196,736 research outputs found

    Corak Tasawuf dalam Kitab-Kitab Tafsir Karya K.H. Ahmad Sanusi

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh perkembangan tafsir di Indonesia yang menjadikannya sebagai salah satu cara mengenal Allah (ma’rifat) melalui al-Quran (bertasawuf). Ketika kita mengenal al-Quran, maka kita akan mengenal Allah. Untuk itu, maka diperlukan seorang guru untuk membimbing kita dalam proses mengenal Allah. Al- Ghazali adalah salah satu ulama yang sangat populer dalam bidang tasawuf. Selain itu, berbagai tafsir bercorak tasawuf atau dikenal dengan istilah tafsir sufi telah banyak ditulis oleh para ulama. diantaranya, al-Futuhat al-Makiyyah dan al- Fushush al-Hikam, karya Ibn ‘Arabi(w.638 H), Kitab Ruh al-Ma’ani, karya Al-Alusi (w. 1854 M), Kitab Gharaib al-Qur’an wa Raghaib al-Furqan, karya Imam al-Naisabury, Kitab al-Qur’an al-Azhim, Qasasul Anbiya,Raqa’iq al-Muhibbin, karya at-Tusturi (w. 283 H), Kitab Haqa’iq At-Tafsir, karya al-Alamah Abu Abdurrahman al-Sulami al-Sufi (w. 412 H), Kitab Arais Al- Bayan fi Haqa’iq Al-Qur’an, karya Imam Asy-Syirazi (w. 283 H). termasuk ulama dari Indonesia, salah satunya adalah karya KH. Ahmad Sanusi (Raudhatul Irfan dan Tamsyiyatul Muslimin dan Maljau Thalibin) Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ketasawufan KH. Ahmad Sanusi yang dituangkan dalam karya-karya tafsrinya. Selain itu, juga untuk mengetahui kecendrungan (aliran) tasaeuf seperti apa yang di anut oleh KH. Ahmad Sanusi. Untuk itu, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif, dengan kitab Raudhatul Irfan dan Tamsyiyatul Muslimin sebagai sumber data utamanya. Karena data penelitian ini didominasi berupa teks, maka ada beberapa tahap yang ditempuh: pertama, tahap investigasi yaitu penelitian validasi teks, dan yang kedua tahap pemahaman, untuk mengklasifikasi teks. Bersdasarkan hasil penelitiann tersebut, dapat diperoleh kesimpulan bahwa terdapat corak tasawuf dalam kitab Raudhatul Irfan dan Tamsyiyatul Muslimin baik tasawuf akhlaki, falsafi ataupun irfani. Namun yang paling mendominasi dari ketiga jenis tasawuf tersebut, HK. Ahmad Sanusi cendrung ke arah tasawuf akhlaki. Atau dapat disimpulkan juga bahwa beliau memiliki pemikiran tasawuf modern karena tidak hanya berorientasi murni kefanaan untuk menyatu dengan Tuhan, tetapi juga pemenuhan tanggungjawab manusia sebagai khalifah Tuhan yang harus memperbaiki dirinya dengan sesama makhluk

    Peran K.H.M. Sanusi Dalam Mengembangkan Pendidikan Islam Di Pesantren Assanusi

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran KH. M. Sanusi dalam mengembangkan pendidikan Islam di pesantren Assanusi. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif, data diperoleh dari buku tanwir Al-Qulub dan wawancara dengan KH Ali Munir kemudian data dipilah dan dipilih berdasarkan yang berkaitan dengan KH. M. Sanusi dan pesantren, tehnik penulisan berdasarkan buku pedoman akademik. KH. M. Sanusi telah banyak berkiprah dalam pesantren secara materil dan non materil, penulis katakana juga memang Al-Maghfurlah KH. M. Sanusi itu hidupnya didedikasikan untuk ilmu itu terbukti dalam kisah hidup perjuangan dalam membangun dan mengembakan pesantren. Hasil menunjukkan bahwa ide dan gagasanya yang fenomenal adalah tentang penerapan metode Tahriran dan Madrasi (klasikal), Tahriran merupakan media pengajaran dan Tahriran yang dimaksud adalah alat pembelajaran yaitu penerapan tulis menulis dan menggunakan papan tulis. Dalam perjuangannya menerapkan kedua sistem tersebut mendapati tantangan yang luarbiasa dari Ulama-ulama se-Cirebon. Pada masa kemerdekaan beliau terlibat secara langsung dalam perjuangannya. Bahkan ketika pesantren diserang oleh penjajah beliau adalah orang yang mempunyai perhatian besar terhadap pesantren

    PRAKTIK PENCARIAN PASANGAN HIDUP MELALUI BIRO JODOH BAPAK SANUSI BLITAR DITINJAU DARI KONSEP KAFA’AH M. QURAISH SHIHAB

    Get PDF
    M Ilham Ahsani, 12102183091, Praktik Pencarian Pasangan Hidup Melalui Biro Jodoh Bapak Sanusi Blitar Ditinjau Dari Konsep Kafa’ah M. Quraish Shihab, Jurusan Hukum Keluarga Islam,fakultas syariah dan ilmu hukum Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Pembimbing Drs. Mashuri, M.H.I Kata Kunci : Pasangan hidup, Biro jodoh, Konsep kafa’ah M. Quraish Shihab. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya para pemuda atau pemudi yang belum menikah, bahkan umur mereka sudah mencapai batas minimal dan ada juga yang sudah melampui batas minamal rata-rata pada umumnya. Dari beberapa pihak narasumber mengatakan, bahwasannya mereka semua belum menikah dikarenakan beberapa faktor. Diantaranya, merasa kurang percaya diri terhadap orang lain (takut berkenal kepada lawan jenis), masih membeda-beda kan status sosial terhadap masyarakat, dan belum merasa cukup dengan apa yang dimilikinya. Dari ketiga faktor tersebut yang menjadi fakror dalam pembahasan disini ialah kurang percaya diri dalam berkenalan dengan orang lain. Yang sehingga orang tersebut akan meminta bantuan terhadap orang, teman, atau saudara, bahwan tokoh masyarakat desa yang biasa mencari kan jodoh terhadap kenalannya. Dan dalam mencarikan jodoh ini, hal yang sangat diperhatikan oleh tokoh masyarakat ini yaitu tentang kafa’ah atau kesetaraan antara dua calon pasangan guna terwujudnya pernikahan yang sakinah, mawaddah, warohmah, dan berkah. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini terdiri dari tiga rumusan masalah yaitu; 1) Bagaimana praktik pencarian pasangan hidup yang dilakukan melalui perantara biro jodoh bapak Sanusi Blitar. 2) Bagaimana kriteria pasangan ideal yang diterapkan dalam biro jodoh bapak Sanusi Blitar. 3) Bagaimana analisis praktik pencarian pasangan hidup melalui biro jodoh Sanusi Blitar ditinjau dari konsep kafa’ah M. Quraish Shihab. Jenis metode yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research). Dengan Metode Kualitatif dan dalam mengumpulkan data menggunakan wawancara sedangkan teknik analisis data peneneliti mengunakan reduksi data (Data Reducation), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data mengunakana akurasi, perpanjangan di lapangan, triangulasi, keteralihan, kebergantungan dan kepastian. Tahap –tatap penelitan yaitu; 1) Tahap pra lapangan. 2) Tahap kerja lapangan. 3) tahap analisis data. Hasil dari penelitian ini adalah; 1) Dalam praktik pencarian pasangan hidup Bapak sanusi menerapkan bebbrapa tahapan dalam proses perjodohan sebagai berikut, yaitu konsultasi, identitas calon pasangan, proses perjodohan, dan yang terakhir proses ta’aruf. 2) Dalam menerapkan bagaimana kriteria pasangan yang ideal, bapak Sansi berpedoman kepada Al-Qur’an Hadis,. Dan dari pedoman tersebut dapat ditarik kesimpulan kriteria pasangan yang ideal adalah memilih pasangan atas dasar agamanya, memilih pasangan atas dasar kecantikannya, memilih pasangan atas dasar keturunannya, dan memilih pasangan atas dasar hartanya. . Karena kunci dari sebuah keharmonisan dan ketentraman sebuah keluarga itu bisa dilihat dari agama seseorang tersebut 3) Dari analisis praktik pencarian pasangan hidup bapak Sanusi sesuai dengan konsep kafa’ah yang di terapakan oleh qurais sihab bahwasanya M. Quraish Shihab memiliki pandangan tersendiri tentang konsep kafa’ah bahwa kafa’ah dalam pernikahan adalah suatu hal yang sangat penting yang harus di pertimbangkan yaitu dalam hal agama dan akhlaknya. tujuan dari terbentuknya sebuah keluarga adalah terciptanya keluarga yang sakinah, mawaddah, serta rahmah

    Kredibilitas K.H. Ahmad Sanusi (1888-1950 M) dalam Penyampaian Hadis

    No full text
    Bahwa dari sisi keilmuan, sebagai cerminan kredibilitas, K.H. Ahmad Sanusi adalah ulama multi talenta keturunan Nabi SAW yang memiliki keilmuan yang luas baik dalam bidang ilmu-ilmu agama amupun umum, yang terbukti dari banyaknya karya tulis yang telah dihasilkan, sesuai pendataan pihak Jepang dan Belanda. Adapun total karya K.H. Ahmad Sanusi berjumlah 525 judul kitab, di mana 125 judul berada di Indonesia yang 80 judul darinya berhasil ditemukan penulis. Sementara 400 judul lainnya berada di perpustakaan Leiden, Belanda. Untuk judul-judul kitab yang telah didata pihak Jepang, mencakup bidang: Aqi>dah; Tafsi>r al-Qur?a>n/ Tajwi>d; H{adi>th; Fiqh (?Iba>dah, Awra>d, Du?a>, Jumu?ah); al-Lughah al-?Arabiyyah; Bala>ghah (Baya>n, Badi>?); Akhla>q; Tas}awwuf; T{ari>qah; Mant}iq; Muna>z}arah dan Ta>ri>k

    KH. Ahmad Sanusi dan Karya-Karyanya: Khasanah Literasi Ilmu-Ilmu Ajaran Islam di Nusantara

    Get PDF
    KH Ahmad Sanusi menulis sekitar tahun 1914 sampai dengan tahun 1950. Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap hasil buah karya K.H. Ahmad Sanusi. Jenis penelitian ini adalah kualitatif yang bersifat studi pustaka (library research).  Sumber data ada dua macam yaitu sumber primer yang menjadi referensi utama dan sumber sekunder yang merupakan referensi-referensi pendukung dan pelengkap. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian berupa data-data kepustakaan yang kemudian dianalisis dengan teknik analisis isi (content analysis). Berdasarkan penelusuran literatur, pada tahun 1914 sampai dengan tahun1942, K.H. Ahmad Sanusi menulis kitab tidak kurang dari 126 judul kitab, pada tahun 1946, karya K.H. Ahmad Sanusi telah mencapai hampir 200 judul kitab, dan pada tahun 1950, sebelum Ia meninggal dunia berdasarkan pengakuan keluarganya hasil karyanya  telah mencapai sekitar 480 judul kitab. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapar disimpulkan bahwa K.H. Ahmad Sanusi adalah seorang penulis nusantara yang produkti

    Design of a Single Chip, Single Core, ZVS Buck Converter in MHz Domain

    No full text
    Venturing into MHz switching frequency promotes the integration of inductive DC-DC converter into mobile devices. Combining GaN power switch with low-loss ferrite core materials opens up new possibilities for high-frequency operations. In this work, we investigate the design of a single core inductor and single chip half-bridge switch for ZVS buck converter. Design guidelines are accompanied by preliminary performance assessment via simulations. To demonstrate the performance of our device, we fabricated and tested a 20 W prototype converting 6 - 12 V to 4 V at 2 MHz switching frequency. The prototype achieves η > 90 % at Pout > 15 W and power density of 9.26 W/m2 with < 5 mm thickness

    The Sanusi movement and its influences

    No full text
    The Sanusiyya tariqa was founded by Muhammed 'Ali al-Sanusi (d. 1276/1 859). The Grand Sanusi's desire to creat around him a society living the life of primitive İslâm and his missionary zeal gave an impression, enhanced by the auterity of his Bedouin followers and the remoteness of the Sahara, of excessive puritanism and fanaticism; and some writers have compared the Sanusi movement to the Wahhabi movement on account of these supposed traits. But the Sanusi order It was also an attempt to respond to the criticism of the Wahhabis by reforming Sufisrn. The Sanusis remained Sufis. The Sanusis disapproved of the strict adherence to any one madhhab. They advocated ijtihad. They questioned the ancient belief of Sufism that it was possible to achieve union with God through spiritual exercises. Instead, they sought union with the Prophet. Indeed, it was a central aim of the Sanusis to bring about the unification of Dar al-İslâm. Muhammad 'Ali al-Sanusi was a peaceful man who opposed violence. He taught that it was only justifiable to fight ifforst attacked The fact remains that the Sanusis would not, and could not, view with ease the presence of European powers in the lands of İslâm in North Africa. Their enmity was against European powers as such. The tribakl Sanusi body of principles and teachings was probably good for the period between 1843 and 1911, and it was certainly useful in carrying out the struggle against the Italians, but it was not exactly befitting of a modern regime that was founded in 1952. Sayyid Ahmad ash- Sharif who is third leadership of the order was of a great help to the Atatürk regime when a local rebellion broke out againist it 234Senûsî tarikatı Muhammed b. Ali es Senûsî tarafından kurulmuştur. Büyük Senûsî'nin gayesi kendi çevresinde gerçek ve asli İslâmı yaştyan bir kitle oluşturmaktı. Tüm Sahra halkları ve bedevi taraftarları üzerindeki yoğun tesiri sonucu, bu amacının yaygınlaşması gerçekleşti. İnançlarından taviz vermemeleri, dindarane bir yaşamı öngörmesi ve İslâm düşmanlarına karşı sert dolayı Senûsî Hareketi, çoğu yazar tarafından, Vehhabî hareketi ile özdeşleştirilmektedir. Halbuki Senûsîlik, Sufiliğin ıslahı, ihyası yoluyla Vehhabîlerin eleştiri ve tepkisine karşılık veren bir tarikat niteliğindedir. Senüsîler sûfîolarak kendilerini tanıtmaktadırlar. Senüsîler herhangi bir mezhebe körü körüne, katı ve taassupkârhkla bağlanılmağına karşı çıktılar. İçtihadı benimsediler. Manevî uygulamalarla Allah'la bütünleşme, Allah'a ulaşma tarzında formüle edilen eski sûfîanlayıştan da endişe etmekteydiler. Buna karşılık peygamberle bütünleşmeyi, peygamberle Aynîleşmeyi öngörmekteydiler. Fakat onların sûflanlayışları hakikatlerin anlatımı, aktif bir tebliğcilik niteliğindeydi İslâm Dünyası'mn birleşip bütünleşmesi Senûsîlerin ana amacı idi Muhammed b. Ali es-Senûsî son derece barışsever, şiddete karşı bir kişiliğe sahip bulunmaktaydı. Kendilerine herhangi bir tecavüz ve saldırıda bulunulursa savaşa başvurulabileceğini ifade ederdi Kuzey Afrika'da topraklarının Avrupalı güçlerin egemeniği akma girmesini asla tanımadıkları bir gerçektir. Bu yüzden Avrupalı işgal güçlerine karşı İavw koymuşlardır. Kabile yapısına uygun, olan Senûsî kitlesi ve öğretileri JS43 yı/ıpm1911ym 1911 yjiiw kadar güzel bir seyir ortaya koymuştur. Jfalyaşlara karşı yürütülen cihadın bayraktardım da başarıyla yürütmüştür. Fakat 1952' de kurulan /^jim Senûsî felsefesiyle pek uyum sağlayamadı. Tarikatın üçüncü şeyhi Seyyid Ahmed eş-Şerif, hoş göstefyn isyanlar karşısında Atatürk'ün kurduğu rejime destek verdi 23

    Peranan K.H. Ahmad Sanusi dalam Pendidikan Islam dan Dakwah di Sukabumi Tahun 1889-1950

    Get PDF
    K.H. Ahmad Sanusi merupakan salah satu ajengan dari Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Ia merupakan tokoh yang sangat berpengaruh dalam Pendidikan Islam dan Dakwah, dan sampai sekarang terasa jasanya bagi masyarakat Kota Sukabumi dan masyarakat pada umumnya. Penelitian ini bertitik tolak dari teori The Great Man yang dikemukakan oleh Thomas Cryle yang menyatakan bahwa seseorang dilahirkan sebagai pemimpin akan menjadi pemimpin. Teori ini melihat bahwa kekuasaan berada pada sejumlah orang tertentu, yang melalui proses kemampuan memimpin atau karena keberuntungan menempati posisi sebagai pemimpin. Penelitian ini bertujuan untuk: Pertama: mengetahui bagaimana Riwayat hidup, latar belakang pendidikan dan keluarga K.H. Ahmad Sanusi. Kedua: mengetahui bagaimana peran K.H. Ahmad Sanusi dalam pendidikan Islam dan Dakwah di Sukabumi tahun 1889-1950. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah, penelitian yang mempelajari peristiwa atau kejadian di masa lampau berdasarkan jejak-jejak yang ditinggalkannya. Metode ini dilakukan melalui empat Tahapan, Pertama: Heuristik (Pengumpulan sumber-sumber primer dan sekunder), Kedua: Kritik (intern dan ekstern), Ketiga: Interpretasi (menafsirkan dan menguraikan sumber-sumber sejarah), Keempat: Historiografi (Penulisan Sejarah). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa K.H. Ahmad Sanusi dilahirkan pada pada tanggal 3 Muharram 1036 bertepatan 18 september 1889 M. Ia merupakan anak ketiga dari delapan bersaudara buah cinta K.H. Abdurrahim dengan Epok, istrinya yang pertama. Ahmad Sanusi memiliki dua orang kakak serta memiliki lima orang adik. Ia dibesarkan dari lingkungan agamis dan menimba ilmu agama Islam dari orangtuanya dan berkelana dari satu pesantren ke pesantren lainnya, ia juga sempat menimba ilmu di Mekkah sekaligus ibadah haji. Ia memiliki 3 Istri, yaitu: Hj. Siti Juwariyah, Siti Soewaedah dan Siti Halimah. Dari ketiga pernikahannya itu, dikaruniai anak sebanyak 19 orang. Sampai tahun 1942, sembilan orang anaknya telah meninggal dunia. Perluasan dalam dunia pendidikan Islam, melalui islamijjah (AII) Ahmad Sanusi mulai mengelola pendidikan. Hingga 1940, AII telah mendirikan 69 sekolah yang tersebar di bagian barat karesidenan Priangan dan Bogor. Diantaranya pesantren Syamsul Ulum, Gunung Puyuh, Sukabumi. Beberapa bangunan peninggalan K.H. Ahmad Sanusi di Pesantren Gunung Puyuh hingga sekarang masih bisa dijumpai, diantaranya Mihrab masjid, dinding sekolah dan kolam dilindungkan asrama puteri. Sedangkan dalam dakwah, selain dakwah secara lisan, majlis ta’lim, ia juga mengunakan media percetakan, diantaranya, yaitu: mengeluarkan Majalah Tamsjijjatoel Moeslimin November 1937, dan mendirikan organisasi masyarakat Persatuan Ummat Islam (PUI) yang exsis sampai hari ini

    Dr. Duane M. Jackson, Morehouse College, July 2011

    No full text
    This video is a conversation with Dr. Duane M. Jackson. Dr. Jackson talks about his paper, "Recall and the Serial Position Effect: The Role of Primacy and Recency on Accounting Students' Performance." Jackie Daniel, AUC Woodruff Library, is the interviewer
    corecore