1,720,974 research outputs found

    Urgensi Pendidikan STEM Terhadap Literasi Sains Mahasiswa Calon Guru Sekolah Dasar: The Urgency of STEM Education on Science Literacy for Prospective Elementary School Teacher Students

    Full text link
    Education has a very central role in building quality human resources in order to survive and live life in a global era full of competition, so we need a pattern of science learning that is oriented to the paradigm of technology-based learning. Science, Technology, Engineering, And Mathematics learning is one of learning that is able to develop the competencies of students to solve problems faced in everyday life through the use of technology. Since the role of teachers in education is very important, preservice teachers of primay school must have a deep knowledge of science. In other words, preservice teachers of primay school must have good scientific literacy. scientific literacy is one of the important aspects that must be mastered by preservice teachers of primay school, because it influences the learning process in elementary school. scientific literacy is very important to solve various problems related to ethics, morals and global issues due to rapid changes in the fields of science and technology

    PEMBELAJARAN SAINS DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

    Full text link
    Era revolusi industri 4.0 membawa konsekuensi terhadap pendidikan sains untuk mampu mempersiapkan individu yang memiliki kompetensi mumpuni dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan dengan mengaplikasikan kemajuan teknologi pada kegiatan pembelajaran. Kajian ini memberikan gambaran terhadap peranan pembelajaran sains di era revolusi industri 4.0. Hasil kajian menunjukan bahwa sains berkaitan erat dengan teknologi, selanjutnya bahwa sains memiliki peranan yang sangat besar dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul, baik secara soft skill maupun hard skill. Sains memiliki peranan dalam mendorong peserta didik untuk mampu mengaplikasikan pemahamannya akan sains dalam menghasilkan suatu karya teknologi yang bermanfaat dalam pemenuhan kebutuhan hidup manusia, hal tersebut mengingat karena teknogi merupakan aplikasi dari sains. Melalui sains peserta didik berlatih mengembangkan kemampuan berpikir sistematis, logis, dan kritis selanjutnya melalui sains peserta didik juga dilatih untuk melakukan penemuan dan rekayasa dengan menerapkan berbagai langkah kerja ilmiah..Kata Kunci: Pembelajaran sains, revolusi industry 4.

    INSTRUMEN PENILAIAN BERPIKIR KREATIF PADA PENDIDIKAN ABAD 21

    Full text link
    Berpikir kreatif sangat diperlukan siswa pada pendidikan abad 21. Tantangan pada abad 21 ditandai dengan tantangan yang semakin rumit dan kompleks dimana diperlukan kemampuan berpikir kreatif. Melalui berpikir kreatif siswa dapat menghasilkan sesuatu ide atau gagasan baru dalam menyelesaikan permasalahan terutama yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Peran guru dalam mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dapat dilakukan melalui pembiasaan dalam proses pembelajaran sehingga mencapai tujuan pendidikan. Ada lima tahapan dalam proses berpikir kreatif yaitu: 1) tahap persiapan, 2) tahap konsentrasi, 3) tahap pengetahuan, 4) tahap pemecahan, dan 4) tahap verifikasi. Guru dalam mengimplementasi proses pembelajaran agar siswa memiliki kemampuan berpikir kreatif diperlukan langkah-langkah pengembangan instrumen penilaian adalah sebagai berikut: 1) menentukan standar, 2) menentukan konstruk, 3) menentukan tugas autentik yang akan dan harus dilakukan siswa, 4) mengembangkan kriteria penilaian, dan 5) membuat rubrik penilaian. Instrumen penilaian berpikir kreatif dapat digunakan sebagai acuan bagi guru dalam melakukan penilaian berpikir kreatif sehingga penilaian bersifat objektif tidak subjektif

    PENDIDIKAN MULTIKULTURAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL

    Full text link
    Masalah dari penelitian ini adalah masih kurangnya pengimplementasian  keberagaman kebudayaan di Indonesia pada suatu bidang studi di sekolah terutamanya dengan  nilai-nilai kearifan lokal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengimplementaskan pendidikan multikultural berbasis kearifan lokal yang bisa diintegrasikan dengan bidang studi di sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yaitu metode yang akan memberikan gambaran beberapa kemungkinan jawaban untuk memecahkan masalah aktual dengan langkah-langkah mengumpulkan data, menyusun dan mengklasifikasikan data, menganalisis data, dan menginterpretasikanya. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan studi pustaka (library research) dimana peneliti mengumpulkan data dengan cara membaca, mempelajari, dan menganalisis jurnal-jurnal, buku, artikel dari peleniti sebelumnya. Dari penelitian ini diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai budaya  lokal  serta mampu mengintegrasikannya kepada semua bidang studi  dalam kurikulum sekolah

    Interactive Learning dalam Pembelajaran Speaking di Kelas V Sekolah Dasar

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan guna mengetahui efektivitas dari penerapan interactive learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran bahasa Inggris di kelas V Sekolah Dasar Negeri Cileunyi 02 kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung. Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas V dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Cileunyi 02 Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi, pedoman wawancara, catatan lapangan, lembar penilaian proses, dan rekaman poto. Data diperoleh, dianalisis, dan direfleksi dengan menggunakan metode deskripsi kualitatif. Dapat ditarik kesimpulan dalam penerapan pembelajaran interactive learning di kelas V Sekolah Dasar Negeri Cileunyi 02 telah berhasil menciptakan suasana belajar yang dapat meningkatkan minat belajar siswa sekaligus menciptakan suasana belajar menyenangkan dan bermakna bagi siswa. Berdasarkan hasil penelitian siklus I, II, dan III. Pada siklus I kemampuan siswa masih rendah, siswa masih malu-malu, takut, dan ragu-ragu dalam memperagakan dialog sederhana secara berpasangan didepan kelas. Nilai rata-rata untuk siklus I adalah 46.97. Pada siklus II kemampuan siswa mulai mengalami peningkatan, terlihat dari hasil nilai rata-rata pada siklus II adalah 65.15. Pada siklus III kemampuan siswa dalam pembelajaran speaking menggunakan interactive learning dengan teknik role playing semakin meningkat, terlihat dari hasil nilai rata-rata pada siklus III adalah 85.23. Hal ini menunjukan bahwa interactive learning dengan menggunakan teknik role playing dapat meningkatkan proses serta hasil belajar siswa dalam pembelajaran speaking

    The Implementation of Multiliteration Learning Models in Improving The Ability of Reading Comprehension for Fifth Grade of Primary School

    No full text
    This research is motivated by the low reading comprehension ability of students in learning Indonesian. This study aims to improve students' reading comprehension skills in class V of Talaga Kulon 1 Primary School by using multiliteration learning models. The research method used by researchers is classroom action research in collaboration with fifth grade teachers at Talaga Kulon 1 Primary School, with a total of 30 students in class V consisting of 16 male students and 14 female students. This research took place in 3 cycles, each cycle consisting of 3 actions. The techniques used in data collection are observation, tests, interviews, documentation, and field notes. The results showed that the implementation of the multiliteration model could improve students' reading comprehension skills in class V of Talaga Kulon 1 Elementary School

    Pengaruh Metode Pembelajaran Dan Berpikir Kritis Terhadap Kemampuan Menulis Argumentasi

    Full text link
    The purpose in this study is to learn the influence of learning method and critical thinking toward ability in writing argumentation. This study was conducted on 4thgrade students of SDN Sukapura 3 Cirebon in 2015 by taking 32 samples. Data is acquired using two-way varian analysis test (ANAVA) utilizing treatment by level 2x2 design. The result study showed that: (1) the writing argumentation skill student's problem based learning method is higher than that of using recitation method, (2) there is no interaction correlation between students' learning methods and their critical thinking, proven by their writing argumentation skill, (3) the writing argumentation skill students with higher critical thinking using problem based learning method is higher than using recitation method, (4) the writing argumentation skill students with lower critical thinking using problem based learning is higher than using recitation method. The results of this study illustrates that using  problem based learning method by considering the their critical thinking can increase toward ability in writing argumentation.   Keyword:  Learning method, think critical, ability writes argument   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran dan berpikir kritis terhadap kemampuan menulis argumentasi. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas IV SD Negeri Sukapura 3 Cirebon pada tahun 2015 dengan 32 sampel. Pengambilan data diperoleh melalui tes analisis Varian (ANAVA) dua jalur dengan desain treatmeant by level2 x 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Hasil menulis argumentasi siswa yang menggunakan metode problem based learning lebih baik dari pada siswa yang menggunakan metode resitasi. (2) Tidak terdapat pengaruh interaksi anatara metode pembelajaran dengan kemampuan berpikir kritis terhadap kemampuan menulis argumentasi.  (3) Hasil menulis argumentasi siswa yang berpikir kritis tinggi dan belajar dengan metode problem based learning lebih baik dari pada metode resitasi, (4) Hasil menulis argumentasi siswa yang berpikir kritis rendah dan belajar dengan metode problem based learning lebih baik dari pada metode resitasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan menggunakan metode problem based learning dengan mempertimbangkan kemampuan berpikir kritis siswa dapat meningkatkan kemampuan menulis argumentasi.  Kata kunci: Metode pembelajaran, berpikir kritis, kemampuan menulis argumentas

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    TEACHERS' PERSPECTIVES ON OBSTACLES AND SOLUTION STRATEGIES IN MATHEMATICS TEACHING IN INCLUSIVE ELEMENTARY SCHOOL CLASSES

    No full text
    This study aims to identify the challenges faced by teachers in teaching mathematics in inclusive elementary school classrooms and the solution strategies implemented to overcome these challenges. Teaching mathematics in inclusive classrooms involves students with diverse abilities, including students with special needs, which complicates the learning process. The research method used was descriptive qualitative, with data collected through in-depth interviews and observations of several teachers teaching in inclusive elementary school classrooms. The results indicate that the main challenges faced by teachers include differences in academic ability levels among students, limited resources, complex classroom management, difficulties in managing the behavior of students with special needs, and a lack of adequate training and support for teachers. Teachers face challenges in adapting teaching materials and teaching methods to meet the diverse needs of students, which impacts learning effectiveness. Furthermore, limited access to appropriate tools and technology is also a hindering factor. To overcome these challenges, teachers implement various solution strategies, such as using more flexible teaching methods and collaborating with support staff and specialists to provide more attention to students with special needs
    corecore