Jurnal Pendidikan Dasar
Not a member yet
    329 research outputs found

    MODEL PEMBELAJARAN MULTISENSORI BERBANTUAN APLIKASI KHAN ACADEMY KIDS DALAM MENGATASI KESULITAN MEMBACA PERMULAAN

    Full text link
    Research was conducted to determine whether there was an influence of the multisensory learning model assisted by the Khan Academy Kids application on initial reading difficulties in class I students at SDN Kedalon 03. This research used a quantitative method with a one-group pre test-posttest design. Samples were taken using non-probability sampling with saturated sampling. From a sample of 17 students and students all participated. The results of the data normality test show that the pretest results and posttest results are normal and have an influence on the results of students' initial reading difficulties in Indonesian language subject content. The significance value in the pretest is 0.062 > 0.05, so it can be concluded that the pretest results are normally distributed. The significance value in the posttest was 0.73 > 0.05, and the posttest results were also normally distributed. In the paired sample t – test the sig value. with a result of 0.000 < 0.05. Sig value. (2 – tailed) < α then HO is rejected. So it can be concluded that the multisensory learning model assisted by the Khan Academy Kids application has an effect on initial reading difficulties in Indonesian language subjects for class I students at SDN Kedalon 03.Penelitian dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh model pembelajaran multisensori (multisensory learning) berbantuan aplikasi khan academy kids terhadap kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas I SDN Kedalon 03. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain metode one-group pretest-posttest design. Sampel yang diambil menggunakan non probability sampling dengan sampling jenuh. Dari sampel 17 siswa dan siswa ikut berpartisipasi semua. Hasil uji normalitas data menunjukkan hasil pretest dan hasil posttest normal dan berpengaruh terhadap hasil kesulitas membaca permulaan siswa pada muatan mata pelajaran bahasa indonesia. Nilai signifikansi pada pretest sebesar 0,062 > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil pretest berdistribusi normal. Nilai signifikansi pada posttest sebesar 0,73 > 0.05, dan hasil posttest juga berdistribusi normal. Pada uji paired sample t – test nilai sig. dengan hasil 0,000 < 0,05. Nilai sig. (2 – tailed) < α maka HO ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran multisensori (multisensory learning) berbantuan aplikasi khan academy kids berpengaruh terhadap kesulitan membaca permulaan pada mata perlajaran bahasa indonesia siswa kelas I SDN Kedalon 03

    DEVELOPMENT OF ANIMATION VIDEOS TO IMPROVE THE ENVIRONMENTALLY CARING CHARACTER OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS

    No full text
    This study aims to provide an overview of animated videos that can improve the environmental awareness of elementary school students through the development of an animated video framework and a literature review. The instruments used were an elementary school student response questionnaire and an expert validation sheet. This article only discusses the process of developing animated videos and the results of the literature review. Video is an audiovisual medium that combines moving images accompanied by audio with animated characters, which can help students more easily grasp the material so that students will be interested and focused on following the learning process related to environmental care with direct examples on the show. Animated videos are made. Thus, animated videos are considered suitable for improving the environmental awareness character of elementary school students. The findings in this study can be used as a solution that animated videos can provide new experiences, attract students' attention, and make the learning process easier to understand and more meaningful, especially in instilling a character of caring for the environment. The novelty and implications of this research are that animated videos with the theme of caring for the environment using the Animaker application can provide new experiences for students, about the importance of maintaining environmental cleanliness combined with learning videos that attract students' attention so that the learning process is more enjoyable. Animation can also help students remember material from images longer. Displaying images can help students understand the material presented more clearlyKarakter merupakan kepribadian yang ada pada setiap individu yang dibentuk dalam lingkungan keluarga sejak dini. Pendidikan karakter peduli lingkungan merupakan salah satu sikap peduli terhadap lingkungan alam sekitar. Namun seiring dengan perkembangan teknologi, pembelajaran karakter peduli lingkungan pun ikut berkembang, salah satunya dapat dengan menggunakan video pembelajaran animasi. Pada penelitian ini tujuannya adalah untuk menghasilkan dan memberikan gambaran tentang video animasi yang dapat meningkatkan karakter peduli lingkungan siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development dengan model ADDIE. Video merupakan media audio visual yang memadukan gambar bergerak disertai audio dengan karakter animasi, yang dapat membantu siswa lebih mudah menangkap materi sehingga siswa akan tertarik dan fokus mengikuti proses pembelajaran terkait peduli lingkungan dengan contoh langsung pada tayangan. video animasi dibuat. Dengan demikian, video animasi dinilai cocok untuk meningkatkan karakter peduli lingkungan siswa sekolah dasar. Temuan dalam penelitian ini dapat dijadikan solusi bahwa video animasi dapat memberikan pengalaman baru, menarik perhatian siswa, dan menjadikan proses pembelajaran lebih mudah dipahami dan bermakna khususnya dalam menanamkan karakter peduli lingkungan. Kebaruan penelitian ini adalah video animasi bertema peduli lingkungan dapat memberikan pengalaman baru bagi siswa, tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dipadukan dengan video pembelajaran yang menarik perhatian siswa agar proses pembelajaran lebih menyenangkan, Animasi juga dapat membuat siswa mengingat materi dari gambar lebih lama. Gambar ditampilkan dapat memperjelas siswa dalam memahami materi yang diberika

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FLIPBOOK MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA MATERI KATA SIFAT UNTUK SISWA KELAS V DI SD NEGERI 5 NONGAN

    Full text link
    This research focuses on the development of a flipbook teaching material for the Bahasa Indonesia subject, specifically on the topic of adjectives, for fifth-grade students at SD Negeri 5 Nongan. This study employs a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model and was conducted at SD Negeri 5 Nongan. The research subjects consisted of two experts: one validating the material aspect and the other validating the design aspect. Data collection techniques included questionnaires and interviews, while data analysis was conducted using descriptive statistical analysis. The results of the study indicate that the flipbook teaching material for the Bahasa Indonesia subject on the topic of adjectives is appropriate for use in fifth-grade learning at SD Negeri 5 Nongan. This is evidenced by the material expert validation results, which obtained a score of 60 with an average validity rate of 80%, categorized as “Highly Valid.” Meanwhile, the design expert validation results obtained a score of 62 with an average validity rate of 82.6%, also categorized as “Highly Valid.” Therefore, this flipbook teaching material is expected to enhance students’ engagement, understanding, and learning motivation in Bahasa Indonesia instruction in the digital era.Penelitian ini berfokus pada pengembangan bahan ajar flipbook mata pelajaran Bahasa Indonesia materi kata sifat untuk siswa kelas V di SD Negeri 5 Nongan. Jenis penelitian ini adalah pengembangan atau  Research and Development (R&D), dengan model ADDIE. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 5 Nongan. Subjek penelitian ini ialah dua  ahli atau pakar dari masing-masing aspek, yaitu aspek materi dan desain. Metode pengumpulan data yang digunakan ialah angket dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan, yaitu analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa bahan ajar flipbook Bahasa Indonesia materi “Kata Sifat” untuk siswa kelas V layak digunakan pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SD Negeri 5 Nongan.  Hal ini dapat dilihat dari hasil validasi ahli pada aspek materi, diperoleh skor 60 dengan rata-rata 80%, skor ini dikategorikan “Sangat Valid”. Sementara itu, pada hasil validasi ahli pada aspek desain, diperoleh skor 62 dengan rata-rata 82,6%, skor ini dikategorikan “Sangat Valid”. Dengan demikian, bahan ajar ini diharapkan mampu meningkatkan keterlibatan, pemahaman, dan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di era digital

    Peningkatan Sikap Tanggung Jawab Lingkungan dan Keterampilan Berwirausaha melalui Proyek Pengenalan Adiwiyata di SDITNurul Hikmah

    Full text link
    This study aims to enhance students’ environmental responsibility and entrepreneurial skills through the introduction of the Adiwiyata project at SDIT Nurul Hikmah Sidoarjo. The research employed a Classroom Action Research (CAR) design using the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The subjects of this study were 26 students from Grade 3 Hamasah. Data were collected through questionnaires, observations, interviews, and documentation, and analyzed using descriptive quantitative and qualitative methods. The results showed a significant improvement in both observed aspects. The average score of environmental responsibility increased from 61.6% in Cycle I to 81.15% in Cycle II, moving from the Developing to Highly Developed category. Meanwhile, the entrepreneurial skill aspect improved from 60.00% in Cycle I to 80.20% in Cycle II, also categorized as Highly Developed. These findings indicate that the implementation of the Adiwiyata project through the NATURA program (Natural Nutrients for Superior and Eco-Friendly Plants) effectively enhances students’ environmental awareness, responsibility, and entrepreneurial character at the elementary school level.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan sikap tanggung jawab terhadap lingkungan dan keterampilan berwirausaha siswa melalui proyek pengenalan Adiwiyata di SD IT Nurul Hikmah Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 26 siswa kelas 3 Hamasah. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kedua aspek yang diteliti. Rata-rata skor tanggung jawab terhadap lingkungan meningkat dari 61,6% pada siklus I menjadi 81,15% pada siklus II, dari kategori Berkembang menjadi Sangat Berkembang. Sementara itu, keterampilan berwirausaha meningkat dari 60,00% pada siklus I menjadi 80,20% pada siklus II, yang juga termasuk dalam kategori Sangat Berkembang. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan proyek pengenalan Adiwiyata melalui program NATURA (Nutrisi Alami Tanaman Unggul Ramah Lingkungan) efektif dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan, tanggung jawab, dan jiwa kewirausahaan pada siswa sekolah dasar

    Pengembangan Media Monopoli Bahasa Berbantuan Flash Card Digital

    No full text
    This study aims to develop, assess the feasibility, and test the effectiveness of the Monosa (Language Monopoly) learning media supported by Digital Flash Cards to improve emergent reading skills of first-grade students at SDN Kayu Putih 03. The research employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE development model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. Validation results indicate that the Monosa media was rated "very good" by media, content, and language experts. Furthermore, trials with students showed a significant improvement in emergent reading skills, as evidenced by the increase in average scores between the pretest and posttest. Therefore, the Monosa media supported by Digital Flash Cards is proven to be effective as a learning aid for teaching emergent reading to first-grade elementary students.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan serta efektivitas media pembelajaran Monosa (Monopoli Bahasa) berbantuan Flash Card Digital dalam meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa kelas I SDN Kayu Putih 03. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Monosa dinilai layak oleh para ahli media, materi, dan bahasa dengan kategori "sangat baik". Uji coba kepada siswa juga menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan membaca permulaan, ditunjukkan dengan hasil pretest dan posttest yang mengalami peningkatan nilai rata-rata. Dengan demikian, media Monosa berbantuan Flash Card Digital efektif digunakan sebagai alat bantu pembelajaran membaca permulaan bagi siswa kelas I SD

    DESKRIPSI KETERAMPILAN MEMBACA SISWA KELAS AWAL DI SEKOLAH DASAR INKLUSIF

    Full text link
    Inclusive education aims to provide equal opportunities for all students, yet challenges persist in foundational skills, particularly reading literacy. This descriptive qualitative study aimed to comprehensively describe the reading skills of early-grade students (Grades I–III) and the adaptive strategies implemented by teachers at SDN 20 Mataram. Data were collected through structured observation, in-depth interviews with Class Teachers and Special Assistant Teachers (GPK), and documentation. The findings, based on purposive sampling, show a heterogeneous distribution of reading skills, with a significant 30% of students categorized as Not Yet Fluent, comprising Students with Special Needs (PDBK) and regular students facing specific learning difficulties. This group primarily struggles with technical fluency, low motivation, and difficulties in phoneme grapheme association. Teachers address this gap through differentiated practices, implementing (1) Individual Learning Programs (PPI) for PDBK, (2) Multisensory and Planned Repetition Strategies to enhance technical skills, and (3) flexible classroom management, including strategic student placement. The study concludes that successful literacy development in inclusive settings is highly dependent on continuous collaboration between class teachers and GPK in designing responsive and adaptive pedagogical strategies. The implications of this research suggest that the descriptive insights into students’ reading skills and teachers’ adaptive strategies can serve as an empirical foundation for developing more effective and sustainable literacy intervention models in inclusive elementary school

    ANALISIS IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA ABAD 21 DI SEKOLAH DASAR NEGERI BHAYANGKARI

    No full text
    This study aims to analyze the implementation of the Merdeka Curriculum in the 21st century. The research employed a qualitative descriptive method and was conducted at SDN Bhayangkari. The sample included first and fourth grade teachers, as well as the principal of SDN Bhayangkari. Data collection techniques consisted of interviews, observations, and documentation. The data were processed using qualitative data analysis techniques. This research discusses the implementation of the Merdeka Curriculum at SDN Bhayangkari, focusing on preparation, execution, and supporting and inhibiting factors. The results show that teachers participated in training organized by the education office and the school's IHT (In-House Training) program to understand the curriculum concept, particularly differentiated learning. Preparations also involved planning based on the school’s vision, analyzing students’ learning styles, and developing teaching modules. The curriculum was actively implemented in grades I and IV, including P5 activities, student-centered learning, and diverse assessments involving collaboration with parents. Supporting factors included adequate facilities and teacher training, while challenges involved limited technological proficiency and adaptation to new approaches. Overall, the implementation of the Merdeka Curriculum at SDN Bhayangkari has been effective, despite facing some challenges.Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk menganalisis gambaran implementasi kurikulum merdeka pada abad-21. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di SDN Bhayangkari. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan tiga teknik, yaitu studi wawancara, observasi dan documenter dan yang menjadi narasumber adalah guru kelas I dan IV, serta Kepala Sekolah SDN Bhayangkari. Kesimpulan pada penelitian ini adalah dalam persiapan penggunaan kurikulum merdeka, guru di SDN Bhayangkari diberi pelatihan In House Training (IHT) dan pembuatan modul P5 bertema “Hidup Berkelanjutan” dan faktor pendukungnya adalah sarana yang memadai dan pelatihan dari Dinas Kota Serang, sedangkan tantangannya adalah waktu adaptasi guru terhadap kurikulum baru dan teknologi pembelajaran. Meskipun menghadapi hambatan, sekolah menunjukkan kesiapan dan komitmen dalam implementasinya

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DIGITAL SMART APPS CREATOR PADA MATERI PECAHAN KELAS IV DI SDS YOS SUDARSO MEDAN

    Full text link
    This study examines the validity, practicality, and effectiveness of digital interactive learning media based on Smart Apps Creator for teaching fractions to fourth-grade students at SDS Yos Sudarso Medan. The media was developed using the R&D model with the ADDIE approach, consisting of five stages: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Validation by experts and practitioners categorized it as "highly feasible" with an average score of 89.33%. Its practicality reached 90%, indicating ease of use for teachers and students in the learning process. The media’s strength lies in its interactive features, which enhance student engagement and present fraction concepts through visually appealing animations. Additionally, this media is designed to be flexibly used in both online and offline learning environments. Its effectiveness was measured through an increase in pre-test scores (67%) to post-test scores (82.5%), with an N-Gain Score of 0.45 (moderate category). The results confirm that this learning media is valid, practical, and effective, with potential for further development in elementary mathematics education to optimize conceptual understanding.Penelitian ini mengkaji validitas, praktikalitas, dan efektivitas media pembelajaran interaktif digital berbasis Smart Apps Creator pada materi Pecahan untuk siswa kelas IV SDS Yos Sudarso Medan. Pengembangan media ini menggunakan model R&D dengan pendekatan ADDIE yang terdiri dari lima tahap: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Validasi oleh ahli dan praktisi menunjukkan kategori "sangat layak" dengan rata-rata 89,33%. Praktikalitasnya mencapai 90%, menandakan kemudahan penggunaan bagi guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Keunggulan media ini terletak pada fitur interaktif yang meningkatkan keterlibatan siswa serta penyajian konsep Pecahan dalam bentuk visual dan animasi yang menarik. Selain itu, media ini dirancang agar dapat digunakan secara fleksibel baik dalam pembelajaran daring maupun luring. Efektivitasnya diukur melalui peningkatan skor pre-test (67%) ke post-test (82,5%), dengan N-Gain Score 0,45 (kategori sedang). Hasil penelitian membuktikan media ini valid, praktis, dan efektif, serta berpotensi dikembangkan lebih lanjut dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar guna meningkatkan pemahaman konsep secara lebih optimal. &nbsp

    IMPLEMENTASI TEORI BELAJAR KOGNITIF PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DALAM PENERAPAN KONSEP KPK DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PAPAN MUSI PADA SISWA KELAS V SD

    No full text
    This study aims to analyze the application of cognitive learning theory through the media of Musi Board (Multifunctional Board) in improving the conceptual understanding of 5 Grade elementary school students in the Smallest Common Multiples (KPK). The research background is based on the global challenges in building students' mathematical conceptual thinking skills, which is exacerbated by the dominance of procedural methods. A descriptive qualitative approach was used to observe the process of constructing students' knowledge through interaction with the media of the Musi Board. Data were collected through passive participant observation and description diagnostic tests. The results of the study show that the Musi Board acts as an effective cognitive scaffolding, bridging students' concrete and abstract thinking through sensorimotor and manipulative experiences. Physical interaction with the media facilitates the visualization of patterns and relationships between numbers, forming an accurate mental representation of the concept of the KPK. In addition, these implementations create a dynamic and participatory learning environment, where group discussions deepen students' conceptual understanding and hone their metacognitive skills. In conclusion, the integration of cognitive learning theory with Musi Board media has proven to be effective in improving the quality of mathematics learning in elementary schools, shifting students' understanding from procedural memorization to deep conceptual understanding.Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teori belajar kognitif melalui media Papan Musi (Papan Multifungsi) dalam meningkatkan pemahaman konseptual siswa kelas V SD pada materi Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK). Latar belakang penelitian didasari oleh tantangan global dalam membangun kemampuan berpikir konseptual matematika siswa, yang diperparah oleh dominasi metode prosedural. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk mengamati proses konstruksi pengetahuan siswa melalui interaksi dengan media Papan Musi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan pasif dan tes diagnostik uraian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Papan Musi berperan sebagai scaffolding kognitif yang efektif, menjembatani pemikiran konkret dan abstrak siswa melalui pengalaman sensorimotor dan manipulatif. Interaksi fisik dengan media memfasilitasi visualisasi pola dan hubungan antar bilangan, membentuk representasi mental yang akurat tentang konsep KPK. Selain itu, penerapan ini menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan partisipatif, di mana diskusi kelompok memperdalam pemahaman konseptual siswa dan mengasah keterampilan metakognitif. Kesimpulannya, integrasi teori belajar kognitif dengan media Papan Musi terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah dasar, menggeser pemahaman siswa dari hafalan prosedur menuju pemahaman konseptual yang mendalam. Kata Kunci: Papan Musi, Pemahaman Konseptual, Teori Kognit

    PENGEMBANGAN BUKU DIGITAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL JAWA MENGGUNAKAN APLIKASI CANVA PADA MATA PELAJARAN PENDIDKAN PANCASILA MATERI KERAGAMAN BUDAYA DI KELAS IV SDN DEPOK 01

    No full text
    This research aims to develop digital book media based on local Javanese wisdom using the Canva application on Pancasila education subjects on cultural diversity. This research uses the Research and Development or RnD method. The results of this research are based on validation which obtained an average value of 89.33%. With 88% of language experts, 94% of material experts and 86% of media experts. Judging from the calculation of students' response questionnaires, they got a total score of 1406 points out of 1755 points or 80.11%. The results of student scores experienced a significant increase of 12%, namely from the average percentage of pretest scores before using learning media of 71% where only 12 students out of 27 students succeeded in passing the KKM and the average percentage of student scores during the posttest or after using the product was 83% where students experienced an increase in scores.: Penelitian ini bertujuan untuk pengembangan media buku digital berbasis kearifan lokal jawa menggunakan aplikasi canva pada mata pelajaran pendidikan pancasila materi keragaman budaya. Penelitian ini menggunakan metode Reserch and Development atau RnD. Hasil penelitian ini berdasarkan validasi yang memperoleh nilai rata – rata sebesar 89,33%. Dengan perolehan ahli bahasa 88%, ahli materi 94% dan ahli media 86%. Dilihat dari perhitungan pemberian kuesioner respon siswa yang mendapatkan skor total 1406 poin dari 1755 poin atau sebesar 80,11%. Hasil nilai siswa mengalami peningkatan yang cukup sebanyak 12% yaitu dari presentase rata – rata nilai pretest sebelum menggunakan media pembelajaran sebesar 71% dimana hanya 12 siswa dari 27 siswa yang berhasil lulus KKM dan presentase rata – rata nilai siswa saat postest atau setelah menggunakan produk sebesar 83% dimana siswa mengalami peningkatan nilai

    299

    full texts

    329

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pendidikan Dasar
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇