128 research outputs found

    Perbedaan Hasil Belajar Kognitif Akibat Pembelajaran Clnsswirle Peer Tutoring (CWPT) dengan Pembelajaran Multimodel pada Pembelajaran Biologi Siswa Kelas X SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan hasil belajar kognitif biologi akibat penerapan penrbelajaran ClassWide Peer Tutoring dengan penrbelajaran multirnodel pada siswa kelas X SMA LaboratoriurnUniversitas Negeli Malang Tahun Pelajaran 2OOl/2008. Sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai, metode penelitian yang dilunakan adalah penelitian quasi eksperimen. Desain penelitian dirancang dengan desain pretes dan postes dengan kelorrpok tidak diacak. Sanpel dipililr dua kelas yang ada dengan jumlah siswa sebanyak 31 siswa rurtuk kelonpok konh-ol dan 31 siswa turtuk kelon4lok eksperimen dari total populasi kelas X sebanyak enam kelas dengan jumlah siswa sebanyak 186 orang. Analisis statistik yang digunakan adalah analis kovarian (anakova) dengan melakukan konhol telhadap nilai pretes masing variabel terikat. Analisis anakova rnenafaatkan aplikasi SPSS 16,0 for Windows Hasil uji statistik dengan anakova pada variabel terikat hasil belajar kognitif dengan melakukan kontrol terhadap nilai pretes menunjukkan bahwa nilai F hitung untuk shategi pernbelajarzur adalah 5,7 64 dengan taraf signifikansi 0,020. Oleh karena taraf signifikansi 0,020 < 0,05 uraka hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alteinatif (H1) diterinra. Jika Ho ditolak dan Hr diterima maka lripotesis penelitian ini diterima, artinya ada perbedaan hasil belajar kognitif biologi akibat penrbelajaran CWPT dan hasil belajar kognitif biologi akibat pembelajaran multimodel pada siswa kelas X SMA Labolatoriurn Universitas Negeri Malang talun pelajaran2007/2008. Kata Kunci: Clnsstt'irle Peer Tutoring, hasil belajar kogniti

    Perbedaan Hasil Belajar Kognitif Akibat Pembelajaran Classwide Peer Tutoring (CWPT) dengan Pembelajaran Multimodel pada Pembelajaran Biologi Siswa Kelas X SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang

    Get PDF
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan hasil belajar kognitif biologi akibat penerapan pembelajaran ClassWide Peer Tutoring dengan pembelajaran multimodel pada siswa kelas X SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang Tahun Pelajaran 2007/2008.Sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai, metode penelitian yang digunakan adalah  penelitian quasi eksperimen. Desain penelitian dirancang dengan desain pretes dan postes dengan kelompok tidak diacak. Sampel dipilih dua kelas yang ada dengan jumlah siswa sebanyak 31 siswa untuk kelompok kontrol dan 31 siswa untuk kelompok eksperimen dari total populasi kelas X sebanyak enam kelas dengan jumlah siswa sebanyak 186 orang. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis kovarian (anakova) dengan melakukan kontrol terhadap nilai pretes masing variabel terikat. Analisis anakova memanfaatkan aplikasi SPSS 16,0 for Windows.Hasil uji statistik dengan anakova pada variabel terikat hasil belajar kognitif dengan melakukan kontrol terhadap nilai pretes menunjukkan bahwa nilai F hitung untuk strategi pernbelajaran adalah 5,764 dengan taraf signifikansi 0,020. Oleh karena taraf signifikansi 0,020 &lt; 0,05 maka hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (H1) diterima. Jika Ho ditolak dan H1 diterima maka hipotesis penelitian ini diterima, artinya ada perbedaan hasil belajar kognitif biologi akibat pembelajaran CWPT dan hasil belajar kognitif biologi akibat pembelajaran multimodel pada siswa kelas X SMA Laboratoriurn Universitas Negeri Malang tahun pelajaran2007/2008.Kata Kunci: Classwide Peer Tutoring, hasil belajar kogniti

    KONSEPSI GURU IPA BIOLOGI SMP SE-SURAKARTA TENTANG HAKIKAT BIOLOGI SEBAGAI SAINS

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitan ini bertujuan untuk mengungkapkan persepsi guru biologi SMP Se-Surakarta tentang Biologi sebagai Sains. Penelitian ini juga bertujuan mengungkapkan sejauh mana guru biologi memposisikan dirinya dalam pembelalajaran biologi. Sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai, penelitiann ini merupakan peneliti eksplorasi. Teknik sampling yang digunakan adalah convenience sampling atau captive sampling karena bertujuan untuk menjajagi persepsi guru. Sampel diambil sebanyak 62 orang guru biologi yaitu semua guru peserta yang hadir pada saat peneliti melakukan pengabdian kepada masyarakat di MGMP IPA Biologi SMP di Kota Surakarta. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian ini mengungkapkan hanya ada 6 orang guru atau sekitar 9,7% yang menyatakan bahwa biologi mempunyai dimensi proses, produk, dan sikap ilmiah. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman guru biologi terhadap hakikat biologi sebagai sains masih rendah. Guru biologi belum mengoptimalkan perannya sebagai fasilitator dalam mendampingi siswanya dalam menemukan konsep melalaui proses sains.   Kata kunci: konsepsi guru biologi, hakikat sain

    KONSEPSI GURU IPA BIOLOGI SMP SE-SURAKARTA TENTANG HAKIKAT BIOLOGI SEBAGAI SAINS

    Get PDF
    Penelitan ini bertujuan untuk mengungkapkan persepsi guru biologi SMP Se-Surakarta tentang Biologi sebagai Sains. Penelitian ini juga bertujuan mengungkapkan sejauh mana guru biologi memposisikan dirinya dalam pembelalajaran biologi. Sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai, penelitiann ini merupakan peneliti eksplorasi. Teknik sampling yang digunakan adalah convenience sampling atau captive sampling karena bertujuan untuk menjajagi persepsi guru. Sampel diambil sebanyak 62 orang guru biologi yaitu semua guru peserta yang hadir pada saat peneliti melakukan pengabdian kepada masyarakat di MGMP IPA Biologi SMP di Kota Surakarta. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian ini mengungkapkan hanya ada 6 orang guru atau sekitar 9,7% yang menyatakan bahwa biologi mempunyai dimensi proses, produk, dan sikap ilmiah. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman guru biologi terhadap hakikat biologi sebagai sains masih rendah. Guru biologi belum mengoptimalkan perannya sebagai fasilitator dalam mendampingi siswanya dalam menemukan konsep melalaui proses sains

    Integration of Local Wisdom in the Implementation of the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Policy in The Biology Education Study Programs in Indonesia: Analysis and Evaluation

    Get PDF
    This study analyzes the implementation of the “Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)” program in the Biology Education Study Program (BESP) on various campuses in Indonesia with a special focus on the integration of local wisdom. Data was collected from respondents in 44 study programs covering aspects such as campus status, accreditation, course repositioning, implementation of MBKM activities, and suggestions and recommendations for program improvement. The results of the analysis show that the majority of study programs at state campuses (75%) have repositioned the curriculum and implemented various forms of MBKM activities such as student exchanges (70.45%), internships/work practices (68.18%), and teaching assistance. The integration of local wisdom is emerging as an important aspect, with many study programs using local wisdom in academic activities and business product development, such as using traditional medicinal plants for health products. Key suggestions from respondents included the need for standardization of guidelines, financial assistance for students, periodic evaluations, and adjusting the curriculum to the needs of the times. Most study programs have ensured that MBKM activities follow the formulated Program Learning Outcomes (PLO), with 63.64% of study programs stating that they always ensure this suitability. However, there are still challenges in the process of recognizing MBKM activities into courses and integrating these activities into a thesis or final project, with 77.27% of study programs not carrying out this integration. The study concludes that although MBKM has been doing well, there is still room for improvement. There needs to be further efforts in terms of integrating local wisdom, financial support, and strengthening collaboration between educational institutions and local communities. Clear and standardized implementation of guidelines, as well as continuous evaluation, are essential to improve the effectiveness and benefits of the MBKM program

    ANALISIS POLA KOMUNIKASI DENGAN VICS FLANDERS PADA OPEN LESSON IPA BIOLOGI KEGIATAN LESSON STUDY BERBASIS MGMP DI KOTA SURAKARTA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi pembelajaran IPA Biologi pada open class kegiatan lesson studi berbasis MGMP di Kota Surakarta. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif yang berusaha memberikan deskripsi tentang pola komunikasi yang dilakukan oleh guru IPA dan siswanya dengan materi Sistem Gerak pada Manusia. Subjek penelitian adalah seorang guru model (guru IPA) dan siswa kelas VIII SMP sejumlah 32 orang di sebuah SMP di Kota Surakarta. Open class juga diikuti oleh 7 orang observer yang merupakan guru IPA dari anggota MGMP di Kota Surakarta. Pengamatan dilakukan pada bulan Agustus 2014. Data diambil dengan cara melakukan observasi langsung kegiatan pembelajaran selama satu jam pelajaran dan didukung dengan dokumentasi dari alat perekam audio visual berupa video pembelajaran. Guna menentukan pola komunikasi yang ada pada kegitan pembelajaran, seluruh komunikasi selama proses pembelajaran di dalam kelas dilakukan transkrip, dilanjutkan dengan koding, dan memasukkan ke dalam matriks dan dianalisis. Analisis dilakukan dengan VICS (Verbal Interaction Categories System) dari Flanders Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran pada kegiatan open class yang dilakukan oleh guru model dalam pembelajaran Kurikulum 2013 telah menunjukkan adanya pembelajaran yang interaktif. Komunikasi pada pelajaran IPA Biologi tersebut bersifat multiarah dengan pola komunikasi timbal balik sebesar 88,26%, komunikasi antarsiswa sebesar 7,20%, dan dominasi guru hanya sebesar 4,55%.Kata kunci : lesson study, open class, pembelajaran IPA, pola komunikas

    The credibility analysis of the microteaching assessment instrument based on the responses of biology education students using the Rasch model

    Get PDF
    The credibility analysis of the microteaching assessment instrument based on the responses of biology education students using the Rasch model. This study aims to reveal the credibility of the microteaching (MT) assessment instrument by analyzing the responses of biology education students using the Rasch model. The biology education students as participants played roles as assessors and practitioners of MT. The instrument used was the Instrument of Assessing the Learning Implementation (IPPP) in Book 4 of the 2013 In-Service Teacher Training Program (PLPG) Guidelines issued by the Human Resources Development Agency (BPSDM) of the Ministry of Education and Culture. The data obtained were analyzed by multirater analysis of Many-Facet Rasch Measurement (MFRM) version 3.83.2. Based on the results and discussion, this study concluded that the MT assessment instrument in biology education using IPPP was quite credible, which was revealed from the following three points: 1) The responses of students practicing MT are based on the results of peer ratings on a logit scale ranging from -0.82 to 0.80, which means that students practicing were quite diverse and can be distinguished by the instruments; 2) Student responses as assessor to the MT assessment instrument in logit scale units ranged -1.99 to 0.94 which means that as an assessor, student were able to assess diversely. The student as assessor was also able to understand the different rating scales used; and 3) The results of the calibration of the instruments showed that 24 instrument items can provide accurate information about the performance of the practitioner with logit values ranged from a scale of -0.72 to 0.66

    Konsepsi Guru IPA Biologi SMP Se-surakarta Tentang Hakikat Biologi sebagai Sains

    Get PDF
    Penelitan ini bertujuan untuk mengungkapkan persepsi guru biologi SMP Se-Surakarta tentang Biologi sebagai Sains. Penelitian ini juga bertujuan mengungkapkan sejauh mana guru biologi memposisikan dirinya dalam pembelalajaran biologi. Sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai, penelitiann ini merupakan peneliti eksplorasi. Teknik sampling yang digunakan adalah convenience sampling atau captive sampling karena bertujuan untuk menjajagi persepsi guru. Sampel diambil sebanyak 62 orang guru biologi yaitu semua guru peserta yang hadir pada saat peneliti melakukan pengabdian kepada masyarakat di MGMP IPA Biologi SMP di Kota Surakarta. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian ini mengungkapkan hanya ada 6 orang guru atau sekitar 9,7% yang menyatakan bahwa biologi mempunyai dimensi proses, produk, dan sikap ilmiah. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman guru biologi terhadap hakikat biologi sebagai sains masih rendah. Guru biologi belum mengoptimalkan perannya sebagai fasilitator dalam mendampingi siswanya dalam menemukan konsep melalaui proses sains

    Analysis of biology midterm exam items using a comparison of the classical theory test and the Rasch model

    Get PDF
    In biology learning, test instruments are essential for assessing students' understanding of complex concepts. A test instrument is a crucial factor in learning evaluation; however, its implementation remains minimal. This descriptive quantitative study aims to analyze the quality of test items using the classical approach in terms of validity, reliability, difficulty index, discrimination power, distractor effectiveness, and the Rasch model analysis. The data consists of 30 multiple-choice questions from a biology midterm exam administered to 40 students. Classical test data analysis uses Microsoft Excel, while Rasch model analysis uses Winsteps software. The validity test results from both approaches show 14 valid questions and 16 invalid ones. The reliability scores are 0.619 (adequate) for the classical approach's Cronbach's Alpha, 0.85 (good) for the Rasch model, and 0.65 (weak) for personal reliability. The classical test theory and the Rasch model categorize item difficulty into four levels. The classical approach produces five categories for item discrimination, while the Rasch model identifies three groups based on the item separation index (H=3.45) and two groups based on respondent ability (H=1.96). Distractor effectiveness shows 93.3% functional distractors in the classical test and 80% in the Rasch model. The Rasch model offers greater precision in measuring student ability and detecting bias. Both models should be integrated for comprehensive item analysis. Future tests should focus on improving invalid items and the quality of distractors

    The Profile of the Utilization of Information and Communication Technology and Its Potency for Blended Learning Development in Biology Education Department of Teacher Training and Education Faculty of UNS

    Get PDF
    The purpose of this research is to describe the profile of the utilization of information and communication technology (ICT) as well as the potential for blended learning development in students of Biology Education Department of Teacher Training and Education Faculty of UNS. The research is descriptive research. The sample used is biology education student consist of students in 2nd, 4th, and 6th semester totaled 90 students on academic year 2014/ 2015 .The survey proportionally was done in March 2015. The data of the research described qualitatively as well as using descriptive statistics. The utilization of information and communication technology on biology education student of is quite high and mostly used for purposes of social networking which is indicated by average of social network account ownership is more than 4 social network accounts. In addition, the frequency of internet access per student are also high that is once a day as many as 35 students (38.89%) more than once/week as much as 9 students (10%), once a week as much as 1 student (1.11%), and the rest with a frequency not necessarily as many as 45 students (50%). The development of blended learning in Biology Education is possible to do. This is supported by the existence of various activities the use of ICT for the purposes of teaching and learning for example for assignments submitting via e-mail, accessing material of the lectures of lecture's blog or another site suggested by lecturer, accessing the journal research or subject content, discussion through social networking guided by the lecturer. The form of the development of blended learning which most allows is to use the LMS (Learning Management System)
    corecore