9 research outputs found

    THE DEVELOPMENT OF SCHIZOPHRENIA ON THE MAIN CHARACTER OF "A ROSE FOR EMILY"

    No full text
    ABSTRACT   Lubis, Sri Ulina. 2018. The Development of Schizophrenia on the Main Character of “A Rose for Emily". Thesis Department of English, Faculty of Letters, Universitas Negeri Malang. Advisors: (1) Drs. Kukuh Prayitno Subagyo M. A and (2) M. Nasrul Chotib, S.S., M.Hum     Keywords: Schizophrenia, Positive Symptom, Negative Symptom, Delusion, Avolition, Social Withdrawal, Lack of Insights, Alogia, A Rose for Emily.     This thesis analyzes the aspect of the development of schizophrenia on the main character from the short story of "A Rose for Emily" by William Faulkner 1930. The writer uses psychoanalysis approach in analyzing the main character named Miss Emily. This research is conducted by using qualitative descriptive method, which is a study that explains about the development of schizophrenia on Miss Emily. Some theories are used to support this research which are positive symptoms of schizophrenia, negative symptoms of schizophrenia, DSM-V (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder- fifth edition) and defense mechanism. The result of this study reveals that the development of schizophrenia influences Miss Emily’s character. The schizophrenia symptoms that Miss Emily suffered in the earlier stage include delusion, social withdrawal and lacks of insight. Schizophrenia symptoms that exist on Miss Emily in the development stage consist of persistence delusion, social withdrawal, avolition and alogia. Schizophrenia symptoms which appear on Miss Emily in the final stage consist of avolition and lacks of insight. Miss Emily employs some defense mechanism to overcome her anxiety due to schizophrenia. Thus, Miss Emily dies as she surrenders with schizophrenia disease. It then can be concluded that the development of schizophrenia influences Miss Emily’s character

    Formulasi Gel Pengharum Ruangan Menggunakan Karagenan dan HPMC dengan Minyak Lily Sebagai Pewangi dan Minyak Nilam Sebagai Fiksatif

    No full text
    Latar Belakang: Pengharum ruangan merupakan produk yang banyak diminati. Pemilihan Sediaan bentuk gel dikarenakan sediaan bentuk gel wanginya tahan lama dan penggunaan yang praktis. Minyak Lily merupakan minyak atsiri yang alami sehingga aman digunakan sebagai pengharum ruangan. Tujuan: Untuk memformulasi gel pengharum ruangan menggunakan basis gel kombinasi karagenan dan HPMC dengan variasi perbandingan, menggunakan minyak lily sebagai pewangi dan minyak nilam sebagai fiksatif. Metode Penelitian: Penelitian ini dilakukan secara eksprimental. Penelitian tahap pertama membuat basis gel menggunakan kombinasi karagenan dan HPMC sebanyak 3% dengan perbandingan 50:50. 60:40, 70:30, 80:20, dan 90:10 untuk mendapatkan tekstur gel yang baik dan stabil. Penelitian tahap kedua dengan memvariasikan konsentrasi minyak Lily yaitu 1, 3, 5, dan 7% untuk mendapatkan konsentrasi pewangi yang paling disukai. Penelitian tahap ketiga dengan memvariasikan konsentrasi minyak nilam yaitu 0,5, 1, 1,5 dan 2% untuk mendapatkan konsentrasi fiksatif terbaik. Pengujian yang dilakukan adalah pemeriksaan organoleptik, uji kestabilan gel, uji kesukaan, uji penguapan zat cair, dan uji ketahanan wangi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan uji organoleptis basis gel terbaik dan memiliki nilai sineresis terendah yaitu perbandingan karagenan dan HPMC sebesar 80:20, berdasarkan uji kesukaan bahwa gel pengharum ruangan yang disukai adalah minyak lily konsentrasi 7% dan minyak nilam konsentrasi 0,5% Kesimpulan: Kombinasi karagenan dan HPMC konsentrasi 3% dengan perbandingan 80:20 memiliki nilai sineresis terendah dalam pembuatan gel pengharum ruangan. Konsentrasi minyak lily 7% dan minyak nilam 0,5% yang paling disukai oleh panelis.Background: The gel air freshener is one of the products that develop today. The selection of gel form due to its long-lasting fragrance and practical use. Lily oil is an essential oil that smells nice and has a very soft aroma. Objective: To formulate the base of the room fragrance gel with combination of Carrageenan and HPMC from various comparisons, adding Lily oil as the fragrance and patchouli oil as the fixative. Methods: The method of this study was carried out experimentally. The first stage was to make variations of 3% of Carageenan and HPMC with ratio 50:50. 60:40, 70:30, 80:20, and 90:10 in order to obtain good and stable gel texture. The second stage was to make variations of 1. 3. 5. and 7% of Lily oil in order to obtain the favorite fragnance concentrate. The third stage was to make variations of 0.5. 1. 1.5 and 2% of Patchouli oil in order to produce the best fixative concentrate. The test performed were organoleptic examination, gel stability test, hedonic test, liquid evaporation test, and scented resistance test. Result: The result of the research showed that based on the best result of gel base organoleptic test with lowest syneresis value that is the ratio of Carrageenan and HPMC by 80:20, based on the hedonic test of Lily oil concentration with the soft scent of 7% concentration and based on the best scent resistance test in patchouli oil binds lily oil is a concentration of 0.5%. Conclusion: The combination of 3% of Carrageenan and HPMC with ratio 80:20 has the lowest sineresis in making an air freshener gel. The concentration of lily oil 7% and patchouli oil 0.5% who the most preferred by panelists.Skripsi Sarjan

    Hubungan antara Peran Penyuluh Pertanian dan Adopsi Teknologi terhadap Pendapatan Petani Jagung (Studi Kasus : Desa Sukanalu Kecamatan Barusjahe Kabupaten Karo)

    No full text
    Tujuan penelitian untuk menganalisis peranan penyuluh pertanian mempengaruhi tingkat adopsi petani di Desa Sukanalu, Untuk menganalisis perbedaan pendapatan sebelum dan sesudah mengadopsi teknologi budidaya Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) di Desa Sukanalu, dan menganalisis hubungan antara peran penyuluh dengan pendapatan petani jagung. Metode penentuan daerah penelitian ini dilakukan di Desa Sukanalu dengan pertimbangan daerah tersebut merupakan sentra jagung di Kecamatan Barusjahe yang tingkat produktivitasnya tertinggi di Kabupaten Karo. Metode penentuan data dikumpulkan data primer dan sekunder. Besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 sampel. Metode penentuan sampel dilakukan dengan metode penentuan sampel simple random sampling (acak). Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui kuesioner yang dibagikan kepada petani jagung. . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah t-test dan analisis korelasi rank spearman Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penyuluh telah berperan dengan baik sebagai edukator maupun fasilitator. Terdapat perbedaan pendapatan petani jagung sebelum dan sesudah adopsi teknologi budidaya Pengelolaan Tanaman Terpadu di Desa Sukanalu, dan terdapat hubungan yang nyata antara peran penyuluh dengan pendapatan petani jagung.73 HalamanSkripsi Sarjan

    Hubungan Antara Peran Penyuluh Pertanian dan Adopsi Teknologi Terhadap Pendapatan Petani Jagung (Studi Kasus : Desa Sukanalu Kecamatan Barusjahe Kabupaten Karo)

    No full text
    Tujuan penelitian untuk menganalisis peranan penyuluh pertanian mempengaruhi tingkat adopsi petani di Desa Sukanalu, Untuk menganalisis perbedaan pendapatan sebelum dan sesudah mengadopsi teknologi budidaya Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) di Desa Sukanalu, dan menganalisis hubungan antara peran penyuluh dengan pendapatan petani jagung. Metode penentuan daerah penelitian ini dilakukan di Desa Sukanalu dengan pertimbangan daerah tersebut merupakan sentra jagung di Kecamatan Barusjahe yang tingkat produktivitasnya tertinggi di Kabupaten Karo. Metode penentuan data dikumpulkan data primer dan sekunder. Besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 sampel. Metode penentuan sampel dilakukan dengan metode penentuan sampel simple random sampling (acak). Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui kuesioner yang dibagikan kepada petani jagung. . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah t-test dan analisis korelasi rank spearman Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penyuluh telah berperan dengan baik sebagai edukator maupun fasilitator. Terdapat perbedaan pendapatan petani jagung sebelum dan sesudah adopsi teknologi budidaya Pengelolaan Tanaman Terpadu di Desa Sukanalu, dan terdapat hubungan yang nyata antara peran penyuluh dengan pendapatan petani jagung.Skripsi Sarjan

    The Relationship between Student Perceptions of Classroom Management and Self-Discipline in Grade IV and Grade V Students at SD Negeri 064999 Medan Marelan

    No full text
    27 HalamanPenelitian ini menggunakan dua skala yakni skala persepsi siswa terhadap pengelolaan kelas terdiri dari 12 komponen yaitu : Ketrampilan sikap tanggap, Membagi perhatian, Pemusatan perhatian kelompok, Tanggung jawab peserta didik, Memberi arahan dan petunjuk yang jelas, Menegur pengganggu proses belajar, Memberi penguatan pada anak didik, kelancaran, kecepatan, Modifikasi perilaku, pendekatan pemecahan masalah kelompok, menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah. Untuk skala disiplin diri menggunakan unsur-unsur disiplin diri yaitu motivasi diri, organisasi diri, pengendalian diri, dan pengembangan diri. Disamping menggunakan skala, penelitian ini juga menggunakan observasi yaitu bentuk observasi check list yang terdiri dari motivasi diri, organisasi diri, pengendalian diri, dan pengembangan diri. Jumlah populasi sebanyak 160 orang. Sampel yang digunakan adalah 100 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Dalam upaya membuktikan hipotesis di atas maka digunakan teknik analisis data product moment. Teknik ini digunakan untuk menganalisis hubungan antara kedua variabel X-Y. Hasil penelitian ini diketahui bahwa: 1)Terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara persepsi siswa terhadap pengelolaan kelas dengan disiplin diri pada siswa kelas 4 dan kelas 5 SD Negeri 064999 Medan Marelan (rxy = 0,370 ; p < 0,010) artinya semakin positif persepsi siswa terhadap pengelolaan kelas maka semakin tinggi disiplin diri, sebaliknya, dengan demikian hipotesis diterima, 2) Berdasarkan koefisien determinan ( r2 ) dari hubungan antara persepsi siswa terhadap pengelolaan kelas dengan disipiin diri yaitu r2 = 0,137. Hal ini menunjukkan bahwa displin diri pada siswa SD Negeri 064999 dipengaruhi oleh persepsi siswa terhadap pengelolaan kelas sebesar 13,7 % dan 86,3 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti faktor internal dan faktor eksternal, 3) Hasil penelitian ini menyatakan bahwa persepsi siswa terhadap pengelolaan kelas dapat dinyatakan positif, dimana nilai rata-rata empirik persepsi siswa terhadap pengelolaan kelas sebesar 97, 190 sedangkan nilai rata­ rata hipotetiknya sebesar 87,5 Sementara itu, untuk variabel disiplin diri siswa SD Negeri 064999 Medan Marelan dinyatakan rendah, dimana nilai rata-rata empirik disiplin diri adalah sebesar 89,740, sedangkan nilai rata-rata hipotetiknya sebesar 92,5. This study uses two scales, namely the scale of students' perceptions of classroom management consists of 12 components, namely: responsiveness skills, Share attention, group attention, responsibility of students, Give clear directions and instructions, admonishing distractions in the learning process, providing reinforcement in students, fluency, speed, behavior modification, solving approach group problems, discovering and solving behaviors that cause problem. For the self-discipline scale, the elements of self-discipline are motivation self-organization, self-control, and self-development. Besides using scale, this study also uses observation in the form of a checklist observation consists of self-motivation, self-organization, self-control, and development self. The total population is 160 people. The sample used is 100 people with using purposive sampling technique. In an effort to prove the hypothesis above, the technique used is data analysis product moments. This technique is used to analyze the relationship between second X-Y variable. The results of this study are known that: 1) There is a positive relationship that very significant between students' perceptions of class management and self-discipline in grade 4 and grade 5 SD Negeri 064999 Medan Marelan (rxy = 0.370 ; p < 0.010) means that the more positive students' perceptions of classroom management are, the more the higher the self-discipline, on the contrary, thus the hypothesis accepted, 2) Based on the determinant coefficient (r2) of the relationship between students' perceptions of class management with self-discipline that is r2 = 0.137. This shows that self-discipline in SD Negeri 064999 students is influenced by students' perceptions of class management by 13.7% and 86.3% influenced by other factors such as internal factors and external factors, 3) The results of this study state that students' perceptions of classroom management can be stated positive, where the average value of empirical students' perception of class management is 97, 190 while the average value of The hypothetical average is 87.5 Meanwhile, for the self-discipline variable for elementary school students Negeri 064999 Medan Marelan is declared low, where the average value of empirical discipline self is 89.740, while the hypothetical average value is 92.5

    UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI KOLASE BERBAHAN ALAM DI KELAS B TK NUR ADILAH SIMANGAMBAT

    Get PDF
    Peneliti dilaksanakan di TK Nur Adilah Simangambat dengan tujuan meningkatkan kreativitas anak melalui kegiatan kolase dengan menggunakan bahan alam. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus, per siklus 3 pertemuan dengan empat tahapan yaitu, perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek pada penelitian ini anak kelas B TK Nur Adilah dengan jumlah 14 orang anak. Dalam pengumpulan data peneliti mengggunakan metode observasi, unjuk kerja, dan dokumentasi. Penelitian ini dikatakan berhasil apabila 11 anak dengan presentasi 80% pada tahap Berkembang Sesuai Harapan. Setelah peneliti melaksanakan penelitian, maka di dapatkan hasil pra siklus terdapat 0 anak persentase 0%,  pada siklus 1 terdapat  2 anak  dengan persentase 10%, siklus 2 terdapat 12 anak  dengan persentase 84%, sesuai dengan target keberhasilan, maka penelitian ini telah  berhasil dengan kesimpulan  bahwa kegiatan kolase dengan menggunakan bahan alam dapat meningkatkan kreativitas anak usia 5-6 tahun di TK Nur Adilah Simangambat

    Website Event Sebagai Daya Tarik Pariwisata Kabupaten Karo Menggunakan Fitur Multilanguage

    Get PDF
    Kabupaten karo merupakan salah satu daerah di Sumatera Utara yang mimiliki kekayaan alam, budaya. Salah satu bentuk pengembangan sektor pariwisata dan pelestarian budaya yaitu dengan dibuatnya event. Kegiatan event yang diadakan bertujuan untuk mempromosikan, memperkenalkan dan melestarikan keberagaman budaya lokal. Event masih jarang diketahui oleh Masyarakat luas karena kurangnya penyebaran informasi terkait event yang diadakan. Pemasaran pariwisata online menjadi sangat penting dalam mempromosikan destinasi wisata. Melalui website, informasi tentang event di Kabupaten Karo dapat memudahkan wisatawan untuk mendapatkan informasi event di Kabupaten Karo. Website Event yang dilengkapi dengan fitur multilanguage dapat meningkatkan promosi pariwisata ke berbagai negara. Hal ini dapat membantu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dan memperluas pasar pariwisata di Kabupaten Karo. Kata kunci: Event, Pariwisata, Kabupaten Karo, Fitur Multilanguag
    corecore