1,720,975 research outputs found

    Bunga Rampai : hasil penelitian sastra

    No full text

    Bunga Rampai Hasil Penelitian Sastra

    No full text

    Leasing Dalam Lembaga Keuangan Syari’ah

    No full text
    Sewa guna usaha adalah kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal baik secara sewa guna usaha dengan hak opsi (financial lease) maupun sewa guna usaha tanpa hak opsi (operating lease) untuk digunakan oleh penyewa guna usaha (lessee) selama jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara berkala. Teknik pembiayaan leasing dibagi dalam dua jenis transaksi leasing yaitu Finance lease dan Operating lease. Di Indonesia yang umum dilakukan dan diterapkan pada perusahaan pembiayaan adalah financial lease. Dalam kajian ini membahas leasing konvensional yang ternyata dalam prakteknya menyalahi ketentuan syariah Islam.Kata kunci : leasing, lessor, lessee

    PERBANKAN SYARIAH DALAM KEBIJAKAN EKONOMI NEGARA

    No full text
    Politik hukum ekonomi negara Indonesia yang mayoritas beragama Islam mesti disesuaikan dengan ekonomi syariah, karena nilai-nilai syariah sudah menjadi nilai utama budaya (the main value of cultural) masyarakat Indonesia. Indonesia sebagai negara hukum, maka eksistensi perbankan syariah sangat dipengaruhi oleh regulasi serta kebijakan publik yang ada. Sementara hukum merupakan produk politik, karenanya kemauan politik (political will) dari pemegang kekuasaan sangat menentukan lahirnya regulasi dan kebijakan yang berpengaruh pada maju mundurnya perbankan syariah di Indonesia. Penelitian ini mengkaji tentang dinamika politik hukum ekonomi dalam penegakkan Penegakkan UU Nomor 21 Tahun 2008 dalam upaya mewujudkan cita-cita negara bidang ekonomi yaitu memajukan kesejahteraan umum sesuai dengan konstitusi negara. Penelitian ini juga dilakukan telaah terhadap peran perbankan syariah dalam pembangunan perekonomian nasional serta respon masyarakat akan kehadiran perbankan syariah. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif atau doctrinal legal research yang merupakan jenis penelitian kepustakaan atau studi dokumen. Penelitian ini bersifat deskriptif apa yang senyatanya sesuai dokumen dan yang ada dalam UU Perbankan Syariah, juga bersifat preskriptif apa yang seharusnya berdasarkan norma (doktrin) konstitusi dan hukum Islam dalam penegakan hukum perbankan syariah. Hasil temuan dalam penelitian ini adalah bahwa penegakkan UU Nomor 21 Tahun 2008 sudah merupakan bagian dari politik hukum ekonomi negara, sistem perbankan syariah di Indonesia sudah diarahkan oleh negara melalui berbagai kebijakan publik. Posisi perbankan syariah adalah sebagai lokomotif, penggerak utama kemajuan ekonomi syariah dan telah menjadi bagian penting dalam sistem perekonomian nasional. Perbankan syariah dari tahun ke tahun menunjukkan kemajuan yang sangat pesat baik dari segi aset, pangsa pasar, jumlah nasabah, maupun dari segi regulasinya sehingga eksistensinya semakin kuat. Dari aspek sosiologis hukum Islam, lahirnya UU Perbankan Syariah memiliki tujuan utama yaitu terjaminnya kepatuhan syariah (shariah compliance), kegiatan usahanya tidak boleh bertentangan dengan prinsip syariah, wajib sejalan dengan fatwa DSN-MUI, fatwa yang merespons kuatnya aspirasi dan kebutuhan umat Islam dalam bidang perekonomian. Sedangkan peran perbankan syariah baru sebagai alternatif, belum menjadi mainstream dalam upaya menggerakkan roda perekonomian Indonesia. Kata Kunci: Perbankan syariah, politik hukum, dan ekonomi negara.

    STUDI KORELASI ANTARA INTENSITAS PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM (SKI) DI MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) AL-HIKMAH PAGERWESI TRUCUK BOJONEGORO

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensitas siswa dalam memanfaatkan buku-buku perpustakaan di MI Al-Hikmah Pagerwesi Trucuk Bojonegoro, mengetahui prestasi belajar siswa mata pelajaran SKI di MI Al-Hikmah Pagerwesi Trucuk Bojonegoro, dan mengetahui korelasi antara intensitas pemanfaatan perpustakaan sekolah dengan prestasi belajar siswa mata pelajaran SKI di MI Al-Hikmah Pagerwesi Trucuk Bojonegoro

    Syair Bulan Sairang

    No full text

    Bilingualisme Masyarakat dalam Wacana

    No full text
    The expectation to be fluent bilinguals in English, Arabic, and Indonesian is the main target at the elementary, junior, and senior high schools or madrasahs. At the university, it becomesfluent bilinguals as we have to know the local language as well. At the elementary level, pupils are taught through the contextual language instructing approach, connected with the real world activities such as taking part in environmental awareness and Indonesian\u27s diverse ethnic groups. The approach at the junior high schools is then connected with classroom-based and task-based approach by increasing the competency skills with daily life activities as in writing a report, etc. Hopefully, at the academic level, students are trained to improve their language skills, providing chances to use English or Arabic in real communication, and exposed to many topicsand issues related to the environment

    Urgensi Aspek Gramatika dalam Wacana Lisan Bahasa Inggris

    No full text
    Oral Communicative competency in English is need to provide the initation into subcultures, occupations,professions, socialisations and dicipline enquiry. To speak one anonther, we make use of sentences, or, to be morepractice, utterance. Such utterances can be performed in anyone of variaty ways, but to those who believe that shorterutterances are more easy understood than longer ones. That is why an utterance can be expressed in merely one phrasedor sentence. Controvercies among those who decide whether or not grammaar is needed for students to learn particularyin speaking skill bring us to attempt to analyzing how gramatical aspects such as morphem and syntax have morecontribution in the functional sentences (pragmatic). Therefore, to teach how to perform language functions and grammarmight not be separated: students need to learn grammar but they also need to be taught functions. The decision is obvious:depending which levels we are talking about. In other word we need to consder those levels, such as level of difficulty,the level of transparency, and the level of formality

    LEGENDA BANJAR SEBAGAI SARANA DAKWAH KEAGAMAAN (Banjar Legend as a Tool of Religious Preaching)

    No full text
    Legenda merupakan cerita rakyat pada zaman dahulu yang ada hubungannya dengan dengan pristiwa sejarah  pada masa lampau. Selain itu, legenda juga dikenal  pada suatu kelompok masyarakat nusantara yang tersebar  dalam bentuk pengelompokan  yang disebut dengan siklus, yaitu sekelompok cerita yang berkisar pada suatu tokoh atau kejadian tertentu dan masyarakat Banjar menyebutnya dengan  istilah cerita legenda para datu.Penelitian mengenai legenda keagamaan cerita para datu di Kalimantan Selatan selain lebih populer di kalangan masyarakat Banjar, cerita  para datu itu dapat dianggap lebih refresentatif untuk dijadikan bahan kajian. Selain itu, cerita para datu di dalamnya banyak mengandung unsur sarana dakwah keagamaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif-kualitatif.  Hasil yang diharapkan dari penelitian ini ialah mengungkapkan nilai-nilai dakwah keagamaan melalui sarana cerita para datu yang dijadikan bahan analisis dalam penelitian ini.Abstract: Legend is a type of folklore which has a close relationship with a specific historical person or event in the past. Legend is shared by people in Nusantara based on a certain grouping which is called cycle that is a group of stories on a particular person or event. Banjarese people call this type of stories as the legends of datu, legenda para datu. Research on religious legends of datu stories in Kalimantan Selatan is not only popular amongst its people, it is also considered as a good source for a research. Method used in this research is descriptive-qualitative.  the aim of this research is to describe the values of religious preaching in datu stories media which is the object of the research

    LEGENDA BANJAR SEBAGAI SARANA DAKWAH KEAGAMAAN (Banjar Legend as a Tool of Religious Preaching)

    No full text
    Legenda merupakan cerita rakyat pada zaman dahulu yang ada hubungannya dengan dengan pristiwa sejarah  pada masa lampau. Selain itu, legenda juga dikenal  pada suatu kelompok masyarakat nusantara yang tersebar  dalam bentuk pengelompokan  yang disebut dengan siklus, yaitu sekelompok cerita yang berkisar pada suatu tokoh atau kejadian tertentu dan masyarakat Banjar menyebutnya dengan  istilah cerita legenda para datu.Penelitian mengenai legenda keagamaan cerita para datu di Kalimantan Selatan selain lebih populer di kalangan masyarakat Banjar, cerita  para datu itu dapat dianggap lebih refresentatif untuk dijadikan bahan kajian. Selain itu, cerita para datu di dalamnya banyak mengandung unsur sarana dakwah keagamaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif-kualitatif.  Hasil yang diharapkan dari penelitian ini ialah mengungkapkan nilai-nilai dakwah keagamaan melalui sarana cerita para datu yang dijadikan bahan analisis dalam penelitian ini.Abstract: Legend is a type of folklore which has a close relationship with a specific historical person or event in the past. Legend is shared by people in Nusantara based on a certain grouping which is called cycle that is a group of stories on a particular person or event. Banjarese people call this type of stories as the legends of datu, legenda para datu. Research on religious legends of datu stories in Kalimantan Selatan is not only popular amongst its people, it is also considered as a good source for a research. Method used in this research is descriptive-qualitative.  the aim of this research is to describe the values of religious preaching in datu stories media which is the object of the research.</jats:p
    corecore