47 research outputs found

    Pemanfaatan Ekstrak Kulit Rambutan Sebagai Pewarna Alami Yang Aman Dan Halal Pada Permen Lolipop

    No full text
    Surat Pencatatan Ciptaan yang dikeluarkan oleh Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia atas Poster yang berjudul Pemanfaatan Ekstrak Kulit Rambutan Sebagai Pewarna Alami Yang Aman Dan Halal Pada Permen Lolipop yang diciptakan oleh Rachma Setya Insani, Rachmi Wienda Yuniar, Arida Lathifatul Nuraini, Lisma Sari Indah Yanti dan Vritta Amroini Wahyudi

    ANALISIS KEUNTUNGAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA IKAN ASIN DI KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN KABUPATEN ACEH BARAT

    No full text
    Yunandar Lisma (0705102010044), dengan judul skripsi "Analisis Keuntungan dan Strategi Pengembangan Usaha Ikan Asin di Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat", di bawah bimbingan Bapak Dr. Ir. Sofyan, M. Agric.Sc selaku pembimbing utama dan lbu Nita Sari Tarigan, SP, M.Si selaku pembimbing kedua.Kurangnya bahan baku dan pengaruh cuaca menyebabkan pengolahan ikan asin menjadi terhambat yang mengakibatkan tingkat keuntungan menurun. Pennasalahan dalam penelitian ini ada dua yaitu : a) Apakah usaha ikan asin di Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat dapat memberi keuntungan bagi pengusahanya; b) Bagaimanakah strategi pengembangan usaha ikan asin diKecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat ditinjau dari analisis SWOT. Penelitian ini bertujuan untuk : a) Untuk mengetahui tingkat keuntungan rata-rata asaha yang diperoleh pengusaha ikan asin di Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat; b) Untuk mengetahui strategi pengembangan usaha ikan asin di Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat ditinjau dari analisis SWOT.Penelitian ini dilakukan pada usaha ikan asin di Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh 8arat dengan menggunakan metode sensus. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder serta menggunakan metode analisis kuantitatif dan analisis deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha ikan asin di Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat mengalami keuntungan rata-rata sebesar Rp 4.596.434 per bulan. Dari analisis matrik SWOT usaha ikan asin mengalami kendala Internal dalam hal penyediaan input berupa kurangnya bahan baku dan kendala eksternal dalam hal persaingan produk. Strategi yang dihasilkan yaitu: a) Strategi SO : Meningkatkan pemantapan produk dan meningkatkan pola kemitraan, memperluas jaringan kerjasama dalam memasarkan produk; b) Strategi WO : Menambah sarana teknologi untuk mengurangi penyusutan produk, melakukan penambahan modal, mewujudkan profesionalisme pemasaran dalam memasarkan produk; c) Strategi ST : Menetapkan strategi pemasaran baru yang lebib efektif dan efisien, memperluas jaringan kerjasama dalam memperoleh bahan baku; d) Strategi WT : Mengadakan pembuk.uan dan meningkatkan kepedulian dan peran instansi terkait.Saran yang dapat penulis berikan pada penelitian antara lain kepada pemerintah daerah diharapkan untuk dapat memberikan dukungan dan bimbingan ke arah yang lebih baik, sehingga kualitas dan kuantitas menjadi meningkat, kepada pengusaha ikan asin diharapkan untuk meningkatkan pemantapan produk terhadap ikan asin menjadi lebih bagus sehingga permintaan konsumen semakin tinggi dan keuntungan yang diperoleh juga akan meningkat, Selain itu, diharapkan juga untuk menggunakan sarana teknologi pengeringan ikan yang bertujuan untuk mencegah terhambatnya proses pengeringan ikan ketika terjadinya pengaruh cuaca. Diharapkan kepada peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian mengenai perbandingan keuntungan terhadap ikan segar dan ikan asin di Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat

    PELAKSANAAN PENYIDIKAN TERHADAP TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI POLRESTA KOTA PADANG

    No full text
    Latar Belakang Kekerasan dalam rumah tangga merupakan fenomena sosial. Kekerasan dalam rumah tangga merupakan salah satu tindak pidana. Tindak pidana adalah suatu pelanggaran norma-norma yang oleh pembentuk undang-undang ditangapi dengan suatu hukuman pidana, maka sifat-sifat yang ada dalam setiap tindak pidana adalah sifat melanggar hukum.1 Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dapat disebabkan oleh faktor internal dan eksternal, baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama, terlebihlebih di era terbuka dan informasi yang kadangkala budaya kekerasan yang muncul lewat informasi tidak bisa dipilih pengaruh negatifnya terhadap kenyamanan hidup dalam rumah tangga. Kondisi yang demikian cenderung mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga mereka tidak bisa tumbuh dan berkembang secara natural, bahkan menghambat anak berprestasi di sekolahnya. Untuk dapat menyelamatkan pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal, kiranya perlu dilakukan penanganan secara psikologis dan edukatif terhadap kasus KDRT, baik yang sifatnya kuratif maupun preventif, sehingga bukan saja berarti bagi pelaku KDRT, melainkan utamanya bagi kurban KDRT dan masyarakatnya secara lebih luas 1Wirdjono prodjodikoro, 2003 Tindak- tindak pidana tertentu di indonesia, cetakan ke dua, refika aditama, bandung, hlm 1 2 Kekerasan diartikan sebagai perbuatan seseorang yang atau kelompok orang yang menyebabkan cedera atau matinya orang lain, atau menyebabkan kerusakan fisik. Kekerasan merupakan wujud perbuatan yang lebih bersifat fisik yang mengakibatkan luka, cacat, sakit atau unsur yang perlu diperhatikan adalah berupa paksaan atau ketidak relaan pihak yang dilukai. Kekerasan pada dasarnya adalah semua bentuk perilaku baik verbal maupun non verbal yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang terhadap seseorang atau sekelompok orang lainnya, sehingga menyebabkan efek negatif secara fisik, emosional dan psikologis. Secara singkat dapat dijelaskan suatu tindakan pemaksaan yang dilakukan baik secara persuasif maupun fisik ataupun gabungan keduanya. Pengertian KDRT menurut Pasal 1 Undang-Undnag Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, menyatakan : “Perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya penderitaan fisik, seksual, psikologis, penelantaran rumah tangga, ancaman, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam rumah tangga. “ Lingkup rumah tangga yang termasuk dalam tindak pidana kekerasan, sebagai berikut:2 a. Suami, istri dan anak, b. Orang-orang yang mempunyai hubungan keluarga dengan orang sebagaimana karena hubungan darah, perkawinan, persusuan, pengasuhan, dan perwalian yang menetap dalam rumah tangga tersebut, 2 Mohammad Taufik Makarao, dkk, 2013, Hukum Perlindungan Anak dan Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, Rieneka Cipta, Jakarta, hlm 177. 3 c. Orang yang bekerja membantu rumah tangga dan menetap dalam rumah tangga tersebut. Kekerasan dalam rumah tangga merupakan pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan terhadap martabat manusia serta bentuk diskriminasi yang harus dihapus. Korban kekerasan dalam rumah tangga kebanyakan perempuan harus mendapatkan perlindungan Negara dan masyarakat agar terhindar dari kekerasan atau perlakuan yang merendahkan derajat, martabat kemanusiaan.3 Perlindungan korban tindak pidana kekerasan dapat diartikan sebagai perlindungan untuk memperoleh jaminan hukum atas penderitaan atau kerugian pihak yang telah menjadi korban tindak pidana.4 Segala sesuatu yang dapat meringankan penderitaan yang dialami seseorang akibat menjadi korban itulah yang dimaksud dengan perlindungan korban. Upaya untuk meringankan penderitaan tersebut dapat dilakukan dengan cara mengurangi penderitaan fisik dan penderitaan mental korban. Perlindungan terhadap korban tindak pidana merupakan perlindungan yang harus diberikan karena hukum memberikan perlindungan terhadap kepentingan manusia (seluruh manusia tanpa terkecuali), maka hukum harus dilaksanakan agar kepentingan manusia tersebut dapat terlindungi. Dalam pelaksanaannya, hukum dapat berlangsung secara normal dan damai, akan tetapi dapat juga terjadi pelanggaran-pelanggaran hukum dalam prakteknya. Dalam hal 3 Lihat http//www.kekerasan dalam rumah tangga.com diakses pada tanggal 20 April 2014, pukul 11.00 wib 4 Barda Nawawi Arief, Masalah Penegakan Hukum dan Kebijakan Penanggulangan Kejahatan, Bandung: PT. Citra Aditya Bakti, 2001, hlm 56. 4 ini hukum yang telah dilanggar itu harus ditegakkan dan melalui penegakan hukum inilah hukum ini menjadi kenyataan. 5 Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terjadi disebabkan oleh pemahaman anggota keluarga tentang hak dan kewajiban tidak mampu mereka tunaikan secara wajar dan mantap. Tindak kekerasan penganiayaan dalam rumah tangga antara lain: faktor penelantaran rumah tangga, faktor ekonomi, kurangnya komunikasi antara suami istri dan sudah tidak ada lagi rasa cinta dan kasih sayang antara suami dan istri. Dalam mengatasi kekerasan dalam rumah tangga tangga di perlukan peranan penyidik untuk mengungkap telah terjadinya tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga serta mencegah terjadinya kekerasan dalam rumah tangga. Hal ini juga diatur dalam Pasal 1 angka 2 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, menyatakan : “Penghapusan kekerasan dalam rumah tangga adalah mencegah segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga, melindungi korban kekerasan dalam rumah tangga, menindak pelaku kejahatan dalam rumah tangga, memelihara rumah tangga yang harmonis dan sejahtera yang merupakan perwujudan prinsip persamaan hak dan penghargaan terhadap martabat manusia”. Dalam Pasal 19 Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, menyatakan: “Kepolisian wajib segera melakukan penyelidikan setelah mengetahui atau menerima laporan tentang terjadinya kekerasan dalam rumah tangga ”. 5Bambang Sutiyoso, 2006, Metode Penemuan Hukum Upaya Mewujudkan Hukum yang Pasti dan Berkeadilan, UII Pers ,Yogyakarta,hlm 28 5 Kepolisian wajib menegakan dan menjunjungi tinggi hukum yang merupakan salah satu tugas dari kepolisian negara republik indonesia didalam menangani segala jenis tindak pidana. Proses penyelidikan dan penyidikan, proses penyelidikan merupakan tindakan pertama yang dilakukan oleh pihak kepolisian, setelah adanya laporan dari pihak korban, maka akan segera melakukan proses penyidikan. Salah satu kasus KDRT yang perlu peranan pihak kepolisian dalam menegakkan hukum dalam proses penyidikan juga terjadi di kota Padang. Tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi di kota padang, salah satu kasus yang dilakukan Zamzani (31 tahun) kepada isterinya yang bernama Siska Werda Mardani (28 tahun). Hal ini terjadi bermula dari keadaan ekonomi keluarga yang kurang, karenakan Zamzani yang bekerja disalah satu perusahaan swasta di kota Padang telah di pecat dari perusahaan, sementara kebutuhan rumah tangga berjalan terus seperti biaya anak sekolah, makan, keperluan rumah tangga lainnya sehingga setiap hari Siska Werda Mardani mendesak kepada Zamzani untuk memenuhi semua kebutuhan tesebut. Hal inilah yang menjadi penyebab hilangnya kesabaran Zamzani terhadap Siska Werda Mardani, yang akhirnya pasangan suami isteri tersebut bertengkar setiap hari karena sudah tidak tahan Zamzani memukul Siska Werda Mardani yang mengakibatkan luka memar dimuka isterinya. Kekerasan yang dilakukan oleh Zamzani ini dilaporkan Siska Werda Mardani ke Polresta Padang. Berdasarkan keterangan-keterangan dan bukti berupa luka memar pada muka Siska Werda Mardani maka pihak kepolisan 6 melakukan proses penyidikan, sebelum melakukan penyidikan Polresta Padang melakukan penyelidikan dari laporan Siska Werda. Setelah melakukan proses penyelidikan, dimana laporan tersebut merupakan suatu tindak pidana maka kepolisian melanjutkanmelakukan proses penyidikan. Proses penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik dalam hal dan menurut cara yang di atur dalam undang-undang ini untuk mencari dan mengumpulkan bukti dan dengan bukti tersebut membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya.6 Dalam melakukan penyidikan terhadap tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh Zamzani maka harus dilakukan pemeriksaan suatu perkara untuk mencari kebenaran materiil (materiile waarheid). Pemerikasaan awal yang dilakukan Polresta Padang adalah memperoleh buktibukti yang dibutuhkan untuk mengungkap suatu perkara. Hal ini juga diatur dalam Pasal 102 KUHAP, menyatakan : “Pihak kepolisian (baik itu penyelidik maupun penyidik) yang mengetahui atau menerima laporan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga segera melakukan penyelidikan guna untuk mengumpulkan bukti permulaan atau bukti yang cukup agar dapat dilakukan tindakan penyidikan dan membuatnya terangnya suatu tindak kekerasan dalam rumah tangga tersebut dan dapat menemukan serta menentukan pelakunya.” Usaha-usaha yang dilakukan oleh pihak polresta Padang untuk mencari kebenaran materiil mengenai tindak pidana KDRT yang dilakukan oleh Zamzani adalah untuk menghindari kekeliruan dalam penjatuhan pidana terhadap Zamzani. 6 Andi Hamzah, 2001, Hukum Acara Pidana, Sinar Grafika, Jakarta, hlm 117 7 Hal ini telah diatur dalam Pasal 6 ayat (2) Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman yang menyatakan : “Tiada seorang juapun dapat dijatuhi pidana, kecuali apabila pengadilan karena alat pembuktian yang sah menurut Undang-undang mendapat keyakinan bahwa seseorang yang dianggap dapat bertanggung jawab, telah bersalah atas perbuatan yang dituduhkan atas dirinya. Dengan adanya ketentuan undang-undang di atas, maka dalam proses penyelesaian perkara pidana KDRT pihak kepolisian wajib mengusahakan pengumpulan bukti maupun fakta mengenai perkara pidana yang ditangani dengan selengkap mungkin. Usaha untuk memperoleh bukti-bukti yang diperlukan guna kepentingan pemeriksaan suatu perkara pidana, seringkali para penegak hukum dihadapkan pada suatu masalah atau hal-hal tertentu yang tidak dapat diselesaikan sendiri dikarenakan masalah tersebut berada di luar kemampuan atau keahliannya. Dalam hal demikian maka bantuan seorang ahli sangat diperlukan dalam rangka mencari dan mendapatkan kebenaran materiil. 7 Kasus KDRT yang terjadi di Kota Padang ini yang telah selesai dilakukan penyidikan, maka penyidik menyerahkan berkas perkara ke penuntut umum untuk dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Klas IA Padang. Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik melakukan penelitian dan dibuat dalam karya tulis yang berjudul “PELAKSANAAN PENYIDIKAN TERHADAP TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI POLRESTA KOTA PADANG”

    Pengaruh Lama Fermentasi dan Berat Ragi Roti terhadap Kadar Bioetanol dari Proses Fermentasi Glukosa Hasil Hidrolisis Selulosa Jerami Padi dengan HCl 30%

    No full text
    Have been done research about influence of time fermentation and mass of baker yeast to content’s bioethanol from glucose of the result hidrolizing rice straw by HCl 30% . The content of rice straw was 32,45%. The sellulose was isolated from rice straw. It was hidrolized by HCl 30% to yield glucose and was analized by Nelsonsomogyi Method content of reduction glucose was 9,55%. Glucose fermentation used various 2 days, 4 days and 6 days. And various of baker’s yeast were 2 grams, 4 grams, and 6 grams. The percentage of ethanol was analized by using pottassium dicromate titrations of oxidation volumetric method. The result of analysis show that the highest percentage was 7,43% with period of fermentation was 6 days and amount of baker’s yeast was 6 grams.59 HalamanSkripsi Sarjan

    Pengaruh Lama Fermentasi dan Berat Ragi Roti terhadap Kadar Bioetanol dari Proses Fermentasi Glukosa Hasil Hidrolisis Selulosa Jerami Padi dengan HCl 30%

    No full text
    Have been done research about influence of time fermentation and mass of baker yeast to content’s bioethanol from glucose of the result hidrolizing rice straw by HCl 30% . The content of rice straw was 32,45%. The sellulose was isolated from rice straw. It was hidrolized by HCl 30% to yield glucose and was analized by Nelsonsomogyi Method content of reduction glucose was 9,55%. Glucose fermentation used various 2 days, 4 days and 6 days. And various of baker’s yeast were 2 grams, 4 grams, and 6 grams. The percentage of ethanol was analized by using pottassium dicromate titrations of oxidation volumetric method. The result of analysis show that the highest percentage was 7,43% with period of fermentation was 6 days and amount of baker’s yeast was 6 grams.59 HalamanSkripsi Sarjan

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS KOMPETENSI DASAR MENGIDENTIFIKASI BENTUK PASAR DALAM KEGIATAN EKONOMI MASYARAKAT KELAS VIII-B SMP NEGERI 1 JANGKAR KABUP

    No full text
    This research was conducted to improve student’s learning activity and their learning outcomes in social science subject by using Cooperative Learning Model with Snowball Throwing. This research was Classroom Action Research, by using Kemmis and Mc Taggart model with two cycles. This research was accompanied by research instrument such as observation sheets, interview sheets, and paper based test. The research was conducted in class VIII-B State Junior High School 1 Jangkar, which participated by 26 students. The result of this study showed that student’s learning activity and learning outcomes on social science subject were increased after the implementation of cooperative learning model with Snowball Throwing. The percentage of student’s learning activity in the first cycle was 71,39% with “Quite Active” criteria and learning outcomes mastery obtained 69,23%, whereas the percentage of student’s learning activity on the second cycle increased to 90,87% with “Very Active” criteria and their learning outcomes mastery obtained 92,30%. Thus, it can be concluded that snowball throwing learning model can improve student’s learning activity and learning outcomesPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kompetensi dasar mengidentifikasi bentuk pasar dalam kegiatan ekonomi masyarakat dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Mc Taggrat yang dilakukan dalam dua siklus. Penelitian ini disertai dengan instrumen berupa lembar observasi, pedoman wawancara dan instrument tes hasil belajar. Penelitian ini dilakukan di kelas VIII-B SMP Negeri 1 Jangkar, dengan jumlah siswa 26 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas belajar dan hasil belajar IPS setelah dilaksanakan tindakan pembelajaran melalui model Snowball Throwing. Persentase aktivitas belajar siswa pada siklus I sebesar 71,39% dengan kriteria cukup aktif dan pencapaian hasil belajar diperoleh persentase sebesar 69,23%. Sedangkan pada siklus II, persentase aktivitas belajar siswa meningkat menjadi 90,87% dengan kriteria sangat aktif, serta pencapaian hasil belajar sebesar 92,30%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa

    Penerapan Strategi Pelaksanaan (Sp 1-4) Dalam Pemberian Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Ny. P Dengan Masalah Risiko Perilaku Kekerasan

    No full text
    Risk of Violent Behavior is deviant behavior that is harmful to oneself, others, and the environment, characterized by uncontrolled rage, noise and anxiety. The impact of patients with a risk of violent behavior if left untreated can cause a high risk of injuring themselves, others and the environment. The purpose of this writing is to provide mental nursing care to Mrs. P. The method of writing is descriptive, namely case studies by conducting nursing care to patients with priority problems of risk of violent behavior with an implementation strategy (SP). Data collection techniques were carried out using interview techniques, observation, and physical examination. Nursing problems found in Mrs. P is the risk of violent behavior. Suggestions in the management of patients with risky problems of violent behavior are expected that with this study medical staff can build a relationship of trust with clients so that good communication can emerge and clients can express their problems so that the nursing process is achieved, the role of the family to visit clients and take care of current clients live alone and provide sufficient support and attention to the client in order to speed up the client's healing process

    ANALISIS KRISTAL SERBUK MgTiO3 HASIL PENCAMPURAN LOGAM TERLARUT AKIBAT PERLAKUAN PANAS DAN PENAMBAHAN PEG 400, 1000 HASIL PENCAMPURAN LUAR

    No full text
    Telah dilakukan studi analisis kristal serbuk MgTiO3 (MT) hasil pencampuran logam terlarut akibat perlakuan panas dan penambahan PEG400, 1000 hasil pencampuran luar. Pencampuran luar adalah penambahan PEG sebelum pencampuran kedua prekursor yaitu Mg dan Ti dilakukan, untuk membedakan dengan metode pencampuran dalam (penambahan PEG setelah pencampuran kedua prekursor dilakukan). Serbuk logam murni Mg dan Ti digunakan sebagai bahan dasar. Masing-masing logam dilarutkan ke dalam HCl 37%, selanjutnya ditambahkan templat PEG dengan variasi massa 0,5; 1,0; 1,5; 2,0 dan 2,5 gram dalam kondisi cair. Kedua larutan prekursor tersebut dicampur dan diaduk selama 5 jam lalu dikeringkan pada temperatur 105-110 ºC. Sampel serbuk MT tanpa dan dengan PEG1000 sebanyak 1,5 gram dipanaskan pada temperatur 100; 200; 300; 400; 500 dan 600ºC selama 1 jam. Serbuk dengan variasi massa PEG400 dan 1000 dikalsinasi pada temperatur 600°C selama 1 jam. Serbuk hasil kalsinasi, dikarakterisasi menggunakan DSC-TGA dan XRD, selanjutnya dianalisis kristalinitas menggunakan HSP (High Score Plus), komposisi fasa dengan Rietica, dan ukuran kristal dianalisis dengan MAUD. Hasil yang diperoleh akibat perlakuan panas menghasilkan dekomposisi kristal serbuk MT yang berbeda antara sampel MT tanpa dan dengan PEG1000. Penambahan variasi massa PEG400 dan 1000 menggunakan metode pencampuran luar menghasilkan fasa utama MT, serta fasa residu periklas dan rutil. Fasa sekunder MgTi2O5 (MTO) hanya muncul pada sampel MT dengan penambahan PEG400 sebanyak 1,5 gram dan PEG1000 sebanyak 1 gram. Ukuran kristal terkecil 23 nm pada sampel dengan PEG400 sebanyak 2,5 gram. Hasil-hasil penelitian yang didapatkan meyakinkan bahwa PEG400 dan 1000 dapat berperan signifikan sebagai templat dan surfaktan dalam proses pembentukan nanokristal MT hasil metode pencampuran luar PEG. ============================================================ The crystal analysis of MgTiO3 powders has been studied using metal dissolved method with heat treatment process and addition PEG400, 1000 from external mixing result. External mixing is the treatment by adding PEG before mixing both of Mg and Ti precursors for to compare with internal mixing (adding PEG after mixing both of Mg and Ti precursors). The pure metal powders of Mg and Ti are used as raw material. Both of metal powder dissolved in 37% HCl and added PEG with variation of mass such as 0,5; 1,0; 1,5; 2,0 dan 2,5 grams. Both of precursor solution are mixed for 5 hour and then dried on temperature 105-110°C. The samples with and without PEG1000 (1,5 gr) are heated on temperature 100; 200; 300; 400; 500; and 600°C for 1 hour. The samples using variation of mass PEG400 and 1000 are calcinated on the temperature 600°C for 1 hour. The samples which have been calcinated are characterized using DSC-TGA and XRD. Crystallinity were analyzed using HSP (high score plus), composition of phase were analyzed using Rietica, and crystal size were analyzed using MAUD. The synthesis result from sample with heat treatment process obtained the crystal decomposition of MT powder is different between sample MT with PEG and without PEG1000. The variation of mass PEG400 and 1000 using external mixing method produced MT as the main phase, as well as periclase and rutil as residue phase. The secondary phase MTO appeared on MT sample with PEG400 (1,5 gr) and PEG1000 (1 gr).The result ensure that PEG400 and 1000 act as template and surfactant on the process of nanocrystal MT formation using external mixing method of PEG

    ANALISA KREDIT MODAL KERJA DAN KREDIT INVESTASI SEKTOR INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH (STUDI KASUS PADA PT.IKS SEBAGAI DEBITUR BANK BNI

    No full text
    After the monetary crisis passed then the banking business turned from corporate sector or business sectors to the sector of small and medium enterprises (SMEs). This research uses the method of observation directly to companies and to the bank through the method of interview. The data retrieved is data that is both qualitative and quantitative about the condition of the company and the provisions of the bank. The credit analysis will be based on the 5C framework, which are: Character, Capacity, Capital, Conditions of Economy and Collateral. Outline analysis of creditworthiness is divided into three aspects. The management aspects include the analysis of the history of the company, the relationship with the bank, the legality and integrity of business management, marketing and business prospects, technical aspects inclusions the production/purchase as well as aspects of business facilities. The financial aspects of the company, including an analysis of the financial statements, the vertical and horizontal analysis of financial projections and appraisal of investment analysis by doing an evaluation over the amount of his credit needs. The credit collateral aspects which include the analysis of the legality of collateral, collateral valuation moreover analysis do guarantees. The results of this research over the creditworthiness analysis of The PT.IKS bankable enough votes. Thus, can eventually develop into a major industry with the help of Bank BNI has become a loyal business partner

    Instagram @Habitat.coffee sebagai Media Promosi (Studi Deskriptif Kuantitatif Tentang Peranan Instagram @Habitat.coffee Sebagai Media Promosi bagi Konsumen)

    No full text
    This study entitled “Instagram @Habitat.coffee as a promotion media, (A study of quantitative descriptive about the role Instagram @Habitat.coffee as a promotion media for consumers)”. This research that aims to determine the role of Instagram as a promotion media for a consumers. The theories considered relevant in this reasearch are Mass Communication, Marketing Communication, New Media, Social Media, Insagram, Marketing Mix, Buying Decision Making. Population on this research is consumers who ever follow Instagram account of @Habitat.coffee. Determination of sampel using Slovin formula with 10% precission and 90% confidence level so that obtained sample of 87 people. Sampling thechnique using Accidental Sampling. Data collection is done trough field research using a questionnaire and literature study. While data analysis is done trough single table analysis by using program SPPS version 25, wich is then analyzed and interpreted. As for the research of the role Instagram @Habitat.coffee as a promotion media for consumers is that managers are able to take advantage of Instagrram features as a promotion media so that it affects the increasing of consumers, consumers feel Instagram account of @Habitat.coffee are verry effective and practical to facilitate the delivery of information, promotion of @Habitat.coffe are carried out through social media Instagram attract attention so consumers are interested to visiting.Penelitian ini berjudul “Instagram Habitat.coffee Sebagai Media Promosi, sebuah Studi Deskriptif Kuantitatif tentang Peranan Instagram @Habitat.coffee Sebagai Media Promosi Bagi Konsumen”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan Instagram @Habitat.coffee sebagai media promosi bagi konsumen. Adapun teori yang dianggap relevan dalam penelitian ini adalah Komunikasi Massa, Komunikasi Pemasaran, New Media, Media Sosial, Instagram, Bauran Pemasaran dan Pengambilan Keputusan Membeli. Populasi dalam penelitian ini yaitu konsumen yang mengikuti akun Instagram @Habitat.coffee. penentuan sampel menggunakan rumus Slovin dengan presisi 10% dan tingkat kepercayaan 90% sehingga diperoleh sampel sebanyak 87 orang. Teknik penarikan sampel menggunakan Accidental Sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penelitian lapangan dengan menggunakan kuisioner dan studi kepustakaan. Sedangkan analisis data dilakukan melalui analisis tabel tunggal dengan menggunakan program SPSS 25, yang kemudian dianalisis dan diinnterpretasikan. Adapun hasil penelitian tentang peranan Instagram @Habitat.coffee sebagai media promosi bagi konsumen adalah pengelola mampu memanfaatkan fitur Instagram sebagai media promosi sehingga berpengaruh pada peningkatan jumlah konsumen, konsumen merasa akun Instagram @Habitat.coffee sangat efektif dan praktis untuk mempermudah penyampaian informasi, promosi yang dilakukan @Habitat.coffee melalui media sosial Instagram menarik perhatian sehingga membuat konsumen tertarik untuk berkunjung.123 HalamanSkripsi Sarjan
    corecore