic boarding school and students who live in outside the pesantren / living with parents. The purpose of this research is first to describe the learning motivation of Islamic Education students who live in Islamic boarding schools, second to describe the learning motivation of PAI students who live outside the pesantren (living at home with parents), third To find out the comparison of the students' learning motivation for Islamic Education. who live in the pesantren and outside the pesantren (live with their parents).The author conducted this research using descriptive qualitative research with the type of field research (field research). The author collected research data using interview and documentation methods. Meanwhile, to analyze the data, the writer used qualitative analysis techniques, namely data reduction, data presentation and drawing conclusions from the data research.The results of this study indicate that the motivation to learn Islamic Education of class X students who live in the pesantren at SMA Ky Ageng Giri Mranggen is very high, both internal motivation and motivation from outside students. The motivation to learn Islamic education of class X students who live outside the pesantren / live with their parents is high, both internal motivation and external motivation. Comparison of the PAI learning motivation of class X students who live in Islamic boarding schools and outside the Ky Ageng Giri high school pesantren is dominant or higher the PAI learning motivation of students living in the pesantren compared to students who live outside the pesantren / live with their parents.Keywords: Learning Motivation for Islamic Education, in Islamic Boarding Schools and Non-Islamic Boarding School
PENGEMBANGAN MEDIA BELAJAR WEB (E-LEARNING) PERMAINAN BOLA BASKET BERBASIS MOODLE UNTUK SMA/MA/SMK KELAS X
Diperlukannya media belajar permainan bola basket untuk peserta didik
yang berbasis internet menjadi dasar penelitian ini dilakukan. Penelitian yang
dilakukan bertujuan untuk menghasilkan sebuah media belajar internet berupa
web (e-learning) permainan bola basket berbasis moodle untuk SMA/MA/SMK
kelas X yang tervalidasi.
Penelitian ini termasuk penelitian jenis Research and Development
(R&D), dengan tahapan menurut Sugiyono (2012: 408 – 426): (1) potensi dan
masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi
desain, (6) ujicoba produk, (7) revisi produk, (8) ujicoba pemakaian, (9) revisi
produk, (10) produk masal. Produk media belajar tersebut dievaluasi oleh ahli
materi dan ahli media dengan validasi sampai mendapatkan kualitas media yang
baik dan layak untuk diuji cobakan di sekolah. Selanjutnya media dinilai oleh
guru Penjas dan uji coba media kepada peserta didik kelas X. Cara untuk
mengumpulkan data menggunakan angket, sedangkan untuk menganalisis data
menggunakan analisis deskriptif.
Hasil penelitian yaitu: dihasilkan media belajar web (e-learning)
permainan bola basket berbasis moodle untuk SMA/MA/SMK kelas X yang
tervalidasi. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil validasi ahli materi, ahli media,
penilaian guru penjas, dan pendapat peserta didik dengan persentase 85,75% dan
tergolong sangat bai
KONSEP ILMU DALAM ISLAM DAN IMPLIKASINYA DALAM PRAKTIK KEPENDIDIKAN
Islam as a worldview has a different point of view from other religion and civilisation perspective to see the world. This point of view is reflected and accumulated in the key concept understood from the main Islamic teaching source, Al-Qur’an and Sunnah. For example, related to the concept of science in the western civilisation. The concept of science in Islam has an effect on the goal orientation of Islamic education, that is different from the goal orientation of the western education. These Islamic Education goal are: Producing human being, having a good moral value, who can put something based on the real honor, using the right ways to reach the correct goal, and struggling for something to reach the right goal. The concept of science in Islam has an orientation to curriculum and classroom learning process. The education curriculum has to be developed integrally. Integrate between fardhu ‘ain and fardhu kifayah science development. In addition, the implementation of this can be dinamic. In the learning process of courtesies related to the science, the courtecies of the relationship between teacher and student in the educative interaction has to be implemented.Keywords: The concept of science, courtecy, and educatio
PANDANGAN DAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP PLULARITAS AGAMA DI INDONESIA
AbstractThis article is the result of fundamental research conducted in 2011. It is intended to see how far the ideas of pluralism can be understood and accepted by public who are often involved in violance on the behalf of religion.The method applied in this research is indepth interview, news paper documentation, discourse analysis.Based on the analysis result, it is found that there are three opinions about religious pluralism. First, formalitistic tradisionalist opinion, that is: there is only one true religion, it is the religion that he/she belongs to. second, the unconcerned attitude or apathy to the religious reality of religion in Indonesia.. Third, a radical opinion, they think that the followers of other religion –out side of the religion that they belong to, must be have enough, and if it is needed by using violance and force.Keyword: pluralitas, kekerasan, konflik agam
HUBUNGAN PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK DENGAN KECERDASAN SPIRITUAL SISWA DI MAN 2 KOTA SEMARANG
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengkaji hubungan pembelajaran aqidah akhlak dengan kecerdasan spiritual siswa di MAN 2 Kota Semarang dengan menggunakan jenis kuantitatif dengan sampel sebanyak 36. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif, yaitupenelitian yang menggunakan data yang dinyatakan dengan skor angka, atau dengan kata lain data verbal dikuantifikan kedalam skor angka berdasarkan operasionalnya melalui angket darisubjek penelitian, observasi secara langsung dilapangan, wawancara dengan yang bersangkutan, dan dokumentasi. Subjek dari penelitian ini adalah guru pengampu mata pelajaran aqidah akhlakdan siswa sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukan: 1) Kualitas Pembelajaran Aqidah Akhlak siswa di MAN 2 Kota Semarang, 2) Kualitas Kecerdasan Spiritual Siswa di MAN 2 Kota Semarang, 3) Hubungan Pembelajaran Aqidah Akhlak dengan Kecerdasan Spiritual Siswa diMAN 2 Kota Semarang. Berdasarkan dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa hubungan pembelajaran aqidah akhlak dengan kecerdasan spiritual siswa bersifat positif, artinya semakin tinggi kualitas dan kuantitas/ intensitas pembelajaran akidah akhlak maka akan dibarengi dengansemakin tinggi pula kecerdasan spiritual siswa di MAN 2 Kota Semarang dengan memperhatikan harga koefisiaen korelasi sebesar 0,402.Kata Kunci: Hubungan, Pembelajaran Aqidah Akhlak, Kecerdasan Spiritual
Peran Kepala Sekolah Sebagai Manajer dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan
AbstrakSeorang pemimpin pendidikan mempunyai peran yang sangat penting dalam mengembangkan lembaga pendidikan, sekaligus bertugas sebagai pemegang kendali pendidikan yaitu kepala sekolah. Adapun tujuan penelitian dalam hal ini adalah menjelaskan peran kepala sekolah sebagai manajer, mutu madrasah dalam bidang standar kompetensi lulusan dan standar pendidik dan tenaga kependidikan, faktor pendukung dan penghambat standar kompetensi lulusan dan standar pendidik dan tenaga kependidikan. Penelitian ini menggunakan field research atau penelitian lapangan. Sumber data yang diperoleh penulis dari sumber data primer dan data skunder, seperti sejarah berdirinya sekolah, visi misi, dan data yang diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan yaitu triangulasi. Selanjutnya data tersebut dianalisis. Hasil pada penelitian ini menujukkan bahwa kepala sekolah sudah menjalankan perannya sebagai manajer dengan baik, Mutu madrasah dalam bidang standar kompetensi lulusan dan standar pendidik dan tenaga kependidikan juga memenuhi standar yang telah ditentukan. Dalam suatu proses tentunya ada faktor pendukung dan penghambat.Kata Kunci : Kepala Sekolah sebagai Manajer, Mutu Pendidika
PEMIKIRAN ETIKA POLITIK MUHAMMAD CHOLIL BISRI DALAM AL-DURR AL-RUMBĀNĪ
This article discusses the idea of Political Ethics from one of the Indonesian scholars named Muhammad Cholil Bisri in the Book of Al-Durr Al-Rumbānī. This study is under descriptive qualitative research using a socio-historical approach and sociology of knowledge that studies the interrelationships between thought and society. The results of this paper state that in Islam; the political problem is the area of ijtihādī which has strong roots in Islam. The relationship between them can be called a mutually reinforcing symbiotic relationship (ʻalāqah indimājiyah). One of the influences of Islam in political traditions, for instance is its teachings on ethics that must inspire all policy issues. Even ethical configuration must also inspire the most important elements in the democratic political systems as called political parties. The term animates, explains that Islam as a system does not have to be realized in the form of formalization of sharīa or political Islam movements. In addition to ethics, the goals that result from political dynamics must be in the form of benefit (maqṣad al-siyāsah). Therefore, political work carried out in the corridor of truth can be considered as worship and deliver the politician to the noblest profession in the sight of God
Respon Guru PAI Terhadap Gagasan Moderasi Beragama di Sekolah
Penelitian ini dilaksanakan untuk menggali informasi lebih lanjut mengenai respon guru PAI terhadap gagasan moderasi beragama di sekolah. Gagasan moderasi beragama memiliki 4 (empat) indikator yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti radikalisme, dan akomodatif kebudayaan lokal. Dalam penelitian ini terdapat rumusan masalah bagaimana pemahaman guru PAI terhadap gagasan moderasi beragama di sekolah dan bagaimana respon guru PAI terhadap gagasan moderasi beragama di sekolah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pemahaman guru PAI terhadap gagasan moderasi beragama dan untuk mengetahui respon guru PAI terhadap gagasan moderasi beragama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk memperoleh data di lapangan. Data yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dari hasil analisis yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa guru PAI memahami dan menerima konsep moderasi beragama sebagai gagasan yang diterapkan di sekolah, yang memiliki toleransi agar tidak saling menjatuhkan antara agama yang nantinya memicu perpecahan
ISLAMIC WORLDVIEW DAN LAHIRNYA TRADISI ILMIAH DI INSTITUSI PENDIDIKAN ISLAM
This article seeks to describe that Islam is not just a religion that pays attention to issues of credo and ritual, but it is also a worldview that brings a change for Muslims. As an Islamic way of life, it has an integrated view of physical and non-physical realities. The verses of the Koran are seminal concepts that project an Islamic view of the universe and life which are referred to as Islamic natural views. It has a different view from the views of other religions and civilizations. Conceptually, Islam as a worldview is closely related to all human activities as social, intellectual, and religious beings. As a system of belief, thought, and values, it has the power to change the conditions of civilization. So that in history, its presence has been able to generate scientific traditions through the earliest educational institutions known as Madrasas as-Suffah. From this Madrasa ash-Suffah, ashab ash-suffah (scientific community) developed, This scientific community is needed for the emergence of scientific traditions. The existence of this scientific tradition which later generates to major scholars in the fields of Kalam Science, Tafsir, Hadith, Fiqh, Sufism, etc., which in subsequent developments were able to give birth to polymath Muslim scientists, namely scientists who have expertise in various fields of science at once.Keywords: Islamic Worldview, Scientific Traditions, Scienc
- …
