1,721,177 research outputs found
MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA PADA KOMPETENSI DASAR MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN CARD SORT PADA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 3 PONOROGO
Pembelajaran aktif perlu ditekankan sebagai aspek penting dan sangat berarti dalam menciptakan pembelajaran IPS, agar siswa tidak monoton dan dinamis. Selama ini siswa klas IX E SMP Negeri 3 Kecamatan Ponorogo seringkali mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal IPSkarena itu perlu adanya penggunaan model pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Model pembelajaran aktif Card Sortadalah kolaboratif yang mengejar konsep, karakteristik, klasifikasi, fakta, tentang obyek atau mereview informasi. Penelitian Tindakan Kelas ini ini bertujuan untuk mengetahui apakah pembelajaran IPS melalui pembelajaran aktif tipe Card Sort dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam menyelesaikan soal IPS. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif.Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi, angket dan catatan lapangan.Hasil dari penelitian ini menunjukkanbahwa penggunaan pendekatan model pembelajaran card sort dapat meningkatkan keaktifan siswa pada kompetensi dasar Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia di atas 75%
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEREKONSTRUKSI PERISTIWA-PERISTIWA SEJARAH PADA SISWA KELAS VII DENGAN TEKNIK PETA KONSEP
Dalam upaya memudahkan peserta didik belajar dan berlatih melakukan proses pembelajaran IPS khususnya pada mata pelajaran Sejarah yang nota bene pelajaran yang hanya dianggap pelajaran yang banyak menghafalkan saja, maka terdapat metode pembelajaran yang menarik dan dapat memicu siswa dalam meningkatkan kemampuan memahami peristiwa-peristiwa sejarah secara kronologis yaitu dengan penggunaan metode peta konsep. PenelitianTindakan Kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan merekonstruksi peristiwa-peristiwa sejarah melalui penggunaan teknik peta konsep pada mata pelajaran IPS khususnya pada mata pelajaran Sejarah. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subyek penelitian 32 siswa Kelas VII E SMP Negeri 3 Kecamatan Ponorogo. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu persiapan, implementasi tindakan, pemantauan dan evaluasi serta refleksi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, hasil angket dan hasil belajar. Melalui pembelajaran aktif dengan menggunakan peta konsep ini terlihat bahwa kegiatan belajar mengajar yang merupakan proses terjadinya interaksi antara guru dan siswa, dalam prosesnya siswa disadarkan untuk selalu membaca dan hasil bacaannya dituangkan dalam bentuk Peta Konsep. Banyak siswa merasakan membuat Peta Konsep menyenangkan, dan membantu memahami hubungan antara berbagai peristiwa. Berdasarkan hasil Penelitian Tindakan Kelas dari siklus pertama sampai siklus ke dua nilai perolehan siswa selalu diatas KKM yang ditetapkan yaitu 75 dan prosentase ketuntasan siswa diatas 80 %, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan peta konsep dapat meningkatkan kemampuan merekonstruksi peristiwa-peristiwa sejarah pada siswa kelas VII E SMP Negeri 3 Kecamatan Ponorogo
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA SOBEKAN CERITA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA PADA SISWA KELAS VIII DI MADRASAH TSANAWIYAH KHOZAINUL ULUM BOJOASRI KALITENGAH LAMONGAN
Judul ini dipilih berdasarkan asumsi bahwa media pembelajaran sobekan cerita bertujuan agar siswa mampu dalam hal berbicara khususnya dalam berbicara menggunakan bahasa arab dan bisa dengan mudah merealisasikan pelajaran yang telah diajarkan sebelumnya serta menambah banyak mufrodat. Berdasarkan masalah-masalah dalam pengajaran bahasa arab yang ada, banyak di antara siswa-siswi yang masih merasa takut dan minder dalam belajar bahasa arab yakni terkait dengan kemampuan dalam keahlian berbicara. Maka dengan melalui media Soekan Cerita ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan yang terkait di atas.
Adapun masalah yang diteliti dalam skripsi ini adalah 1. Bagaimana penerapan media sobekan cerita dalam meningkatkan maharah kalam 2. Bagaimana meningkatkan maharah kalam dengan efektivitas penggunaan media sobekan cerita 3. Bagaimana efektivitas penggunaan media sobekan cerita dalam meningkatkan maharah kalam.
Dalam menjawab permasalahan tersebut peneliti menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan t-tes dan prosentasi. Adapun metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dokumentasi, angket, tes, dan analisis data. Dari hasil tes yang diuji dengan perhitungan statistik diperoleh data mean post tes =8, standar deviasi post tes =0,65 dan nilai T hitung =4,166. Dari hasil tersebut di simpulkan bahwa T hitung lebih besar dari T tabel (2,69 4,1662,02), maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya terdapat peningkatan kemampuan berbicara. Jadi, terdapat pengaruh media sobekan cerita untuk kemampuan berbicara pada siswa kelas VIII di madrasah Tsanawiyah Khozainul Ulum Bojoasri Kalitengah Lamongan
PENGARUH PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL KORPORAT TERHADAP KOEFISIEN RESPON LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti empiris mengenai masalah yang diteliti yaitu tentang pengaruh pengungkapan tanggung jawab sosial korporat terhadap koefisien respon laba pada perusahaan manufaktur yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jenis penelitian ini merupakan penelitian penjelasan (explanatory research). Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan
manufaktur yang go publik di Bursa Efek Indonesia. Sampel diambil berdasarkan purposive sampling. Analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linear berganda.
Secara individual (uji t) bahwa pengungkapan tanggung jawab sosial korporat pada model I mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap koefisien respon laba. Hal ini dapat dilihat dari probabilitas signifikansi CSR sebesar 0,005
dibawah 0,05, artinya jika pengungkapan tanggung jawab sosial korporat semakin tinggi maka semakin tinggi pula koefisien respon laba yang diproxy dengan CAR. Pengungkapan tanggung jawab sosial korporat pada model II mempunyai
pengaruh yang signifikan terhadap koefisien respon laba yang diproxy dengan CAR. Hal ini dapat dilihat dari probabilitas signifikansi CSR sebesar 0,004 dibawah 0,05, artinya jika pengungkapan tanggung jawab sosial semakin tinggi maka semakin tinggi pula koefisien respon laba yang diproxy dengan CAR. Pertumbuhan perusahaan yang diproxy dengan PBV tidak mempunyai pengaruh terhadap koefisien respon laba yang diproxy dengan CAR. Hal ini dapat dilihat
dari probabilitas signifikansi PBV sebesar 0,491 diatas 0,05, artinya jika PBV semakin tinggi maka koefisien respon laba yang diproxy dengan CAR akan turun. Leverage tidak mepunyai pengaruh terhadap koefisien respon laba yang diproy dengan CAR. Hal ini dapat dilihat dari probabilitas signifikansi Leverage sebesar 0,755 diatas 0,05, artinya jika leverage semakin tinggi maka koefisien respon laba
yang diproxy dengan CAR akan turun. Hasil perhitungan koefisien determinasi (R2) untuk model I sebesar 0,098.
Hal ini berarti 9,8% variasi perubahan koefisien respon Laba dijelaskan oleh pengungkapan tanggung jawab sosial korporat. Sementara sisanya sebesar 90,2% diterangkan oleh faktor lain yang tidak ikut terobservasi. Hasil perhitungan
koefisien determinasi (R2) untuk model II sebesar 0,104. Hal ini berarti 10,4% variasi perubahan koefisien respon laba dijelaskan pengungkapan tanggung jawab sosial korporat, PBV, Leverage. Sementara sisanya sebesar 80,6% diterangkan oleh faktor lain yang tidak ikut terobservasi
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PRAKTIK IBU BALITA DENGAN STIMULASI DAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS KARANGAWEN II KABUPATEN DEMAK
Respon dan kemauan ibu balita untuk membawa balita dilakukan stimulasi dan deteksi dini tumbuh kembang balita di wilayah Puskesmas Karangawen II tergolong rendah.
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengetahuan,sikap,praktik ibu balita dengan stimulasi dan deteksi dini tumbuh kembang balita di Puskesmas Karangawen II Kabupaten Demak.
Variabel bebas penelitian ini adalah pengetahuan, sikap dan praktik ibu balita dan variabel terikatnya adalah stimulasi dan deteksi dini tumbuh kembang balita. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan cross sectional, yaitu subyek hanya diobservasi sekali saja, dan pengukurannya dilakukan pada saat yang sama. Populasi penelitian sebanyak 3.068 orang dengan jumlah sampel 100 responden ibu balita.Teknik pengambilan sampel dengan cluster sampling.Analisis data digunakan uji korelasi Product Moment.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1)Ibu balita berusia 20-25 tahun 63,0%;berpendidikan SLTP, 53% sebagai
buruh tani 36,0%; dan berpenghasilan Rp.500.000 - 1.000.000,- 56,0%; 2)Ibu balita mempunyai pengetahuan cukup 75,0%;sikap cukup 79,0%;praktik cukup 72,0%; 3) Tidak ada hubungan yang bermakna pengetahuan ibu balita dengan stimulasi dan deteksi dini tumbuh kembang balita (p>0,05);
4)Ada hubungan yang bermakna antara sikap ibu balita dengan stimulasi dan deteksi dini tumbuh kembang balita (r=0,694,p=0,000); 5)Tidak ada hubugan
yang bermakna praktik ibu balita dengan stimulasi dan deteksi dini tumbuh
kembang balita di wilayah Puskesmas Karangawen II Kabupaten Demak (p>0,05).
Kata Kunci: Pengetahuan, sikap dan praktek, stimulasi dan deteksi dini tumbuh kembang balita
Mekanisme Pembayaran Pajak Daerah Atas Rumah Kos Di Kota Surabaya
Boarding houses are designed to meet temporary shelter needs with the target generally being students and workers from outside Surabaya who do not have permanent residences. Increasing the growth rate of boarding/boarding/rental in the city of Surabaya resulted in a higher level of lokal tax revenue in the city of Surabaya if the taxpayer reported officially and paid takes on the boarding house business. The purpose of this study was to determine the mechanism of payment and reporting of local taxes on boarding houses to the Surabaya city tax regulations. This research was conducted at the regional financial and tax management agency in the city of Surabaya. The approach that will be used in this research is a descriptive qualitative approach to the study of literature by reading books, newspapers, documents, laws, and other information media that are related to the problem under study. Based on the analysis of the data obtained that the mechanism of local tax payment for boarding houses in the city of Surabaya using the Surabaya Tax application that uses the android system as a tool for payment of local boarding house tax, tax is still one in the hotel tax menu and there is no separation between the two tax names, applicatoionn of boarding house daily turnover data for tax payable taxpayers must change the boarding house rate of 5% (five percent), if the taxpayer does not replace the tax rate owed, then the boarding house’s payable tax payable aoutomatically follows hotel tax rate of 10% (ten percent), in the Surabaya android system there is no button of sanctions if the taxpayer is late paying boarding house tax, then the taxpayer is required to come directly to the office of the Financial Management Agency and the Surabaya regional tax to take care of home tax payments boarding fee and penalties to be paid
- …
