11 research outputs found

    Gagasan dan aktiviti wartawan wanita Minangkabau pada masa kolonial Belanda

    No full text
    Orang Minangkabau yang sebahagian besarnya tinggal di Sumatera Barat dan Sumatera Tengah merupakan penganut sistem sosial matrilineal yang meletakkan wanita sebagai memainkan peranan utama dalam aktiviti sosiopolitik dan kehidupan bangsa Indonesia. Sejak abad ke-20 misalnya, kaum wanita Minangkabau sudah menunjukkan kebolehan mereka sebagai wartawan, pengarang, guru dan ahli politik. Sebagai wartawan, wanita Minangkabau adalah sangat berpengaruh dalam media massa di Indonesia, khususnya di Sumatera. Bahkan surat khabar wanita pertama di dunia Melayu, Soenting Melajoe (1912) dan Soeara Perempoean (1914), diterbitkan oleh wanita Minangkabau. Penerbitan ini, antara lain, berperanan dalam membangkitkan gerakan nasionalis dan menyuarakan emansipasi wanita. Artikel ini meneroka penerbitan akhbar pada awal abad ke-20 untuk melihat peranan wanita Minangkabau dalam kehidupan sosial dan politik di Sumatera dan Indonesia

    Memahami Bangsa Dari Kolong Negara

    No full text
    hlm; x + 289, 14 x 20 c

    RIAU PASCAKELUAR DARI SUMATERA TENGAH 1957-1985

    Full text link
    Penelitian ini mengungkapkan sejarah pemerintahan daerah Provinsi Riau. Batasan awal penelitian ini dimulai dari tahun 1957, karena pada tahun tersebut keluar Undang-Undang mengenai pembentukan Daerah Tingkat I. Keluarnya Undang-Undang ini dengan demikian Riau resmi keluar dari Sumatera Tengah, dan berdiri sebagai sebuah Provinsi. Batas akhir penelitian tahun 1985, ditandai dengan timbulnya sebuah peristiwa yang merupakan gerakan perlawanan terhadap hegemoni pemerintahan pusat yang berlangsung pada saat Orde Baru dan ABRI (TNI) Tengah berjaya. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif dengan menggunakan metode sejarah yang dibagi dalam empat tahap yaitu heuristik, kritik sumber interpretasi, dan penulisan sehingga berbentuk tulisan sejarah yang bersifat ilmiah deskritif dan analisis. Hasil penelitian menunjukan bahwa keadaan Riau pascakeluar dari Sumatera Tengah sama saja ketika berada di bawah kekuasaan pemerintahan Sumatera Tengah. Hanya terjadi peralihan kekuasaan dari Pemerintahan Sumatera Tengah ke tangan pemerintahan pusat yang sentralistik. Tuntutan masyarakat Riau masa tahun 1950-an untuk dipimpin oleh putera daerahnya juga tidak terwujud setelah Riau berdiri menjadi provinsi sendiri. Pemerintahan pusat sangat berperan dalam pengambilan keputusan atas pengangkatan Gubernur Riau. Gubernur Riau yang menjabat didominasi oleh orang di luar Riau (bukan putra daerah) dan juga sebagian besar berasal dari militer

    Ruang Poligami dalam Budaya Minangkabau: Tinjauan Historis

    Full text link
    Penelitian ini membahas tentang ruang poligami dalam budaya Minangkabau dengan tinjauan historis. Penulisan ini akan menggunakan metode sejarah yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi, serta menggunakan ilmu-ilmu sosial lainnya sebagai alatnya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat apakah dalam budaya Minangkabau dapat memberi peluang untuk poligami. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa sistem sosial dan budaya Minangkabau telah memberi peluang untuk orang berpoligami serta pihak-pihak yang berpoligami. Hal ini disebabkan oleh dua faktor, pertama karena laki-laki dalam adat Minangkabau setelah menikah hanya berstatus sumando, di mana tidak boleh menetap lama-lama di rumah sang istri. Laki-laki yang berstatus sumando hanya untuk tujuan biologis/keturunan atau menghasilkan keturunan. Jadi tidak bisa menetap  lama-lama  di  rumah  sang istri. Faktor kedua yaitu karena kebutuhan ekonomi. Faktor kedua ini, biasanya untuk kedudukan laki-laki yang berstatus penghulu atau datuak. Hal ini untuk menaikkan prestise penghulu, di mana memiliki istri lebih dari satu menjadikan posisinya makin tinggi di dalam masyarakat. 

    Asjraq Magazine 1925–1928: Minangkabau Women and Modernity

    Full text link
    This research aims to examine the progression of Minangkabau women during the 20th century as reflected through modern education represented in the women's press. As historical research, this research uses the historical method, which includes heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The focus is on the progress and development of Minangkabau women as represented in Asjraq magazine, published in Padang, West Sumatra. Asjraq was one of the women’s magazines actively advocating for the advancement and empowerment of Minangkabau women. The exploration of women’s ideas consistently colored every issue of Asjraq, presenting concepts that contributed to redefining women’s roles in an evolving modern world. These ideas also provoked reactions from Minangkabau society. Elements and expressions of modernity found in Asjraq include education, participation in associations and mass media, as well as artistic expression

    SAWAHLUNTO DULU, KINI, DAN ESOK: Menjadi Kota Wisata Tambang yang Berbudaya

    Full text link
    Kehadiran  buku  Sawahlunto  Dulu,  Kini,  dan  Esok Menjadi  Kota  Wisata  Tambang  yang  Berbudaya edisi  revisi  ini  telah  lama  kita  nantikan.  Harapan itu  kiranya  tidaklah  berlebihan  mengingat  buku  ini berkisah  tentang  proses  sejarah  yang  telah  dilalui  oleh masyarakat  dan  kota  Sawahlunto  sejak  masa  penjajahan hingga  masa  sekarang.  Sehingga  dengan  itu  dapat  pula dikenali bagaimana identitas kota Sawahlunto.  Bagi  para  orang  tua,  yang  hidup  dalam  tiga  zaman dan  ikut  terlibat  dalam  proses  sejarahnya,  akan  selalu dapat  mengingat  dan  menceritakan  mengenai  pengalaman mereka akan Sawahlunto. Akan tetapi, bagi generasi muda sudah  tentu  tidak  banyak  yang  dapat  mereka  ketahui. Sementara  generasi  muda  tersebutlah  yang  diharapkan dapat  mewujudkan  visi  kota  Sawahlunto  tahun  2020 sebagai Kota Wisata Tambang yang Berbudaya.  Bukan  hanya  itu  saja,  untuk  mewujudkan  visi tersebut pada saat ini Sawahlunto juga telah berada dalam wacana  Warisan  Budaya  Dunia  sebagai    World  (Herritage  ) UNESCO.  Pemerintah  kota  Sawahlunto  beserta masyarakatnya  saat  ini  berusaha  untuk  memenuhi  tujuan dan impian tersebut. &nbsp

    Sejarah orang Tionghoa di nusantara

    No full text
    Sejarah orang tionghoa di nusantara dapat diselesaikan dalam yang relatif singkat. buku ini dimaksudkan untuk menjadi buku refrensi bagi para guru sejarah yang memerlukan bahan ajar untuk muatan lokal disetiap provensi diindonesia. oleh karna bahan yang ditulis sangat singkat. setiap provensi hanya berkisar 15 hingga 25 halaman, materi buku ini harus dikembangkan lebih lanjut oleh sejerawan, anggota tim penulis buku.xii, 432 hlm, 25 x 17,5 c
    corecore