166 research outputs found

    PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN DISPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. BANGUN SARI PERKASA DUMAI

    Get PDF
    ABSTRAK PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN DISPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. BANGUN SARI PERKASA DUMAI FADILLAH RAHMAD SAPUTRA 11471102146 Penelitian ini dilakukan pada PT. Bangun Sari Perkasa Dumai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Kepuasan Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT. Bangun Sari Perkasa Dumai. Adapun Jumlah sampel yang peneliti ambil dalam penelitian ini berjumlah 40 orang dengan menggunakan teknik Sensus. Analisa data yang digunakan adalah kuantitatif, Dengan menggunakan statistik regresi linier berganda. Dari uji THitung (0,1488) > Ttabel (2,026) dengan sig (0,045) Ttabel (2,026) dengan sig (0,012) Ttabel (3,25) dengan sig (0,000) < 0,05 Artinya secara simultan atau bersamaan kepuasan kerja dan disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT Bangun Sari Perkasa Dumai. Koefisien determinasi sebesar 71,1%. Sedangkan sisanya (28,9%) dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci : Kepuasan kerja, Disiplin Kerja dan Kinerja Karyawa

    Rancang bangun alarm pelanggaran rambu lalu lintas pada traffic light di Zebra Cross berbasis Microcontroller Arduino Uno

    No full text
    ABSTRAKSIEKO RAHMAD SAPUTRA, 212.05.3.0028. Rancang Bangun Alarm Pelanggaran Rambu Lalu Lintas Pada Traffic Light di Zebra Cross Berbasis Microcontroller Arduino Uno. Skripsi JurusanTeknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Islam Malang. Pembimbing (I) : M Jasa Afroni. (II) : Bambang Minto B.Saat ini angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia sangatlah tinggi, hal itu disebabkan karena kurangnya pemantauan dari pihak kepolisian untuk menertibkan jalan, sehingga banyaknya pengguna jalan yang melanggar peraturan lalu lintas.Untuk mencegah hal tersebut maka dibuatlah alat rancangan microcontroller untuk mendeteksi pelanggaran lalu lintas pada traffic light, dimana rangakaian microcontroller arduino uno ini adalah alat rambu untuk mengatur system berkendara agar pengendara dijalan dapat tertib dan teratur hingga tidak menimbulkan masalah. Namun pada kenyataannya masih banyak pengendara yang melanggar rambu tersebut sehingga tidak jarang merugikan pengguna jalan lain dan mengganggu arus lalu lintas, Maka dibuatlah alat Rancang Bangun Alarm Pelanggaran Rambu Lalu Lintas Pada Traffic Light di Zebra Cross Berbasis Microcontroller, Microcontroller adalah chip yang menjadi otak dari sebuah rangkaian elektronika. Dari desain alat dapat di jelaskan cara kerja dari rangkaian tersebut sebagaimana fungsi dari rangkaian tersebut untuk mendeteksi sebuah pelanggaran pada lalu lintas, ketika lampu pada traffic light menunjukan lampu merah dan sebuah kendaraan melewati batas yang di tentukan maka sensor akan menembakkan gelombang sinyal ke kendaraan tersebut dan di terima kembali oleh sensor tersebut, itu menandakan adanya interaksi antara sensor dan pelanggar rambu lalu lintas yang menandakan adanya sebuah pelangaran. Pada rangkaian selanjutnya terdapat buzzer yang mana buzzer memiliki fungsi tersendiri sebagai output berupa indikator bunyi yang menandai terjadinya pelanggaran. Hasil rancang bangun microcontroller arduino uno adalah alat yang dapat mendeteksi sebuah pelanggaran pada traffic light jika ada pelanggar yang melewati batas berhenti yang sudah di tentukan pada jalan raya. Sistem minimum Arduino Uno dapat berfungsi sebagai pengendali utama pada rangkaian microcontroller alarm pelanggaran rambu lalu lintas pada traffic light. Sensor ultrasonik HC-SR04 dapat mendeteksi jarak lokasi pelanggaran rambu lalu lintas. Alat ini telah diuji dengan hasil pengujian pada umumnya sesuai dengan yang diharapkan.Kata Kunci : Arduino Uno, Traffic Light, Alarm, Pelanggaran, Zebra Cros

    Pola Komunikasi Sultan Syaibun Abdul Jalil Rahmad Syah Dalam Mengembangkan Islam Di Kerajaan Asahan Tahun 1933-1980

    Get PDF
    Dalam kehidupan di lingkungan kerajaan, komunikasi yang dilakukan oleh seorang Sultan/raja yang sedang berkuasa haruslah mampu disesuaikan dengan kondisi politik, sosial, ekonomi dan kebudayaan yang sedang berjalan di wilayah tersebut. Seorang sultan dituntut untuk mampu berkomunikasi dengan baik kepada rakyatnya terutama dalam mengembangkan pola pemerintahan yang harus ia sesuaikan dengan zaman ketika memimpin. Penelitian ini membahas bagaimana pola komunikasi yang dilakukan oleh Sultan Syaibun Abdul Jalil Rahmad Syah di Kesultanan Asahan dalam mengembangkan Islam di wilayahnya. Komunikasi itu juga menggunakan beberapa media yang menghasilkan efek ketika ia memimpin sebagai seorang sultan. Penelitian kualitatif dan dengan berbagai bahan-bahan literatur dan wawancara dari berbagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunkasi Sultan Syaibun Abdul Jalil Rahmad Syah dalam mengembangkan Islam di Kerajaan Asahan Tahun 1933- 1980 adalah Pola Komunkasi Primer, Sekunder dan Linear. Selain menggunakan Pola Komunikasi tersebut Sultan juga menggunakan beberapa media serta keberhasilan dalam mengembangkan Islam di Kesultanan/Kerajaan Asahan

    PERANCANGAN TERMINAL TIPE B KOTA BANDA ACEH

    Get PDF
    ABSTRAKPERANCANGAN TERMINAL TIPE B KOTA BANDA ACEHOlehAlfia Rahmad Saputra1504104010064Terminal merupakan salah satu komponen dari system transportasi yang mempunyai fungsi utama sebagai sebagai tempat pemberhentian sementara kendaraan umum untuk menaikkan dan menurunkan penumpang dan barang hingga tujuan akhir suatu perjalanan, juga sebagai tempat pengendalian, pengawasan, pengaturan, dan pengoprasian system arus angkutan penumpang dan barang, disamping juga berfungsi untuk melancarkan arus angkutan penumpang atau barang. Menurut fungsinya terminal di bagi menjadi tiga, diantara : terminal udara, terminal laut, terminal jalan raya dan stasium kereta api, A latif dan suhirkam (2013). Dari data Statistik Kota Banda Aceh menyatakan, jumlah masyarakat yang menggunakan kendaaraan umum di tahun 2015 untuk menuju Kota/Kabupaten tujuan sebanyak 1.247.206 penumpang dan 742 angkutan umum.Keywords: terminal,dinas perhubunganABSTRACTDESIGN OF TERMINAL TYPE B KOTA BANDA ACEHByAlfia Rahmad Saputra1504104010064The terminal is one component of the transportation system that has the main function as a temporary stop for public vehicles to raise and lower passengers and goods to the final destination of a journey, as well as a place for controlling, supervising, regulating, and operating the flow system of passenger and goods transport, besides also serves to expedite the flow of passenger or goods transportation. According to the function of the terminal is divided into three, including: air terminals, sea terminals, highway terminals and railway stations, Alatif and Suhirkam (2013).From the Banda Aceh City Statistics data, the number of people using public vehicles in 2015 to reach the destination City / Regency was 1,247,206 passengers and 742 public transportation.Keywords: terminal, transportation departmen

    Otomasi Manajemen Instalasi dan Konfigurasi Komputer Lab Ilmu Komputer IPB dengan Chef

    No full text
    Laboratorium Komputer di Departemen Ilmu Komputer Institut Pertanian Bogor memiliki banyak komputer dan tidak sedikit aplikasi yang dibutuhkan untuk aktivitas praktikum di laboratorium tersebut. Setiap akhir semester dilakukan instalasi ulang dengan menggunakan cara yang belum sepenuhnya otomatis. Instalasi dan konfigurasi tidak efektif apabila masih menggunakan proses manual, yaitu instalasi aplikasi dilakukan satu per satu di setiap komputer. Penelitian ini mengimplementasikan manajemen instalasi dan konfigurasi menggunakan Chef. Tahapan dari penelitian ini meliputi identifikasi masalah, identifikasi kebutuhan, implementasi, pengujian di mesin virtual, dan analisis hasil dan kinerja. Hasil dari penelitian ini menunjukkan Chef berhasil melakukan otomasi instalasi dan konfigurasi komputer lab Ilmu Komputer IPB. Namun, kinerja Chef lebih lambat sekitar 3% dibandingkan Shellscript pada 4 klien

    Penerapan Good Manufacturing Practice (Gmp) Dan Sanitation Standar Operating Procedure (Ssop) Pada Proses Pengolahan Tekwan Ikan Tenggiri (Scomberomorus guttatus)

    No full text
    Penerapan Good Manufacturing Practice (Gmp) Dan Sanitation Standar Operating Procedure (Ssop) Pada Proses Pengolahan Tekwan Ikan Tenggiri (Scomberomorus guttatus) Roza Piasari1), Liliek Soeprijadi2), Rahmad Surya Hadi Saputra3) 1, Teknik Pengolahan Produk Perikanan, Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan Good Manufacturing Practice (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedure (SSOP) pada proses pengolahan tekwan ikan tenggiri (Scomberomorus guttatus) di UMKM X. Subjek dalam penelitian ini adalah perusahaan pengolahan makanan laut yang memproduksi tekwan ikan tenggiri, sedangkan objek yang diteliti adalah penerapan GMP dan SSOP dalam proses produksi tekwan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan observasi langsung terhadap proses produksi, wawancara dengan petigas terkait, serta analisis dokumentasi yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan sudah menerapkan Sebagian besar prinsip GMP dan SSOP, namun terdapat beberapa area yang perlu diperbaiki, seperti pengawasan terhadap kebersihan alat dan sanitasi ruangan produksi yang masih kurang optimal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa meskipun penerapan GMP dan SSOP telah dilaksanakan dengan baik, masih terdapat kekurangan yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan kualitas dan keamanan produk. Perusahaan disarankan untuk lebih meningkatkan pengawasan dan pelatihan kepada karyawan dalam menjaga kebersihan dan sanitasi selama proses produksi

    PERSEPSI PEGAWAI NEGERI SIPIL TERHADAP PEMILIHAN MODA UNTUK PERJALANAN KERJA (STUDI KASUS PEGAWAI NEGERI SIPIL KOTA JANTHO YANG BERDOMISILI DI KOTA BANDA ACEH DAN SEKITARNYA)

    No full text
    ABSTRAK Sistem transportasi berfungsi untuk meningkatkan mobilitas penduduk sertamendukung pertumbuhan ekonomi pada suatu daerah. Pentingnya peranantransportasi dalam menyediakan akses bagi masyarakat, maka perlu dikajikebutuhan transportasi jika ditinjau berdasarkan berbagai kriteria yangmenyertainya serta alternatif moda apakah yang paling tepat berdasarkan jarakdan kemudahan untuk mencapai tujuan. Kota Jantho merupakan pusatpemerintahan Kabupaten Aceh Besar yang berjarak sekitar 58 KM dari KotaBanda Aceh. Walaupun merupakan ibu kota kabupaten, tetapi para pekerja diKota Jantho lebih memilih untuk berdomisili di Kota Banda Aceh tanpa terkecualipara Pegawai Negeri Sipil Daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui persepsi responden, yaitu Pegawai Negeri Sipil kota Jantho dalampemilihan moda menuju tempat kerja dan untuk mengetahui faktor-faktor apa sajayang mempengaruhi prioritas responden dalam hal pemilihan moda. Penelitian inimenggunakan metode survei kuesioner, data akan diolah dan dianalisis denganmenggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk mencari faktorterpilih dari masing-masing moda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktoryang mempengaruhi pemilihan moda menuju tempat kerja adalah keamanan(26,93%), kenyamanan (22,55%) dan waktu tempuh (21,58%). Untuk pemilihanmoda global, responden memilih mobil (36,16%) sebagai moda favorit untukperjalanan kerja diikuti oleh bus kantor (28,72%). Walaupun biaya (12,43%)menempati urutan terakhir dari prioritas responden, tetapi kecenderungan untukmemilih angkutan kantor sebagai sarana untuk perjalanan kerja termasuk tinggi.Bus kantor unggul dalam hal keamanan dan biaya, keamanan menjadi hal pentinguntuk perjalanan dengan lalu lintas berkecepatan tinggi disamping keunggulanlain dalam hal biaya. Kata kunci :Sistem Transportasi, Pemilihan moda, Persepsi Responden,Kuesioner, Analytic Hierarchy Proces

    PERSEPSI TOKOH MASYARAKAT TERHADAP WACANA PEMEKARAN WILAYAH KABUPATEN ACEH BESAR

    No full text
    ixRAHMAD SAPUTRA2014ABSTRAKPERSEPSI TOKOH MASYARAKAT TERHADAP WACANA PEMEKARAN WILAYAH KABUPATEN ACEH BESARFakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala. (x, 101), pp., bibl., app.(Dr. Mujibussalim, SH.,M.Hum dan Dr. Effendi Hasan, MA)Wacana pemekaran Aceh Besar merupakan salah satu isu hangat dalam beberapa tahun belakangan ini. Lahirnya wacana ini disebabkan oleh berbagai permasalahan-permasalahan yang ada, mulai dari permasalahan luas wilayah, rentan kendali pemerintah, pembangunan yang tidak merata dan berbagai permasalahan-permasalahan lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pandangan tokoh masyarakat terhadap munculnya tuntutan pemekaran wilayah kabupaten Aceh Besar, untuk mengetahui persepsi tokoh masyarakat terhadap tujuan pemekaran Aceh Besar, untuk mengetahui serta menganalisis persepsi masyarakat terhadapPotensi konflik pada rencana pemekaran Aceh Besar.Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan. Studi lapangan untuk memperoleh data primer yang dilakukan dengan cara wawancara. Sedangkan penelitian kepustakaan untuk memperoleh data sekunder berdasarkan buku-buku dan bacaan terkait.Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa lahirnya wacana pemekaran Aceh Besar menjadi beberapa wilayah baru melahirkan pro dan kontra dikalangan masyarakat dan pemerintah sendiri Aceh Besar. Dengan adanya pemekaran daerah, maka ada banyak sisi mamfaat yang akan diterima ole h daerah pemekaran, contoh dari sisi anggaran akan bertambah, daerah akan cepat berkembang, pembangunan akan lebih merata. Kemudian dalam pemekaran Aceh Besar, konflik yang akan terjadi ditengah-tengah masyarakat akan sangat kecil potensinya.Disarankan kepada pemerintah Aceh Besar Agar membentuk tim khusus untuk melakukan kajian dan penelitian tentang studi kelayakan Pemekaran Aceh Besar sebagai jawaban atas pro dan kontra masyarakat dalam melihat wacana pemekaran. Serta mengharapkan kepada pihak yang terlibat dalam dinamika pemekaran agar mengedepakan nilai-nilai etika dan moral agar terciptanya situasi kondusif dan harmonis antar sesama.Kata Kunci: Pemekaran Wilayah, Pemerintah Aceh Aceh Besar, Aceh Raya, Aceh RayeukxRAHMAD SAPUTRA2014ABSTRACTPERCEPTION OF FIGURE SOCIETYDISCOURSE ON THE EXPANSIONACEH BESAR DISTRICTPolitical and Social science department The University of Syiah Kuala. (x, 101), pp., bibl., app.(Dr. Mujibussalim, SH.,M.Hum dan Dr. Effendi Hasan, MA)Discourse expansion of Aceh Besar is one hot issue within the past few years. The presence of this discourse is caused by a variety of problems that exist, ranging from the problem area, susceptible to government control, uneven development and a variety of other problems. The purpose of this research was to determine the views of public figures toward a demand expansion of Aceh Besar district , to determine and analyze the public perceptions of the potential for conflict in Aceh Besar expansion plan. Techniques of data collection used were the field research and literature research. Field studies to obtain primary data by interview. Whereas the research literature to obtain secondary data based on books and reading related . The results of this research explains that the presence of Aceh Besar discourse expansion into new territories spawned the pros and cons among the public and the government of Aceh Besar. The presence of expansion area, then there are many side benefits that will be received by the expansion regions, an example of the budget will increase, the area will rapidly developing, the development will be more evenly distributed. Then the expansion of Aceh Besar, conflicts will occur in the the midst of society will be very small potential. Suggested to the government of Aceh Besar In order form a special team to conduct studies and research on eligibility study Expansion of Aceh Besar in response to the pros and cons of society in view of discourse expansion . And expecting the parties involved in order to prioritize the expansion dynamics of ethical values and morals in order to create a conducive environment and harmony between people. Keywords: Expansion of Region, the Government of Aceh, Aceh Besar, Aceh Raya, Aceh Rayeuk

    PENGARUH JUMLAH PENDUDUK DAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) PROVINSI ACEH

    No full text
    Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai salah satu penerimaan yang mencerminkan tingkat kemandirian daerah. Semakin besar PAD maka menunjukkan bahwa daerah itu mampu melaksanakan desentralisasi fiskal dan ketergantungan terhadap pemerintah pusat berkurang. PAD diartikan sebagai penerimaan dari sumber-sumber dalam wilayahnya sendiri, yang dipungut berdasarkan Undang-undang yang berlaku. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah menganalisis Pengaruh Jumlah Penduduk (JP) dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Terhadap Penerimaan Asli Daerah (PAD) Provinsi Aceh. Data yang diamati dalam penelitian ini adalah data runtun waktu periode 2002-2013. Model estimasi yang digunakan adalah regresi berganda yang ditransformasikan ke bentuk logaritma. Bedasarkan hasil yang diperoleh dari hasil regresi, penulis dapat menyimpulkan bahwa jumlah penduduk dan produk domestik regional bruto (PDRB) berpengaruh siginifika terhadap Pendapatan Asli Daerah Aceh (PAD)
    corecore