181 research outputs found
Analisis strategi politik dalam pemenangan Ade Kuswara Kunang dan Asep Surya Atmaja pada pemilihan kepala daerah tahun 2024 di Kabupaten Bekasi
Shinggo Al Ghazali Kursid, 1218040072, 2025. Analisis Strategi Politik Dalam Pemenangan Ade Kuswara Kunang dan Asep Surya Atmaja pada Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024 di Kabupaten Bekasi. Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bekasi tahun 2024 menjadi sorotan dalam dinamika demokrasi lokal. Pasangan calon Ade Kuswara Kunang dan Asep Surya Atmaja berhasil memenangkan pemilihan meski menghadapi kandidat dengan keunggulan dana dan dukungan elite politik. Keberhasilan ini menimbulkan pertanyaan penting mengenai strategi politik yang digunakan, khususnya pendekatan komunikasi politik di tingkat akar rumput.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi politik pasangan Ade - Asep, mengidentifikasi faktor pendukungnya, serta mengevaluasi efektivitas pendekatan tersebut dalam membangun partisipasi dan dukungan masyarakat. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis teori mengacu pada model komunikasi politik Harold D. Lasswell melalui pendekatan Prof. Hafied Cangara, yang menekankan lima elemen penting: siapa, mengatakan apa, melalui saluran apa, kepada siapa, dan dengan dampak apa. Selain itu, teori partai politik Ramlan Subakti digunakan untuk menyoroti peran partai dalam sosialisasi, rekrutmen, agregasi kepentingan, partisipasi, dan komunikasi politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi berbasis relasi sosial, pengorganisasian komunitas, dan komunikasi dua arah terbukti efektif meningkatkan kepercayaan publik dan partisipasi pemilih. Pendekatan ini menegaskan pentingnya kerja partai politik sebagai penghubung antara rakyat dan kekuasaan. Strategi politik yang membumi dan adaptif lebih menentukan kemenangan dibandingkan kekuatan modal atau popularitas semata
Faktor Yang Mempengaruhi Alih Fungsi Lahan Dari Padi Sawah Ke Pembibitan Ikan Lele (Studi Kasus: Desa Wonerejo Kecamatan Pematang Bandar Kabupaten Simalungun)
Alih fungsi lahan atau lazimnya disebut sebagai konversi lahan adalah
perubahan fungsi sebagian atau seluruh kawasan lahan dari fungsinya semula
(seperti yang direncanakan) menjadi fungsi lain yang menjadi dampak negatif
(masalah) terhadap lingkungan dan potensi lahan itu sendiri. Penelitian ini
bertujuan mengetahui factor apa yang mempengaruhi alih fungsi lahan dari padi
sawah ke pembibitan ikan lele.
Penentuan sampel menggunakan metode simple random sampling, dimana
peneliti dalam memilih sampel dangan memberikan kesempatan yang sama
kepada semua anggota populasi untuk ditetapkan sebagai anggota sampel.
Polulasi yang digunakan adalah seluruh petani yang melakukan alih fungsi lahan
dari padi sawah ke pembibitan ikan lele. Jumlah sampel yang diambil sebesar 31
orang. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode analisis
regresi linier berganda dan analisis deskritif.
Faktor yang mempengaruhi alih funsi lahan dari usahatani padi sawah ke
usahatani pembibitan ikan lele yaitu usia, luas lahan, tenaga kerja. Dari 31 sampel
didapat pendapatan usahatani lele dengan rata-rata Rp. 20.548.968 dalam tiga
bulan, dan jumlah tenaga kerja dengan rata-rata 31, sedangkan luas lahan lele
dengan rata-rata 575 m
2
dan usia petani dengan rata-rata 54 tahun. Dilihat dari
analisis Regresi Linier Berganda bahwa usia, luas lahan dan tenaga kerja
mempunyai pengaruh yang nyata terhadap pendapatan lel
PENGEMBANGAN APLIKASI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF 3D TATA SURYA MENGGUNAKAN TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY DENGAN ANDROID
Teknologi Augmented Reality merupakan teknologi yang saat ini sedang berkembang, teknologi tersebut dapat menggabungkan antara dunia maya dengan dunia nyata, benda-benda maya dapat berfungsi menampilkan informasi yang tidak dapat diterima secara langsung. Dengan hal ini teknologi AR dapat berguna untuk membantu persepsi dan interaksi penggunanya dengan dunia nyata. Terknologi AR tersebut dapat dikembangkan dalam bidang game, hiburan, maupun kedokteran. Dalam bidang pendidikan, teknologi augmented reality masih belum terlalu banyak penggunanya. Saat ini masih banyak yang menggunakan buku sebagai sarana penyampaian materi di bidang pendidikan sehingga membuat siswa merasa bosan untuk belajar. Materi yang didapatkan hanya berupa teks dan gambar 2D. Oleh karena itu, peneliti berinisiatif untuk merancang sebuah aplikasi pembelajaran tata surya yang menampilkan objek tata surya 3D sebagai sarana pembelajaran interkatif dan menarik pada siswa kelas 5 SD Negeri Maja Selatan 1 yang dikemas dalam sebuah aplikasi berbasis android. Aplikasi ini dibuat dengan menggunakan software Unity 3D. Tujuan dari penulisan ini adalah mengembangkan aplikasi media pembelajaran interaktif tata surya tiga dimensi menggunakan augmented reality dengan android dan metodologi dalam pengembangan aplikasi ini menggunakan metode MDLC (Multimedia Development Life Cycle). Hasil pengembangan aplikasi ini dapat memberikan kemudahan bagi guru dalam menyampaikan materi tentang tata surya serta siswa dapat melihat dengan jelas bentuk dari planet-planet yang ada di tata surya
Analisis Pendapatan Dan Kelayakan Usahatani Ikan Mas (Cyprinus Carpio) (Studi Kasus : Desa Laubarus Baru Kecamatan Sinembah Tanjung Muda Hilir Kabupaten Deli Serdang)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar pendapatan dan
kelayakan usahatani ikan mas (Cyprinus carpio) di Desa Laubarus Baru
Kecamatan Sinembah Tanjung Muda Hilir Kabupaten Deli Serdang untuk
dikembangkan dalam masa jangka pendek. Pemilihan lokasi dilakukan dengan
pertimbangan bahwa Desa Laubarus Baru merupakan salah satu desa di
Kecamatan Sinembah Tanjung Muda Hilir yang memilki usahatani ikan mas
terbanyak.
Metode penentuan sampel ini dilakukan dengan metode sampling jenuh
(sensus) yaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan
sebagai sampel dengan jumlah responden yaitu 20 orang. Jenis data yang
digunakan adalah data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan
adalah π = TR – TC, R/C ratio, B/C ratio dan Break Even Point (BEP).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada keadaan dilapangan pelaku
usahatani ikan mas di Desa Laubarus Baru menunjukkan kehidupan yang pas –
pasan saja. Bila ditinjau berdasarkan rumus matematis maka pendapatan petani di
Desa Laubarus Baru rata – rata sebesar Rp3.827.991. Usahatani ikan mas di Desa
Laubarus Baru ditinjau berdasarkan R/C ratio layak untuk diusahakan karena R/C
ratio 1,16 > 1. Sedangkan kelayakan usahatani ikan mas ditinjau berdasarkan B/C
ratio tidak layak untuk diusahakan karena B/C ratio 0,16 < 1. Pada kelayakan
usahatani ikan mas ditinjau berdasarkan hasil Break Even Point (BEP) yang
terbagi menjadi 3 bagian. Hasil BEP produksi menunjukkan hasil sebesar 299kg,
hal ini menunjukkan agar pelaku usahatani ikan mas harus menjual minimal
produksinya sebesar 299kg agar mencapai BEP. Hasil BEP harga menunjukkan
hasil sebesar Rp18.912, hal ini menunjukkan agar pelaku usahatani ikan mas
harus menetapkan harga minimal produksi dalam hitungan 18.912/kg agar
mencapai BEP. Untuk hasil dari BEP penerimaan sebesar Rp6.122.272 dalam hal
ini pelaku usahatani harus mendapatkan omset sebesar Rp6.122.272 agar
mencapai BEP
PENERANGAN JALAN UMUM BERBASIS PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA DI DESA SIDOHARJO KABUPATEN KULON PROGO
Abstrak: Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) terutama tenaga surya di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Kondisi geografis Desa Sidoharjo memiliki potensi untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Perlu adanya perluasan PLTS di Desa Sidoharjo. Selain itu, masyarakat belum memahami pentingnya hemat energi dan pemanfaatan EBT. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai EBT dan pemanfaatannya dengan bijak. Metode yang digunakan dalam program pengabdian yaitu survei, observasi, sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, dan pembangunan PLTS penerangan jalan umum serta monitoring dan evaluasi. Mitra dalam program pengabdian ini adalah pemerintah Desa Sidoharjo. Program pengabdian diikuti oleh 21 peserta. Hasil pengabdian masyarakat di Desa Sidoharjo berjalan dengan lancar dan sukses. Instalasi PJUTS berfungsi dan dapat menerangi jalan umum. Hasil evaluasi penyuluhan penghematan energi, penggunaan, dan pemeliharaan PJUTS menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat sebesar 61,9% terkait pentingnya menghemat energi dan penggunaan energi baru. Rata-rata masyarakat sangat setuju perlu adanya pengelolaan dan pemanfaatan energi menggunakan sumber energi dari sekitar lingkungan masyarakat.Abstract: The use of New and Renewable Energy (NRE), especially solar power in Indonesia, has enormous potential. The geographical condition of Sidoharjo Village has the potential for the development of Solar Power Plants (SPP). It is necessary to expand the SPP in Sidoharjo Village. In addition, people do not yet understand the importance of energy saving and the use of NRE. This community service program aims to increase public awareness and understanding of NRE and its wise use. The methods used in the service program are surveys, observations, socialization, counseling, training, and construction of public street lighting Solar Power Plants as well as monitoring and evaluation. The partner in this service program is the Sidoharjo Village government. The service program was attended by 21 participants. The results of community service in Sidoharjo Village went smoothly and successfully. Solar Public Street Lighting Installation works and can illuminate public roads. The results of the evaluation of energy-saving counseling, use, and maintenance of Solar Public Street Lighting showed an increase in public understanding by 61.9% regarding the importance of saving energy and using new energy. The average community strongly agrees that there is a need for energy management and utilization using energy sources from around the community
Manajemen Mutu Guru (Implementasi Undang-undang, Peraturan dan Kebijakan)
Through ASEAN Summits 1997 – 2007, leaders of ASEAN countries have achieved the agreement to establish AEC (Asean Economic Community) in the end of 2015, providing the ability to pursue the ASEAN vision 2025. By means of regional and then global free trade to come, the welfare of 660 millions people in ASEAN countries regarding those leaders. The question is what should be done by each member? In terms of free market, common quality standard comes in the first place. Consequently, terminologies such as accreditation and certification are among words which teachers pay a lot of attention. These two words are not only about quality standard they have to achieved but also result in their take home payment. This article aims to explain te rationale of “Quality Standard” as a must programme in free market era, regionally and globally
Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Irritable Bowel Syndrome (IBS) Menggunakan Metode Teorema Bayes
Irritable Bowel Syndrome merupakan penyakit dengan kumpulan gejala akibat iritasi pada saluran pencernaan dan memiliki gejala pada umumnya yaitu kram perut, diare, kembung dan sembelit. Penyakit ini rentan terhadap seseorang yang berusia dibawah 50 tahun. Seseorang yang mengalami beberapa gejala juga tidak jarang untuk mencari informasi mengenai penyakit yang dia derita kepada orang-orang sekitar ataupun media internet. Ketika seseorang tersebut curiga terhadap dirinya yang mengidap penyakit meningitis, maka seseorang tersebut perlu untuk memastikan penyakit yang diderita. Sehingga seseorang yang ingin memastikan penyakit yang diderita cenderung pergi ke dokter. Masalah yang terjadi yaitu biaya yang mahal dan tempat yang jauh dari rumah. Penelitian ini menggunakan sistem pakar dan metode teorema bayes untuk memastikan penyakit yang diderita seseorang adalah penyakit Irritable Bowel Syndrome tanpa harus menemui dokter
The So-Called “Islamic Terrorism”: A Tale of the Ambiguous Terminology
"What does the term "terrorism" mean." Why does the term “terrorism” often identified as Islam? "If terrorism is an ism that affects "terror" that it generates, while Islam which literally means "peace", then the two terms certainly mismatch! Such question and statement show Muslims’ concern over frequent phenomena of "terrorism" using Islamic religious symbols. The research undertaken proved that there are three explanations. First, a close tripartite network connection between “terrorism experts” and the circles of power policy holders who are also supported by senior journalists in the international media influence. Second, a long tradition of Orientalist studies in the study of the Middle East region and the study of religion in the Arab culture. Figures such as Bernard Lewis, Noah Feldman, Raphael Patai and other Middle East experts often sit with other experts in the field of terrorism (the first factor) and become main advisors and expert staff for the US government in the formulation of action to counter terror. It was the catalyst for the transmission of viewpoint which then decorated orientalist discourse of Islamic terrorism in the process of political policies. Third, a lot of Islamic terrorism discourse refers to the long tradition of cultural stereotypes and biased representations of the media that often portray Islam and Muslims as ‘the enemy’. The reason is that it reflects the perspective of socio-Western culture that fears and worries the other oriental parties which has been stereotyped since the imperial era. Many also argue that the dichotomy of the orientalist views are deliberately preserved as a form of new style imperialis
The Effect of Brand DNA on the Interactive Marketing: Perspective of Junior Lecturers from the Faculty of Economics of a Catholic University
AbstractThe competition among higher education institutions is getting tougher, especially in the era of globalization with the changing society overtime. As an established university, University X is facing the same problem. The main issue is how the university can sustain in the competition. Research work from Ford (2007) showed that creating unique differentiation is a substantial solution in order to survive the competition through finding the brand DNA (or its uniqueness) of the organization. How University X should focus on the uniqueness and enables it to stand out of the competition. The research focuses on finding brand DNA elements from the student and relates the brand DNA elements to the effort of promoting the university through interactive marketing. To answer the purposes, this research used qualitative approach in exploring the uniqueness. Further, this research conducted the in-depth-interview to 10 respondents who were the junior lecturers from the Faculty of Economics of University X. In analyzing the verbatim data, the authors used the data reduction model from Miles & Huberman (1994) with some modifications into five stages of analysis with data generalization. The results of the research shown that the most affecting brand DNA of University X were good education quality, good kinship, discipline, honesty, and Catholic, but lack of the value implementation. The higher involvement of the respondent determined the familiarity with the brand DNA of University X. The research also suggested that ‘good’ brand DNA determined the good interactive marketing activity which led to a higher sustainability of University X in the upcoming year
ALGORITMA STEMMING TEKS BAHASA BALANTAK BERBASIS ATURAN TATA BAHASA
Bahasa Balantak merupakan salah satu bahasa daerah di Provinsi Sulawesi Tengah umumnya di daerah Balantak, Kabupaten Banggai dan sekitarnya. Pada penelitian ini aturan imbuhan terdapat dari buku struktur bahasa Balantak, kata dasar dari percakapan sehari-hari pada bahasa Balantak, serta buku struktur sastra lisan Balantak sebagai data uji. Dalam bahasa Balantak terdapat kata berimbuhan yang terbentuk dari awalan, akhiran dan perulangan. Stemming merupakan sebuah teknik ekstraksi sebuah kata berimbuhan dengan tujuan untuk mencari kata dasar dari kata yang berimbuhan dengan cara menghilangkan atau menghapus imbuhan yang terdapat pada kata dasar. Teknik stemming dibagi menjadi tiga tahapan yaitu tahapan mengumpulkan aturan yang terdapat pada bahasa Balantak, tahapan pengumpulkan kata dasar yang akan menjadi kamus basis data dan tahapan penghapusan imbuhan. Perancangan yang dilakukan yaitu membuat flowchart dan pseudocode algoritma stemming teks bahasa Balantak. Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian yang dilakukan menggunakan white box, algoritma stemming yang telah dibuat dengan menggunakan 310 kata uji diperoleh 2 hasil menggunakan kombinasi pertama 299 kata uji dengan hasil benar dengan total akurasi 96,45% dan 11 kata uji dengan hasil salah sebanyak 3,55%, kombinasi kedua 305 kata uji dengan hasil benar dengan total akurasi 98,39% dan 5 kata uji dengan hasil salah sebanyak 1,61%
- …
