114,471 research outputs found

    Peranan H. M. Saleh A. Putuhena Dalam Pengembangan IAIN Alauddin Makassar

    Full text link
    Skripsi ini adalah studi tentang peranan H. M. Saleh A. Putuhena dalam pengembangan IAIN Alauddin Makassar. Adapun masalah pokok dalam skripsi ini adalah bagaimana peranan H.M. Saleh A. Putuhena dalam pengembangan IAIN Alauddin Makassar Sebagai sub masalah: pertama, Bagaimana Latar Belakang Kehidupan H. M. Saleh A. Putuhena Bagaimana? Kedua, Sejarah Awal dan Kondisi IAIN masa H. M. Saleh A. Putuhena? Ketiga, Bagaimana Pencapaian H. M. Saleh A. Putuhena dalam Pengembangan IAIN Alauddin Makassar? Penelitian ini merupakan penelitian historis, data yang digunakan adalah data kualitatif, data yang diperoleh melalui studi lapangan dan perpustakaan tahap-tahap yang ditempuh dalam proses penelitian ini meliputi tahap heuristik, kritik sumber, interprestasi data, dan historiografi. Hasil penelitian penulis dapat menyimpulkan bahwa peranan yang pertama, mencakup latar belakang kelahiran H. M. Saleh A. Putuhena. Kondisi pemerintahan ekonomi, sosial budaya, dan keagamaan, dan karakter dan kepribadiannya. Kedua membahas mengenai Sejarah awal dan kondisi IAIN Alauddin Makassar, yang dimana mengenai dengan Pasan surut IAIN dari masa kemasa, sejarannya dari UMI ke IAIN dan perkembangan untuk 30 tahun kedepan. sedangkan yang ketiga membahas mengenai pencapaian yang dilakukan oleh H. M. Saleh A. Putuhena baik dibidang Tri Darma perguruan tinggi, di bidang tri darma civitas akademika dan dibidang kelembagaan. Peneliti tertarik mengankat H. M. Saleh A. Putuhena sebagai judul tersebut karna beliau merupakan salah satu penerus pengembangan IAIN Alauddin. Sekaligus berhasil mengembangkan IAIN Alauddin yang dicanangkannya, yaitu sebagai kampus Ilmiah, Kampus Ukhuwah, dan Kampus Akhlaqiah. Peneliti memberikan rekomendasi kepada jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam agar tokoh-tokoh yang mempunyai andil dalam pengembangan IAIN/UIN Alauddin perlu mendapatkan perhatian untuk di jadikan sebagai sumber penelitian, dan kita sebagai mahasiswa Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam harus melihat perkembangan yang ada sehingga tokoh-tokoh seperti rektor dijadikan sebuah proyek pembuatan film documenter setiap periode penjabatan. sebagai media modern dan tersimpan sebagai arsip Jurusan

    DEVELOPMENT OF CHILDREN'S SELF-POTENTIAL THROUGH MAJELIS ANAK SALEH ACTIVITIES IN PAREPARE CITY: Pengembangan Potensi Diri Anak Melalui Kegiatan Majelis Anak Saleh Di Kota Parepare

    Full text link
    This study aims to determine the activities of Majelis Anak Saleh and its role in the development of children's self-potential in the city of Parepare. This research was conducted using a descriptive qualitative approach. The results found through this research are that there are several activity programs run by the Majelis Anak Saleh in Parepare City, in the form of worship coaching, moral education, talent and art development, leadership attitude development, and habits of living peacefully, healthily, and caring. Various programs of activities are carried out to realize students who obey and obey the commands of Allah SWT, as well as present awareness to stay away from the prohibitions of Allah SWT. Other activities are carried out to form the characteristics of children who love the Republic of Indonesia, love others, and always live clean. &nbsp

    Analisis Kodikologi dalam Manuskrip Al-Falaqiyah Karangan K. H. M. Burkan Saleh Kerinci

    Full text link
    Artikel ini membahas tentang naskah kitab Al-Falaqiyah karya K.H.M Burkan Saleh ditinjau dari masalah fisik naskah, kolofon: analisis kodikologi. Penelitian ini diawali dengan analisis kodikologi naskah yang menjelaskan tentang gambaran umum naskah kitab Al-Falaqiyah baik dari segi sejarah naskah, tempat penyimpanan naskah, tempat penulisan naskah atau penyalinan naskah, mempelajari seluk beluk fisik naskah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, yaitu penulis terjun langsung ke lokasi tempat penyimpanan naskah K.H.M Burkan Saleh, dengan menggunakan metode deskriptif analisis, yaitu menggambarkan objek yang diteliti dengan apa adanya sesuai dengan data-data yang diperoleh, mengumpulkan data melalui teknik wawancara, dokumentasi. Selain itu, penulis juga menggunakan studi kepustakaan dengan mencari jurnal, artikel, buku-buku yang berkaitan dengan tema penelitian. Berdasarkan penelitian ini, penulis menemukan bahwa ilmu falakiah berhasil menyentuh wilayah Kerinci yang dikembangkan oleh K.H. M Burkan Saleh di desa Tanjung Pauh pada tahun 1937 yang ditulisnya di Pondok Pesantren Madrasah Jauhar al-Islami, Tanjung Juhur, Jambi, kini manuskripnya diwariskan kepada anak dan menantunya Darti dan Rasidin di Tanjung Pauh Mudik, yang merupakan dosen IAIN Kerinci. Abstract This article discusses the manuscript of kitab Al-Falaqiyah by K. H. M. Burkan Saleh in terms of the physical problems of the manuscript, colophon and its relevance as a historical source: codicology analysis, this research begins with a codicoly analysis of a manuscript that explains the general description of the manuscript of kitab Al-Falaqiyah both in terms of the history of the manuscript, the place where the manuscript is stored, the place of writing the manuscript or copying the manuscript, studying the physical ins and outs of the manuscript. The research method used in this research is qualitative, namely, the author goes directly to the location where the manuscript of K.H.M Burkan Saleh is stored, using the descriptive analysis method, namely describing the object under study as it is in accordance with the data obtained, collecting data through interview techniques, documentation. In addition, the author also uses literature studies by looking for journals, articles, books related to the research theme. Based on this research, the author found that the science of falakiah successfully touched the Kerinci region developed by K.H. M Burkan Saleh in Tanjung Pauh village in 1937 which he wrote at the Islamic Boarding School Madrasah Jauhar al-Islami, Tanjung Juhur, Jambi, now his manuscript was inherited to his son and son-in-law Darti and Rasidin in Tanjung Pauh Mudik, who is a lecturer at IAIN KerinciArtikel ini membahas tentang naskah kitab Al-Falaqiyah karya K.H.M Burkan Saleh ditinjau dari masalah fisik naskah, kolofon: analisis kodikologi. Penelitian ini diawali dengan analisis kodikologi naskah yang menjelaskan tentang gambaran umum naskah kitab Al-Falaqiyah baik dari segi sejarah naskah, tempat penyimpanan naskah, tempat penulisan naskah atau penyalinan naskah, mempelajari seluk beluk fisik naskah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, yaitu penulis terjun langsung ke lokasi tempat penyimpanan naskah K.H.M Burkan Saleh, dengan menggunakan metode deskriptif analisis, yaitu menggambarkan objek yang diteliti dengan apa adanya sesuai dengan data-data yang diperoleh, mengumpulkan data melalui teknik wawancara, dokumentasi. Selain itu, penulis juga menggunakan studi kepustakaan dengan mencari jurnal, artikel, buku-buku yang berkaitan dengan tema penelitian. Berdasarkan penelitian ini, penulis menemukan bahwa ilmu falakiah berhasil menyentuh wilayah Kerinci yang dikembangkan oleh K.H. M Burkan Saleh di desa Tanjung Pauh pada tahun 1937 yang ditulisnya di Pondok Pesantren Madrasah Jauhar al-Islami, Tanjung Juhur, Jambi, kini manuskripnya diwariskan kepada anak dan menantunya Darti dan Rasidin di Tanjung Pauh Mudik, yang merupakan dosen IAIN Kerinci. Abstract This article discusses the manuscript of kitab Al-Falaqiyah by K. H. M. Burkan Saleh in terms of the physical problems of the manuscript, colophon and its relevance as a historical source: codicology analysis, this research begins with a codicoly analysis of a manuscript that explains the general description of the manuscript of kitab Al-Falaqiyah both in terms of the history of the manuscript, the place where the manuscript is stored, the place of writing the manuscript or copying the manuscript, studying the physical ins and outs of the manuscript. The research method used in this research is qualitative, namely, the author goes directly to the location where the manuscript of K.H.M Burkan Saleh is stored, using the descriptive analysis method, namely describing the object under study as it is in accordance with the data obtained, collecting data through interview techniques, documentation. In addition, the author also uses literature studies by looking for journals, articles, books related to the research theme. Based on this research, the author found that the science of falakiah successfully touched the Kerinci region developed by K.H. M Burkan Saleh in Tanjung Pauh village in 1937 which he wrote at the Islamic Boarding School Madrasah Jauhar al-Islami, Tanjung Juhur, Jambi, now his manuscript was inherited to his son and son-in-law Darti and Rasidin in Tanjung Pauh Mudik, who is a lecturer at IAIN Kerinc

    Photonic circuits for generating modal, spectral, and polarization entanglement

    Full text link
    We consider the design of photonic circuits that make use of Ti:LiNbO(3) diffused channel waveguides to generate photons with various combinations of modal, spectral, and polarization entanglement. Down-converted photon pairs are generated via spontaneous parametric down-conversion (SPDC) in a two-mode waveguide (TMW). We study a class of photonic circuits comprising: 1) a nonlinear periodically poled TMW structure; 2) a set of single-mode waveguide (SMW)- and TMW-based couplers arranged in such a way that they suitably separate the three photons comprising the SPDC process; and, for some applications, 3) a holographic Bragg grating that acts as a dichroic reflector. The first circuit produces two frequency-degenerate down-converted photons, each with even spatial parity, in two separate SMWs. Changing the parameters of the elements allows this same circuit to produce two nondegenerate down-converted photons that are entangled in frequency or simultaneously entangled in frequency and polarization. The second photonic circuit is designed to produce modal entanglement by distinguishing the photons on the basis of their frequencies. A modified version of this circuit can be used to generate photons that are doubly entangled in mode number and polarization. The third photonic circuit is designed to manage dispersion by converting modal, spectral, and polarization entanglement into path entanglement

    Peranan H. M. Saleh A. Putuhena dalm Pengembangan IAIN Alauddin Makassar

    No full text
    Hasil penelitian penulis dapat menyimpulkan bahwa peranan yang pertama, mencakup latar belakang kelahiran H. M. Saleh A. Putuhena. Kondisi pemerintahan ekonomi, sosial budaya, dan keagamaan, dan karakter dan kepribadiannya. kedua membahas mengenai Sejarah awal dan kondisi IAIN Alauddin Makassar, yang dimana mengenai dengan pasang surut IAIN dari masa ke masa, sejaranya dari UMI ke IAIN dan perkembangan untuk 30 tahun ke depan. Sedangkan yang ketiga membahas mengenai pencapaian yang dilakukan oleh H. M. Saleh A. Putuhena baik dibidang Tri Darma perguruan tinggi, dibidang Tri Darma civitas akademika dan dibidang kelembagaan.xii, 75 hlm.; ilus.; 27 c

    Hubungan antara Safety Climate dengan Safety Behavior Tenaga Keperawatan Rawat Inap di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh

    Full text link
    Rumah sakit termasuk dalam salah satu standar tempat kerja dengan berbagai risiko yang dapat menimbulkan dampak kesehatan bagi pegawainya. Potensi bahaya di rumah sakit selain penyakit menular yaitu ledakan, kebakaran, radiasi, material kimia berbahaya dan gas anestesi. Maka dari itu penting bagi rumah sakit menerapkan sistem K3RS. Meskipun RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh sudah membuat peraturan untuk berperilaku aman (safety behavior), namun masih ada pegawai yang belum memiliki persepsi untuk berperilaku aman saat bekerja. Safety behavior merupakan perilaku karyawan yang mementingkan keselamatan dan diterapkan dalam pekerjaannya sehari-hari, seperti menggunakan APD saat bekerja, mematuhi prosedur K3RS dan mengikuti pelatihan K3. Tujuan dari penelitian ini sendiri adalah untuk menjelaskan hubungan antara safety climate dengan safety behavior tenaga keperawatan rawat inap di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan menggunakan accidental sampling, subjek dalam penelitian ini adalah tenaga keperawatan rawat inap, responden yang didapatkan sebanyak 157, alat ukur yang digunakan yaitu safety behavior scale dan Nordic Safety Climate Questionnaire (NOSACQ-50), dan metode analisis data yang digunakan yaitu non parametrik menggunakan korelasi spearman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa safety climate memiliki hubungan dengan safety behavior (r 0.673, sig 0.05), yang artinya safety climate pada tenaga keperawatan rawat inap di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh berhubungan dengan perilaku aman saat bekerja. Sehingga RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh diharapkan tetap mampu membuat para tenaga keperawatan rawat inap selalu memiliki persepsi terhadap perilaku aman saat bekerj

    Analisa kinerja instalasi pengolahan air limbah RSUD Dr. H. Moch. Anasori Saleh Banjarmasin.

    No full text
    Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin dibangun pada tahun 2001 untuk menjaga keseimbangan lingkungan sekitar dari bahaya limbah yang dihasilkan oleh kegiatan rumah sakit. Salah satu program pengembangan RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin untuk mengantisipasi kenaikan jumlah penduduk adalah dengan penambahan kapasitas rawat inap pasien. Tujuan dari studi ini untuk mengetahui efisiensi kinerja instalasi pengolahan air limbah serta untuk mengetahui kemampuan bangunan instalasi pengolahan air limbah yang telah ada untuk mengolah debit limbah bila terjadi peningkatan kapasitas rumah sakit sehingga dapat diketahui perlu diadakan penambahan kapasitas IPAL atau tidak. Analisis IPAL dilakukan dengan cara membandingkan kualitas air hasil olahan IPAL dengan baku mutu yang berlaku (KEPMENLH no. 58 tahun 1995). Perhitungan prediksi debit air bersih dilakukan dengan ketentuan jumlah tempat tidur dan jumlah karyawan, dengan adanya peningkatan kapasitas rumah sakit pada tahun 2014 dari 215 tempat tidur menjadi 450 tempat tidur dan untuk karyawan dari 510 karyawan menjadi 620 karyawan. Sedangkan untuk prediksi debit air limbah adalah 70% dari debit air bersih. Untuk masing-masing parameter yang diukur kemudian ditentukan nilainya berdasarkan prediksi tersebut. Analisa terhadap kinerja RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin dalam menurunkan parameter BOD, COD, NH 3 , TSS, PO 4 , bakteri Escherichia Coli, Minyak-Lemak dan Deterjen dilakukan dengan pengambilan sampel air limbah untuk dibandingkan dengan baku mutu yang berlaku dan dihitung efisiensi pengurangannya, sedangkan evaluasi kapasitas IPAL sampai tahun 2014 dilakukan dengan melakukan perbandingan antara kapasitas IPAL saat ini dan kapasitas prediksi tahun 2014. Berdasarkan analisis yang dilakukan diketahui IPAL RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin tidak dapat menampung prediksi debit air limbah tahun 2014. Debit air limbah tahun 2010 adalah 95,51 m³/hari dan prediksi debit air limbah tahun 2014 adalah 162,33 m³/hari. Selain itu, hasil analisa juga menunjukkan bahwa IPAL juga tidak dapat menurunkan kadar beberapa nilai BOD, COD, TSS, dan kadar NH 3 dibawah baku mutu yang ditetapkan pemerintah. Dengan kata lain, efisiensi kinerja IPAL RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin masih rendah sehingga dapat dikatakan bahwa IPALnya masih belum bekerja secara optimal. Untuk itu direncanakan IPAL baru dengan kapasitas yang dapat menampung debit tahun 2014 dan perlu ditambahkan beberapa bangunan pengolah air limbah seperti bak aerasi (53,55 m³) , bak penampung lumpur (49 m³), bak klorinasi (13,21 m³) , dan unit RBC (50 m³) hingga kapasitas IPAL-nya 264,84 m 3 sehingga memenuhi kebutuhan maksimal debit air limbah pada tahun 2014

    Peranan Saleh Djasit dalam Pembangunan Provinsi Riau Tahun 1998-2003

    Full text link
    Djasit in Riau Province development. 3. To know us faktor endowments and the factors resricting Saleh Djasit le aders in Riau Province. In this study usig the method of qualitative and h: The purpose of the research was 1. To know the life of Saleh Djasit. 2. To know the role of Saleh istorical. Methods of qualitative research is about reseaarch that is both descriptive and tend to use analysis. Historical research is a way of revealing the back past events or research live of Saleh Djasit childhood, education and adolescence. The construction of mosques kingdom great an-nur Pekanbaru. Regional general Hospital/hospital arifin acmad Pekanbaru. Technological boarding school. Kaharuddin Nastion stadium. Politehnic Caltex. Artpavilion indrus tintin. Faculty of medicine og the University of Riau and Riau Plus high school. Supporting factors and the factors restricting Saleh Djasit Provincial leaders in Riau

    Kebijakan Pembakaran Limbah Medis Padat dengan Insenerator di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin

    Full text link
    Background: Hospital activities produce waste that can be the medium of transmission of diseases and environmental pollution. The waste should be destroyed. RSUD Dr. H. Moch. Saleh Ansari Banjarmasin have solid medical waste destruction policy use incinerator. Many things qualify for solid medical waste management is good and does not cause adverse effects to workers, patients, the public and environment. Objective: To determine how the use of an incinerator, waste management procedures, the efforts made to minimize the risk arising from operational incinerator at RSUD Dr. H. Moch. Saleh Ansari Banjarmasin. Methods: This study is a qualitative using case study design. Result: RSUD Dr. H. Moch. Saleh Ansari Banjarmasin established the policy implementation as refers to the government regulations. Although the separation of medical and non-medical wastes has been done, but building an incinerator close to several building. This can cause negative effects, especially for staff working close to incinerator building. Ash disposal using open dumping system. Separation of medical and non medical waste has been done. Transportation using special trolley. Transporting and burning activities are recorded and reported. Utilization of solid medical waste is carried out by former utilization infusion bottles. Officer of the incinerator only one person, sometimes not fuel available, the capacity of the incinerator and sometimes less damage. Disturbance of operational incinerator fumes and odors, especially in the mental ward. Conclusion: Some things should be included in the planning of the hospital incinerator repositioning away from the room, routine monitoring and inspection of the quality of incinerator ash and gas, manufacturing waste incinerator ash landfills are safe and supervision is supported by the decisive and obvious regulations. Latar Belakang: Kegiatan rumah sakit menghasilkan berbagai limbah yang dapat menjadi media penularan penyakit dan sumber pencemaran lingkungan. Limbah tersebut harus dimusnahkan, salah satu caranya adalah dengan insenerator. RSUD. Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin menetapkan kebijakan pemusnahan limbah medis padat melalui pembakaran dengan insenerator. Banyak hal dipersyaratakan untuk pengelolaan limbah medis padat yang baik sehingga tidak menimbulkan dampak buruk bagi petugas, pasien, masyarakat dan lingkungan. Tujuan: Mengetahui bagaimana pemanfaatan insenerator, prosedur pengelolaan limbah, dampak serta upaya yang dilakukan untuk memperkecil resiko yang ditimbulkan dari operasional insenerator di RSUD. Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Metode: Merupakan penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus. Hasil: RSUD Dr. H. Moch. Saleh Ansari Banjarmasin menetapkan kebijakan pelaksanaan pengelolaan limbah yang mengacu kepa- da peraturan pemerintah. Walaupun pemisahan limbah medis dan non medis telah dilakukan, tetapi bangunan insenerator berdekatan dengan beberapa ruangan. Hal ini dapat menimbul- kan dampak buruk terutama bagi petugas yang bekerja dekat dengan bangunan insenerator apalagi pembuangan abu hasil pembakaran menggunakan sistem open dumping. Pengang- kutan menggunakan troli khusus, kegiatan pengangkutan dan pembakaran dicatat dan dilaporkan. Pemanfaatan limbah medis padat yang dilakukan adalah dengan memanfaatkan bekas botol infus. Kendala dalam pengelolaan limbah adalah jumlah operator insenerator hanya satu orang, bahan bakar kadang tidak tersedia serta kondisi insenerator yang mempunyai kapa- sitas pembakaran kurang dan kadang mengalami kerusakan. Gangguan yang ditimbulkan dari operasional insenerator berupa asap dan bau terutama di ruang perawatan jiwa Kesimpulan : Beberapa hal sebaiknya dimasukkan dalam perencanaan rumah sakit yaitu penempatkan insenerator yang jauh dari ruangan, pemantauan dan pemeriksaan rutin kualitas abu dan gas buangan insenerator, pembuatan tempat pembuangan abu yang aman serta pengawasan yang di dukung dengan peraturan pengelolaan limbah medis padat yang tegas dan jelas
    corecore