2,116 research outputs found
Ghali Amin Oral History
Galal Amin was an economics professor the American University in Cairo from the late 1970s through the early 2000s, in addition to being a renowned Egyptian public intellectual, author, and columnist. He describes his father, a prominent academic, and outlines his own early education and life as a graduate student in London, and early career as an economist in Kuwait. He mentions early teaching stints at AUC starting in 1967, contrasting the social class of students then with those in later years, and tells how he came permanently to AUC later in the 1970s. Amin briefly outlines changes in the Economics department over the years, and offers some commentary on AUC students (specifically changes in academic quality over time). He also speaks about the university’s relationship with Egyptian politics and government, including an anecdote about an AUC committee he served on after the 1973 war. His research interests and writings are also covered
Galal Amin Oral History
Galal Amin was an economics professor the American University in Cairo from the late 1970s through the early 2000s, in addition to being a renowned Egyptian public intellectual, author, and columnist. He describes his father, a prominent academic, and outlines his own early education and life as a graduate student in London, and early career as an economist in Kuwait. He mentions early teaching stints at AUC starting in 1967, contrasting the social class of students then with those in later years, and tells how he came permanently to AUC later in the 1970s. Amin briefly outlines changes in the Economics department over the years, and offers some commentary on AUC students (specifically changes in academic quality over time). He also speaks about the university’s relationship with Egyptian politics and government, including an anecdote about an AUC committee he served on after the 1973 war. His research interests and writings are also covered
Pengembangan Laboratorium IPS berbasis augmented reality di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk laboratorium IPS berbasis Augmented Reality (AR), mengevaluasi kelayakannya, serta menganalisis pengaruhnya minat belajar mahasiswa di PTKIN. Penelitian ini didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada tahun anggaran 2024. Tim peneliti terdiri dari empat anggota, yaitu Abdul Bashith sebagai ketua, serta Saiful Amin, Lusty Firmantika, dan Muchammad Akbar Kurniawan sebagai anggota. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengkaji potensi pemanfaatan laboratorium IPS berbasis Augmented Reality dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran di perguruan tinggi
Pengembangan Laboratorium IPS berbasis augmented reality di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk laboratorium IPS berbasis Augmented Reality (AR), mengevaluasi kelayakannya, serta menganalisis pengaruhnya minat belajar mahasiswa di PTKIN. Penelitian ini didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada tahun anggaran 2024. Tim peneliti terdiri dari empat anggota, yaitu Abdul Bashith sebagai ketua, serta Saiful Amin, Lusty Firmantika, dan Muchammad Akbar Kurniawan sebagai anggota. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengkaji potensi pemanfaatan laboratorium IPS berbasis Augmented Reality dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran di perguruan tinggi
Qasim Amin y John Stuart Mill: las razones de la esclavitud femenina
Qasim Amin (1863/5-1908) was not the first Arab author in the context of contemporary Islam who wrote and campaigned for the liberation of women, but has been considered the first theorist and the antecedent par excellence in the history of the Egyptian feminist movement. The aim of this paper is to characterize the author feminism in relation to its assessment of the crisis in the Arab world. In particular, I focus on the following issues: Amin’s thesis on female slavery and the relationship between its causes and reformism of the author, according to the criteria he himself points out: freedom and common interest. To further characterize his position, I also consider Amin’s thesis in relation to some of the criticisms and proposals of Stuart Mill on the subjugation of women, one of his sources of inspiration.Qasim Amin (1863/5-1908) no fue el primer autor árabe que en el contexto del islam contemporáneo escribió y militó a favor de la liberación de las mujeres, pero ha sido considerado el primer teórico y el antecedente por excelencia del movimiento feminista egipcio. El objetivo de este artículo es caracterizar el feminismo del autor en relación a su diagnóstico sobre la crisis de mundo árabe. Me centro para ello en las siguientes cuestiones: las tesis de Amin sobre la esclavitud femenina y la articulación entre sus causas y el reformismo del autor atendiendo a los criterios que él mismo señala: la libertad y el interés común. Para caracterizar mejor su posición, considero también las tesis de Amin en relación a algunas de las críticas y propuestas de Stuart Mill sobre el sometimiento del mujer, al ser Mill una de sus fuentes de inspiración
KONSEP PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL MENURUT AMIN ABDULLAH
ABSTRAK
Menurut Amin Abdullah, cara yang paling tepat untuk mempertahan kan tradisi dan identitas keagamaan di atas adalah melalui jalur pendidikan. Hal ini disebabkan karena pendidikan adalah alat yang paling efektif untuk meneruskan,melanggengkan, mengawetkan, dan mengonservasi tradisi dari satu generasi kegenerasi selanjutnya, dari abad yang satu ke abad yang lain.Jenis penelitian yang digunakan Penelitian Kualitatif, sementara Penelitian ini bersifat deskriilif, jenis data dalam penelitian ini terdiri dari 2 jenis data primer dan data skunder, pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan studi kepustakaan, sedangkan pengolahan datanya dengan menggunakan editing. koding, tabulasi dan interprestasi data adapun analisis datanya nenggunakan analisis kualitatif.
Berdasarkan Hasil penelitian di atas tentang Konsep pendidikan Islam Multikultural menurut Amin Abdullah adalah pendidikan agama yang bernafaskan perdamaian, merniliki kepekaan terhadap realitas sosial, lebih mengutamakan keselamatan sosial, serta dilandasi dengan nilai-nilai persatuan dan keadilan seperti yang terkanoung dalam al-Qur'an dan hadis sehingga peserta didik mampu menerirna, mengakui dan menghargai perbedaan orang lain. Pendidikan agama Islam multikultural rnenggunakan seperangkat metodolc;;: !:;:)ilmuan yang dapat membantu sescorang memahami pengetahuan secara komprehensif, yakni hermeneutika.
Para pendidiknya harus mampu menyampaikan, rnemahamkan sampai mewariskan tradisi yang sudah diyakini sebagai suatu kebenaran yang mutlak dan mampu memberi pemahaman kepada peserta didik untuk mampu mengakui, menerima dan menghargai keberadaan kelompok lain. Tujuan pendidikan Agama Islam Multikultural adalah menciptakan masyarakat madani yang menjunjung tinggi konsep social contract, yaitu sebuah konsep yang setiap individu dan kelompok memiliki hak dan kewajiban sama, meskipun mereka berada di bawah latar belakang yang berbeda. Urgensi pendidikan multicultural dalam pendidikan Islam menurut Amin Abduliah adalah membangun pemahaman beragama yang inklusif dan menciptakan kerukunan antarumat beragama
TAREKAT NAQSYABANDIYAH KHALIDIYAH SURAU HAQQUL AMIN DI KARANGPANDAN TAHUN 2004-2016
Muhammad Alamsyah Al Fauzi. C0513031. 2017. Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah Surau Haqqul Amin Karangpandan. Skripsi: Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini membahas tentang: (1) Latar belakang berdirinya Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah Surau Haqqul Amin Karangpandan, (2) Apa saja kegiatan Jamaah Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah Surau Haqqul Amin di Karangpandan, (3) Bagaimana perkembangan Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah Surau Haqqul Amin di Karangpandan tahun 2004-2016. Penelitian ini menggunakan metode historis yaitu heuristik, kritik sumber (kritik intern dan kritik ekstern), interpretasi dan historiografi. Sumber penelitian dikumpulkan melalui studi dokumen, arsip, dan wawancara. Arsip primer yang digunakan antara lain arsip jamaah Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah Haqqul Amin dan wawancara dengan pengurus dan jamaah jamaah Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah Haqqul Amin. Adapun sumber sekunder yang digunakan adalah buku-buku referensi yang berkaitan dengan Tarekat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan latar belakang berdirinya Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah Surau Haqqul Amin Karangpandan adalah pada tahun 2002 Darmodjo Roespandji membuka tempat wirid Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah Kadirun Yahya di bawah naungan Yayasan Prof. Dr. Kadirun Yahya dengan nama IOP Saiful Amin Karangpandan di rumahnya yang beralamat di Saptomulyo desa Doplang kecamatan Karangpandan kabupaten Karanganyar. Setelah Prof Dr Kadirun Yahya berlindung terjadi perbedaan cara meneruskan Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Darmodjo Roespandji memilih mengikuti pimpinan peramalan surau Qutubul Amin Arco. Kegiatan yang dilakukan jamaah Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah Surau Haqqul Amin adalah sebagai berikut : Sholat berjamaah, dzikir berjamaah, pengajian, pemasukan tarekat, ziarah akbar dan suluk. Perkembangan Tarekat Naqsyabandiyah Surau Haqqul Amin di Karangpandan mengalami tiga kali perubahan struktur organisasi dari Alkah Karangpandan di bawah perkumpulan Majelis Dzikir Al-Haq Sapto Mulyo (2004-2006) kemudian menjadi Surau Haqqul Amin masih di bawah perkumpulan Majelis Dzikir Al-Haq Sapto Mulyo (2006-2011) dan terakhir surau Haqqul Amin di bawah Yayasan Haqqul Amin (2011-sekarang) Kata Kunci: Naqsyabandiyah, Khalidiyah, Kadirun Yahya, Surau Haqqul Amin, Tareka
ANALISIS BUKU TEKS GEOGRAFI SMA KELAS XII PADA MATERI POLA KERUANGAN DESA DAN KOTA DALAM BUKU SEKOLAH ELEKTRONIK (BSE) TERBITAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
ABSTRAK Amin, Saiful. 2011. Analisis Buku Teks Geografi SMA Kelas XII pada Materi Pola Keruangan Desa dan Kota dalam Buku Sekolah Elektronik (BSE) Terbitan Departemen Pendidikan Nasional. Skripsi, Jurusan Geografi, Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Edy Purwanto, M.Pd. (II) Drs. Budi Handoyo, M.Si. Kata Kunci: analisis teks, BSE, Pola Keruangan Desa dan Kota. Buku teks merupakan salah satu bahan ajar yang penting dalam kegiatan pembelajaran, terlebih lagi bagi guru yang tidak mampu atau tidak siap membuat bahan ajar sendiri. Buku teks yang baik harus memiliki isi materi sesuai dengan kurikulum yang berlaku, menyajikan materi pelajaran sesuai dengan konsep yang benar, menggunakan bahasa baku, dan penyajian gambar harus menarik serta sesuai dengan materi pembelajaran. Hasil survei pada buku teks Geografi SMA kelas XII terbitan Departemen Pendidikan Nasional, pada materi Pola Keruangan Desa dan Kota, masih terdapat banyak kesalahan. Kesalahan tersebut meliputi kesesuaian isi materi dengan kurikulum, kebenaran konsep, kebenaran bahasa, dan fungsi gambar. Untuk itu, diperlukan suatu analisis yang mendalam untuk mengkaji kekurangan dan kelebihan dari BSE yang telah beredar. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat kesesuaian isi dengan kurikulum, tingkat kebenaran konsep, tingkat kebenaran bahasa, dan fungsi media gambar yang terdapat dalam buku ajar BSE Geografi kelas XII. Penelitian ini merupakan penelitian analisis isi dengan menggunakan dokumen sebagai objeknya. Rancangan penelitian menggunakan teknik analisis isi untuk mendeskripsikan secara objektif, sistematis, dan kumunikatif dengan menggunakan separangkat prosedur untuk menarik kesimpulan dari sebuah buku teks. Populasi dalam penelitian ini adalah semua Buku Sekolah Elektronik Geografi kelas XII terbitan DIKNAS yang telah beredar. Penentuan sampel menggunakan Purposive Sampling, yakni BSE yang berjudul Geografi untuk Kelas XII SMA/MA, karangan Eny Anjayani dan Tri Haryanto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa isi materi yang tidak sesuai dengan indikator, kebenaran konsep (konsep terdefinisi dan konsep konkret) masih salah, kebenaran bahasa dalam buku ajar BSE Geografi masih salah, dan media gambar yang digunakan dalam buku ajar masih banyak yang tidak berfungsi. Untuk itu disarankan apabila menggunakan buku teks, guru hendaknya menelaah terlebih dahulu apakah isi buku teks tersebut sudah layak digunakan atau masih ada kekurangan yang perlu diperbaiki, baik dari segi kurikuler maupun dari segi kebenaran konsepnya. Apabila ditemukan kekurangan atau kesalahan hendaknya diperbaiki terlebih dahulu sebelum disampaikan saat pembelajaran. Selain itu, hendaknya penulis merevisi buku teks BSE Geografi kelas XII terutama pada kesesuaian isi dengan kurikulum, kebenaran konsep, kebenaran bahasa, dan fungsi media gambar.
SISTEM PEMBELAJARAN HAFALAN AL-QUR’AN DI RUMAH TAHFIDZ ASH-SHOLIHIN BINAAN KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA SUMATERA SELATAN
Muhammad Saiful Amin, NIM. 1702012148. Sistem Pembelajaran Hafalan Al-Qur’an di Rumah Tahfidz Ash-Sholihin Binaan Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Selatan. Pengaruh era globalisasi menjadikan semakin terpuruknya ahlak anak usia sekolah. Seiring berjalannya waktu, tumbuh kesadaran yang mendalam dari orang tua dan juga dari kalangan cendekiawan terutama para pengajar madrasah kepada
16
17
kerinduan mereka terhadap pendidikan Al-Qur’an. Berawal dari itu semua, Kepala Kementerian Agama Sumatera Selatan berinisiatif untuk mendirikan sebuah lembaga, yang mana lembaga tersebut khusus bergerak dibidang pendidikan AlQur’an dan cara menghafal Al-Qur’an dengan cepat dan mudah. Adalah rumah tahfidz Ash-Sholihin, sebuah lembaga yang dibina langsung oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Selatan, sebagai upaya mendidik siswa agar memiliki keahlian membaca dan menghafal Al-Qur’an serta ilmu pengetahuan keIslaman, sehingga terwujud generasi penghafal Al-Qur’an dan berahlak AlQur’an. Pembentukan rumah tahfizd ini juga menjadi salah satu upaya strategis untuk menangkal dampak negatif dari era globalisasi, yakni terjadinya dekadensi moral di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem pelaksanaan program pembelajaran tahfidzul qur’an dan faktor-faktor pendukung dari terlaksananya program tahfidzul qur’an di Lembaga Rumah Tahfidz Ash-Sholihin Binaan Kanwil Kemenag Sumsel. Peneitian ini termasuk penelitian lapangan yang mengacu pada penelitian kualitatif, dimana peneliti merupakan instrument kunci. Metode pengumpulan data dan analisisnya, penulis mengacu pada kaedah penelitian diskriptif kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus prospektif. Tehnik pengumpulan data antara lain: Observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang dibutuhkan dalam penulisan ini adalah data kualitatif, sedangkan untuk memperoleh sumber data digunakan tehnik purpossive sampling. Untuk analisis data menggunakan reduksi, display, dan menyimpulkan data, sedangkan untuk memperoleh keabsahan data ditentukan oleh empat kriteria yaitu tingkat credibility, trasferability, dependability), dan confirmability. Temuan dari hasil penelitian yaitu : (1). Sistem pembelajaran tahfidzul Qur’an di Rumah Tahfidz Ash-Sholihin mentargetkan hafalan sempurna, hafalan yang bisa diuji langsung di depan umum. Dengan sistem evaluasi hafalan yang dilakukan dengan 2 cara, yaitu: evaluasi proses pembelajaran dan evaluasi akhir pembelajaran, diharapkan lulusannya menjadi percontohan di madrasahnya sendiri dan madrasah-madrasah yang lain dari segi lancarnya hafalan, mental yang tinggi, dan kepribadian Qur’ani. (2). Faktor penunjang terlaksananya program pembelajaran tahfidzul Qur’an di Rumah Tahfidz Ash-Sholihin antara lain sebagai berikut: faktor tujuan, faktor guru, faktor murid, faktor situasi, dan faktor fasilitas
Broadband electrical test and characterization methods for energy storage devices and materials
Author Amin MoradpourDissertation Johannes Kepler Universität Linz 2023Arbeit auf den öffentlichen PCs in den Bibliotheken der JKU+Medizin abrufba
- …
