Jurnal Pendidikan Dasar
Not a member yet
329 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MENDALAM UNTUK MENINGKATKAN LITERASI AI SISWA SEKOLAH DASAR
While deep learning has become a focal point in the transformation of Indonesian education, its implementation requires further investigation. This study aimed to measure the effectiveness of a deep learning approach in enhancing AI literacy among elementary school students through the implementation of the AMAIL (Associative Model of AI Literacy) model. The study employed a pre-test post-test design across five intervention cycles, involving 118 fifth-grade students from three elementary schools in Salatiga. Data analysis utilized bootstrap techniques for Likert-scale questions and Exact McNemar's tests for dichotomous questions. Results showed a significant improvement in understanding AI personalization (p=0.020) and consistent growth in students' ability to explain AI concepts and demonstrate ethical awareness regarding AI use in later cycles (p<0.001). The developmental trajectory from the first to the fifth cycle underscores the importance of the implementation refinement process for the success of deep learning in enhancing students' AI literacy. This research provides an empirical foundation for developing AI literacy programs using a deep learning approach for elementary school students in Indonesia.Pembelajaran mendalam telah menjadi fokus dalam transformasi pendidikan Indonesia, namun implementasinya masih memerlukan kajian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas pendekatan pembelajaran mendalam dalam meningkatkan literasi AI siswa sekolah dasar melalui implementasi model AMAIL (Associative Model of AI Literacy). Penelitian ini menggunakan desain pre-test post-test dalam lima siklus intervensi yang melibatkan 118 siswa kelas 5 dari tiga sekolah dasar di Salatiga. Data dianalisis menggunakan teknik bootstrap untuk pertanyaan skala Likert dan Exact McNemar's test untuk pertanyaan dikotomis. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman tentang personalisasi AI (p=0.020) dan peningkatan konsisten dalam kemampuan siswa menjelaskan tentang AI serta kesadaran terkait etika penggunaan AI pada siklus-siklus akhir (p<0.001). Pola perkembangan dari siklus pertama hingga kelima mengindikasikan pentingnya proses penyempurnaan implementasi dalam keberhasilan pembelajaran mendalam untuk meningkatkan literasi AI siswa. Penelitian ini memberikan landasan empiris untuk pengembangan program literasi AI dengan pendekatan pembelajaran mendalam pada siswa sekolah dasar di Indonesia
HASIL BELAJAR IPAS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT BERBANTUAN PERMAINAN ENGKLEK PADA KELAS V SDN UNDAAN LOR 2
The aim of this research to improve IPAS learning outcomes using the Teams Games Tournament learning model assisted by the Engklek game. Teams Games Tournament is a learning model where students are able to learn actively, practicing responsibility for the tasks given by their teacher with their group members. This research uses a classroom action research method which consists of 2 cycles, each cycle consisting of two meetings. Data collection techniques in this research are interviews and tests. The research instruments used were interview sheets and test questions. The data analysis techniques in this research are qualitative and quantitative analysis. The research results show an increase in IPAS learning outcomes. In the first cycle of classical completion, student learning outcomes were 55.55% with the "sufficient" criteria and increased in the second cycle to 77.77% with the "Good" criteria. Based on the results of this research, it can be concluded that the TGT learning model assisted by the crank game can improve students' science learning outcomes.
Keyword : TGT, Engklek Game, Learning OutcomesTujuan Penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar IPAS menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament Berbantuan Permainan Engklek. Model pembelajaran Teams Games Tournament yaitu model pembelajaran dimana siswa mampu belajar aktif, melatih tanggungjawab terhadap tugas yang diberikan gurunya dengan anggota kelompoknya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus, setiap siklusnya terdiri dari dua pertemuan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu wawancara, dokumentasi, dan tes. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar wawancara dan soal tes. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar IPAS. Pada siklus I ketuntasan klasikal hasil belajar siswa mendapatkan 55,6% dengan kriteria “cukup” dan meningkat pada siklus II menjadi 77,8% dengan kriteria “Baik”. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran TGT berbantuan permainan engklek dapat meningkatkan hasil belajar IPAS siswa.
Kata Kunci : TGT, Permainan Engklek, Hasil Belajar
 
A PENINGKATAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS IV SD ISLAM DARUL HUDA MELALUI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
This research is motivated by the lack of effectiveness of the teaching methods used, which are still limited and do not meet the needs and characteristics of the students. To address this, the researcher will implement a differentiated learning approach to enhance students' interest in learning. The aim of this study is to determine how effective the implementation of differentiated learning, tailored to the individual needs of students, is in improving the learning interest of fourth-grade students in the IPAS subject at SD Islam Darul Huda through the implementation of the Field Experience Practice II in the Teacher Profession Education Program. This study employs Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles. The research was carried out at SD Islam Darul Huda, involving 20 fourth-grade students as the subjects. Data collection techniques include observation, documentation, and questionnaires. Meanwhile, the data analysis techniques used are quantitative and descriptive qualitative analysis. The results of the study indicate that the percentage of students' interest in learning in the pre-cycle was 58.75%, increased to 78.05% in cycle 1, and further rose to 92.25% in cycle 2. Thus, the implementation of differentiated learning has proven successful in improving the learning interest of fourth-grade students in the IPAS subject at SD Islam Darul Huda.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya keefektifan metode pembelajaran yang digunakan, yang masih terbatas dan tidak sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik siswa. Untuk mengatasi hal tersebut, peneliti akan mengimplementasikan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi guna meningkatkan minat belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif penerapan pembelajaran berdiferensiasi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing siswa dalam meningkatkan minat belajar siswa kelas IV pada pelajaran IPAS di SD Islam Darul Huda, melalui pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan II dalam Program Pendidikan Profesi Guru. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Penelitian ini dilaksanakan di SD Islam Darul Huda dengan melibatkan 20 siswa kelas IV sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, dokumentasi, dan angket. Sementara itu, teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif dan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase minat belajar siswa pada pra-siklus sebesar 58,75%, meningkat menjadi 78,05% pada siklus 1, dan terus naik menjadi 92,25% pada siklus 2. Dengan demikian, penerapan pembelajaran berdiferensiasi terbukti berhasil dalam meningkatkan minat belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran IPAS di SD Islam Darul Huda
EKSPLORASI SIKAP KEMANDIRIAN SISWA MELALUI EKSTRAKURIKULER PRAMUKA DI SEKOLAH DASAR
Abstract: This study aims to determine the role of scouting extracurricular activities in implementing an attitude of independence in students. This study uses a qualitative research method. The methods used are implementing various activities such as pioneering, breaking scout codes, camping, competitions, and so on, and there are factors from the role of teachers/scout leaders, peers, and parents. The implementation of the character of independence through scouting extracurricular activities in Elementary Schools has been carried out well. This is evidenced by the behavior of students who have implemented the values of independence such as being able to carry out tasks as well as possible, being able to carry out tasks independently, having a self-confident attitude and also being able to concentrate in the learning process.
Keywords: Scouting Extracurricular, Independence Attitude, Elementary School
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran ekstrakurikuler pramuka dalam mengimplentasikan sikap kemandirian pada siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Adapun cara yang dilakukan yaitu menerapkan berbagai kegiatan seperti pionering, memecahkan sandi pramuka, berkemah, perlombaan, dan lain sebagainya, serta terdapat faktor dari peran guru/pembina pramuka, teman sejawat, dan juga orangtua. Implementasian karakter kemandirian melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka di Sekolah Dasar sudah terlaksana dengan baik. Hal ini terbukti dengan perilaku peserta didik yang dimana sudah menerapkan nilai-nilai kemandirian seperti dapat melasanakan tugas dengan sebaik mungkin, dapat melaksanakan tugas secara mandiri, memiliki sikap percaya diri dan juga dapat berkonsentrasi dalam proses pembelajaran.
Kata kunci: Ekstrakurikuler Pramuka, Sikap Kemandirian, Sekolah Dasa
PENGEMBANGAN E-MODUL INTERAKTIF BERBASIS BUDAYA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA PADA SISWA SEKOLAH DASAR
This study aims to develop an interactive e-module based on local culture as a mathematics learning media to enhance elementary school students’ conceptual understanding. The research applied the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The study involved 28 fourth-grade students from an elementary school in Bungo as participants. Validation by content and media experts indicated that the e-module is highly feasible for use. Field trials showed that the e-module not only increased students’ interest in mathematics but also facilitated their conceptual understanding, as the material was presented within a familiar cultural context. The average score of students’ conceptual understanding improved from 64.2 in the pre-test to 85.3 in the post-testPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul interaktif berbasis budaya lokal sebagai media pembelajaran matematika yang dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD sebanyak 28 orang di salah satu sekolah dasar di Bungo. Hasil validasi oleh ahli materi dan media menunjukkan bahwa e-modul berada pada kategori sangat layak digunakan. Uji coba lapangan menunjukkan bahwa e-modul ini tidak hanya meningkatkan ketertarikan siswa terhadap matematika, tetapi juga membantu pemahaman konsep karena materi disajikan dalam konteks budaya yang akrab. Skor rata-rata pemahaman konsep meningkat dari 64,2 pada pre-test menjadi 85,3 pada post-tes
IMPLEMENTASI CULTURE EXPERIENCE DALAM PEMBELAJARAN IPAS BERBASIS ETHNOSCIENCE UNTUK MENUMBUHKAN KESADARAN BUDAYA PESERTA DIDIK DI KELAS IV SEKOLAH DASAR
This study aims to analyze the role of culture experience in ethnoscience-based Integrated Science and Social Studies (IPAS) learning in fostering elementary students’ cultural awareness. A descriptive qualitative approach was employed involving IPAS teachers and fourth-grade students as research participants. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using Miles and Huberman’s model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. Data credibility was ensured through source and technique triangulation. The findings indicate that the implementation of culture experience through local culture-based activities effectively integrates scientific concepts with cultural values in a contextual learning process. Ethnoscience-based IPAS learning plays a significant role in enhancing students’ conceptual understanding, learning engagement, and awareness of preserving local culture. These results suggest that culture experience is an effective approach to strengthening scientific literacy while fostering cultural awareness among elementary school students.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran culture experience dalam pembelajaran IPAS berbasis ethnoscience terhadap kesadaran budaya peserta didik sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek guru IPAS dan peserta didik kelas IV. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan culture experience melalui aktivitas berbasis budaya lokal mampu mengintegrasikan konsep ilmiah dengan nilai budaya secara kontekstual. Pembelajaran IPAS berbasis ethnoscience berperan dalam meningkatkan pemahaman konsep, menumbuhkan antusiasme belajar, serta mengembangkan kesadaran peserta didik terhadap pelestarian budaya lokal. Temuan ini mengindikasikan bahwa culture experience dapat menjadi pendekatan efektif dalam pembelajaran IPAS untuk memperkuat literasi sains sekaligus kesadaran budaya peserta didik sekolah dasar
DARI PIRING KE PRESTASI: DAMPAK MAKANAN BERGIZI GRATIS DI SEKOLAH DASAR
The free nutritious meal program in elementary schools is a crucial strategy for addressing nutritional deficiencies and supporting improved student learning. This study aims to explore in depth the experiences, perceptions, and impacts of the free, nutritious meal program on students' learning readiness and Well-being. A qualitative approach using desk research methods was used to analyse academic literature, reports, and policies related to nutrition interventions in schools. The analysis was conducted using a descriptive and inductive approach, grouping findings into relevant themes. The free nutritious meal program is an investment in human capital that has the potential to strengthen the foundations of elementary school children's health, cognitive development, and education. Effective implementation requires strong governance, school community involvement, and sustainable policies. Further research is needed to assess the long-term impacts and better understand students' experiences. This study concludes that the free nutritious meal program functions as a multidimensional intervention that supports human capital development from an early age. Research implications include the importance of improving program governance, strengthening regulations, and integrating nutrition and education policies. Further research is recommended to examine the long-term impacts and develop implementation models that are more adaptive to local contexts.Program makanan bergizi gratis di sekolah dasar menjadi salah satu strategi penting untuk mengatasi masalah ketidakcukupan gizi dan mendukung peningkatan kualitas belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman, persepsi, dan dampak program makanan bergizi gratis terhadap kesiapan belajar dan kesejahteraan siswa. Pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka digunakan untuk menganalisis literatur akademik, laporan, dan kebijakan terkait intervensi gizi di sekolah. Analisis dilakukan secara deskriptif induktif dengan mengelompokkan temuan-temuan menjadi tema-tema yang relevan. Program makanan bergizi gratis merupakan investasi modal manusia yang berpotensi memperkuat fondasi kesehatan, kognitif, dan pendidikan anak sekolah dasar. Implementasi yang efektif membutuhkan tata kelola yang kuat, keterlibatan komunitas sekolah, serta kebijakan yang berkelanjutan. Penelitian lanjutan diperlukan untuk menilai dampak jangka panjang dan memahami pengalaman siswa secara lebih mendalam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa makanan bergizi gratis berfungsi sebagai intervensi multidimensional yang mendukung pengembangan modal manusia sejak usia dini. Implikasi penelitian meliputi pentingnya perbaikan tata kelola program, penguatan regulasi, serta integrasi kebijakan gizi dan pendidikan. Penelitian lanjutan dianjurkan untuk menelaah dampak jangka panjang dan mengembangkan model implementasi yang lebih adaptif terhadap konteks lokal
Analisis Tokoh dan Penokohan dalam Naskah Drama “ Pada Suatu Hari” Karya Arifin C. Noer sebagai Bahan Pembelajaran Sastra di Sekolah Dasar (Pendekatan Psikologi Sastra)
This study aims to analyze the characters and characterization in the drama script "Pada Satu Hari" by Arifin C. Noer using a literary psychology approach and explore its relevance as a literary learning material for elementary school students. Arifin C. Noer's work is known for its richness in human values and inner reflection, which are crucial for understanding the motivations and psychological dynamics of the characters. The method used in this study is descriptive qualitative with content analysis techniques. Data were obtained through in-depth reading and identification of the characters' psychological elements, which were then synthesized into teaching materials appropriate to the cognitive and affective development of elementary school students. The results show that the main character experiences an intrapersonal conflict between idealism and social reality. Characterization is complexly depicted through dialogue and actions that reflect a search for self-identity. In the context of elementary school education, the results of this analysis are adapted into teaching materials that emphasize character recognition, empathy, and simple conflict resolution. The novelty of this research lies in the effort to construct the results of a complex literary psychology analysis into applicable drama learning tools for elementary school students. These findings are expected to enrich educators' references in selecting drama texts that are able to build students' emotional intelligence and character through an appreciation of modern realistic literature.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tokoh dan penokohan dalam naskah drama "Pada Suatu Hari" karya Arifin C. Noer dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra, serta mengeksplorasi relevansinya sebagai bahan pembelajaran sastra di tingkat Sekolah Dasar (SD). Karya Arifin C. Noer dikenal kaya akan nilai-nilai kemanusiaan dan refleksi batin, yang sangat penting untuk dikaji guna memahami motivasi dan dinamika psikologis karakter. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi (content analysis). Data diperoleh melalui pembacaan mendalam dan identifikasi elemen psikologis karakter, yang kemudian disintesis menjadi materi ajar yang sesuai dengan perkembangan kognitif dan afektif siswa SD.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter utama mengalami konflik intrapersonal antara idealisme dan realitas sosial. Penokohan digambarkan secara kompleks melalui dialog dan tindakan yang mencerminkan pencarian identitas diri. Dalam konteks pendidikan di SD, hasil analisis ini diadaptasi menjadi bahan ajar yang menekankan pengenalan karakter, empati, dan resolusi konflik sederhana. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada upaya untuk mengonstruksi hasil analisis psikologi sastra yang kompleks ke dalam perangkat pembelajaran drama yang aplikatif bagi siswa sekolah dasar. Temuan ini diharapkan dapat memperkaya referensi pendidik dalam memilih teks drama yang mampu membangun kecerdasan emosional dan karakter siswa melalui apresiasi terhadap sastra realis modern
IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS TEKNOLOGI MELALUI PENGUATAN LITERASI DIGITAL SISWA SEKOLAH DASAR
This study aims to analyze the implementation of a technology-based curriculum through the strengthening of digital literacy of elementary school students in a case study at NH Elementary School. The study uses a qualitative approach with a case study method. Data were collected through interviews with the school principal and a fourth-grade teacher, classroom observations, and analysis of school curriculum documents. The results show that the use of technology at NH Elementary School is still instrumental and has not been integrated into a systematic digital literacy framework. The main limitation lies in teachers’ readiness to design technology-based learning frameworks, so learning tends to be passive. This study produces a one-semester mini digital literacy curriculum design as a model for strengthening more structured technology-based learning.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kurikulum berbasis teknologi melalui penguatan literasi digital siswa sekolah dasar pada studi kasus Sekolah Dasar NH. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kepala sekolah dan guru kelas IV, observasi pembelajaran, serta analisis dokumen kurikulum sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi di SD NH masih bersifat instrumental dan belum terintegrasi dalam kerangka literasi digital yang sistematis. Keterbatasan utama terletak pada kesiapan guru dalam menyusun kerangka pembelajaran berbasis teknologi sehingga pembelajaran cenderung bersifat pasif. Penelitian ini menghasilkan rancangan kurikulum mini literasi digital satu semester sebagai model penguatan pembelajaran berbasis teknologi yang lebih terstruktur
Pengembangan Media Pembelajaran Ular Tangga Pada Mata Pelajaran Matematika Materi Pecahan Campuran Di Kelas VB SDN PANCORAN 07 PAGI JAKARTA
The research method used is the research and development method (Research and Development) which refers to the formulation of Dick and Carey with stages: 1) Identifying instructional needs and writing general instructional objectives 2) Instructional analysis 3) Identifying behavior and initial learner characteristics 4) Writing specific instructional objectives5) Developing learning outcomes assessment tools 6) Developing instructional strategies 7) Develop instructional materials 8) Design and carry out formative evaluation 9) Instructional System 10) Implementation of Summative Evaluation and Diffusion of Innovation. character is carried out by distributing questionnaires to expert validators and respondents. The results obtained from the design expert get a percentage of 82% "Good and feasible", the results obtained from the material expert get a percentage of 91% "Good and feasible". In the small-scale trial, the percentage was 66%, while in the field trial, the presentation increased to 88%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan media pembelajaran pada mata pelajaran matematika materi pecahan campuran di kelas VB SDN Pancoran 07 Pagi Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) yang mengacu pada rumusan Dick and Carey dengan tahapan: 1) Mengidentifikasi kebutuhan instruksional dan menulis tujuan intruksional umum 2) Analisis instruksional3) Mengidentifikasi perilaku dan awal karakteristik peserta didik 4) Menulis tujuan instruksional khusus5) Menyusun alat penilaian hasil belajar 6) Menyusun strategi instruksional 7) Mengembangkan bahaninstruksional 8) Menyusun desain dan melaksanakan evaluasi formatif 9) Sistem Instruksional 10)Implementasi Evaluasi Sumatif dan Difusi Inovasi. berkarakter dilakukan dengan menyebarkan angket kepada validator ahli dan responden. Hasil perolehan pada ahli desain mandapatkan presentase 82% “Baik dan layak”, hasil perolehan pada ahli materi mendapatkan presentase 91% “Baik dan layak”. Pada uji coba skala kecil mendapatkan prentase 66% sedangkan pada uji coba lapangan mengalami peningkatan presentasi menjadi 88%.
Kata Kunci : Media pembelajaran, Ular Tangga, Matematika, Pecahan Campura