1,721,455 research outputs found

    FILSAFAT KESEHARIAN: Praktik Pendidikan, Bahasa, dan Sastra

    No full text
    Artikel ini menjelaskan hubungan antara filsafat, teologi, dan kosmologi yang dapat berkontribusi pada pem- bentukan ideologi negara. Filsafat memberikan kerangka untuk memahami hakikat realitas, hakikat manusia, dan peran pemerintah dan masyarakat. Hal ini dapat membantu mengembangkan ide-ide tentang keadilan, kesetaraan dan hak-hak individu di negara tersebut. Teologi, di sisi lain, membingkai pengetahuan tentang sifat ketuhanan dan hubungan antara manusia dan kekuatan yang lebih tinggi. Dapat juga dikatakan bahwa teologi adalah pedoman untuk membangun dan mengembangkan sikap dan moral seka- ligus mengembangkan prinsip-prinsip etika. Kosmologi menawarkan perspektif tentang asal usul dan sifat alam semesta dan menyajikan keyakinan tentang tempat manusia di dunia dan peran sosialnya. Sinergi ketiga hal tersebut dalam suatu sistem kepercayaan atau perangkat nilai dapat emberikan pedoman hukum, peraturan dan tatanan sosial masyarakat secara nasional

    Metode Belajar Accelerated Learning dan Spiritual Treatment Untuk Sukses Masuk Perguruan Tinggi Negeri Pada Bimbingan Pasca Ujian Nasional (Studi Kasus Pelaksanaan BPUN Oleh Gerakan Pemuda Ansor Jombang)

    No full text
    ABSTRACT Suprapto. 2016. Metode Belajar Accelerated Learning dan Spiritual Treatment untuk Sukses Masuk Perguruan Tinggi Negeri pada Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN) (Studi Kasus Pelaksanaan BPUN oleh Gerakan Pemuda Ansor Jombang). Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Sekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing     (1) Drs. H. Moh. Ishom Ihsan, M.Pd., (2) Drs. Sucipto, M.S. Kata Kunci: accelerated learning, spiritual treatment, sukses masuk PTNMetode belajar accelerated learning dan spiritual treatment merupakan salah satu alternatif dalam bimbingan belajar. Santri dalam bimbingan belajar ini disiapkan secara mental dan kerohanian. Dalam waktu satu bulan santri dibimbing untuk menghadapi tes Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Santri mendapatkan pembelajaran dengan suasana kepesantrenan. Selama ini penelitian terkait bimbingan belajar dengan pendekatan kepesantrenan masih belum banyak jumlahnya. Berkaitan dengan itu, maka dipandang perlu pembahasan mengenai Metode belajar accelerated learning dan spiritual treatment tersebut.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan mengenai penyelenggaraan bimbingan belajar pasca ujian nasional, penerapan metode belajar accelerated learning, dan penerapan metode belajar spiritual treatment untuk sukses perguruan tinggi negeri. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Sumber datanya adalah pihak pengelola bimbingan belajar pasca ujian nasional, manager kota, tentor, dan beberapa santri di bimbingan belajar. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan dengan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap pengelompokan data, tahap pencatatan, tahap klasifikasi, dan tahap penyajian data. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh tiga simpulan hasil temuan penelitian yaitu sebagai berikut. Pertama, seleksi santri dan tentor dalam mendapatkan input yang baik pada pembelajaran materi akademik dan non akademik. Kedua, metode belajar accelerated learning dengan pemantapan materi akademik (SAINTEK dan SOSHUM) berupa cara praktis penyelesaian soal-soal SBMPTN dengan pembelajaran teman sebaya serta melalui tryout setiap minggu. Ketiga, metode belajar spiritual treatment melalui materi non akademik berupa materi keaswajaan. Pemantapan diri dengan melakukan sholah tahajjud, wiridan, khataman Al Quran, ziarah makam para kiai, serta tambahan motivasi dan outbond untuk melatih santri meningkatkan keimanan, percaya diri, dan kerjasama.   Sesuai simpulan tersebut rekomendasi berupa saran yaitu, pengembangan program BPUN dapat lebih serius dilakukan; penyelenggaraan BPUN yang sesuai prosedur penyelenggaraan program;  pengelolaan metode belajar accelerated learning dan spiritual treatment menjadi acuan pengembangan wawasan dan spiritualitas keagamaan

    KOMPOSISI JENIS, DISTRIBUSI, DAN KEPADATAN STOK IKAN EKOR TIKUS (MACROURIDAE) DI PERAIRAN LAUT DALAM ZONA EKONOMI EKSKLUSIF INDONESIA SAMUDERA HINDIA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji, komposisi jenis, penyebaran, dan kepadatan stok ikan ekor tikus (Macrouridae) di perairan laut dalam zona ekonomi eksklusif Indonesia Samudera Hindia meliputi selatan Jawa dan barat Sumatera. Data yang dianalisis merupakan sebagian hasil survei yang dilakukan bulan Juni sampai dengan Agustus 2005 dengan menggunakan K. R. Baruna Jaya (1.219 GT). Estimasi kepadatan stok dilakukan dengan menggunakan metode sapuan dengan pengambilan contoh acak bertingkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ikan ekor tikus (Macrouridae) yang tertangkap terdiri atas 35 spesies, mewakili 11 genera. Komposisi hasil tangkapan didominansi oleh spesies Caelorinchus divergens dan Caelorinchus smithi, (19,2 sampai dengan 77,2%). Penyebaran laju tangkap secara horisontal, paling tinggi ditemukan di perairan selatan Jawa, sebaliknya semakin ke arah perairan barat Sumatera, cenderung rendah. Sedangkan secara vertikal, laju tangkap cenderung meningkat seiring dengan bertambah kedalaman. Laju tangkap paling tinggi pada umumnya berada pada kedalaman mulai dari 500 sampai dengan 1.200 m. Jumlah spesies yang tertangkap pada kedalaman lebih dangkal (200 sampai dengan 300 m) relatif sedikit, selanjutnya semakin bertambah kedalaman, jumlah spesies tersebut cenderung meningkat. Spesies yang memperlihatkan penyebaran paling luas terdiri atas Coryphaenoides sp.1 dan Macrouridae sp.1. Kelimpahan stok ikan ekor tikus (Macrouridae) tertinggi ditemukan pada kisaran kedalaman 800 sampai dengan 900 m dan terendah pada kedalaman 200 sampai dengan 300 m. Kepadatan stok di perairan sebelah selatan Jawa, berkisar antara 4 sampai dengan 1.221 kg km-2, rata-rata sekitar 336,53 kg km-2. Sedangkan di perairan barat Sumatera berkisar antara 0,85 sampai dengan 478,4 kg km-2, rata-rata sekitar 167,30 kg km-2. The objective of this research is to study species composition, distribution, and stock density of rattail fish (Macrouridae) in the waters of southern Java and western Sumatera of the Indian Ocean Indonesian ekslusive economic zone. The study was done based on the data collected from the survey conducted between June and August 2005 using R. V. Baruna Jaya IV (1,219 GT). The study was basically conducted by applying swept area method with stratified random sampling. The results show that the species composition of rattail fish in the of the waters Indian Ocean consisted of 35 spesies and 11 genera. The catch of Macrouridae was dominated by Caelorinchus divergens and Caelorinchus smithi about 19.2 to 77.2%. The widest species distribution of this resources was Coryphaenoides sp.1 and Macrouridae sp.1. The highest abundance of rattail fish resources was caught at the depth of 800 to 900 m and the lowest at the depth of 200 to 300 m. Stock density in southern off Java waters ranging from 4 to 1.221 kg km-2 and about 0,85 to 478,4 kg km-2 in western off Sumatera waters

    KERAGAAN PENANGKAPAN IKAN DEMERSAL DI KAWASAN TIMUR INDONESIA YANG BERBASIS DI PROBOLINGGO

    Get PDF
    Di sekitar lahan Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo (Propinsi Jawa Timur) terdapat salah satu pangkalan kapal-kapal penangkapan ikan demersal yang beroperasi di perairan kawasan timur Indonesia (Laut Arafura dan Laut Timor). Informasi tentang keragaan aktivitas pengusahaan sumberdaya tersebut sangat penting bagi para pemangku kepentingan yang mengkaji sumber daya ikan di perairan Laut Arafura dan Laut Timor. Hasil pengamatan menginformasikan bahwa karakteristik kapal-kapal penangkapan terbuat dari kayu, mempunyai bobot mati lebih dari 30 - 110 GT. Sebagianbesar kapal tersebut berasal dari Tanjung Balai Karimun yang secara operasional dikelola oleh para pengusaha yang membuka agen di Probolinggo. Alat tangkap yang digunakan terdiri atas pancing rawai, bubu, dan jaring insang tetap. Lokasi penangkapan yang dikunjungi dalam 1 tahun adalah perairan Laut Arafura pada bulan Nopember - Mei dan perairan Laut Timor pada bulan April - Oktober. Ikan-ikan hasil tangkapan dibawa langsung oleh kapal penangkapan atau melalui kapal-kapal penampungan yang sudah berlabuh di daerah Tanimbar dan Kupang, kemudian diangkut ke Pelabuhan Tanjung Tembaga, Probolinggo. Beberapa aktivitas bongkar muat ikan yang dilakukan meliputi kegiatan pembongkaran ikan dari palka, seleksi jenis ikan berdasarkan pada ukuran bobottiap ekor (sizing), seleksi berdasarkan pada kualitas, pencatatan hasil produksi, pengemasan, dan pengiriman ke pabrik-pabrik pengolahan ikan di luar daerah untuk diproses sebagai bahan baku komoditas ekspor. Ikan yang mendominasi hasil tangkapan adalah kelompok famili Lutjanidae (kakap)dan Pristidae (anggoli) terutama genera Lutjanus dan Pristipomoides

    PARADIGMA BARU KEDIKLATAN: (Penyelenggaraan Diklat Jarak Jauh pada Balai Diklat Keagamaan Padang)

    No full text
    Permasalahan yang dihadapi dalam pola diklat konvensional adalah sulitnya menjangkau seluruh SDM Kementerian Agama dengan jumlah (kuantitas) yang besar dan tersebar luas di seluruh wilayah NKRI. Jumlah widyaiswara yang mengampu mata diklat pada seluruh balai diklat dan pusat diklat kementerian agama berjumlah 346 orang. Jumlah guru Madrasah, Pondok Pesantren, dan GPAI yang berstatus swasta dan negeri yang berhak mengikuti diklat berjumlah 1.041.890 orang. Jumlah tersebut belum termasuk jumlah tenaga penyuluh, pembina siaran dan tamadun, penyelenggara haji, penghulu, pengelola zakat dan wakaf, pembina kemasjidan dan takmir. Dari segi siklus tahunan diklat baru mencapai 7 tahunan. Artinya seseorang baru dapat mengikuti diklat kembali setelah tujuh tahun berikutnya, dengan asumsi pembagian jatah dan jadwal dilakukan secara adil. Idealnya, setiap pegawai dapat memperoleh kesempatan untuk memperoleh diklat setiap dua hingga empat tahun, atau bahkan setiap saat ia membutuhkannya. Oleh karena itu perlu dilakukan terobosan untuk mengatasi keterbatasan tersebut. Salah satu pendekatan yang dapat dipilih adalah Diklat Jarak Jauh (DJJ), dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). KATA KUNCI:Diklat Jarak JauhPermasalahan yang dihadapi dalam pola diklat konvensional adalah sulitnya menjangkau seluruh SDM Kementerian Agama dengan jumlah (kuantitas) yang besar dan tersebar luas di seluruh wilayah NKRI. Jumlah widyaiswara yang mengampu mata diklat pada seluruh balai diklat dan pusat diklat kementerian agama berjumlah 346 orang. Jumlah guru Madrasah, Pondok Pesantren, dan GPAI yang berstatus swasta dan negeri yang berhak mengikuti diklat berjumlah 1.041.890 orang. Jumlah tersebut belum termasuk jumlah tenaga penyuluh, pembina siaran dan tamadun, penyelenggara haji, penghulu, pengelola zakat dan wakaf, pembina kemasjidan dan takmir. Dari segi siklus tahunan diklat baru mencapai 7 tahunan. Artinya seseorang baru dapat mengikuti diklat kembali setelah tujuh tahun berikutnya, dengan asumsi pembagian jatah dan jadwal dilakukan secara adil. Idealnya, setiap pegawai dapat memperoleh kesempatan untuk memperoleh diklat setiap dua hingga empat tahun, atau bahkan setiap saat ia membutuhkannya. Oleh karena itu perlu dilakukan terobosan untuk mengatasi keterbatasan tersebut. Salah satu pendekatan yang dapat dipilih adalah Diklat Jarak Jauh (DJJ), dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). KATA KUNCI:Diklat Jarak Jau

    INDEKS KEANEKARAGAMAN JENIS IKAN DEMERSAL DI PERAIRAN TARAKAN

    Get PDF
    Perairan Tarakan termasuk daerah penangkapan sumber daya ikan demersal dan udang cukup potensial di KalimantanUtara. Tingginya tingkat eksploitasi ikan demersal dengan menggunakan trawlmenyebabkan keragaman jenisnya rendah. Penelitian ikan demersal dilakukan di perairan Tarakan pada bulanMei,Agustus dan Nopember 2012. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh indeks keanekaragaman jenis ikan demersal. Data spesies ikan demersal dikumpulkan dari hasil tangkapan jaring trawl yang dioperasikan oleh kapal motor 20GT dengan metode sapuan area. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah taksa ikan demersal sebanyak 86 spesies yang tergolong kedalam45 famili. Komposisi jenis hasil tangkapan trawl didominasi oleh famili Leiognathidae (ikan petek), Sciaenidae (ikan gulama), Harpadontidae (ikan nomei),Apogonidae (ikan serinding) danMullidae (ikan bijinangka). Status keanekaragaman jenis termasuk dalamkategori sedang dengan indeks “Shanon-Wiener” (H’)berkisar antara 1,7-2,5 sedangkan indeks kekayaan “Margalef” (R1 ) berkisar antara 7-8. Penyebaran spesies ikan demersal bersifat sedang dengan indeks kemerataan jenis (E) rata-rata sebesra 0,5.Kelimpahan ikan demersal tidak ada yang dominan, ditunjukkan oleh nilai indeks kemerataan jenis “Pielou” (E) rata-rata sebesar 0,4.Tarakan and adjacent waters is one of potentially fishing ground of demersal fish resources in north Kalimantan. High exploitation by trawler tend to decreased of biodiversity of demersal fish in this area. Research has been conducted in the waters of Tarakan duringMay, August and November 2012. The aim of this research is to get species diversity indices of demersal fish, which is expected to be useful as one of the data capacity for sustainable fisheries management policy. Data obtained by using trawl fishing gear with a sweept area method.The results showed that demersal fish species richness 86 species, belonging to 45 families. Dominant family are Leiognathidae, Sciaenidae, Harpadontidae, Apogonidae andMullidae. Result of analysis indicate that species diversity in Tarakan waters in the medium category. Status of biodiversity consist of: range value diversityindices “Shanon-Wiener” (H’) was 1.7 to 2.5; species richness indices of “Margalef” (R1 ) are between 7-8; evenness indices of “Pielou” (E 1) was 0,5 and dominant indices “Pielou” (E) an average of 0.4.</jats:p

    Evaluasi Program 5000 Doktor Kementerian Agama RI di Sekolah Pascasarjana UPI Bandung

    Get PDF
    Program 5000 doktor Kementerian Agama RI bertujuan meningkatkan kapasitas, kapabilitas, dan kualitas sumber daya manusia (SDM) pada Kementerian Agama secara umum dan SDM pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam secara khusus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif pada Program Pascasarjana (SPs) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Hasil penelitian menunjukkan seluruh mahasiswa penerima beasiswa di SPs UPI merupakan beasiswa penuh (full scholarship), masih terjadi ketidaksesuaian antara peraturan dengan pelaksanaan di lapangan. Pada SK No. 226 Tahun 2015 tentang pedoman pemberian beasiswa untuk calon dosen, dosen, dan tenaga kependidikan pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam pada bab iii tercantum biaya penulisan disertasi, batas waktu pemberian beasiswa, dan pada bab iv poin b beasiswa program doktor diberikan pada waktu 8 semester atau 4 tahun dan diperpanjang 1 tahun. Namun, dalam kenyataan di lapangan mahasiswa hanya diberikan uang semester dan biaya hidup saja tidak pembiayaan untuk pembelian buku, penulisan disertasi, publikasi (jurnal internasional), dan transport bagi mahasiswa yang berasal dari luar kota. Dan pemberian beasiswa hanya 6 semester. Jumlah beasiswa yang diterima mahasiswa belum memadai karena belum termasuk biaya pembelian buku, riset, penyusunan disertasi, kursus Toefl, publikasi (jurnal internasional), dan transport domisili. Dijanjikan oleh pengelola program bagi mahasiswa yang memiliki IPK terbaik tiga orang dalam setiap angkatan dapat mengikuti program sandwich kenyataannya tidak ada tindak lanjut. Direkomendasikan Direktorat Pendidikan Tinggi Islam tidak membatasi program beasiswa pada prodi-prodi tertentu akan tetapi didasarkan kepada kebutuhan prodi dari masing masing PTKI. Perlu penambahan nominal beasiswa untuk biaya pembelian buku, riset, penyusunan disertasi, kursus Toefl, transport domisili, dan publikasi (jurnal internasional). Perlu perpanjangan beasiswa dari 6 (enam) semester menjadi 8 (delapan) semester. Perlu direalisasikan program sandwich bagi mahasiswa penerima beasiswa yang berprestasi

    Kapasitas Alumni Jurusan Pai Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan Uin Sunan Gunung Djati Bandung

    Get PDF
    Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung sejak pendiriannnya telah mengeluarkan lulusan yang tersebar di berbagai macam lembaga dan profesi. Permasalahnya, sampai saat ini pendataan (tracer study) terhadap alumni belum terselenggara dengan baik. Padahal tracer study ini memiliki peran startegis dalam melacak alumni, merekam hasil pelacakan, dan menggunakan hasil pelacakan tersebut untuk perbaikan secara akademik maupun non-akademik. Pertanyaannya, kemana dan bagaimana kiprah alumni tersebut di masyarakat? Penelitian ini bertujuan untuk menghimpun dan mendata alumni yang berkarir di lembaga pemerintahan, swasta dan lembaga lainnya. Disamping itu untuk mengetahui kesesuaian kurikulum&nbsp; jurusan PAI dengan karir alumni dan mengetahui pandangan alumni terhadap integritas ilmu-ilmu pendidikan agama Islam di masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, melalui: pertama, teknik studi dokumentasi dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen resmi, dokumen yang keabsahannya terkait dengan keberadaan dan proses penyelenggaraan pelacakan alumni jurusan PAI. Kedua, teknik wawancara mendalam agar permasalahan menjadi jelas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) alumni jurusan PAI sebagian besar menjadi guru PAI di sekolah dan madrasah baik negeri maupun swasta dan hanya sebagian kecil &nbsp;yang berprofesi sebagai karyawan, politikus, wartawan, LSM, pekerja seni dan lain-lain; 2) penilaian stakeholder terhadap alumni pada aspek Integritas, profesionalisme, Kerjasama tim dan pengembangan diri berkategori baik; 3) rendahnya kemampuan bahasa Inggris, bahasa Arab dan penggunaan Teknologi Informasi (TI) di kalangan alumni Jurusan/Prodi PAI. Maka direkomendasikan: 1) perlu review kurikulum Bahasa Inggris dan Bahasa Arab berdasarkan kebutuhan mahasiswa Jurusan PAI; 2) perlu peningkatan kemampuan berbahasa Arab dan Inggris secara berkesinambungan, dengan memfokuskan kegiatan pembelajaran bahasa Arab dan Inggris pada mahasiswa awal, tengah dan akhir studi; 3) perlu pengembangan teknologi informasi dalam perkuliahan dan pelatihan ICT bagi mahasiswa baru

    MODEL PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN AGAMA ALTERNATIF:: SD ISLAM TERPADU NURUL FIKRI DEPOK JAWA BARAT

    No full text
    SDIT Nurul Fikri beralamat di Jalan Situ Indah No. 116 Rt. 06 Rw. 10, Tugu Cimanggis, Kota Depok&nbsp; yang didirikan pada tahun 1993 di bawah naungan Yayasan Pendidikan Nurul Fikri (YPNF). YPNF merupakan lembaga pendidikan terpadu pertama di Indonesia yang menyelenggarakan pendidikan terpadu di Depok - Jawa Barat. Penyelenggaraan pendidikan agama alternatif di SDIT Nurul Fikri didasarkan&nbsp; latar belakang bahwa a) adanya dikotomi antrara sekolah umum dan sekolah Islam, b) masih tertinggalnya prestasi sekolah Islam dari sekolah umum, (c) adanya kesenjangan antara konsep pendidikan di sekolah dan di rumah, d) adanya kesenjangan antara nilai yang ditanamkan di sekolah dengan output (hasil pada siswa), e) diperlukan&nbsp; keseimbangan antara kognitif, afektif, dan psikomotorik, dan f) adanya porsi pembelajaran agama yang singkat. Kurikulum pendidikan agama dilakukan di dalam kelas melalui KBM pendidikan agama, silabus, dan RPP. KBM pendidikan agama disesuaikan dengan KTSP, yang didalamnya SI dan SKL sesuai dengan yang dikeluarkan oleh Depdiknas. Penanaman agama kepada peserta didik menjadi tugas guru, orang tua, petugas sekolah, yayasan, dan lingkungan. Seluruh tenaga pengajar dipersyaratkan memiliki kualifikasi S1. Proses perekrutan melalui seleksi administrasi, psikologi, kemampuan mengajar, dan interpersonal guru. Pembinaan sumberdaya manusia melalui pemberian motivasi, short course, atau&nbsp; seminar. Rekruitmen peserta didik SDIT Nurul Fikri dilakukan melalui beberapa tahap, pertama, seleksi melalui sosialisasi melalui spanduk, orang tua siswa, dan media masa. Kedua, calon peserta didik diseleksi secara administratif dan psikotes. Sistem evaluasi pembelajaran pendidikan agama dilakukan kepada peserta didik secara normatif sama dengan sistem evaluasi yang lain, yaitu ulangan tengah semester, ulangan sumatif, dan ujuian akhir sekolah. Model evaluasinya adalah unjuk kerja (demonstrasi), tes harian, bulanan, tengah semester, dan akhir semester. Tanggung jawab pembentukan watak bukan semata urusan pembelajaran agama di sekolah. Sekolah menjadi laboratorium persemaian tumbuhnya watak secara egaliter, dan siswa sebagai pelakunya.Semua aktivitas tersebut merupakan bentuk ikhtiar bersama. Semoga dengan begitu, pembelajaran agama tampil sebagai pembelajaran yang mampu berkontribusi kuat dalam melahirkan peserta didik yang berwatak sesuai dengan amanah UU SPN.SDIT Nurul Fikri beralamat di Jalan Situ Indah No. 116 Rt. 06 Rw. 10, Tugu Cimanggis, Kota Depok&nbsp; yang didirikan pada tahun 1993 di bawah naungan Yayasan Pendidikan Nurul Fikri (YPNF). YPNF merupakan lembaga pendidikan terpadu pertama di Indonesia yang menyelenggarakan pendidikan terpadu di Depok - Jawa Barat. Penyelenggaraan pendidikan agama alternatif di SDIT Nurul Fikri didasarkan&nbsp; latar belakang bahwa a) adanya dikotomi antrara sekolah umum dan sekolah Islam, b) masih tertinggalnya prestasi sekolah Islam dari sekolah umum, (c) adanya kesenjangan antara konsep pendidikan di sekolah dan di rumah, d) adanya kesenjangan antara nilai yang ditanamkan di sekolah dengan output (hasil pada siswa), e) diperlukan&nbsp; keseimbangan antara kognitif, afektif, dan psikomotorik, dan f) adanya porsi pembelajaran agama yang singkat. Kurikulum pendidikan agama dilakukan di dalam kelas melalui KBM pendidikan agama, silabus, dan RPP. KBM pendidikan agama disesuaikan dengan KTSP, yang didalamnya SI dan SKL sesuai dengan yang dikeluarkan oleh Depdiknas. Penanaman agama kepada peserta didik menjadi tugas guru, orang tua, petugas sekolah, yayasan, dan lingkungan. Seluruh tenaga pengajar dipersyaratkan memiliki kualifikasi S1. Proses perekrutan melalui seleksi administrasi, psikologi, kemampuan mengajar, dan interpersonal guru. Pembinaan sumberdaya manusia melalui pemberian motivasi, short course, atau&nbsp; seminar. Rekruitmen peserta didik SDIT Nurul Fikri dilakukan melalui beberapa tahap, pertama, seleksi melalui sosialisasi melalui spanduk, orang tua siswa, dan media masa. Kedua, calon peserta didik diseleksi secara administratif dan psikotes. Sistem evaluasi pembelajaran pendidikan agama dilakukan kepada peserta didik secara normatif sama dengan sistem evaluasi yang lain, yaitu ulangan tengah semester, ulangan sumatif, dan ujuian akhir sekolah. Model evaluasinya adalah unjuk kerja (demonstrasi), tes harian, bulanan, tengah semester, dan akhir semester. Tanggung jawab pembentukan watak bukan semata urusan pembelajaran agama di sekolah. Sekolah menjadi laboratorium persemaian tumbuhnya watak secara egaliter, dan siswa sebagai pelakunya.Semua aktivitas tersebut merupakan bentuk ikhtiar bersama. Semoga dengan begitu, pembelajaran agama tampil sebagai pembelajaran yang mampu berkontribusi kuat dalam melahirkan peserta didik yang berwatak sesuai dengan amanah UU SPN

    REVITALISASI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL BAGI UPAYA RESOLUSI KONFLIK

    Get PDF
    The involvement of local wisdom in conflict resolution and peace building is not the only way to resolve conflict. Some level of conflict resolution should be there along the path of conflict resolution. The stressing on the patterns of conflict resolution is still limited on conflict settlement and need to develop toward peace building involving local wisdom which ic proven to be able to maintain social harmony. Considering to the norms had been long internalized among society, the society members strongly held the society order. The most important in this context is the need in the side of the elites to discuss the patters of local wisdom based peace building. *** Keterlibatan kearifan lokal dalam upaya resolusi konflik dan pembangunan per­damaian bukan satu-satunya jalam untuk menangani konflik. Harus ada beberapa tingkatan resolusi konflik. Penekanan pada pola resolusi konflik masih terbatas pada penghentian konflik dan perlu dikembangkan ke arah pem­bangunan per­damaian yang melibatkan kearifan lokal yang terbukti mampu mem­per­tahankan harmoni sosial. Dengan mempertimbangkan pada norma-norma yang telah lama terinternalisir di kalangan masyarakat, maka anggota masyarakat akan mem­pertahankan norma yang dimilikinya secara kuat. Hal yang paling penting dalam konteks ini adalah perlunya para elite untuk membicarakan tentang pola kearifan lokal yang didasarkan pada pembangunan perdamaian
    corecore