1,721,626 research outputs found
Characterization of white grubs (Melolonthidae: Coleoptera) at salak pondoh agroecosystem in Mount Merapi based on isozymic banding patterns
Abstrak. Wardani S, Sugiyarto. 2009. Karakterisasi lundi putih (Melolonthidae: Coleoptera) pada agroekosistem salak pondoh di
Gunung Merapi berdasarkan pola pita isozim. Nusantara Bioscience 1: 38-42. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik
lundi putih (Melolonthidae: Coleoptera) didasarkan pada pola pita isozim. Penelitian morfologi dilakukan di Sleman, Yogyakarta dan
Magelang, Jawa Tengah. Sampel diambil dari lima tempat dengan ketinggian yang berbeda dimana lima sampel diambil dari setiap
lokasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah elektroforesis gel poliakrilamida (PAGE) menggunakan jenis vertikal.
Sistem enzim yang digunakan adalah peroksidase dan esterase untuk mendeteksi pola pita isozim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
terdapat variasi pola pita isozim lundi putih (Melolonthidae: Coleoptera) pada agroekosistem salak pondoh di lereng Gunung Merapi
(peroksidase di stasiun II dan IV sedangkan esterase di stasiun III dan V). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat variasi genetik pada
populasi lundi putih pada agroekosistem salak pondoh di lereng Gunung Merapi. Kondisi lingkungan juga berpengaruh terhadap
munculnya variasi pola pita isozim karena setiap lokasi memiliki kondisi lingkungan yang berbeda.
Kata kunci: lundi putih, pola pita isozim, elektroforesis, Gunung Merapi, salak pondoh
Characterization of white grub (Melolonthidae; Coleoptera) in salak plantation based on morphology and protein banding pattern
Abstrak. Maryati KT, Sugiyarto. 2010. Karakterisasi lundi putih (Melolonthidae: Coleoptera) pada pertanaman salak berdasarkan ciri
morfologi dan pola pita protein. Nusantara Bioscience 1: 72-77. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman lundi putih
(Melolonthidae; Coleoptera) berdasarkan ciri morfologi dan pola pita protein yang ditemukan di lahan pertanaman salak pondoh di
Kabupaten Sleman, Yogyakarta dan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Pada masing-masing wilayah diambil lima titik sampling.
Analisis morfologi lundi putih digunakan metode deskriptif, dan analisis pola pita protein digunakan analisis kualitatif berdasarkan
muncul tidaknya pola pita pada gel, dan secara kuantitatif berdasarkan nilai mobilitas relatif protein (RF). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa sampel lundi putih di Kabupaten Sleman dan Magelang, berdasar karakter morfologi hanya satu spesies yaitu Holotrichia sp.
Karakter pola pita protein sampel lundi putih dari Sleman dan Magelang mempunyai perbedaan jumlah pita protein dan berat
molekulnya.
Kata kunci: salak, lundi putih, morfologi, pola pita protein
Gending Klasik"RONING GADUNG kr2 ktk mgh4 sl.sanga"
Gending Klasik"RONING GADUNG kr2 ktk mgh4 sl.sanga"
Penyaji: Sugiyarto, Ujian penyajian Karawitan (Resital),Pendapa ISI Surakart
Gending Klasik"GLONDONG PRING,Gd kr2 ktk mgh4 pl br"
Gending Klasik"GLONDONG PRING,Gd kr2 ktk mgh4 pl br"
Penyaji: Sugiyarto, Ujian penyajian Karawitan (Resital),Pendapa ISI Surakart
Characterising the preferential suppression of potent anti-tumour CTL responses by regulatory T cells
Keanekaragaman dan Pengelompokan Jenis Ikan di Waduk Mulur Sukoharjo, Jawa Tengah, Indonesia
ABSTRAK
Waduk Mulur mempunyai luas 151 hektar. Waduk ini memiliki satu inlet dan dua outlet. Pada kawasan inlet dan outlet mempunyai faktor biotik dan faktor abiotik yang berbeda yang dapat mempengaruhi keanekaragaman jenis ikan. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat keanekaragaman dan pengelompokan jenis ikan yang ada di Waduk Mulur. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober-November 2017 dan proses identifikasi ikan di Universitas Sebelas Maret. Pengambilan sampel ikan menggunakan metode purposive sampling dengan menentukan empat stasiun yang mewakili yakni pada kawasan inlet, tengah waduk dan dua lokasi outlet. Sampling dilakukan pukul 06.00-18.00 WIB dengan membuat plot ukuran sekitar 10x20 meter3. Sampling dilakukan sebanyak tiga kali ulangan pada masing- masing stasiun. Alat yang digunakan untuk menangkap ikan adalah jaring biasa, jala, serok ikan, anco, dan pancing. Identifikasi ikan dengan buku Kottelat et al (1993). Parameter lingkungan perairan yang diukur mencakup suhu, kecepatan arus, penetrasi cahaya, DO, BOD, dan plankton. Perhitungan indeks keanekaragaman dengan menggunakan indeks keragaman Shannon Wiener. Hubungan antara faktor abiotik dan keanekaragaman jenis ikan dianalisis dengan uji korelasi regresi menggunakan SPSS versi 23.0. Ikan yang berhasil ditangkap dan diidentifikasi selama penelitian berjumlah 512 ekor dikelompokkan kedalam 11 familia, 16 genus dan 24 species. Berdasarkan perhitungan indeks diversitas ikan menunjukkan di kawasan inlet dan tengah mempunyai indeks diversitas lebih tinggi yaitu 1,003 dan 1,026 sedangkan pada stasiun outlet I dan II secara berturut-turut yaitu 0,784 dan 0,895. Faktor abiotik yang secara signifikan mempengaruhi keanekaragaman ikan adalah penetrasi cahaya dan kecepatan arus. Habitat yang berbeda menyebabkan perbedaan karakter morfologi pada ikan.
Kata Kunci : Keanekaragaman, Ikan, Waduk Mulu
Retno Dwi Suyanti dan Kristian H. Sugiyarto
Abstrak: Penelitian praktikum multimedia tentang pemodelan alotrop karbon fulerena telah dilakuk untuk mengatasi miskonsepsi pada ikatan kimia. Mahasiswa sebagai sampel membuat tiga bola kertC 60 , C 70 dan C sesuai map geometri heksagonal menurut prosedur yang telah disediakan. Selanjutnymahasiswa diminta menentukan jumlah dan posisi atom karbon relatif terhadap lingkar pentagonheksagon pengeliling, jenis dan jumlah ikatan tunggal-rangkap, pada ketiga bola-kertas yang dibuanya. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan dari rerata skor 33,00 (pretes) menjadi 87,(postes) dengan rerata gain (capaian) ternormalisasi 0,80 (kategori tinggi). Selain itu persepsi mahsiswa atas kegiatan ini juga termasuk kategori tinggi (~92%). 80 Kata Kunci: fullerena, multimedia, miskonsepsi THE EFFECTIVENESS OF MULTIMEDIA PRACTICAL OF CHEMISTRY BOUND IN IMPROVING CHEMISTRY STUDENTS’ LEARNING ACHIEVEMENT Abstract: The study of the multimedia practical in creating carbon allotrope of fullerenes was con ducted for overcoming misconception in chemical bond. The students as samples were asked to prpare individually three “paper-balls” of C 60 , C 70 and C from the corresponding structural-hexagon maps given to them along with the procedures. They were then asked to calculate the number carbon atoms and identify the position of them relative to the pentagonal-hexagonal rings, identify ttype of single-double covalent bonds and calculate the number of them. The findings showed ththere was a significant increase in the average learning achievement from 33.00 (pre-test) to 87.(post-test) with the normalized gain score average of 0.80 (in the high category). Moreover, the stdents’ perceptions toward this activity belonged to the high category (~92%). Keywords: fullerenes, multimedia, misconception 8
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
PERBANDINGAN KINERJA ALGORITMA DATA MINING PREDIKSI PERSETUJUAN KARTU KREDIT
Credit analysis needs to identify and assess factors that can influence customers in credit returns. Accurate measurement and good management capability in dealing with credit risk is an effort to save the economic operations unit and is beneficial for a stable and healthy financial system. Failure to identify credit risk results in loss of income and extends credit risk to a bad type of threat to profitability. Data mining prediction techniques are used to determine credit risk. Using the Cross-Industry Standard Process for data mining CRISP-DM. This study has tested the model using a neural network using PCA feature selection and optimized with the PSO algorithm to predict credit card approval. Several experiments were conducted to see the best results. The results of this study prove the use of a single Neural Net method produces an accuracy of 80.33%. while the use of the hybrid PCA+NN+PSO method has been proven to increase accuracy to 82.67%. Likewise, the AUC NN value of 0.706 increased to 0.749 when the NN was optimized using PSO and using the PCA. This study implements and compares PCA-based SVM, L. Regression and NN algorithms and optimize PSO to improve accuracy in credit card approval predictions
- …
