1,721,378 research outputs found
Perempuan Muslim dalam Stand Up Comedy Sakdiyah Ma’ruf
Dalam pandangan masyarakat, kultur dan tafsiran agama perempuan masih lekat dengan isu ketidakadilan gender. Khususnya bagi kaum feminisme, pandangan budaya dan keagamaan yang bersifat patriarkis menjadi tantangan untuk kebebasan perempuan dan kesetaraan gender. Dengan menggunakan metode Analisis Wacana Sara Mills, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konstruksi wacana perempuan dan Islam dalam stand up comedy Komika Santri oleh Sakdiyah Ma’ruf. Peneliti menganalisis stand up comedy Komika Santri yang dibawakan oleh Sakdiyah Ma’ruf melalui tiga tahapan level analisis yaitu level kata, kalimat, dan wacana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan masih diperbincangkan sebagai korban dalam stand up comedy Komika Santri. Sakdiyah Ma’ruf menegaskan wacana bahwa ketidakadilan terhadap perempuan yang digambarkan dengan adanya pelarangan perempuan dalam beraktivitas di luar dan pembatasan hak perempuan disebabkan oleh ideologi agama yang bersifat patriarki. Melalui wacana tersebut, Sakdiyah Ma’ruf mengesampingkan bahwa diskriminasi terhadap perempuan terjadi karena praktik budaya patriarki yang menjadikan agama sebagai justifikasi untuk melakukannya.
In the view of the community, culture and the interpretation of religion is still closely related to the issue of gender injustice. Especially for feminists, patriarchal culture and religion have challenged women's liberation and gender equality. Using Sara Mills’s discourse analysis method, this study sought to understand how Muslim woman was constructed in stand up comedy Komika Santri which was delivered by Sakdiyah Ma'ruf. Researchers analyzed the stand up comedy script through three levels of analysis, including words, sentences, and discourse. The research results showed that women were mainly discussed as victims in the stand up comedy Komika Santri. Sakdiyah Ma'ruf confirms discourse that social injustices against women such as the prohibition of women to perform an outdoor activity and the restrictions of women's rights was caused by religious-based patriarchal ideology. Through such a discourse, Sakdiyah Ma'ruf ignored that discrimination against women occurred because of the practice of patriarchal culture who made religion as a justification for doing so
The Possibility of Non-Litigation Advocacy Through Comedy and a New Media: Analysis of the Indonesian Comic “Sakdiyah Ma’ruf”
Conventional prosecutions in Indonesia have failed to protect religious freedom and belief as they are often ineffective, unequal, political and authoritarian in decisionmaking for vulnerable groups (grassroots). The state, which should be responsible for protecting the rights of its citizens, instead has a tendency to criminalize victims through inflexible laws. The failings of the legal system has developed a need for non-litigation advocacy to influence public awareness, to balance information, enlarge group support and strengthen the grassroots position. This can be achieved through means such as demonstrations and campaigns through performing arts, as well as conventional arts by the educated middle class. The difficulty in these forms of advocacy has been that grassroots groups still perceive demonstrations as anarchist actions and campaigns through conventional art also less interactive, making it very difficult to engage grassroots communities. The objectives posed in this paper then, are to find the possibility of interactive non-litigation advocacy in a “new media”, and to understand to what extent the public has responded to the campaign conducted by the comic Sakdiyah Ma’ruf. This study uses descriptive content analysis focused on the issue experienced by the comic Sakdiyah Ma‘ruf. In analyzing the data, this research reveals that standup comedy presented by Sakdiyah Ma‘ruf can be used as a form of interactive non-litigation advocacy that can enlarge group support through new media about the conditions of freedom for Muslim women in Indonesia and on wider human rights discourse.
Keywords: Comedy, new media, non-litigation, advocacy, Freedo
Teknik dakwah Stand Up Comedy: kajian Stand Up Comedy Sakdiyah Ma’ruf the Bravest Coward
Penelitian ini difokuskan pada Teknik Dakwah Stand Up Comedy (Kajian Stand Up Comedy Sakdiyah Ma’ruf The Bravest Coward). Pokok permasalahan yang dikaji dalam skripsi ini, yaitu: bagaimanakah teknik dakwah dalam stand up comedy the Bravest Coward Sakdiyah Ma’ruf? Untuk menjawab permasalahan tersebut, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan dokumentasi. Sedangkan untuk teknik analisis data menggunakan teknik analisis data model Miles dan Hubeman. Stand up comedy merupakan bentuk dari seni komedi atau melawak yang disampaikan secara monolog kepada penonton. Sedangkan teknik dakwah adalah cara yang dilakukan seseorang dalam rangka mengimplementasikan suatu metode dalam berbicara di hadapan publik demi menggapai suatu tujuan tertentu. Dalam penampilan SUC-nya, Diyah menggunakan teknik dasar, callback dan rule of three, dengan tahapan penyampaian sebagai berikut; pertama, opening, berisi perkenalan singkat sakdiyah, kedua adalah materi inti, berisi kumpulan jokes disertai pidato singkat yang relevan dengan jokes yang telah atau akan disampaikan, dan ketiga, penutup, yang berisi jokes singkat dan atau kalimat untuk undur diri. Dapat ditemukan bahwa Diyah mendijadikan SUC sebagai medium untuk merefleksikan masalah konservatisme dalam komunitas Arab dan diskriminasi terhadap perempuan ataupun isu-isu sensitif lain yang terjadi pada skala lebih luas, tak hanya di komunitas Arab saja, namun pada lingkup yang lebih luas, dan disampaikan secara monolog kepada audience dengan bentuk komunikasi satu arah. SUC dapat dijadikan alternatif baru sebagai teknik dakwah untuk penyebaran informasi, pengajaran akan ilmu umum, penyadaran pada apa yang seharusnya dan tidak seharusnya dilakukan oleh manusia sehingga tercipta kebahagiaan juga kedamaian. Kunci utama dalam menerapkan SUC sebagai teknik dakwah yaitu terdapat pada pemilihan kata atau diksi, juga rangkaian kalimat, isi topik yang dipilih dan teknik yang digunakan
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
HAMBATAN SOSIAL “DRIVER” OJEK ONLINE PEREMPUAN (STUDI 5 “DRIVER” OJEK ONLINE PEREMPUAN di KOTA PADANG)
ABSTRAK
Sakdiyah, BP 1210813022, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas. Judul Skripsi: Hambatan Sosial driver Ojek Online Perempuan Studi 5 Driver Ojek Online Perempuan di Kota Padang. Penulisan ini membahas tentang Hambatan Sosial driver Ojek Online Perempuan Studi 5 Driver Ojek Online Perempuan di Kota Padang. Pembimbing I Drs. Yulkardi, M.SI danPembimbing II Dr. Jendrius, M.Si
Penelitian ini membahas tentang hambatan sosial driver ojek 0nline Perempuan Studi 5 Driver ojek online Perempuan di Kota Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hambatan apa saja di rasakan driver ojek online Perempuan di Kota Padang. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Datanya diambil melalui observasi dan wawancara mendalam. Untuk pemilihan informan dilakukan secara purposive (bukan acak) yaitu dengan kriteria perempuan yang sudah bekerja kurang lebih selama dua tahun, berdomisili di Kota Padang, sudah berkeluarga ataupun belum berkeluarga. Alasan menggunakan teknik ini adalah untuk menjaring sebanyak mungkin informasi dari sumber. Informan yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 5 orang.
Teori dalam penelitian menggunakan Teori Fungsionalisme Struktural. Talcott Parsons terkenal dengan empatimperatif fungsional bagi sistem “tindakan“ yaitu skema AGIL. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti mengenai Hambatan Sosial driver Ojek Online Perempuan Studi 5 Driver Ojek Online Perempuan di Kota Padang. Dapat ditarik kesimpulan Driver ojek online perempuan adalah sebuah pekerjaan publik. Pekerjaan yang menawarkan jasa.Peran yang dimiliki oleh perempuan pengemudi adalah peranganda yaitu “public” dan “domestic”.
Hambatan adalah usaha yang hasilnya dari dalam diri sendiri yang memiliki sifat atau tujuan untuk menghalangi melemahkan suatu keinginan ataupun kemajuan yang hendak di capai. Bekerja sebagai driver ojek online perempuan tentunya akan menimbulkan dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif tentunya mengacu pada dalam pemenuhan kebutuhan, bekerja sebagai driver ojek online perempuan ekonomi keluarga stabil sedangkan dampak negatifnya lebih mengarah pada hambatan. bahwa Driver Ojek Perempuan di kota Padang bekerja sebagai driver dikarenakan Tuntutan Ekonomi, Butuh Pekerjaan, Pendapatan lumayan , orderan banyak, waktu fleksibel dan satus pekerjaan. Tuntutan ekonomi yaitu karena kebutuhan hidup di kota Padang banyak dan mahal. Butuh pekerjaan yaitu karena masyarakat tidak memiliki pekerjaan ditengan sulitnya mendapatkan pekerjaan dan minimnya sumber daya manusia yang dimiliki.
Kata Kunci: Hambatan, Hambatansosial, Driver Perempuan
ABSTRACT
Sakdiyah, BP 1210813022, Faculty of Social and Political Sciences, Andalas University. Thesis Title: Social Obstacles for Online Ojek Drivers for Women Study 5 Female Ojek Drivers Online in Padang City. This writing discusses the Social Obstacles of Ojek Online drivers for Women Study 5 Female Ojek Drivers Online in the City of Padang. Advisor I Drs. Yulkardi, M.SI and Advisor II Dr. Jendrius, M.Sc.
This study discusses the social barriers of 0nline motorcycle taxi drivers for Women Study 5 Female motorcycle taxi drivers in Padang City. This research aims to find out what obstacles are felt by female online motorcycle taxi drivers in the city of Padang. In this study using qualitative research methods with descriptive research types. The data is taken through observation and in-depth interviews. For the selection of informants conducted purposively (not randomly), namely by the criteria of women who have worked for approximately two years, are domiciled in the city of Padang, have a family or have not had a family. The reason for using this technique is to capture as much information as possible from the source. The informants taken in this study amounted to 5 people.
Theory in research uses the theory of Structural Functionalism Theory. Talcott Parsons is famous for four functional imperatives for the "action" system, namely the AGIL scheme. Based on the results of research conducted by researchers on Social Barriers to Ojek Online drivers, Women Study 5 Female Ojek Drivers Online in the City of Padang. can be concluded the female online motorcycle taxi driver is a public job. Jobs that offer services. The role that is owned by female drivers is the dual role of "public" and "domestic".
Obstacles are efforts that result from within oneself that have the nature or purpose to prevent weakening a desire or progress to be achieved. Working as a female online motorcycle taxi driver will certainly have a positive and negative impact. Positive impact certainly refers to meeting the needs, working as an online motorcycle taxi driver, women in the family economy are stable while the negative impact is more on obstacles. that the Female Ojek Driver in the city of Padang worked as a driver due to the Economic Demands, Needs a Job, Fair Income, Lots of orders, Flexible time and Work status. economic demands, namely because of the necessities of life in the city of Padang, many and expensive. Need a job because the community does not have a job with the difficulty of getting a job and the lack of human resources.
Keywords: Obstacles, social barriers, female driver
PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN HARGA TERHADAP MINAT KONSUMEN PADA BROWNIES KUKUS MAR’ATUSSHOLIHAH MENURUT EKONOMI SYARIAH
ABSTRAK
Halimatus Sakdiyah, 2022 : Pengaruh Kualitas Produk dan Harga terhadap
Minat Konsumen Pada Brownies Kukus
Mar’atussholihah Menurut Ekonomi Syariah
Penelitian ini dilatar belakangi oleh persaingan yang ketat pada setiap
pelaku bisnis dan banyaknya variasi oleh-oleh lainnya yang beraneka ragam dan
harga yang menyebabkan terjadinya kenaikan dan penurunan penjualan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh kualitas produk
dan harga terhadap minat konsumen secara parsial dan secara simultan, dan juga
bagaimana pengaruh kualitas produk dan harga terhadap minat konsumen pada
Brownies Kukus Mar’atussholihah menurut ekonomi syariah.
Populasi pada penelitian ini adalah rata-rata dari jumlah konsumen pada
Brownies Kukus Mar’atussholihah selama bulan Juni 2021 – November 2021
yang berjumlah 586. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus slovin
dengan jumlah sampel sebanyak 85 orang. Teknik pengumpulan data
menggunakan kuesioner, dokumentasi, observasi dan wawancara yang mana
metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, penelitian ini
menggunakan data primer dan data sekunder.Teknis analisis data dalam penelitian
ini menggunakan Uji Asumsi Klasik, Regresi Berganda, Uji Hipotesis (Uji t dan
Uji F), dan Koefisien Determinasi.
Hasil penelitian pada kualitas produk diperoleh nilai thitung> ttabel(2,927
>1,98932) dan pada harga diperoleh nilai thitung > ttabel(2,490 > 1,98932)artinya
kualitas produk dan harga berpengaruh harga secara persial terhadap minat
konsumen. Hasil perhitungan uji F diperoleh Fhitung > Ftabel (3,231 > 3,11)
artinya kualitas produk dan harga berpengaruh secara simultan terhadap minat
konsumen.
Kata Kunci: Kualitas Produk, Harga, dan Minat Konsume
PREVALENSI ABSES SUBMUKOSA DI KLINIK BEDAH MULUT RSGM UNIVERSITAS JEMBER TAHUN 2007-2011 (Penelitian Deskriptif)
RINGKASAN
Prevalensi Abses Submukosa di Klinik Bedah Mulut RSGM Universitas Jember
Tahun 2007-2011 (Penelitian deskriptif); Aminatus Sakdiyah, 091610101014; 2013;
49 halaman; Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember.
Infeksi Odontogen merupakan kasus yang sering di temukan di rumah sakit,
poliklinik, puskesmas, maupun praktek dokter gigi. Salah satu penyebaran dari
infeksi odontogen yang sering terjadi adalah terjadinya abses submukosa. Penelitian
mengenai infeksi odontogen khususnya mengenai abses submukosa dianggap penting
karena informasinya masih jarang didapatkan. Demikian juga di RSGM Universitas
Jember. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi abses submukosa
di Klinik Bedah Mulut RSGM Universitas Jember tahun 2007-2011.
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif di instalasi rekam medis RSGM
Universitas Jember. Variabel penelitian ini adalah prevalensi abses submukosa.
Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang pernah di diagnosa di Klinik
Bedah Mulut RSGM Universitas Jember bulan Januari 2007- Desember 2011.
Sampel penelitian ini menggunakan data di Instalasi rekam medis RSGM Universitas
Jember bulan Januari 2007- Desember 2011. Data dianalisis kemudian ditentukan
prevalensi Abses Submukosa di Klinik Bedah Mulut RSGM Universitas Jember
tahun 2007-2011, kemudian disajikan dengan tabel dan grafik.
Hasil Penelitian menunjukkan prevalensi abses submukosa di Klinik Bedah
Mulut RSGM Universitas Jember tahun 2007-2011 sebanyak 85 kasus dengan
kelompok usia terbanyak adalah masa tua sebanyak 48,23%, dari jenis kelamin
terbanyak yaitu laki-laki sebanyak 54,11%, pada regio gigi terbanyak adalah gigi
vii
molar satu atas kiri sebanyak 28,23%, untuk anatomi gigi penyebab yang banyak
terjadi adalah gangren radik sebanyak 75,29%
- …
