Jurnal Pendidikan Dasar
Not a member yet
329 research outputs found
Sort by
PENGARUH LITERASI BACA TULIS TERHADAP CAPAIAN KOMPETENSI BERBAHASA SISWA KELAS I SD
This research is motivated by the importance of literacy in improving the language skills of grade I elementary school students. As a basic skill, literacy plays a role in supporting the overall mastery of language aspects. This study aims to examine the extent to which literacy affects the achievement of language competence of grade I elementary school students. The population used in the study was 40 students of SDN Dr. Soetomo V Surabaya who were in classes 1A and 1B The method used was quasi-experiment with a pretest-posttest design in a quantitative approach. Data were obtained through language proficiency tests that included aspects of reading and writing. Students are given a pretest to find out their initial ability, then a posttest after participating in a literacy program to measure their improvement. Data analysis was carried out by comparing the results of the pretest and posttest to see the impact of literacy on the development of students' language competence. The results of the study show that the literacy program has a positive impact on students' language skills. Of the 40 students involved, 22 students (55%) experienced a significant increase in scores after participating in the literacy program. However, statistical analysis showed that there was no significant difference between classes 1A and 1B (p-value 0.653). These findings suggest that literacy can improve students' language skills, although there was no significant difference between the experimental and control groups.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya literasi baca-tulis dalam meningkatkan kemampuan berbahasa siswa kelas I sekolah dasar. Sebagai keterampilan mendasar, literasi baca-tulis berperan dalam mendukung penguasaan aspek bahasa secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana literasi baca-tulis memengaruhi pencapaian kompetensi berbahasa siswa kelas I SD. Populasi yang digunakan dalam penelitian adalah siswa SDN Dr. Soetomo V Surabaya yang berada di kelas 1A dan 1B sebanyak 40 siswa Metode yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest dalam pendekatan kuantitatif. Data diperoleh melalui tes kemampuan berbahasa yang mencakup aspek membaca dan menulis. Siswa diberikan pretest untuk mengetahui kemampuan awal mereka, lalu posttest setelah mengikuti program literasi baca-tulis guna mengukur peningkatannya. Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil pretest dan posttest guna melihat dampak literasi terhadap perkembangan kompetensi berbahasa siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program literasi baca-tulis memberikan dampak positif terhadap kemampuan berbahasa siswa. Dari 40 siswa yang terlibat, 22 siswa (55%) mengalami peningkatan nilai yang signifikan setelah mengikuti program literasi baca-tulis. Meskipun demikian, analisis statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kelas 1A dan 1B (p value 0,653). Temuan ini menunjukkan bahwa literasi baca-tulis dapat meningkatkan kemampuan berbahasa siswa, meskipun tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol
The Development of E-Module Using Kvisoft Flipbook Maker Application Based on Case Method in Plane Figures Learning for Fifth Grade Elementary School Students: Indonesia
This study aims to determine the validity of the feasibility, practicality, and effectiveness of E-Modules using the kvisoft flipbook maker application based on the case method in flat building learning for grade V of elementary school. The type of development research used is the 4D model consisting of 4 stages, namely, define, design, development, and disseminate. The subjects of this study were 26 people and were students of class VA of Elementary School 174552 Tambunan Balige. Data collection techniques used in this study were observation, interviews and tests with quantitative and qualitative data analysis. The results of the validation assessment by material experts showed a percentage of 80% with a feasible category, the validation assessment by media experts showed a percentage of 80% with a feasible category, and the validation assessment by practitioner experts showed a percentage of 84% with a very practical category. The effectiveness of the e-module is seen from the results of student learning through pre-tests and post-tests which were analyzed using the N-Gain Score calculation and showed a percentage of 56.43% with an effective category. Thus, it can be concluded that the e-learning module that uses the Kvisoft flipbook maker application based on the case method in learning flat shapes is feasible, very practical, and effective for use in the learning process in the classroomPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas kelayakan, praktikalitas, dan efektivitas E-Modul yang menggunakan aplikasi kvisoft flipbook maker berbasis case method pada pembelajaran bangun datar kelas V SD. Jenis penelitian pengembangan yang digunakan adalah model 4D yang terdri dari 4 tahap yakni, define, design, development, dan disseminate. Subjek penelitian ini sebanyak 26 orang dan merupakan siswa kelas VA SD Negeri 174552 Tambunan Balige. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara serta tes dengan analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penilaian validasi oleh ahli materi menunjukkan persentase sebesar 80% dengan kategori layak, penilaian validasi oleh ahli media menunjukkan persentase sebesar 80% dengan kategori layak, dan penilaian validasi oleh ahli praktisi menunjukkan persentase sebesar 84% dengan kategori sangat praktis. Efektivitas e-modul dilihat dari hasil belajar siswa melalui pre-test dan post-test yang dianalisis menggunakan perhitungan N-Gain Score dan menunjukkan persentase sebesar 56,43% dengan kategori efektif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa e-modul pembelajaran yang menggunakan aplikasi kvisoft flipbook maker berbasis case method pada pembelajaran bangun datar adalah layak, sangat praktis, dan efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran di kela
Pengembangan Komik Berbantuan Canva For Education Pada Kelas IV di Sekolah Dasar 101 Bungo
Education must adapt, one way being by involving technology in the learning process. The delivery of material through images will facilitate the process while helping students to remember and understand it, especially material with a high level of complexity. SDN 101 Bungo still uses the Merdeka curriculum in every fourth grade class. The researcher conducted an initial observation at SDN 101 Bungo on October 20, 2025. The observation focused on IPAS (Science, Social Studies, and Culture) learning in Grade IV on the learning outcome where students analyze the relationship between the form and function of human body parts, namely the five senses (panca indra). The result showed that IPAS learning in that class only utilized textbooks. This study uses a Research and Development (R&D) type of research. The development of a comic media assisted by Canva for Education on the five senses material in Grade IV of elementary school is highly valid, with a final material validation score of 3.95, a final media validation score of 4, and a final language validation score of 4.9. The level of practicality in the small group trial was an average of 4.6, and the large group average was 4.33. Therefore, from the interviews and the results of the questionnaire acquisition, the comic media assisted by Canva for Education on the five senses material in Grade IV of elementary school is concluded to be highly practical and efficient.Pendidikan harus beradaptasi salah satunya dengan melibatkan teknologi di dalam prosesnya. Penyampaian materi melalui gambar akan mempermudah prosesnya sekaligus membantu peserta didik untuk mengingat dan memahaminya, terutama materi dengan tingkat kerumitan yang tinggi. SDN 101 Bungo masih menggunakan kurikulum merdeka pada setiap kelas IV. Peneliti melakukan observasi awal di SDN 101 Bungo pada 20 Oktober 2025. Observasi terfokus saat pembelajaran IPAS di kelas IV pada capaian pembelajaran peserta didik menganalisis hubungan antara bentuk serta fungsi bagian tubuh pada manusia yaitu panca indra. Hasilnya, diketahui bahwa pembelajaran IPAS di kelas tersebut hanya memanfaatkan buku cetak. Penelitian ini menggunakan penelitian dengan jenis Research and Development (R&D) atau penelitian dan pengembangan. Pengembangan media komik berbantuan canva for Education pada materi panca indra di kelas IV SD sangat valid dengan skor akhir validasi materi 3,95 skor akhir validasi media 4 dan skor akhir validasi bahasa yaitu 4,9. Tingkat kepraktisan pada uji coba kelompok kecil rata-rata 4,6 dan rata-rata 4,33 kelompok besar. Jadi dari wawancara dan hasil perolehan angket komik berbantuan canva for education pada materi panca indra di kelas IV sekolah dasar, disimpulkan sangat praktis dan efisien.
 
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DIORAMA SIKLUS AIR PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SDN DRANGONG 2
Students experience learning problems due to monotonous media usage in science lessons in fifth grade elementary school. This study created a water cycle diorama as a learning medium. Monotonous media usage causes students to lack motivation and fail to understand concepts properly. This study used the Research and Development (R&D) method using the ADDIE model. After being validated by subject matter experts and media experts, the developed media was tested on students. The validation results showed a very high level of feasibility, with subject matter expert scores of 78.5% and 93.8% and media expert scores of 72.9% and 80%. The diorama was able to visualize the water cycle process in an interesting and easy-to-understand manner, as indicated by the 88% response from students. The water cycle diorama is considered feasible, practical, and effective as a solution to overcome monotonous learning media and improve students' conceptual understanding and learning outcomes in Grade 5 science. Students' learning outcomes also increased significantly after using the media, as indicated by the increase in scores before and after learning.: Peserta didik mengalami permasalahan pembelajaran yang kurang aktif dikarenakan penggunaan media yang monoton dalam pembelajaran IPA di kelas V Sekolah Dasar, penelitian ini membuat diorama siklus air sebagai media pembelajaran. Penggunaan media yang monoton menyebabkan peserta didik tidak termotivasi dan tidak memahami konsep dengan baik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan Research and Development (R&D) menggunakan model ADDIE. Setelah divalidasi oleh ahli materi dan ahli media, media yang dikembangkan diujicobakan pada peserta didik. Hasil validasi menunjukkan tingkat kelayakan yang sangat tinggi, dengan skor ahli materi 78,5% dan 93,8% dan skor ahli media 72,9% dan 80%. Diorama mampu memvisualisasi proses siklus air yang menarik dan mudah dipahami, seperti yang ditunjukkan oleh respons 88% dari siswa. Diorama siklus air dianggap layak, praktis, dan efektif sebagai solusi untuk mengatasi media pembelajaran yang monoton dan meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPA kelas V. Hasil belajar siswa juga meningkat secara signifikan setelah penggunaan media, seperti yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai sebelum dan sesudah pembelajaran
ANALISIS PERAN GURU PENGGERAK DALAM MENERAPKAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DI SEKOLAH DASAR
Education aims to shape a whole person, differentiated learning is one approach that accommodates various learning needs such as readiness, interests and profiles. Differentiated learning in its application is not easy, this is where the important role of the driving teacher is, because the driving teacher has received special training that equips teachers with both knowledge and skills to accommodate the diverse learning needs of students. This study aims to describe: 1) The profile of the driving teacher. 2) The role of the driving teacher in planning and implementing differentiated learning. 3) Implications of the role of the driving teacher in implementing differentiated learning. This study uses a descriptive qualitative method, with data collection techniques in the form of interviews, observations and documentation. The informants in this study were the driving teacher and students in grades III, V and VI. The results of the study show that: 1) The profile of the driving teacher at SDN Cilegon II shows that teachers have diverse educational backgrounds, teachers are actively involved in professional development activities and make a real contribution to creating positive changes in schools. 2) In planning, teachers play a role in identifying learning needs and designing teaching modules with a differentiated approach, and in implementation, teachers act as guides, directors, facilitators, innovators, and motivators. 3) The implications of the role of the driving teacher have a positive impact on increasing self-esteem, motivation and interest in learning, as well as social and collaborative skills of students.Pendidikan bertujuan untuk membentuk manusia seutuhnya, pembelajaran berdiferensiasi merupakan salah satu pendekatan yang mengakomodasi berbagai kebutuhan belajar seperti kesiapan, minat dan profilnya. Pembelajaran berdiferensiasi dalam penerapannya tidaklah mudah, disinilah peran penting guru penggerak, karena guru penggerak telah mendapatkan pelatihan khusus yang membekali guru baik pengetahuan maupun keterampilan untuk mengakomodasi kebutuhan belajar peserta didik yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) Profil guru penggerak. 2) Peran guru penggerak dalam melakukan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi. 3) Implikasi dari peran guru penggerak dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini yaitu guru penggerak dan peserta didik kelas III, V dan VI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Profil guru penggerak di SDN Cilegon II menunjukkan guru memiliki latar belakang pendidikan yang beragam, guru memiliki keterlibatan aktif dalam kegiatan pengembangan profesional serta memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan perubahan positif di sekolah. 2) Dalam perencanaannya, guru berperan dalam mengidentifikasi kebutuhan belajar dan merancang modul ajar dengan pendekatan berdiferensiasi, serta dalam pelaksanaannya guru berperan sebagai pembimbing, pengarah, fasilitator, inovator, dan motivator. 3) Implikasi dari peran guru penggerak berdampak positif terhadap peningkatan harga diri , motivasi dan minat belajar, serta keterampilan sosial dan kolaboratif peserta didik
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN BERBASIS RELIGI DAN ALAM DALAM MEMFASILITASI PEMBELAJARAN HOLISTIK DI KELAS III SD TAHFIZH QUR’AN MARDHATILLAH
This study aims to determine how the implementation of religious and nature-based education facilitates holistic learning in grade III of Mardhatillah Tahfizh Qur'an Elementary School. The research method uses qualitative research with a descriptive type. The researcher took research sources consisting of the principal, class teachers and class III guidance teachers. Data were obtained through interviews, observations and documentation. The results of the study indicate that the basis for implementing religious and nature-based education consists of aspects of the curriculum foundation, teaching staff and students, as well as supervision and relationships with the outside community. Aspects of the process of implementing religious and nature-based education activities in facilitating holistic learning in grade III are contained in intracurricular, extracurricular and co-curricular activities using a religious and nature approach in each activity, as well as aspects of supporting and inhibiting factors for this education lie in teacher supervision and guidance, supporting activities, relationships with the community, facilities and infrastructure and student character.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi pendidikan berbasis religi dan alam dalam memfasilitasi pembelajaran holistik di kelas III SD Tahfizh Qur’an Mardhatillah. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Peneliti mengambil narasumber penelitian yang terdiri dari kepala sekolah, guru kelas dan guru pembimbing kelas III. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa landasan pelaksanakan pendidikan berbasis religi dan alam terdiri dari aspek landasan kurikulum, tenaga pendidik dan peserta didik, serta pengawasan dan hubungan dengan masyarakat luar. Aspek proses pelaksanaan kegiatan pendidikan berbasis religi dan alam dalam memfasilitasi pembelajaran holistik di kelas III tertuang pada kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler serta kokurikuler dengan menggunakan pendekatan religi dan alam pada setiap kegiatannya, serta aspek faktor pendukukung pendidikan ini terletak pada pengawasan dan bimbingan guru, kegiatan yang mendukung serta menjalin hubungan baik dengan masyarakat sekitar, sedangkan faktor penghambatnya terletak pada pengadaan sarana dan prasarana yang belum memadai dan karakter peserta didik yang bermacam-macam
INOVASI BAHAN AJAR PRAGMATIK BERBASIS KEARIFAN LOKAL DENGAN METODE PERMAINAN BAHASA (LANGUAGE GAME) DI SEKOLAH DASAR
Contextual communication skills are essential for elementary school students; however, Indonesian language learning still emphasizes structural and grammatical aspects, resulting in limited pragmatic competence. In addition, teaching materials have not optimally integrated local wisdom as a learning context. This study aims to develop and examine the effectiveness of pragmatic teaching materials based on local wisdom using the language game method in elementary schools. The research employed a Design-Based Research (DBR) approach consisting of problem analysis, prototype design, implementation and revision, and reflection. The participants were teachers and fourth-grade students at a public elementary school in Bandung. Data were collected through interviews, classroom observations, expert validation, and pretest–posttest assessments of pragmatic skills. The results indicate that the developed teaching materials achieved very high validity in terms of readability, content relevance, and integration of local cultural values. The limited trial revealed a significant improvement in students’ pragmatic competence, as the average score increased from 74.00 on the pretest to 88.74 on the posttest. In conclusion, pragmatic teaching materials based on local wisdom and implemented through language games are effective in enhancing students’ pragmatic language skills, politeness, and active participation in elementary Indonesian language learning.Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar pragmatik berbasis kearifan lokal dengan metode permainan bahasa (language game) untuk meningkatkan kemampuan komunikasi siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan Design Based Reseach (DBR) melalui empat tahap: identifikasi masalah, perancangan prototype, uji coba, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 23 siswa kelas IV SD Negeri di kota Bandung. Hasil validasi ahli menunjukkan tingkat keterbacaan 92%, kesesuaian isi 88%, dan relevansi kearifan lokal 95%. Analisis statistic dengan paired sample t-test menunjukkan peningkatan signifikan nilai rata-rata dari 74,00 (pretest) menjadi 88,74 (posttest) (p < 0,05). Bahan ajar ini terbukti efektif meningkatkan kemampuan pragmatik, kesantunan berbahasa, dan partisipasi aktif siswa. Selain itu, penerapan nilai budaya sunda seperti someah dan ajen ka batur menjadikan pembelajaran lebih kontekstual, menyenangkan, serta relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA TELITI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN SQ3R BERBANTUAN MEDIA KOMUNANG
This research aims to determine student activity and close reading ability through the SQ3R model assited by KOMUNANG media in class V students ad SDN 4Karangrowo. SQ3R is used to provide motivation for close reading. This model is applied in Indonesian language subjects in chapter 7 subchapter 2 regarding determining the main idea and main sentence of the explanatory sentence. The action hypothesis in this research is that the Implemention of the Learning I Model (SQ3R) Assited by KOMUNANG Media can increase student activity and close reading ability for class V SDN 4 Karangrowo. This type of research is classroom action research which will be carried out in class V of SDN 4 Karangrowo with research subjects of 23 students. This research took place over two cycles, each cycle consisting of four stages, namely the planning stage, implementation stage, observation stage, and reflection stage. The independent variable is SQ3R. The dependent variable is the ability to read carefully. The instruments used were interview sheets, evaluation questions, and observation sheets. The data analysis technique used is qualitative and quantitative data analysis. Student activity also increased in cycle 1 from 69% to cycle 2 to 94%. The ability to read carefully also increased in cycle 1 from 74% to cycle 2 to 84%.Penelitian ini bertujuan untuk aktivitas peserta didik dan kemampuan membaca teliti melalui model SQ3R berbantuan media KOMUNANG pada peserta didik kelas V SDN 4 Karangrowo. SQ3R digunakan untuk memberikan motivasi membaca teliti. Model ini diterapkan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia pada materi bab 7 subbab 2 tentang menentukan ide pokok dan kalimat utama kalimat penjelas. Hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah Penerapan Model Pembelajaran (SQ3R) Berbantuan Media KOMUNANG dapat meningkatkan aktivitas peserta didik dan kemampuan membaca teliti kelas V SDN 4 Karangrowo. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang akan dilaksanakan di kelas V SDN 4 Karangrowo dengan subjek penelitian 23 peserta didik. Penelitian ini berlangsung selama dua siklus, setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengamatan, dan tahap refleksi. Variabel bebas adalah SQ3R. Variabel terikat adalah kemampuan membaca teliti. Instrumen yang digunakan berupa lembar wawancara, soal evaluasi, dan lembar observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif dan kuantitatif. Aktivitas peserta didik juga mengalami peningkatan siklus 1 69% pada siklus 2 menjadi 94%. Kemampuan membaca teliti juga mengalami peningkatan pada siklus 1 74% pada siklus 2 menjadi 84%
UPAYA GURU DALAM MENANGANI KETERTINGGALAN KEMAMPUAN CALISTUNG PADA KELAS V SEKOLAH DASAR
Basic skills that every student must possess include reading, writing, and arithmetic (calistung). This study aims to describe the efforts made by teachers to address calistung learning delays among fifth-grade students at SD Negeri Lamper Tengah 02. The research employed a descriptive qualitative method, with data collected through interviews. The results revealed that teachers implemented various instructional strategies, such as remedial teaching, the use of engaging learning media, peer tutoring, active collaboration with parents, differentiated instruction, and efforts to build students’ self-confidence. These planned and consistent efforts proved effective in improving students’ calistung abilities. The findings emphasize the crucial role of teachers as facilitators and motivators in the learning process, particularly in addressing challenges in the post-pandemic era.Keterampilan dasar yang harus dimiliki seseorang adalah membaca, menulis, dan berhitung (calistung) . Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru dalam menangani ketertinggalan calistung pada peserta didik kelas V di SD Negeri Lamper Tengah 02. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data dengan wawancara. Berdasarkan penelitian yang diperoleh bahwa guru menerapkan berbagai strategi seperti pembelajaran remedial, penggunaan media pembelajran, tutor sebaya, kolaborasi dengan orang tua, diferensiasi pembelajaran, dan peningkatan kepercayaan diri. Upaya yang dilakukan secara terencana dan konsisten terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan calistung peserta didik. Penelitian ini menunjukkan pentingnya seorang guru berperan sebagai fasilitator dan motivator dalam kegiatan pembelajaran
IMPLEMENTASI PROGRAM KOKURIKULER SPELLING BEE COMPETITION SEBAGAI PENUNJANG PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS
This research aims to describe the planning of the Spelling Bee Competition co-curricular program as a support for English language learning, describe the implementation of the Spelling Bee Competition co-curricular program as a support for English language learning and explain the evaluation of the Spelling Bee Competition co-curricular program as a support for English language learning. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. The results of the research show that the planning of the Spelling Bee Competition co-curricular program as a support for English language learning consists of several stages, namely, the stage of reaching out to the future to estimate future conditions and needs (needs analysis), determining the goals to be achieved, determining the policies to be pursued regarding the goals. previously determined, determine a program, estimate the costs required, determine the schedule and work procedures to be followed. The process of implementing the Spelling Bee Competition co-curricular program as a support for English language learning focuses more on the process of determining the form of activity, then preparing the steps for implementing the activity and fulfilling the principles of organizing co-curricular activities. Evaluation of the Spelling Bee Competition co-curricular program as a support for English learning includes activity results, advantages and disadvantages of activities and follow-up activities.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan program kokurikuler Spelling Bee Competition sebagai penunjang pembelajaran bahasa Inggris, menggambarkan pelaksanaan program kokurikuler Spelling Bee Competition sebagai penunjang pembelajaran bahasa Inggris dan menjelaskan evaluasi program kokurikuler Spelling Bee Competition sebagai penunjang pembelajaran bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan perencanaan program kokurikuler Spelling Bee Competition sebagai penunjang pembelajaran bahasa Inggris yang dilakukan terdiri dari beberapa tahap yakni, tahap menggapai ke depan untuk memperkirakan keadaan dan kebutuhan masa depan (analisis kebutuhan), menentukan tujuan yang akan dicapai, menentukan kebijakan yang ditempuh terkait tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, menentukan sebuah program, memperkirakan biaya yang diperlukan, menentukan jadwal dan prosedur kerja yang ditempuh. Untuk proses pelaksanaan program kokurikuler Spelling Bee Competition sebagai penunjang pembelajaran bahasa Inggris lebih berfokus pada proses penentuan bentuk kegiatan, kemudian penyusunan langkah-langkah pelaksanaan kegiatan dan pemenuhan asas-asas penyelenggaraan kegiatan kokurikuler. Evaluasi program kokurikuler Spelling Bee Competition sebagai penunjang pembelajaran bahasa Inggris meliputi hasil kegiatan, kelebihan serta kekurangan kegiatan dan tindak lanjut kegiatan.