1,720,989 research outputs found
Upaya Meningkatan Hasil Belajar Lempar Lembing Dengan Modifikasi Alat Siswa Kelas IX SMP Negeri 3 Kampar Kiri
Berdasarkan pelaksanaan pembelajaran lempar lembing dengan modifikasi alat menunnjukkan bahwa berpengaruh terhadap upaya peningkatan hasil belajar siswa kelas IX SMP Negeri 3 Kampar Kiri sedangkan pengertian lempar lembing adalah adalah salah satu olahraga atletik yang menguji keandalan dalam melemparkan objek berbentuk lembing sejauh mungkin,modifikasi adalah cara merubah bentuk sebuah barang dari kurang menarik menjadi lebih menarik tanpa menghilangkan fungsi aslinya. Maka dengan adanya modifikasi alat lempar lembing yang diberikan membuat siswa lebih semangat dan tidak membosankan dalam pembelajaran lempar lembing,oleh karena itu modifikasi alat lempar lembing dapat meningkatkan dan daya tarik siswa dalam belajar melakukan lempar lembing.dengan demikian pembelajaran lempar lembing dengan modifikasi alat dapat meningkatkan belajar siswa dalam lempar lembing tersebut.
Jenis penelitian yang peneliti laksanakan adalah penelitian tindakan kelas. Untuk lebih menjelaskan bahwa penelitian tindakan kelas (PTK) adalah suatu cara memperbaiki dan meningkatkan profesionalisme guru, karena guru merupakan orang yang paling tahu mengenai segala sesuatu yang terjadi dalam pembelajaran. Perhatian penelitian diarahkan kepada pemahaman bagaimana berlangsungnya suatu kejadian atau efek dari suatu tindakan.dapat kita simpulkan bahwa terdapat peningkatan pembelajaran lempar lembing dengan modifikasi alat siswa kelas IX SMP Negeri 3 Kampar Kiri yang ditandai pada saat tes lempar lembing siklus I pertemuan pertama siswa yang telah mencapai KKM 70 sebanyak 25 orang dengan persentase 75%, kemuadian pada saat tes lempar lembing siklus II pertemuan kedua yang telah mencapai KKM 70 sebanyak 20 orang dengan persentase 63%. Pada siklus II pertemuan pertama mereke bisa melempar lembing secara baik dan benar dan telah termasuk dalam kategori “Tuntas”
Kata Kunci : Belajar Lempar Lembing Dengan Modifikasi Alat Siswa Kelas IX SMP Negeri 3 Kampar Kir
Improving agility and speed in playing soccer in first grade students in sd negeri no. 11 sungai apit kecataman sungai apit kabupaten siak
Speed and agility are the basic models in playing football and for the player is a successful capital to score, and keep the goal in check. By the ability of speed will facilitate the player in order to bring the ball.
The problems of this research are: (a) How to improve the achievement mastery of football basics for students in the implementation of methods of demonstration?(B) How is the influence of demonstration methods on student learning motivation?
The purpose of this research are (a) to know the improvement of learning achievement of soccer basics to students after the implementation of demonstration method, (b) to know the motivation to learn football basics after the implementation of demonstration method.
This research uses action research as much as two rounds. Each round consists of two stages: design, activity and observation. Reflection and revise. The population of this research is first grade students in SD Negeri no. 11 Sungai Apit Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak. From the data obtained as the result of the practice tests, observation sheet in teaching and learning process activities.
From the analysis result, it can be seen that the students\u27 learning achievement has increased from cycle I to II, cycle I (61.54%), cycle II (89,74%) for psychomotor domain, cycle I (84,62%).Cycle II (100%) for the affective domain
Conclusions from this research is the demonstration of the method can be a positive influence on students\u27 motivation to Class I Kelas I SD Negeri No.11 Sungai Apit Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak and learning models can be used as an alternative physical education.
 
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN SOPIR ANGKUTAN DI KOTA PADANG
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan sopir angkutan di kota padang, dengan menggunakan data primer. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah pendapatan, sedangkan variabel independen terdiri dari umur, jam kerja, tariff, dan pengalaman mengemudi. Metode pengumpulan data adalah melalui kuisioner dan wawancara langsung kepada 100 orang sopir angkutan kota di kota Padang. Data yang telah dikumpulkan dianalisis secara deskriptif, kemudian untuk mengetahui hubungan antar variabel digunakan uji regresi linear berganda. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa variabel jam kerja, tariff, dan pengalaman mengemudi berpengaruh positif terhadap pendapatan sopir angkutan kota di kota Padang. Sedangkan variabel umur tidak berpengaruh terhadap pendapatan sopir angkutan kota di kota Padang.
Keyword : Umur, jam kerja, tariff, dan pengalaman mengemudi
ALOKASIFAKTOR PRODUKSIPADAINDUSTRI PENGOLAHAN TEH DI JAWA TENGAH
Masalah yang sedang hangat dibicarakan di negara sedang berkembangadalah keterbatasan kemampuan sektor modern menyerap sejumlah besar tenagakerja tidak produktif yang berasal dari sektor tradisional. Sungguhpunpertumbuhan produksi tinggi, kesempatan kerja bertumbuh agak lamban (Todaro,1983). Masalah ini juga dihadapi oleh Indonesia. Dalam periode 1980-1985, nilaitambah industri pengolahan bertumbuh 8,96% per tahun sedangkan kesempatankerja bertumbuh hanya 4,37% per tahun.Banyak pengamat berkeyakinan bahwa teknik produksi yang diterapkanpada perusahaan industri pengolahan mengakibatkan substitusi antara modal dantenaga kerja sukar, akibatnya kemampuan menyerap tenaga kerja terbatas.Pengamat lain mengatakan ketidaksempurnaan pasar faktor produksi dapatmuncul, sekurang-kurangnya sebagian, pada perusahaan industri pengolahan yangmemiliki pertumbuhan kesempatan kerja rendah. Perusahaan mungkin dirangsangmenggunakan teknologi padat modal oleh peraturan perdagangan luar negeridimana mesin-mesin impor untuk keperluan industri disubsidi. Tingkat upah padaindustri pengolahan juga mungkin terdorong naik di atas tingkat upah minimumsebagai akibat tekanan dari serikat pekerja dan campur tangan pemerintah dalamcolective bargaining (Clague, 1969)
Peran Ikatan Pemuda Dan Mahasiswa Islam (PMI) Sarjo Dalam Pengembangan Dakwah Islamiah Di Kecamatan Sarjo Kabupaten Pasangkayu
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran Ikatan Pemuda dan Mahasiswa Islam Sarjo dalam pengembangan dakwah adalah dengan melakukan kegiatan kegiatan pendidikan dan pembinaan dalam menjalankan perannya sebagai organisasi kepemudaan, adapun kegiatan yang dilaksanakan adalah (1) Program Kerja antar pengurus meliputi; Tahsin, Halaqah Tarbiyah, Diskusi, dan Safari Ramadhan. (2) Program kerja yang melibatkan Masyarakat meliputi; Lomba Keagamaan, Tarhib Ramadhan, Kajian IPMI, Seminar Kemuslimahan, Bakti Sosial, dan Takbiran. (3) Kegiatan yang dilibatkan Masyarakat meliputi; Pengajian Tahlilan, Pemateri Pesantren Kilat Ramadan, dan menjadi Murabbi’ dalam sebuah Halaqah
Perilaku Masyarakat Berwawasan Lingkungan di Kawasan Sempadan Sungai Kota Maros Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model perilaku masyarakat dalam pemanfaatan sempadan sungai yang berkelanjutan. Penelitian ini merupakan penelitian survei dan penelitian ex post facto dengan pendekatan kuantitatif dalam menguji hipotesis. Sampel penelitian ini sebanyak 210 orang yang bermukim di sekitar Sungai Kota Maros sebagai responden. Sampel diambil secara Multistake Random Sample, yang dilakukan dengan menggunakan metode cluster random sample berdasarkan karakteristik sungai. Selanjutnya pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang dianalisis dengan menggunakan Pemodelan Persamaan Struktural. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan lingkungan berpengaruh signifikan terhadap perilaku masyarakat berwawasan lingkungan di kawasan sempadan sungai Kota Maros. Demikian juga pengetahuan lingkungan secara tidak langsung memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perilaku melalui sikap dan motivasi masyarakat. Sedangkan kebijakan pemerintah dan kearifan lokal tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku masyarakat berwawasan lingkungan di daerah sempadan sungai Kota Maros
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
ANALISIS PENGARUH FAKTOR PERTUMBUHAN EKONOMI, PENDIDIKAN, DAN PENGANGGURAN TERHADAP KETIMPANGAN DISTRIBUSI PENDAPATAN DI INDONESIA
This study is analyze the impact of economic growth, education and unemployment on the inequality of income distribution and see which provinces contribute the most to income inequality in Indonesia. This study used Panel regression analysis with the Eviews 8 analysis tool. The data used in this research are Gini ratio, GDRP growth rate, mean of school duration, and open unemployment rate from 33 Provinces within 2007 to 2016 (330 observations). The results show that economic growth has no impact on income inequality, at the same time education has a positive impact and unemployment has a negative impact on income inequality in Indonesia. The results show that Banten is a province with the highest level of income inequality
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
