1,720,968 research outputs found

    Analisis Karakteristik Butir Tes Matematika Pada Tes Buatan MGMP Matematika Kota Makassar Berdasarkan Teori Moderen (Teori Respon Butir)

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui kualitas karakteristik Butir Tes Matematika pada Tes Buatan MGMP Kota Makassar Didasarkan pada Teori Respons Butir. Penelitian ini adalah penelitian eks post facto. Subjek penelitian adalah peserta didik SMP se-Kota Makassar yang mengikuti tes Matematika Tahun Pelajaran 2013/2014. Objek yang dipilih adalah butir soal matematika objektif pilihan ganda buatan MGMP Kota Makassar yang terdiri atas 5 Paket soal dengan jumlah butir sebanyak 40 item untuk masing-masing paket. metode yang dipergunakan dalam mengumpulkan data adalah metode dokumentasi, dengan mengumpulkan respon siswa pada soal try out UN matematika buatan MGMP Kota Makassar, yang kemudian dianalisis secara kuantitatif berdasarkan teori moderen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada analisis dengan teori modern, rata-rata soal matematika buatan MGMP kota Makassar untuk semua paket yang sesuai model ada sebesar 76% untuk 1 parameter, 67% untuk 2 parameter ,dan 73% untuk 3 parameter, fungsi informasi yang pada umumnya di bawah 50% mengindikasikan bahwa secara keseluruhan keandalan dari semua paket soal masih tergolong kurang andal, umumnya paket soal yang diujikan pada try out UN Matematika oleh MGMP Kota Makassar, memiliki indeks kesukaran dengan kategori kurang baik, daya pembeda kurang baik, namun indeks tebakan semu masih dalam kategori baik. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa, kualitas karakteristik butir soal try out UN matematika buatan MGMP Kota Makassar ditinjau dari teori modern (teori respon butir) umumnya berada pada kategori kurang baik dengan persentase sebesar 48%

    Uji model instrumen The Mathematical Development Beliefs Survey (MDBS) pada pendidikan prasekolah

    Full text link
    Pembelajaran matematika diusia anak usia dini menjadi perdebatan banyak ahli. Beberapa menganggap bahwa dalam menghadapi dunia modern abad 21, matematika menjadi modal awal untuk berkembang dan bersaing. Ahli lain menganggap anak usia dini masih usia bermain sehingga matematika belum menjadi prioritas dalam pembelajaran prasekolah. Oleh karena itu, melalui penelitian ini peneliti akan menguji model instrumen The Mathematical Development Beliefs Survey (MDBS). Metode penelitian menggunakan metode survey dengan responden calon guru pendidikan anak usia dini sebanyak 34 responden. Analisis data menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) untuk menguji validitas, sedangkan reliabilitas instrumen dianalisis dengan menggunakan Cronbach’s alpha. Deskripsi hasil penelitian ini lebih lanjut dipaparkan pada bagian pembahasan artikel ini. Harapannya instrumen ini dapat digunakan untuk menganalisis persepsi guru maupun calon guru paud terhadap pembelajaran matematika pada pendidikan prasekolah

    Konstruksi dan Analisis Psikometri serta Aplikasinya untuk Instrumen Sikap dan Minat Calon Guru Matematika.

    No full text
    Penelitian ini bertujuan: (1) Mendeskripsikan konstruksi instrumen pengukuran sikap dan minat calon guru terkait profesi guru matematika, (2) Menganalisis karakteristik psikometri instrumen pengukuran sikap dan minat calon guru terkait profesi guru matematika, dan (3) Mendeskripsikan hasil pengukuran sikap dan minat calon guru terkait profesi guru matematika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrument development dilanjutkan pengukuran minat dan sikap calon guru matematika. Penelitian ini melalui tiga tahap, yaitu tahap pengembangan instrumen, tahap uji coba, dan tahap aplikasi instrumen. Penelitian ini melibatkan calon guru yakni siswa kelas XII SMA/sederajat dan calon guru yakni mahasiswa program studi matematika. Teknik sampling yang digunakan adalah convenience yang merupakan sampel dari hypothetical population sebagai populasi yang ditetapkan dengan kriteria yang dimiliki oleh sampel yang ada. Validitas isi instrumen diperoleh melalui expert judgement dan validitas konstruk diperoleh melalui CFA. Karakteristik butir instrumen diperoleh menggunakan pendekatan Rasch Rating Scale Model (RSM), ambang batas (cut off score) menggunakan Receiver Operator Characteristic (ROC), dan menentukan kelulusan calon guru matematika menggunakan metode Confusion Matrices. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Konstruksi instrumen sikap calon guru matematika terhadap profesi guru matematika yang dikembangkan berdasarkan kajian literatur terdiri dari tiga dimensi yakni dimensi internal, altruistis, dan eksternal. Sementara instrumen minat calon guru matematika terdiri dari dua dimensi yakni verbal dan non-verbal, (2) Instrumen sikap calon guru matematika yang dikembangkan memiliki validitas isi lebih dari 0,76 dan reliabilitas internal lebih dari 0,727; instrumen yang digunakan dalam pengukuran memiliki item memiliki nilai Infit dan Outfit MSQ antara 0,5 – 1,5 sehingga fit dengan model; dan informasi instrumen optimal pada interval kemampuan -4 sampai 5,5 skala logit. Instrumen minat calon guru matematika yang dikembangkan memiliki validitas isi lebih dari 0,76, validitas konstruk tercapai dengan standard loading factor di atas 0,5, validitas konvergen tercapai dengan AVE lebih dari 0,50, validitas diskriminan tercapai dengan akar kuadrat dari AVE setiap konstruk yang terbentuk lebih besar daripada interkorelasi dengan konstruk lainnya; reliabilitas komposit masing-masing faktor > 0.60, reliabilitas internal 0,94; instrumen yang digunakan dalam pengukuran memiliki item memiliki nilai Infit dan Outfit MSQ antara 0,5 – 1,5 sehingga fit dengan model; dan informasi instrumen optimal pada interval kemampuan -2 sampai 5,5 skala logit, dan (3) Hasil pengukuran sikap calon guru matematika menunjukkan kelompok siswa dan mahasiswa memandang profesi guru sebagai profesi yang biasa saja (kategor netral). Hasil pengukuran minat calon guru matematika menunjukkan minat siswa menjadi guru matematika tergolong rendah sedangkan mahasiswa memiliki minat yang tinggi menjadi guru matematika. Penggunaan instrumen sikap dan minat menghasilkan 24 (5,99%) dari 401 kandidat calon guru matematika yang memiliki peluang menjadi guru matematika

    IMPLEMENTASI LESSON STUDY PADA MATA KULIAH KALKULUS LANJUT PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

    Full text link
    Kegiatan Lesson study pada Mata kuliah kalkulus lanjut merupakan salah satu upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menentukan strategi dan media yang tepat untuk menunjang pembelajaran sehingga dapat meningkatkan kemampuan kalkulus mahasiswa serta meningkatkan kreativitas dosen dalam memilih dan mengembangkan strategi dalam pembelajaran. Kegiatan lesson study ini dilaksanakan pada tanggal 16 April 2015 sampai tanggal 11 Mei 2015 pada mata kuliah kalkulus yang diampu oleh dosen model dan observer yang terlibat dalam kegiatan ini, serta melibatkan beberapa dosen pengampu dari mata kuliah statistika, teori peluang, dan persamaan diferensial. Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 siklus. Hasil dari kegiatan ini adalah: pembelajaran di kelas lebih dinamis ditandai dengan semangat mahasiswa dalam bertanya dan menjawab soal lebih tinggi frekuensinya, pemahaman mahasiswa lebih baik, masalah pembelajaran yang sering dialami oleh dosen pengampu dapat teratasi. Kata Kunci: Lesson Study, Kalkulus Lanjut

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore