5 research outputs found

    Sistem Informasi Akademik SMA Negeri 1 Pandaan Berbasis Web Menggunakan Algoritma Round Robin

    No full text
    SMAN 1 Pandaan merupakan sekolah menengah atas negeri yang berlokasi di Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur. Kegiatan penjadwalan dan pengolahan nilai pada SMAN 1 Pandaan dilakukan oleh bagian kurikulum. Kegiatan penjadwalan meliputi penempatan mata pelajaran sesuai dengan sesi pembelajaran. Kegiatan penjadwalan dilakukan secara manual. Hal tersebut menjadi kurang efisien dikarenakan membutuhkan waktu yang relatif lama dan akurasi dari hasil jadwal tidak bisa dipastikan. Pada penelitian ini, dibuat sebuah sistem informasi akademik berbasis web yang terdapat fitur untuk melakukan penjadwalan secara otomatis. Proses penjadwalan oleh kurikulum akan lebih cepat dan akurat. Proses penjadwalan secara otomatis pada sistem informasi ini menggunakan Algoritma Round Robin. Algoritma tersebut dapat memproses seluruh antrian mata pelajaran yang akan diproses menjadi sebuah jadwal secara adil dan terurut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan apabila penjadwalan secara otomatis menggunakan Algoritma Round Robin lebih efisien dikarenakan membutuhkan waktu yang singkat dan tidak ada jadwal yang bertabrakan, dibanding dengan penjadwalan manual yang membutuhkan waktu lama, pengecekan berulang, dan terdapat jadwal yang bertabrakan

    Pembuatan Aplikasi Sistem Informasi Penduduk Kelurahan Petungasri

    No full text
    Pada masa pandemi saat ini masyarakat dilarang untuk melakukan kegiatan yang berkerumun dimana berpotensi penyebaran virus covid-19. Namun hal tersebut tidak bisa membatasi pelayanan kantor kelurahan. Pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan dengan menggunakan bantuan teknologi berupa website yang dimana untuk penggunaannya dapat dilakukan dengan mudah meskipun dengan masyarakat yang awam dengan teknologi. Website yang dibuat digunakan sebagai sistem informasi untuk pelayanan masyarakat. Penulis menggunakan framework Code Igniter pada pembuatan website ini yang bertujuan untuk mempermudah pengembangan website ini kedepannya. Sistem informasi berbasis website memiliki banyak kelebihan diantaranya kemudahan pengguna umum dari segala kalangan untuk menjangkau, tidak membutuhkan skill lebih hanya perlunya pemahaman tata letak tampilan menu, tidak memerlukan perangkat yang membutuhkan spesifikasi tinggi untuk mengakses, dan juga tidak perlu melakukan instalasi apabila sudah terdapat website. Pada website tersebut akan terdapat beberapa menu yang mewakili terhadap keperluan masyarakat terhadap pelayanan surat dari kelurahan. Pada website tersebut juga dilengkapi fitur login yang dapat bermanfaat untuk membatasi penampilan informasi yang memberikan keamanan data dari masyarakat itu sendiri

    Indigenous refusal: Arab minority and the formation of modern state in Iran

    No full text
    This research explores the understudied dynamics of ethnic mobilization and state formation in Iran, with a specific focus on Arab communities in Khuzestan, a region bordering Iraq in the southwest. This study began with a personal question: the meaning of Arabness in Iran. As a member of these communities, I was familiar with the weight of marginalization and conditions of subalternity and oppression they endure. They often grapple with not being considered authentically “Arab” in the Arab World and not fully “Iranian” within Iran's borders. My fieldwork complicated the picture even more as I observed that people often identify as indigenous and view the state as colonial. For them, Arabness is less about identity and more about embeddedness in the land. They continuously draw on the claim of coloniality to frame their refusal of the Iranian state, preserve their sense of indigeneity, and articulate their lived experiences as colonized subjects within a concealed settler-colonial condition. Existing scholarship on ethnic relations in Iran attributes the discontent among these communities to the exclusionary Persian-centric narrative of the nation and ethnic inequality, among other factors. However, constrained by the prevailing cultural paradigm, ethnic studies often fall short in fully probing the intricate facets of indigeneity, which revolve around parallel assertions of sovereignty, land rights, and indigenous autonomy—themes yet to be comprehensively explored beyond the well-known cases of settler-colonialism. Drawing on rich ethnographic material and archival research, I define indigeneity as interconnected groups of human and nonhuman entities with deep ties and connections to the ecosystem they have inhabited for generations. I demonstrate how the social life of Arab communities has emerged and (trans)formed as an aquatic assemblage through a historical symbiosis relationship and constant interactions with their surrounding environment, including rivers and marshes. The other pillar of indigeneity is refusal: the affective, embodied, and symbolic responses of indigenous communities to colonial uprooting forces that threaten their embeddedness and ties to the environment. I have built a conceptual framework that brings into conversation affect theory, indigenous studies, and ethnic relations to demonstrate how moments of indigenous struggle, suffering, and trauma become part of indigenous everyday lives, informing the diverse and prolific manifestations of refusal, including tribal politics, religious affiliation, ethnic mobilization, among others. This study contributes to our understanding of the global rise of indigeneity and provides insight into contemporary ethnic and indigenous mobilization concerning environmental setbacks, land issues, indigenous autonomy, sovereignty, and indigenous decolonial practices in Iran.Ph.D.Includes bibliographical reference

    PENGENALAN KARAKTER HIJAIYAH MENGGUNAKAN METODE CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK (CNN)

    No full text
    Penulisan karakter Hijaiyah secara manual menemui permasalahan dimana terdapat banyak variasi penulisan tangan oleh setiap manusia. Solusi dari permasalahan tersebut dapat diatasi dengan melakukan klasifikasi penulisan tangan secara otomatis. Dalam klasifikasi tersebut tentunya membutuhkan metode yang tepat agar dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Dalam karya ini, kami memodelkan arsitektur pembelajaran yang dapat mengenali penulisan karakter arab yang variatif dari tangan manusia. Convolutional Neural Network (CNN) adalah salah satu algoritma Deep Learning yang dapat menerima input gambar dan menentukan aspek atau obyek apa yang terdapat pada sebuah gambar. Algoritma CNN dilatih menggunakan dataset. Pada penelitian ini menggunakan dataset yang terdiri dari 16.800 karakter dari 60 partisipan. Database yang digunakan terbagi menjadi 2 set yaitu training set (13.400 karakter terbagi menjadi 480 gambar per class) dan test set (3.360 karakter terbagi menjadi 120 gambar per class). Arsitektur yang kami buat dapat menghasilkan nilai akurasi 94,94% pada epoch ke 100

    Successful Reuse of Kidney Graft After Early Recurrence of Primary Focal and Segmental Glomerulosclerosis

    No full text
    International audiencePrimary focal and segmental glomerulosclerosis (FSGS) frequently recurs after transplantation and is associated with a poor prognosis. We describe here the successful kidney graft reuse in an adult recipient, 8 months after early primary FSGS recurrence resistant to all available therapeutics. Patient 1, a 23-year-old man, followed for kidney failure secondary to primary FSGS, was first transplanted in 2018 with a deceased donor graft. Unfortunately, we observed an immediate recurrence of biopsy-proven primary FSGS. After 4 lines of treatment (intravenous cyclosporine + corticosteroids, plasma exchanges, immunoadsorption, and rituximab), the patient was still highly nephrotic and kidney function was slowly deteriorating. After approval from both the patient and the health authority (Biomedicine Agency), the graft was detransplanted 8 months after transplantation and reimplanted in patient 2, a 78-year-old nonimmunized and anephric recipient (bi-nephrectomy 2 years previously for bilateral renal carcinoma). We observed immediate kidney function and progressive resolution of proteinuria (serum creatinine of 1.2 mg/dL and proteinuria of 0.1 g/d 1 year later). Biopsies performed after surgery showed persistent FSGS lesions with a decrease in overall foot-process effacement. To our knowledge, this is the first reported case showing that kidney graft transfer may still be a viable option for refractory primary FSGS several months after transplantation
    corecore