58 research outputs found

    Excerpts from Daqsxejn ta’ Requiem lil Leli / A modest Requiem for Leli

    Get PDF
    A Modest Requiem for Leli is a work I was commissioned to write in 2016 for All Souls Night, recited during an event organised by Heritage Malta, which took place in the former Palace of the Inquisition, an eerie and chilling place that housed the Roman Inquisition in the 16th and 17th century (Heritage Malta 2016). The event was meant as a counter to the recent enthusiasm with Halloween, a phenomenon that has swept through many European countries, including Malta. In response to what many refer to as “the Americanization of our calendar,” there has been a rise in the organization of initiatives and events that include old and long-time defunct traditions, which are more indigenous, even if less familiar (Ġużè Gatt, Email to author, June 13, 2020). [excerpt from the Introduction]peer-reviewe

    Analisis Molekuler Bakteri Mycobacterium Tuberculosis Complex (MTC) dan Nontuberculous Mycobacteria (NTM) Pada Pasien HIV Rumah Sakit Dr. Moewardi (RSDM) Surakarta

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mendapatkan isolat dan data analisis molekuler Mycobacterium Tuberculosis Complex (MTC) dan Nontuberculous Mycobacteria (NTM) pada pasien VCT (Voluntary Counseling and Testing untuk infeksi HIV) di Rumah Sakit Dr. Moewardi (RSDM) Surakarta. Data tersebut sekaligus untuk menunjang data koinfeksi dan melengkapi data epidemiologi molekuler human blood borne virus pada pasien tersebut. Sejak Oktober 2011 Group Riset Blood Borne Virus UNS mengumpulkan data dan sampel klinis dan monitoring semua pasien VCT RSDM. Monitoring itu sendiri direncanakan dilakukan setiap tahun hingga 2026. Semua sampel klinis akan dianalisis secara komprehensif, baik terkait status infeksi human blood borne virus, efek samping, perkembangan klinis, maupun koinfeksi dengan patogen lainnya (bakterial, jamur, dan parasit). Salah satu jenis bakterial yang akan diperiksa adalah Mycobacterium Tuberculosis Complex (MTC) dan Nontuberculous Mycobacteria (NTM). Skreening tersebut dilakukan menggunakan sampel sputum dan darah, menggunakan metode konvensional maupun molekuler. Laporan ini hanya melaporkan data pemeriksaan molekuler saja. Pada prinsipnya, sampel klinis dari pasien HIV akan dideteksi dengan PCR nested multiplek yang dapat mendeteksi keberadaan MTC dan atau NTM. Produk PCR positif kemudian akan disekuensing secara langsung dan dianalisis molekuler. Semua data yang didapat akan dijadikan satu dengan data lain terkait dan akan dianalisis secara komprehensif. Isolat dan data molekuler awal hasil penelitian ini nantinya akan digunakan sebagai bahan untuk pembuatan vaksin TB dengan memanfaatkan teknologi pengembangan vaksin yang sedang dikembangkan Group Riset Vaksin – Group Riset Blood Borne Virus UNS

    Analisis Molekuler Mycobacterium Tuberculosis Resisten Obat Anti Tuberkulosis pada Pasien HIV Rumah Sakit DR. MOEWARDI Surakarta

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mendapatkan isolat dan data analisis molekuler Mycobacterium tuberculosis (M. tuberculosis) pada pasien HIV di Rumah Sakit Dr. Moewardi (RSDM) Surakarta, baik yang masih sensitif maupun yang sudah resisten terhadap Obat Anti Tuberkulosis. Data tersebut sekaligus untuk menunjang data koinfeksi dan melengkapi data epidemiologi molekuler human blood borne virus pada pasien tersebut. Sejak Oktober 2011 Group Riset Blood Borne Virus UNS telah mengumpulkan data dan sampel klinis dan monitoring semua pasien HIV di RSDM (baik pasien di Voluntary Counseling Testing maupun pasien bangsal). Monitoring itu sendiri direncanakan dilakukan setiap tahun hingga 2026. Semua sampel klinis akan dianalisis secara komprehensif, baik terkait status infeksi human blood borne virus, efek samping, perkembangan klinis, maupun koinfeksi dengan patogen lainnya (bakterial, jamur, dan parasit). Salah satu jenis bakterial yang diperiksa adalah M. tuberculosis, terutama yang resisten Obat Anti Tuberkulosis. Skreening tersebut dilakukan menggunakan sampel sputum dan darah, menggunakan metode konvensional maupun molekuler. Laporan ini hanya melaporkan hasil pemeriksaan molekuler dari darah saja. Pada prinsipnya, darah dari pasien HIV dideteksi dengan PCR nested multiplek yang dapat mendeteksi keberadaan Mycobacterium tuberculosis yang resisten rifampin, ethambutol, isoniazid, ofloxacin, kanamicin, dan fluoroquinolon. Produk PCR positif dan kloning sebagian gen kemudian disekuensing dan dianalisis molekuler. Semua data yang didapat akan dijadikan satu dengan data lain terkait dan akan dianalisis secara komprehensif. Isolat dan data molekuler awal hasil penelitian ini nantinya akan digunakan sebagai bahan untuk pembuatan vaksin TB dengan memanfaatkan teknologi pengembangan vaksin yang sedang dikembangkan Group Riset Vaksin – Group Riset Blood Borne Virus UNS

    A High Incidence of Multidrug Resistant Strains as the Agents Causing Bloodstream Infection in Hospital in Indonesia

    Get PDF
    Background: Various bacteria have been identified as the agents causing bloodstream infection. Multidrug resistant (MDR) strains, such as Gram-negative pathogens producing extended-spectrum beta-lactamases (ESBL) and Methicillin-resistant S.aureus (MRSA) are potential bacterial agents causing bloodstream infection in the hospital setting. The increase of these MDR strains in bloodstream infection is alarming since there are limited antibiotic choices for treatment. This study aimed to investigate the agents causing bloodstream infection and to investigate their antibiotics susceptibility profiles. Subjects and Method: Samples were venous blood collected from patients admitted to hospital from January 2014 to December 2016. Bacteria were grown in-automated BACTEC® blood culture (BD, New Jersey, USA). The identification of MRSA strain was conducted using oxacillin susceptibility test. The bacterial identification and identification of ESBL-producing bacteria was conducted using colorimetric assay using Vitek2®system (bioMérieux).Results: The antibiotic profiles of all bacteria isolated from venous blood samples were analysed. The most bacteria isolated from the blood stream were K. pneumonia, A. baumannii, E. coli, P. Aeruginosa, E. cloacae, S. marcennes, S. haemolyticus, S. hominis, S.epidermidis, and S. aureus. Conclusions: The resistant profiles of bacteria isolated from blood stream showed that there was a high incidence of MDR bacteria, including potential ESBL-producing bacteria, carbapenemase-producing bacteria and MRSA strains.Keywords: Bloodstream Infection, Staphylococcus aureus, Extended Spectrum Betalactamase, Antibiotic Resistance.Correspondence: Betty Suryawati. Department of Microbiology, Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret, Jl. Ir. Sutami No 36A, Surakarta 57126, Central Java, Indonesia. Email: [email protected] Journal of Medicine (2019), 4(1): 28-34https://doi.org/10.26911/theijmed.2019.04.01.0

    Factors Associated with the Outcomes of Patients with Hospital-Acquired Pneumonia (HAP) at Dr. Moewardi General Hospital, Surakarta

    Get PDF
    Introduction: Hospital-acquired pneumonia (HAP) is a common infection with a poor prognosis. Previous studies on factors influencing HAP outcomes have yielded inconsistent findings. Therefore, further research is needed to determine risk factors that affect HAP outcomes. This study evaluated the factors associated with HAP outcomes to enable timely interventions to reduce mortality, costs, and length of stay (LOS). Methods: This cross-sectional study was conducted at Dr. Moewardi General Hospital, Surakarta, using medical record data from January to December 2022. The data included age, gender, malnutrition, anemia, level of consciousness, comorbidities, bacterial culture, and multidrug-resistant organisms (MDROs). The analyses were performed using the Chi-squared and Mann-Whitney U tests, followed by multiple logistic and linear regression tests to determine the correlation between risk factors and outcomes (recovery, death, and LOS). Results: This study included 102 patients with HAP, the majority being males (64.7%) aged 60 years old and above. Additionally, most patients did not exhibit malnutrition (87.3%) or anemia (96.1%), had normal levels of consciousness (67.6%) and mild comorbidities (60.8%), were not infected with MDROs (66.7%), and were predominantly infected by Klebsiella pneumoniae (21.6%). The multiple logistic regression test revealed that decreased consciousness was significantly associated with increased mortality (p < 0.001). Meanwhile, age 60 years old and above was significantly associated with a shorter LOS (p = 0.05). Conclusion: The majority of HAP cases occurred in men aged 60 years and above. Furthermore, there was a significant relationship between decreased consciousness and increased mortality, as well as between the age of 60 years and above and a shorter LOS

    Efektifitas Ekstrak Daun Jati Belanda (Guazuma ulmifolia Lamk) sebagai Antivirus Dengue secara In Vitro

    Get PDF
    EfektivitasEkstrakDaunJatiBelanda (GuazumaulmifoliaLamk) sebagai Antivirus Dengue SecaraIn Vitro The Effectiveness of the Leaf Extract of Jati Belanda (GuazumaulmifoliaLamk) as Dengue Antiviral In Vitro Yani Dwi Pratiwi, Leli Saptawati, Siti Ma’rufah Faculty of Medicine, Sebelas Maret University ABSTRAK Pendahuluan: Penyakit Demam Berdarah Dengue merupakan salah satu penyakit yang serius di dunia karena dapat menimbulkan kematian. Selama ini penanganan DBD di Indonesia hanya sebatas terapi simptomatis dan terapi suportif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas ekstrak daun Jati Belanda sebagai antivirus dengue secara in vitro. Metode Penelitian: Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimen murni dengan desain penelitian post test only control group design. Subjek adalah virus dengue serotipe 2 strain New GuineaC (DENV2 NGC) yang didapatkan dari Laboratorium Virologi dan Biologi Molekuler Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan dikerjakan mulai bulan Juni sampai November 2016. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah konsentrasi ekstrak daun Jati Belanda yang diperoleh dari Laboratorium Farmasetika Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah konsentrasi ekstrak daun Jati Belanda, sedangkan variabel terikatnya adalah nilai perseninfektivitas dan nilai persen viabilitas pada konsentrasi tertentu. Data yang terkumpul disajikan dalam bentuk tabel. Hasil:Pada konsentrasi 40µg/ml, persen infektivitas yang diperoleh adalah 12,6% dan persen viabilitasnya adalah 91,4%. Kesimpulan: Ekstrak daun Jati Belanda berpotensi efektif sebagai antivirus dengue. _____________________________________________________________________ Kata Kunci:dengue, ekstrak jati belanda, antivirus, DBD EfektivitasEkstrakDaunJatiBelanda (GuazumaUlmifoliaLamk) Sebagai Antivirus Dengue SecaraIn Vitro The Effectiveness of the Leaf Extract of Jati Belanda (GuazumaulmifoliaLamk) as Dengue Antiviral In Vitro Yani Dwi Pratiwi, Leli Saptawati, Siti Marufah Faculty of Medicine, Sebelas Maret University ABSTRACT Introduction: Dengue Haemorrhagic Fever is one of a serious disease in the world because it can cause death. During all these years, DHF in Indonesia only treated by symptomatic and supportive therapy. The purpose of this study was to determine the effectiveness of Jati Belanda leaf’s extracts as antiviral dengue in vitro. Methods: The method used is pure experimental research and the research design method is post test only control group design. The subject is dengue virus serotype 2 strain New GuineaC (DENV2 NGC) obtained from the Laboratory of Virology and Molecular Biology Department of Microbiology, Faculty of Medicine, University of Indonesiaand this research was started from June until November 2016. The independent variables in this study is the concentration of Jati Belanda leaf’s extracts obtained from Pharmaceutical Laboratory of Faculty Pharmacy, Gadjah Mada University and dependent variable are infectivity value and viability value. The collected data are presented in tables. Results:In concentration 40 µg/ml, the infectivity value is 12.6% and the viability value is 91.4%. Conclusions: The leaf extracts of Jati Belanda is potentially effective as antiviral dengue. ______________________________________________________________________ Keywords: dengue, Jati Belanda extract, antivirus,DH

    Evaluasi MetodeGeneXpert MTB/RIF dengan SampelRaw Sputum untuk Mendeteksi Tuberkulosis Paru

    Get PDF
    Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah utama di Indonesia dan dunia. Tantangan utama dalam mendiagnosis TB secara konvensional yaitu rendahnya sensitivitas deteksi pada pemeriksaan mikroskopis dan lamanya waktu yang diperlukan untuk kultur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi metode GeneXpert MTB/RIF untuk mendeteksi Mycobacterium tuberculosis dengan sampel dahak langsung di RSUD Dr. Moewardi (RSDM), Surakarta. Analisis observasional dengan pendekatan kohort retrospektif menggunakan data sekunder hasil pemeriksaan GeneXpert MTB/RIF pada sampel dahak langsung di Laboratorium Mikrobiologi Klinik RSDM pada tahun 2012-2015. Sampel didapatkan dari pasien yang memenuhi kriteria suspek multidrug-resistant tuberculosis (MDR-TB) dan sampel tersebut telah dikultur di Balai Laboratorium Kesehatan (BLK), Jawa Tengah. Data dianalisis dengan OpenEpi versi 3, Epi Info 7, dan MedCalc. Pada penelitian ini didapatkan sensitivitas, spesifisitas, nilai duga positif dan negatif (NDP dan NDN) serta akurasi metode GeneXpert MTB/RIF sebesar 93,62%, 27,17%, 68,89%, 71,21%, dan 69,21%. Prevalensi TB paru pada sampel yang diperiksa sebesar 63,27%. Rendahnya spesifisitas GeneXpert MTB/RIF mengindikasikan perlunya kultur sebagai baku emas. Namun demikian, perlu standarisasi pemrosesan sampel dahak dalam segi teknik dan waktu pengambilan sampel disertai data klinis yang memadai untuk melihat riwayat terapi yang telah diberikan pada pasien

    KARAKTER TOKOH DALAM NOVEL LANGIT MEKAH BERKABUT MERAH KARYA GEIDURRAHMAN AL-MISHRY BERBASIS NILAI-NILAI KARAKTER RELIGIUS DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA DI MADRASAH ALIYAH

    No full text
    Novel Langit Mekah Berkabut Merah work is a novel that has a lot of wisdom about religious values. Religious value of these figures seen in the overall story is actualized through the elements of the literary works of the builders. Author of the novel tells the story using language that is easy to understand and use easily understandable story line. The background of the story in the novel is parallel to the background of the life of the students, so that religious values can be utilized in the teaching of literature in class XII SMA / MA

    KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA PADA CERPEN RUSMI INGIN PULANG KARYA AHMAD TOHARI

    No full text
    Karya sastra lahir di tengah masyarakat sebagai hasil imajinasi dan kreatifitas pengarang, serta refleksinya terhadap gejala sosial yang terdapat di lingkungan sekitar lingkungan pengarang. Penelitian sastra dan analisis sastra berfungsi untuk memahami dan menjelaskan maksud-maksud cerita yang sebenarnya, serta mengapa cerita itu terjadi. Ada berbagai pendekatan yang digunakan untuk mengkaji karya sastra tesebut sesuai dengan bidang dan kajian yang dibahas. Kemudian untuk menginterpretasi karya sastra dalam bentuk cerpen yang terpenting adalah pendekatannya yaitu pendekatan segi intrinsik, sebab pendekatan atau penilaian terhadap karya sastra sering pula bergantung pada interpretasi. Ilmu-ilmu bantu yang lain yang dimaksud adalah ilmu yang ada hubungannya dengan ilmu sastra, yang diantaranya yaitu psikologi (ilmu jiwa). Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk kepribadian tokoh utama dalam cerpen Rusmi Ingin Pulang karya Ahmad TohariPendekatan yang digunakan dalam penelitian cerpen Rusmi Ingin Pulang disini adalah pendekatan pendekatan objektif psikologi sastra. Pendekatan objektif ini membatasi diri pada penelaahan karya sastra itu sendiri, terlepas dari unsur ekstrinsik yaitu pengarang dan pembaca. Hasil penelitian dilakukan dengan pengambilan data berupa kutipan dan menganalisisnya berdasarkan tujuh kategori kepribadian tokoh utama dalam cerpen Rusmi Ingin Pulang karya Ahmad Tohari.Literary work was born in the midst of society as a result of the imagination and creativity of the author, as well as his reflection on social phenomena contained in the environment around the author's environment. Literary research and literary analysis function to understand and explain the true purpose of the story, and why the story happened. There are various approaches used to study the literary work according to the field and study discussed. Then to interpret literary works in the form of short stories the most important is the approach that is the intrinsic approach, because the approach or assessment of literary works often also depends on interpretation. Other auxiliary sciences referred to are the sciences that have to do with literary science, including psychology (psychology). The problem in this study is how the personality of the main character in the short story of Rusmi Want to Go Home by Ahmad Tohari The approach used in the research of Rusmi Want Short story here is an objective approach to literary psychology. This objective approach limits itself to the study of literary work itself, apart from the extrinsic element that is the author and the reader. The results of the study were carried out by taking data in the form of quotes and analyzing them based on the seven personality categories of the main characters in the short story of Rusmi Want Home by Ahmad Tohari

    Hubungan Status Infeksi Human Immunodeficiency Virus dan Kebersihan Personal dengan Jumlah Koloni Staphylococcus Aureus pada Kulit Anak di Panti Asuhan

    Get PDF
    Manifestasi klinis infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri piogenik salah satunya S. aureus terutama pada kondisi imunokompromais seperti infeksi HIV/AIDS. Kebersihan personal mempengaruhi peningkatan risiko transmisi S.aureus melalui kontak dari individu satu ke yang lainnya, sehingga dapat meningkatkan risiko infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status HIV dan kebersihan personal dengan jumlah koloni S.aureus pada anak-anak yang tinggal di lingkungan panti asuhan. Penelitian ini merupakan studi analitik korelasi dengan rancangan cross sectional dilakukan pada dua rumah panti asuhan di kota Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia. Penelitian dilakukan pada total 32 orang subjek anak dengan rentang usia 3-10 tahun yang terbagi menjadi dua kelompok HIV negatif dan HIV positif. Kriteria eksklusi subjek adalah riwayat kinis atopi, ada lesi kulit pada tempat pengambilan sampel dan memiliki nilai CD4+&lt;500 sel/ mm3, kemudian kebersihan personal subjek didata. Uji normalitas dilakukan, kemudian dilanjutkan uji non parametrik dengan uji korelasi Eta. Nilai r ditentukan untuk melihat kekuatan hubungan kedua variabel dan signifikan apabila didapatkan p&lt;0,005. Berdasarkan analisa diketahui bahwa status HIV tidak menunjukan hubungan yang signifikan dengan jumlah koloni bakteri S. aureus (x10-2) CFU (r=0,297; p=0,098). Kebersihan personal memiliki hubungan signifikan dengan jumlah bakteri S. aureus antara lain frekuensi mandi (r=0,500; p=0,004), penggunaan sabun saat mandi (r=0,480; p=0,005), berbagi gelas (r=0,392; p=0,026), berbagi handuk (r=0,570; p=0,001), memakai alas kaki saat di rumah (r=0,355; p=0,046). Kebersihan personal dan kontak alat rumah tangga secara signifikan berhubungan dengan banyaknya jumlah koloni S.aureus di kulit anak pada kedua kelompok subjek HIV positif maupun negatif
    corecore