1,721,001 research outputs found
MANAJEMEN STRATEGIS (STUDI TENTANG UPAYA PENINGKATAN MUTU LULUSAN DI MADRASAH ALIYAH NEGERI SEBUKAR)
Ketatnya persaingan dalam lapangan kerja sekarang ini menuntut lulusan dari lembaga pendidikan yang bermutu pendidikan Islam sebagai agen perubahan sosial masyarakat. Indonesia dituntut untuk mampu memainkan perannya secara dinamis dan proaktif dalam setiap zaman. Harapan tersebut tidaklah mudah untuk diwujudkan, hingga pendidikan Islam di Indonesia sering berhadapan dengan berbagai problematika yang tidak ringan. Penelitian ini dirancang melalui pendekatan kualitatif untuk melakukan studi deskriptif dan explorative dengan jenis penelitiannya adalah studi kasus pendekatan fenomenologis naturalistik. Penetapan subjek yang ditetapkan dalam penelitian ini dengan teknik purposive atau sampel bertujuan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara pengamatan terlibat (participant observation), wawancara mendalam (indept interview), serta dokumentasi. Dalam analisis data penelitian ini penelitian menggunakan langkah-langkah analisis data penelitian kualitatif berikut: 1) reduksi data; 2) penyajian data; 3) penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian perencanaan strategis dalam upaya peningkatan mutu lulusan yang dikaji melalui aspek proses perencanaan strategis yang meliputi peramalan dan pemprograman; pelibatan; dan pengambilan keputusan, faktor yang dipertimbangkan dalam proses pengimplementasian perencanaan strategis dalam upaya peningkatan mutu lulusan di MAN Sebukar, meliputi: (a)peraturan pemerintah; (b) standar mutu sebagai acuan madrasah; (c) tekanan perubahan masyarakat; (d) ketegangan antara berbagai macam pemenuhan kebutuhan yang satu dengan yang lain, baik dana, sarana dan prasarana
ANALISIS BENTUK, FUNGSI DAN MAKNA PERTUNJUKAN TEATER TANAH IBU SUTRADARA SYUHENDRI
Artikel ini bertujuan untuk memahami dan menjelaskan secara deskriptif struktur dari lakon teater Tanah Ibu, sutradara Syuhendri dari Sumatera Barat yang berguna untuk menemukan fungsi dan makna pertunjukan. Penjelasan deskriptif meliputi: pertama, yang berkaitan dengan struktur yang meliputi aspek ruang, waktu, suasana, dan alur. Kedua, fungsi dan makna dari pertunjukan teater Tanah Ibu. Berdasarkan hasil analisis terhadap data ditarik kesimpulan, bahwa fungsi dan makna teater Tanah Ibu memiliki suatu relasi terhadap kebudayaan Minangkabau yang merupakan bentuk dialektika terhadap budaya merantau.</jats:p
Penonton Teater Sandiwara Amal Sebagai Fenomena Budaya
Prodi Seni Teater, Fakultas Seni Pertunjukan
Institut Seni Indonesia Padangpanjang
[email protected]
ABSTRAK
Sandiwara Amal merupakan bentuk teater rakyat di Dusun Pulau Belimbing II, Desa Kuok, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Sandiwara Amal merupakan salahsatu bentuk teater rakyat yang masih hidup di Sumatera. Berkembang semenjak tahun 1950-an. Sandiwara Amal selalu disajikan setiap tahun pada minggu pertama perayaan Idul Fitri. Sebagai salahsatu teater rakyat, partisipasi penonton yang sangat besar merupakan penanda bahwa kesenian ini telah hidup sebagai penanda kebudayaan masyarakatnya. Ini memperlihatkan bahwa, partisipasi penonton dalam tontonan memiliki relasi yang kuat sebagai penanda terbangunnya nilai gotong royong kebudayaan. Masyarakat sebagai pemilik kebudayaan tidak terlepas dari perannya dalam pengembangan dan pewarisan kebudayaan tersebut. Inilah yang dapat dilihat sebagai perbandingan pada Sandiwara Amal. Semenjak Pandemi Covid-19 hingga 2022, terdapat berbagai hipotesa bahwa, kesenian rakyat memiliki kekuatan adaptasi untuk terus bertahan dalam kondisi apapun. Dan Sandiwara Amal dalam kondisinya di masa pandemic akan memperlihatkan kekuatan dan upayanya untuk dapat beradaptasi dengan berbagai perubahan yang ada.
Daftar Pustaka dan Rujukan
Brett, J. M. (2017). Culture and negotiation strategy. Journal of Business and Industrial Marketing, 32(4), 587–590. https://doi.org/10.1108/JBIM-11-2015-0230
Hasan, H., & Saaduddin, S. (2015). Fungsi Sandiwara Amal Di Masyarakat Desa Pulau Belimbing, Kec Bangkinang Barat, Kab Kampar Provinsi Riau. Ekspresi Seni, 17(1), 1–19. https://doi.org/10.26887/ekse.v17i1.25
Murdowo, S. (2006). Objektivitas Imajinasi Dalam Seni. Imaji, 4(1), 114–120. https://doi.org/10.21831/imaji.v4i1.6706
Saaduddin, Novalinda, S., & Alfareta, T. (2021). Travesty: The Expression of the Agrarian Society as Cultural Negotiation at the Amal Play at Pulau Belimbing II Sub-Village, Kuok Village, Kuok District, Kampar Regency, Riau Province. Proceedings of the 4th International Conference on Arts and Arts Education (ICAAE 2020), 552(Icaae 2020), 183–187. https://doi.org/10.2991/assehr.k.210602.036
Saaduddin, S. (2022). Penonton Sebagai Sebuah Fenomena Budaya. https://doi.org/10.5281/ZENODO.6471822
Saaduddin, S., Novalinda, S., Yuliza, F., & Pramayoza, D. (2019). TEATER BONEKA WAYANG SAYUR : PEMANFAATAN SAYURAN SEBAGAI. Batoboh: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 5458(2), 161–173. https://doi.org/10.26887/bt.v4i2.2500
Cochrane, C. (2003). The contaminated audience: Researching amateur theatre in Wales before 1939. New Theatre Quarterly, 19(2), 169-176.
Jensen, K. B. (1987). Qualitative audience research: Toward an integrative approach to reception. Critical Studies in Media Communication, 4(1), 21-36.
Livingstone, S. (2013). The participation paradigm in audience research. The communication review, 16(1-2), 21-30.
Napoli, P. M. (2012). Audience evolution and the future of audience research. International journal on media management, 14(2), 79-97
Penonton Sebagai Sebuah Fenomena Budaya
Studi tentang penonton teater sebagai fenomena budaya berkaitan dengan keragaman teater yang beroperasi dalam budaya kontemporer dan berbagai audiens yang mereka posisikan. Dalam hal ini dua posisinya adalah, teater sebgai sebuah kontruksi budaya dan terminology harapan penonton terhadap satu tontonan itu sendiri. Hal inilah yang dapat memiliki relasi bahwa Bentuk penyajian seni pertunjukan, apa lagi pertunjukan seni teater. Hal ini dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan selera masyarakat penonton yang senantiasa berubah. Perubahan tersebut dapat dirasakan ketika kita menonton sebuah pertunjuka
Kejenuhan Belajar Mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Kerinci
This study aims to look at the description of the learning saturation of male students, the learning saturation of female students, and to test the differences in learning saturation of male and female students in the 2014, 2015, 2016 and 2017 Islamic Guidance and Counseling Department of the Faculty of Tarbiyah and Teacher Training IAIN Kerinci. This type of research is descriptive and comparative research which describes the differences in learning saturation of male and female students. The study population consisted of 480 students of the Department of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Sciences at IAIN Kerinci who were still enrolled in the 2016/2017 academic year, with a total sample of 218 people, sampling using the Proportional Stratified Random Sampling technique. The instrument used was a questionnaire with a Likert scale model and processed through statistical techniques with a percentage formula. To see the difference in learning saturation of male and female students, the t test technique was used. The findings of the study show that: (1) student learning saturation of the Islamic Guidance and Counseling Department of the Faculty of Tarbiyah and Teacher Training IAIN Kerinci is generally in the medium category, (2) male students' learning saturation is in the medium category, (3) student learning saturation women are in the medium category, and (4) there are differences in learning saturation of male and female students with a significant 0.084, the t count is 2,306 with degrees of freedom (df) 216 the value of the t table of 5% significance is 1,653. Based on the results of this study, the researchers suggested to counseling/counselor lecturers to be able to apply various types of services to students who are experiencing boredom so that these students can actually see the situation and conditions they are facing, rationalize the way students think so they can control themselves well
IDEOLOGI PEREMPUAN MINANGKABAU DALAM PERTUNJUKAN TEATER TANAH IBU KARYA DAN SUTRADARA SYUHENDRI
ABSTRAK
Tesis dengan judul “Ideologi Perempuan Minangkabau dalam
Teater Tanah Ibu karya dan sutradara Syuhendri” bertujuan
untuk memahami dan menjelaskan secara deskriptif wujud
ideologi perempuan Minangkabau.Ideologi tersebut terdiri dari
ideologi ibuisme dan ideologi gender.
Penjelasan deskriptif meliputi: pertama, yang berkaitan
dengan letak ideologi di dalam sebuah karya seni. Kedua, proses
kreatif dari naskah menjadi pertunjukan, meliputi tahapan
penciptaan sutradara. Ketiga, wujud Teater Tanah Ibu, meliputi
wujud secara struktur dan tekstur dari pertunjukan. Ke empat,
wujud ideologi dalam Teater Tanah Ibu, meliputi ideologi sutradara
dan ideologi perempuan di dalam Teater Tanah Ibu.
Penelitian ini bersifat kualitatif, yaitu menghimpun data
kualitatif melalui observasi dan wawancara secara terbuka dan
mendalam. Pendekatan multidisiplin digunakan dalam menjawab
persoalanyang kemudian dianalisis dan hasilnya dijelaskan secara
deskriptif. Berdasarkan hasil analisis terhadap data dan serta
berdasarkan rumusan masalah yang diajukan, ditarik kesimpulan,
bahwa ideologi sutradara lahir sebagai suatu relasi terhadap
kebudayaan Minangkabau yang dijalankannya, dan ideologi
perempuan Minangkabau di dalam Teater Tanah Ibu lahir sebagai
suatu dialektika para perempuan dalam memahami budaya
merantau.
Kata Kunci: Teater Tanah Ibu-Ideolog
Pemetaan Teater Di Sumatera Barat (Pencatatan Awal dan Dialektika Tubuh Aktor)
Kehadiran teater modern di Sumatera Barat, telah dimulai perkembangannya di pusat kota Padang oleh Nazif Basir, hal ini sejalan dengan pemikiran bahwa teater modern di Indonesia adalah produk orang-orang kota, diciptakan oleh penduduk kota dan untuk penduduk kota pula. Hal ini memperlihatkan bahwa bentuk kesenian teater modern telah berupaya mengenalkan dirinya di tengah-tengah masyarakat Sumatera Barat.
Memasuki dekade 1990-an, di kota Padang tumbuhlah suatu gerakan penciptaan teater yang berangkat dari kerja ekperimen terhadap elemen pendukung sebuah pertunjukan, seperti pada tubuh aktor, naskah maupun artistik sebagai pilihan ekpresi. Pada tahun 1989, Yusril menjadikan tubuh sebagai sarana ekpresi pemanggungan teater modern di Sumatera Barat, dengan melakukan ekplorasi terhadap tubuh para aktor, yang kemudian terus berlanjut hingga tahun 2000-an
Memasuki tahun 2000-an, penyajian teater seperti ini terus bermunculan. Pertunjukan yang dihasilkan berupaya menemukan caranya tersendiri, dengan melakukan pengolahan-pengolahan tubuh para aktor. Kelompok yang menyajikan pertunjukan tersebut; Kolaboratorium Teater Muda, Ranah Teater Padang, Komunitas Seni Hitam Putih, KSST Noktah, Teater Sakata, Teater Katarsis dan LPPT Tambologi
KONTRIBUSI PENDIDIKAN KARAKTER DAN LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP SPRITUAL QUESTION MAHASISWA
Sistem pendidikan pada saat ini lebih mengutamakan pada pengembangan sikap Spiritual yang ada hubungannya dengan kecerdasan spiritual (SQ). Kecerdasan spiritual (SQ) sangat penting dibentuk dalam diri mahasiswa. Kenyataan di lapangan, proses pendidikan yang selama ini dilakukan dinilai belum sepenuhnya berhasil dalam membangun manusia Indonesia yang berkarakter. Di samping itu, dilihat dari perkembangan zaman saat sekarang ini, kebutuhan masyarakat sangat dipengaruhi oleh budaya barat. Oleh sebab itu, individu jika dinilai dari kecerdasan spiritualnya sangat memprihatinkan. Jika dihadapkan dalam permasalahan individu akan mengambil jalan yang tidak baik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan kajian deskriptif dengan pendekatan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Kerinci angkatan 2015, 2016, 2017, dan 2018 dengan jumlah mahasiswa sebanyak 118 orang. Jumlah sampel diambil dengan menggunakan teknik Propotional Stratified Random Sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 91 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala likers. Analisis dilakukan dengan bantuan program SPSS Versi 20.00 dan data yang telah terkumpul dianalisis dengan cara (1) deskriptif data; (2) Pengujian Persyaratan Analisis; dan (3) Pengujian Hipotesis. Hasil Penelitian dijelaskan bahwa Pendidikan karakter dan lingkungan keluarga secara bersama-sama berkontribusi signifikan terhadap kecerdasan spiritual mahasiswa. Artinya, semakin tinggi pendidikan karakter dan hubungan lingkungan keluarga maka maka semakin tinggi kecerdasan spiritual mahasiswa
Pendidikan Berbasis Kompetensi: Implikasinya pada Kurikulum dan Pembelajaran
This article aims to explain the nature of competency-based education (CBE) by examining the concept of competency as an educational outcome and its implications for curriculum and instruction. Analysis of problems related to CBE and its application in learning is done by incorporating CBE concepts into curriculum design. Some of the consequences of implementing it in schools are also discussed. Each of the ideas put forward can be used as a frame of reference for determining the types of difficulties a school will face when a CBE-based curriculum is implemented
Navigating the Direction of Tradition Change: A Case Study on the Si Muntu Parade Tradition in West Sumatra
The tradition of the Si Muntu procession is an integral part of the cultural life of the people of West Sumatra. However, like local traditions in various regions in Indonesia, the Si Muntu Procession has also experienced significant development and transformation in the face of globalization. This article aims to understand the development and transformation of this tradition in the context of globalization by conducting a case study in West Sumatra. Using library data and field data, all analyzes were carried out descriptively
- …
