1,721,152 research outputs found
PENDIDIKAN BERORIENTASI PROFESI DALAM EKONOMI GLOBAL
ABSTRACTIn challenging global economic increasingly sharply, readiness of alteration of labour patterned thinking in position and behavior of claiming readiness of technical interest, fasility process and cooperation in team. In job activity beside hard skills also soft skill; hard skills in general has been assumed fullfills; but which still needing is soft skills. Strives to give interest stock soft skills becomes attention which is enough serious to teaching about character building and leadership in the form of practical that is through atmosphere academic created to support soft skills.
Keywords: Profession Education, Global Economic
ANALISIS CIRI KEWIRAUSAHAAN DAN PERILAKU TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA PROGRAM PENDIDIKAN EKONOMI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TERBUKA
Abstract
The results showed that: (1) There is significant effect of entrepreneurial characteristics on student learning motivation; meaning the better the entrepreneurial traits will affect student learning motivation higher. (2) There is significant effect of entrepreneurial characteristics on student learning motivation; meaning the better the behavior will affect student learning motivation higher. (3) There is significant influence entrepreneurial trait and behaviors to motivate student learning; meaning the better the entrepreneurial traits and behaviors will affect student learning motivation higher.
Keywords: Entrepreneurship Characteristics, Behavior, Learning Motivation
PREFERENSI DAN KECEPATAN MAKAN DARI KEONG MAS TERHADAP TANAMAN PADI
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari preferensi dan kecepatan makan dari berbagai usia keong mas terhadap berbagai kultivar dan umur tanaman padi. Keong mas dikoleksi dari daerah Tanjung Lombok Utara, dikembangbiakkan dan diaklimatisasi di Laboratorium Biologi FMIPA Universitas Mataram. Variasi usia keong mas yang digunakan untuk uji hayati adalah 1 bulan, 3 bulan dan 6 bulan. Tanaman padi yang digunakan adalah kultivar Cibogo, Cigeulis, dan Ciherang, masing-masing dengan umur 20, 30, dan 60 hari setelah tanam. Uji hayati preferensi dan aktivitas makan dari keong mas terhadap tanaman padi dilakukan secara ex situ menurut rancangan blok acak lengkap di Kebun Biologi Fakultas MIPA Universitas Mataram. Data diolah untuk menentukan tingkat keganasan dari keong mas menurut variasi usia dan kerentanan tanaman padi menurut variasi kultivar dan umurnya setelah tanam. Hasil menunjukkan, bahwa keong mas berusia enam bulan mempunyai kecepatan makan dua kali lipat dari keong mas umur tiga bulan dan empat kali lipat dari keong mas berumur satu bulan terhadap tanaman padi. Preferensi keong mas terhadap tanaman padi tidak dipengaruhi oleh variasi kultivar tanaman padi, akan tetapi lebih dipengaruhi oleh umur tanaman padi tersebut. Tanaman padi berumur 10 dan 20 hari setelah tanam masing-masing adalah delapan dan tujuh kali lipat lebih disukai dari tanaman padi berumur 60 hari setelah tanam.Kata-kata kunci: Keong mas, tanaman padi, kecepatan makan, preferensi.ÃÂ Abstract: The research was intended to evaluate preference and rate of eat away the rice plants (various cultivars and ages) of the golden snail (various live spans). The golden snails were collected in rice lands of Tanjung Area, North Lombok. Its were reared and acclimated in Biology Laboratory. The bioassay was carried out by block randomized design in accordance with ex situ in The Biology Garden, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Mataram. Investigations of preference and rate of eat away rice plants with various cultivars: Cibogo, Cigeulis, and Ciherang and ages: 20, 30, and ÃÂ 60 days by the golden snails with various live spans: 1, 3, and 6 months carried out by block randomized design in accordance with ex situ. Data pointed to describe life spans of voracious golden snails andÃÂ ÃÂ cultivars and ages of susceptible rice plants. The result saw that, preferences were not dependent on variation of paddy cultivars. The six months old - golden snailsÃÂ had rate of eat away rice plants two fold than ÃÂ ÃÂ the three months old - golden snail, and four fold than the a month old - golden snail. The rice plants 10 and 20 days old were given preference by golden snail eight and seven fold the rice plants 60 days old.Key words: Golden snails, preference, rate of eat away, and rice plants.</jats:p
Uji kinerja material akustik dari serabut nipah menggunakan metode tabung impedansi dengan variasi ketebalan sampel
Penataan bunyi pada bangunan mempunyai dua tujuan, yaitu untuk kesehatan (mutlak) dan untuk kenyamanan. Penataan bunyi melibatkan empat elemen yang harus dipahami oleh para perancang bangunan, yaitu sumber bunyi, penerima bunyi, media perambatan bunyi, dan gelombang bunyi. Media perambatan bisa berupa zat gas, cair, dan juga padat.
Beberapa jenis bahan bisa dijadikan media perambatan bunyi. Salah satunya Nipah,merupakan tumbuhan yang mudah didapat dan cukup melimpah di lingkungan hutan mangrove atau daerah pasang surut. Serabut Nipah bisa diolah menjadi media perambatan bunyi karena terdiri dari serat-serat yang mampu meredam bunyi yang berlebihan sehingga bunyi bisa diterima sesuai keinginan pendengar.
Penelitian ini bertujuan untuk (a) mengetahui pengaruh ketebalan sampel terhadap kinerja material akustik dari serabut Nipah setelah diketahui nilai intensitas bunyi yang melewati sampel (I),dan (b) mengetahui pengaruh tingkat frekuensi terhadap kinerja material akustik dari serabut Nipah stelah diketahui nilai intensitas bunyi yang melewati sampel (I).
Penelitian ini menggunakan metode tabung resonansi. Variasi yang digunakan dalam pengambilan data pada penelitian ini adalah ketebalan sampel, mulai dari ketebalan 1 cm, 1,5 cm, dan 2 cm. Adapun frekuensi sumber suara yang digunakan adalah 20 - 20.000 Hz.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Semakin tebal sampel, intensitas bunyi yang diserap semakin banyak, namun sebenarnya penambahan ketebalan tidak merubah karakteristik dari sampel dengan bahan dasar serabut Nipah, sebab komposisi perbandingan bahan pembuatannya sama. Kinerja sampel paling baik hanya pada saat frekuensi 125 Hz. semakin tinggi frekuensi bunyi, kinerja sampel semakin menurun. Pada tingkat frekuensi tertentu mampu mengurangi intensitas bunyi sebesar 1,346 dB seperti pada sampel (A). 2,6374 dB pada sampel (B), dan 5,2812 dB pada sampel (C).
ABSTRACT
The structuring sound on the building has two purposes, namely to health (absolute) and to pleasure. Structuring sound involves four elements that must be understood by the architect of the building, which are source of sound, sound receiver, sound propagation media and sound waves. Propagation media is a gaseous substance, liquid, and solid.
Several types of materials use as propagation media of sound. One of them is Nipah, a plant that is easily available and relatively abundant in the mangrove or tidal areas. Nipah fibers process into sound propagation media because it consists of fibers that reduce excessive sound that the sound accepted as desired audience.
This study aims to (a) determine the effect of sample thickness to performance of fiber acoustic material Nipah after the known value of the sound intensity through the sample (I), and (b) determine the effect of frequency to performance fiber acoustic matetial Nipah after known value of the sound intensity through the sample (I).
This study using the resonance tubes. Variation used in obtaining the data in this study is the sample thickness, ranging from a thickness of 1 cm, 1.5 cm and 2 cm. The frequency of the sound source used is 20-20000 Hz.
The results of this study indicates that: The thicker the sample, the intensity sound is more absorbed, but it really is increasing the thickness not make over characteristic of fiber acoustic material Nipah, because composition of material ratio is applied equally. Acoustic material performance samples Nipah fibers are best only when the frequency of 125 Hz, the higher the frequency of the sound performance of the sample decreases. At a particular frequency reduce the sound intensity by 1,346 dB as on samples (A), 2,6374 dB on samples (B), and 5,2812 dB in the sample (C)
Bukti Membimbing Skripsi (pembimbing utama) SK penugasan S U R A T T U G A S Nomor: F5/75a/D.5/VI/2023
Membimbing Skripsi (pembimbing utama) HARTINI
Membimbing Skripsi (pembimbing utama) NURMARINDA NOVAYADI
Membimbing Skripsi (pembimbing utama) MUHAMAD HATIM RAMADHAN
Membimbing Skripsi (pembimbing utama) Inggit Dwi Indriani
Membimbing Skripsi (pembimbing utama) ANTON
Membimbing Skripsi (pembimbing utama) Muhammad Arsy Ramdhan Gozali Putra
Membimbing Skripsi (pembimbing utama) ABRAR ADJIE PERDANA
Membimbing Skripsi (pembimbing utama) MUH. ISYROF RIFALDY
Membimbing Skripsi (pembimbing utama) Zhafirah Khansa Yuniar
Membimbing Skripsi (pembimbing utama) Adelya Nova Irawan
Membimbing Skripsi (pembimbing utama) RIVA ASTRIVIANA
Menguji Ketua penguji NURMARINDA NOVAYADI
Menguji Ketua penguji NADHIA HANANTI PUTR
SK MENGAJAR, Matakuliah, PRESENSI, NILAI : Pengantar Ilmu Ekonomi Kelas : C Semester : Gasal 2023/2024
MEMUAT SK MENGAJA
Analisis Permintaan Uang Giral dalam Valuta Asing Tahun 2000-2002: Studi Kasus Kabupaten/Kota di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat
This research investigated demand for demand deposit in foreign exchange. Data used was panel data, which is combination from time series data and cross sectional data.
Estimation method used was generalized least square (GLS) with polled regression, fixed effect (Covariance model) and random effect (Error model) models. Based on restricted F test and Lagrange Multiplier test (LM test), it is known that fixed effect model is the best model to explain demand for demand deposit in foreign exchange. It means that element of region (regency/municipality) effects model structure.
Least Square Dummy Variable (LSDV) regression model by incorporating time element indicates that local autonomy event did not influence model structure. It is supported with Chow test indicating that the model is stable due to enforcement of Law No 22 and 25 of 1999.
Keys Word: demand deposits in foreign exchange, panel data, fixed effect mode
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PNEMONIA PADA ANAK BALITA DI KABUPATEN PEKALONGAN RISK FACTORS RELATED TO THE OCCURRENCE OF PNEUMONIA IN CHILDREN UNDER FIVE YEARS OLD AT PEKALONGAN REGENCY
Back ground: Environment factors which influence the incidence of pneumonia are factors that related to incidence of pneumonia in children under five years old. These risk factors are: intrinsic factors (age, sex, nutritional status, immunization status) and extrinsic factors (biologic, physical and social)
Objective: The aims of this study were: to prove a relationship between imunization status, nutritional status, vitamine A, duration of breast feeding, type of house, over crowding, type of the floor, ventilation, kitchen condition, type of fuel for cooking, time of use fuel for cooking, chimney, cigarette smoking with incidence of pneumonia in children under five years old and evaluation management of childhood illness in "puskesmas" and define the intrinsic and extrinsic risk factors.
Method: A case-control study, The total samples were 210 children under five years old, 105 pneumonia patients considered as cases and 105 acute respiratory infections non pneumonia patients considered as controls. All interview were obtained from mother of children under five years old as study subjects in addition to interview field observation was done.
Result: Multivariate analysis shows that there are five factors influenced the incidence of pnemonia: bad nutritional status (OR:11,427; 95%CI:2,480- 52,661; p:0,002), wood cooking (OR:4,494; 95%CI:1,067-18,922; p:0,041), non permanent house (OR:4,373; 95%CI:1,068-17,910; p:0,040), "chimney-(OR:3,208; 95%CI:1,421-7,243; p:0,005) and vitamine A (OR:4,947; 95%CL1,179-20,757; p :0,029).
Conclusion: Factors related to the incidence of pneumonia in children under five years old are: bad nutritional status, wood cooking, non permanent haouse, "chimney" and vitamine A.
Suggestion: It is important to improve growth monitoring of children under five years old , vselection type of energy for cooking, housing condition, kitchen shoul be completed with chimney and vitamine A coverage
Latar belakang: Salah satu faktor lingkungan yang dapat berperan terhadap terjadinya pnemonia adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pnemonia pada anak balita. Faktor risiko kejadian pnemonia balita dapat dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor intrinsik (umur, jenis kelamin, status gizi, status imunisasi) dan faktor ekstrinsik (biologis, fisik dan sosial).
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk: membuktikan adanya hubungan antara status imunisasi, status gizi, pemberian vitamin A, pemberian ASI, tipe nimah, kepadatan hunian, jenis lantai, luas ventilasi, keadaan dapur, jenis bahan bakar, lama penggunaan bahan bakar, lubang asap, kebiasaan merokok dengan kejadian pnemonia pada anak balita dan mengevaluasi tatalaksana penderita di Puskesmas serta menghitung besar resiko faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik.
Metode: Penelitian dilakukan dengan pendekatan kasus kontrol, melibatkan 210 balita, sebanyak 105 penderita pnemonia ditetapkan sebagai kasus dan 105 penderita ISPA non pnemonia ditetapkan sebagai kontrol. Pada seluruh ibu balita subyek penelitian dilakukan wawancara dan observasi lapangan. Pada data basil penelitian dilakukan analisis deskriptif, analisis bivariat dengan uji X2 untuk mengetahui besar resiko dengan menghitung Odds Ratio selanjutnya dilakukan analisis multivariat dengan uji regresi logistik.
Hasib Sesuai hasil analisis multivariat terdapat 5 faktor yang berperan terhadap kejadian pnemonia yaitu: status gizi kurang (OR:11,427; 95%C1:2,480- 52,661; p:0,002), bahan bakar kayu (OR:4,494; 95%0:1,067-18,922; p:0,041), rumah tidak permanen (OR:4,373; 95%0:1,068-17,910; p:0,040), tidak ada lubang asap (OR:3,208; 95%CI:1,421-7,243; p:0,005) dan tidak diberi vitamin A (OR:4,947; 95%CI:1,179-20,757; p:0,029).
Simpulan: Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pnemonia pada anak balita yaitu status gizi kurang, jenis bahan bakar kayularang, tipe rurnah tidak permanen, tidal( ada lubang asap dan tidak diberi vitamin A.
Saran: Perlu meningkatkan cakupan penimbangan balita, perlu pemilihan jenis bahan bakar yang tepat, perlu perbaikan rurnah tidak permanen, dapur hams dilegkapi dengan lubang asap dan perlu peningkatan cakupan pemberian vitamin A pada anak balita
Transferensi murid pada mursyid : studi fenomenologi pada tarekat Naqsabandiyah Khalidiyah di Pondok Pesantren Girikesumo Mranggen Demak
Transferensi selalu muncul dalam setiap hubungan. Begitu juga dalam hubungan yang terjalin antara pasien dengan dokter, analisan dengan analis, dan murid dengan mursyid. Dalam pendidikan spiritual, ada banyak peran psikologis yang dimainkan salah satunya adalah transferensi. Transferensi dapat berdampak positif maupun negatif. Penelitian tentang transferensi antara murid dengan mursyid sangat jarang ditemukan. Padahal, transferensi sebagai reaksi psikologis dalam hubungan yang intens memainkan peran yang signifikan dalam pembentukan kepribadian. Selain itu, hubungan merupakan instrumen utama dalam psikoterapi dan dalam pendidikan spiritual. Hubungan merupakan penentu utama dimana murid akan mendapatkan pencerahan. Penelitian ini mengisi kekurangan itu dengan mengeksplorasi psikologis murid dalam menjalin hubungan dengan mursyid.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Dimana peneliti memfokuskan diri pada pengalaman mental murid dalam menjalin hubungan dengan mursyid. Tujuan dari penelitian ini untuk memahami bagaimana transferensi yang terjadi dalam hubungan murid dengan mursyid serta untuk mengetahui efek dari transferensi bagi Murid. Sumber data yang diperoleh meliputi data primer dan data sekunder. Dara primer didapatkan dari subjek penelitian melalui wawancara dan data sekunder di peroleh dari jurnal, buku, makalah, dan artikel. Subjek dalam penelitian ini ada lima orang murid tarekat Naqsabandiyah Khalidiyah di Girikesumo desa Banyumeneng kecamatan Mranggen kabupaten Demak. Wawancara dijalankan dengan menggunakan wawancara semi terstruktur. Transkrip wawancara kemudian dianalisis dengan pendekatan Descriptive Phenomenological Analysis.
Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa ada dua jenis hubungan antara murid dengan mursyid yaitu hubungan secara dzahir dan hubungan secara batin. Transferensi muncul secara perlahan pada murid melalui pertemuan-pertemuan pada aktivitas ketarekatan. Transferensi yang muncul adalah bentuk transferensi positif dimana mursyid digambarkan sebagai sosok orang tua yang bijaksana dan penuh kasih sayang. Transferensi positif yang dimanfaatkan dengan baik memberikan efek positif kepada murid. Ada lima efek transferensi bagi murid dalam hubungannya dengan mursyid yaitu: (1) Penyelesaian masalah, (2) ketenangan batin, (3) pendewasaan psikologis, (4) kontrol diri dan kontrol emosi yang baik, dan (5) tumbuhnya sikap qona’ah. Lewat penelitian ini, subjek penelitian menyampaikan pengalaman pribadi mengenai transferensi dalam hubungannya dengan mursyid. Temuan dalam penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan kajian mengenai integrasi dinamis tasawuf dan psikoterapi
ANALISIS POTENSI DAN PEMANFAATAN AIR WADUK CIPANCUH DI KABUPATEN INDRAMAYU
Abstract
Analysis is a way to check the availability and irrigation water requirements in an agricultural land. For the purposes of irrigation, enough water is needed to increase agricultural productivity. Performance management of irrigation water at farm level is very varied with irrigation water allocation is less efficient. It is thus this is one major cause actual yields are still low. Then need to arrange for water use and preparation of schedules and appropriate cropping pattern under various conditions. So that would be more effective in using water, expected in the future no water shortage, which in turn will increase productivity pertanian.Yang ultimately to meet national food needs. The research shows that it turns out the availability of water in the reservoir Cipancuh insufficient irrigation water requirements.
Keywords : rainfall, dependable flow, cropping patterns and crop species
- …
