1,721,606 research outputs found

    KASUS KRIMINAL MAYOR SABARUDIN DI RURABAYA TAHUN 1945-1950

    Full text link
    Abstrak Tindak kriminal yang dilakukan oleh Sabaruddin merupakan aksi balas dendam. Perilaku tersebut disebabkan oleh tekanan psikologi masa lalunya dan budaya Batak yang cenderung kasar, temperamental. Aksi balas dendam tersebut ditujukan kepada orang-orang yang dianggap telah melukai perasaannya. Sikap dan watak Sabarudin hakekatnya tidak terlepas dari suasana dan lingkungan jamannya. Peristiwa revolusi yang dipenuhi oleh pergolakan dapat mengubah kondisi sosial seseorang. Tujuan revolusi nasional sangat mulia yakni menumbangkan kolonialisme. Tetapi dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, hal itu tidak berlangsung dengan mulus. Penyelewengan dan penyalahgunaan kekuasaan oleh kelompok sering terjadi. Salah satunya adalah kelompok dibawah pimpinan Mayor Sabarudin. Sabarudin menggunakan pasukannya untuk melakukan tindak kriminal pribadinya Kata Kunci : Sabaruddin, Militer dan Krimina

    STUDI KARAKERISTIK LUKISAN KARYA PELUKIS CHAIRUL SATRIA SABARUDIN

    No full text
    ABSTRAK   Rahmawati, Dian Shelly. 2012. Studi Karakteristik Lukisan Karya Pelukis Chairul Satria Sabarudin. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Triyono Widodo,  M.Sn, (II) Drs. Andi Harisman.   Kata Kunci: Lukisan, karakteristik, periode pasar, periode beauty on stripes Seni lukis merupakan ungkapan ekspresi perasaan dan pikiran. Hal itu akan berpengaruh pada keunikan atau karakteristik visualisasi setiap pelukis. Keunikan tersebut juga dipengaruhi oleh faktor-faktor yang melatarbelakangi proses penciptaan seni lukis. Karya Chairul Satria Sabarudin lebih menitikberatkan pada penggunaan teknik drawing pensil warna yang ditampilkan berdasarkan realitas yang terjadi pada lingkungan sekitarnya dan mengungkap keindahan alam atau sesuatu yang ada pada dunia fantasi. Penelitian ini dilakukan dengan mendeskripsikan latar belakang penciptaan dan karakteristik yang diwujudkan pada karya lukis Chairul Satria Sabarudin. Pendekatan yang digunakan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Sumber data berupa kata-kata dan tindakan dalam proses berkarya lukis, serta sumber tertulis dari narasumber. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Tahap analisis data dimulai dari tahap reduksi data, paparan data, penarikan kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan trianggulasi sumber data. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini mendapatkan latar belakang penciptaan karya lukis Chairul Satria Sabarudin antara lain bakat, lingkungan, akademis, waktu, pengalaman berkarya seni dan material lukis. Karya lukisnya terdiri dari dua periode, yaitu periode pasar dan periode Beauty on Stripes. Karakteristik lukisan tersebut terdiri dari visualisasi perwujudan objek, teknik dan perwarnaan. Dalam perwujudan objek divisualisasikan berkaitan dengan alam seperti manusia, hewan, tumbuhan, dan alam benda. Perwujudan itu menampilkan aktifitas kehidupan sehari-hari dan pada dasarnya dapat ditangkap oleh indera seseorang. Teknik perwujudan pada lukisannya termasuk dalam aliran realisme dan naturalis dengan  teknik arsir dan menggunakan media pensil warna. Penggunaan warna pada lukisan periode pertama terdiri dari warna primer, sekunder, dan tersier. Pada periode kedua hanya menggunakan tiga jenis warna yaitu warna indigo, venetian red, dan chocolate dengan pensil warna Derwent. Ide gagasan dari karya lukisnya dalam periode pertama diperoleh dari kenyataan yang hadir dan terjadi dalam lingkungan sekitarnya. Dalam periode kedua mengungkap keindahan alam dan hal-hal yang ada pada dunia fantasi atau impian. Pada periode kedua ia mengungkapkan ide keindahan sesosok wanita dengan strip-strip zebra dan  macan, yang dijadikan pola dasar menjadi bentuk transparan, sehingga terkesan seperti menyatu ke dalam objek pada lukisan. Saran yang diajukan, untuk mengembangkan karya seni lukis yang bervariasi alangkah baiknya tema dan objek yang digunakannya juga bervariasi

    Studi Karakteristik Lukisan Karya Pelukis Chairul Satria Sabarudin

    No full text
    ABSTRAK   Rahmawati, Dian Shelly. 2012. Studi Karakteristik Lukisan Karya Pelukis Chairul Satria Sabarudin. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Triyono Widodo,  M.Sn, (II) Drs. Andi Harisman.   Kata Kunci: Lukisan, karakteristik, periode pasar, periode beauty on stripes   Seni lukis merupakan ungkapan ekspresi perasaan dan pikiran. Hal itu akan berpengaruh pada keunikan atau karakteristik visualisasi setiap pelukis. Keunikan tersebut juga dipengaruhi oleh faktor-faktor yang melatarbelakangi proses penciptaan seni lukis. Karya Chairul Satria Sabarudin lebih menitikberatkan pada penggunaan teknik drawing pensil warna yang ditampilkan berdasarkan realitas yang terjadi pada lingkungan sekitarnya dan mengungkap keindahan alam atau sesuatu yang ada pada dunia fantasi. Penelitian ini dilakukan dengan mendeskripsikan latar belakang penciptaan dan karakteristik yang diwujudkan pada karya lukis Chairul Satria Sabarudin. Pendekatan yang digunakan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Sumber data berupa kata-kata dan tindakan dalam proses berkarya lukis, serta sumber tertulis dari narasumber. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Tahap analisis data dimulai dari tahap reduksi data, paparan data, penarikan kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan trianggulasi sumber data. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini mendapatkan latar belakang penciptaan karya lukis Chairul Satria Sabarudin antara lain bakat, lingkungan, akademis, waktu, pengalaman berkarya seni dan material lukis. Karya lukisnya terdiri dari dua periode, yaitu periode pasar dan periode Beauty on Stripes. Karakteristik lukisan tersebut terdiri dari visualisasi perwujudan objek, teknik dan perwarnaan. Dalam perwujudan objek divisualisasikan berkaitan dengan alam seperti manusia, hewan, tumbuhan, dan alam benda. Perwujudan itu menampilkan aktifitas kehidupan sehari-hari dan pada dasarnya dapat ditangkap oleh indera seseorang. Teknik perwujudan pada lukisannya termasuk dalam aliran realisme dan naturalis dengan  teknik arsir dan menggunakan media pensil warna. Penggunaan warna pada lukisan periode pertama terdiri dari warna primer, sekunder, dan tersier. Pada periode kedua hanya menggunakan tiga jenis warna yaitu warna indigo, venetian red, dan chocolate dengan pensil warna Derwent. Ide gagasan dari karya lukisnya dalam periode pertama diperoleh dari kenyataan yang hadir dan terjadi dalam lingkungan sekitarnya. Dalam periode kedua mengungkap keindahan alam dan hal-hal yang ada pada dunia fantasi atau impian. Pada periode kedua ia mengungkapkan ide keindahan sesosok wanita dengan strip-strip zebra dan  macan, yang dijadikan pola dasar menjadi bentuk transparan, sehingga terkesan seperti menyatu ke dalam objek pada lukisan. Saran yang diajukan, untuk mengembangkan karya seni lukis yang bervariasi alangkah baiknya tema dan objek yang digunakannya juga bervariasi.             ABSTRACT   Rahmawati, Dian Shelly. 2012. A Study of Characteristics of the Chairul Satria Sabarudin’s Painting. Thesis, Department of Art and Design, Faculty of Letters, State University of Malang. Supervisor: (I) Drs. Triyono Widodo,  M.Sn., (II) Drs Andi Harisman.   Keywords: painting, characteristics, the market period, beauty on stripes period   Painting is an expression of feelings and thoughts. It will affect the novelty or visual characteristics of each artist. The uniqueness is also influenced by the factors underlying the process of creating art. Chairul Satria Sabarudin works more focused on the use of colored pencil drawing techniques are displayed based on the reality that exist in the reality and reveal the beauty of nature or something that exists in a fantasy world. The study was conducted to describe the background of the creation and characteristics embodied in the paintings Chairul Satria Sabarudin. The approach of this research used a qualitative approach, whereas the type of study is a descriptive study. Sources of data in the form of words and actions in the process of painting work, also taken directly from the source. The data was collected with interview techniques, observation and documentation. The data analysis phase starts from the stage of data reduction, exposure data, drawing conclusions. To maintain the validity of the data, carried out triangulation of data sources. The result of this research gets the understanding on background paintings Chairul Satria Sabarudin among other talents, environmental, academic, time, experience the art work and painting materials. His paintings consist of two periods, ie the market period and the beauty on stripes period. Characteristics of these paintings consist of the embodiment of visualization objects, techniques and coloring. In the embodiment of visualized objects associated with nature as human beings, animals, plants, and natural objects. That embodiment represents daily life activities and basically captured by the sense of a person. Realization techniques in his paintings are included in naturalism and realism with drawing techniques and use colored pencils media. The use of color in the first period painting consists of the primary colors, secondary, and tertiary. In the second period only use three types of color is indigo, venetian red, and chocolate with Derwent colored pencils. The idea of ​​the paintings in the first period obtained from the represent reality and occurs in the surrounding his social life. In the second period, he reveals the natural beauty of the things that exist in the world of fantasy or illusion. In the second period it was revealed the beauty of the ​​female figure with zebra and tiger stripes, which is used as the basic pattern to form a transparent, so it seemed like the objects blend into the object of his paintings. Suggestions put forward, to develop a variety of paintings that would be nice theme he used also varies. &nbsp

    Osome Malaysia Sdn Bhd / Nurul Izzah Sabarudin

    Full text link
    This internship report is based on a six-month internship I completed successfully at Osome Malaysia Sdn Bhd, Bangsar, from March 7, 2023 to August 21, 2023. I gained useful experience while working at Osome Malaysia Sdn Bhd, Bangsar Branch, the Office Branch located in Malaysia located in KL Eco City. During my internship, I worked as an Accounting Intern Singapore Trainee in the accounting department under the supervision of Mohamed Ibrahim. The primary objective of this internship was to acquire exposure to a real-world work environment and enhance my problem-solving skills and work-related competencies. Among other things, I watched how Osome Malaysia Sdn Bhd, Malaysia Branch manages its operations, corporate and employee relations, and time management. This report provides a detailed account of my observations during the apprenticeship as well as information about the company. The report contains eight sections that provide a comprehensive overview of the activities. The cover page, executive summary, table of contents, and acknowledgement are all included in the first few pages. My updated resume is included in the second section, which concentrates on my profile. The third section describes the company's profile, including its name, location, history, vision, mission, goals, organisational chart, and services. I describe the duration, working days and hours, roles and responsibilities, given tasks, and the advantages I got from the internship in the fourth portion of my reflection on my training experience. The fifth section contains a SWOT analysis of Osome Malaysia Sdn Bhd, followed by suggestions for enhancing their management. The advantages of the internship experience are highlighted in the next section. In addition, I have included references to support the contents of this report. The appendices in the last part provide photographs from my internship that are essential to the discussion

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Pengintepretasian kesalahan ila’ dalam enakmen undang-undang keluarga Islam (Negeri Melaka) 2002 / Shadli Sabarudin

    Full text link
    Kajian ini bertujuan mengintepretasi kesalahan ila’ dalam Enakmen Undang-undang Keluarga Islam (Negeri Melaka) 2002 (EUKIM 2002). Apabila seorang suami telah melakukan ila’, maka dia boleh dituduh dan didakwa melakukan kesalahan itu. Namun begitu, EUKIM 2002 tidak memperuntukkan secara khusus bagi kesalahan ila’. Permasalahan kajian ialah tiada panduan bertulis untuk mengenakan hukuman ke atas kesalahan ila’. Objektif kajian ialah pertama, meneliti ila’ menurut fiqh. Kedua, mengintepretasi peruntukan undang-undang mengenai kesalahan ila’ dalam EUKIM 2002. Bagi tujuan pengumpulan data, pengkaji telah menggunakan kaedah kajian kualitatif iaitu kaedah analisis dokumen. Dapatan kajian menunjukkan bahawa terdapat kesalahan ila’ dalam fiqh dengan mengenakan kafarah (denda) terhadap pelakunya. Selain itu, terdapat peruntukan ila’ sebagai suatu kesalahan di bawah Seksyen 128, EUKIM 2002. Kesimpulan kajian mendapati seorang suami yang melakukan ila’ boleh dituduh, didakwa dan disabitkan atas kesalahan itu di bawah seksyen tersebut walaupun enakmen tidak memperuntukkan ila’ secara khusus. Kajian ini memberi implikasi terhadap pembentukan formula dengan penambahbaikan seksyen dalam enakmen

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    The relationship between teachers' perception on instructional supervision and principal trust / Nur Amira Aisyah Sabarudin

    No full text
    The purpose of this study was to identify the relationship between teachers' perception of instructional supervision and principal trust in secondary schools in Selangor. Four secondary schools from Petaling Perdana district were selected for the study. Data were collected using questionnaire. The questionnaire was distributed to a total of 300 randomly selected teacher respondents. However, only 208 questionnaires had been returned and were able to be used for analysis. Data were analysed using descriptive and inferential statistics. The findings revealed that the level of five dimensions of instructional supervision namely purpose, collaboration, continuity, feedback and instructional improvement were at high level. Among these dimensions, purpose was identified as the highest mean score. In addition, findings indicated that professional growth plan was the most frequent model being applied by principals. The findings also indicated that the level of principal trust was at high level. There was a strong and significant relationship between instructional supervision and principal trust. Implications for practice suggest how principals as instructional supervisor have a duty to supervise and monitor instruction regularly. In addition, this study has implications to the role of principal and teachers to enhance the process of instructional supervision, thereby producing successful schools. Based on the findings, this study also provides recommendations for improvement of practices and future research
    corecore