1,728,072 research outputs found
ANALISIS PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA SPG PD. SUMBER JAYA
PD Sumber Jaya merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang retail leather goods and
accessories yang menjual merk dagang Braun Buffel yang memiliki beberapa toko di Jakarta, Surabaya, dan
juga sejumlah outlet di seluruh Indonesia. Di setiap outlet itu dijaga oleh beberapa Sales Promotion Girls
(SPG). Tujuan penelitian ini adalah menganalisa pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja SPG PD.
Sumber Jaya. Metode analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Validitas, Uji Reabilitas, Mean,
Korelasi Pearson, dan Regresi Sederhana. Data diperoleh dari penilaian SPG terhadap manajer dengan
mengisi kuesioner yang telah disediakan dengan menggunakan skala likert. Hasil yang dicapai dalam penelitian
ini adalah gaya kepemimpinan yang dijalankan oleh manajer PD. Sumber Jaya adalah tipe demokratis dan
secara individu gaya kepemimpinan memiliki pengaruh yang cukup kuat sebesar (0.195) atau 19.50% dan
searah (+) terhadap kinerja SPG PD. Sumber Jaya. Gaya Kepemimpinan memiliki hubungan yang cukup kuat
(ryx1 = 0.442) terhadap kinerja SPG
Structuring of sapphire by ion-beam implantation and chemical wet etching
LOABulletin SPG / SSP Vol. 19, 200
A new reactor for Light Induced Chemical Vapour Deposition with Molecular Beams
LOABulletin SPG / SSP Vol. 19, 200
APPLYING HYDROGEOLOGICAL NUMERICAL MODEL AS SUPPORTING TOOL FOR PLANNING UNDERGROUND URBAN SPACE
To simulate the effect of hydraulic barriers and underground structures on the flow system a hydrogeological numerical modeling was applied in the alluvial coastal aquifer of Alcântara (Lisbon). The groundwater dynamics was simulated using MODFLOW 2000, a 3D finite differences code. The modeled area, with 1.34 km2, and was discretized into 10 x 10 m cells in x and y directions, and 3 layers of variable thickness in the z direction. The model calibration was concluded for steady state and transient state conditions (considering tidal fluctuations). After calibration, combined extreme events were simulated (maximum recharge and pluvial discharges, and high tides). The result indicates changes in flow direction and increase on local groundwater levels due to underground structures. The modeling processes allowed identifying sensitive areas for the construction of new structures.Fundação para a Ciência e a Tecnologia – FCT, Lisboa (Projecto de cooperação transnacional Portugal/Argentina: “Alterações do Ciclo Hidrológico e Gestão das Águas Subterrâneas” 2010/2011).608p.Agradecimentos à REFER (os dados e elementos aqui apresentados foram colhidos no âmbito de trabalhos desenvolvidos pelo LNEC para a REFER, sendo de propriedade da mesma).DG/NGEA201018 e 19 de Novembr
Persepsi terhadap profesi sales promotion girl (SPG)
Pada banyak perusahaan sales promotion juga diintegrasikan dalam strategi total pemasaran. Jenis pekerjaan sebagai SPG banyak diminati gadis-gadis muda yang rata-rata masih duduk di bangku kuliah. Jam kerja yang fleksibel dan penghasilan yang lumayan, membuat SPG menjadi salah satu pekerjaan incaran sekalipun citra negatif masih melekat. Citra negative ini muncul lantaran kebanyakan SPG harus berpenampilan menarik dan terkesan seksi, serta jam kerja yang kadang sampai larut malam. Selain itu juga ada kesan bahwa beberapa SPG dapat dibooking.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan profesi SPG itu secara luas, untuk mengetahui persepsi SPG baik menurut SPG itu sendiri, agen SPG, perusahaan pengguna jasa SPG, dan konsumen yang pernah dilayani oleh SPG Fokus penelitian ini adalah pada SPG rokok. Penelitian ini melibatkan tiga orang SPG rokok, dua orang pemilik agen SPG, dua orang supervisor perusahaan rokok yang sering menggunakan SPG dalam promosi produk, dan dua orang konsumen yang pemah dilayani oleh SPG rokok.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan melalui observasi dan wawancara maka dapat diketahui bahwa bagi SPG itu sendiri, profesi SPG merupakan profesi yang banyak memberikan manfaat positif seperti pengalaman dan pelajaran untuk melangkah ke arah masa depan yang lebih baik karena selain mendapatkan uang, subyek juga dapat menerapkan keilmuan yang selama ini diperoleh di bangku kuliah. Agen SPG memiliki persepsi positif terhadap profesi SPG sehingga meskipun anggapan negatif mayoritas diberikan kepada SPG namun agen tetap memperlakukan SPG sebagaimana layaknya profesi lainnya. Bagi perusahaan, kehadiran SPG merupakan sebagian dari keseluruhan integrasi proses pemasaran karena promosi merupakan salah satu unsur dari marketing mix. SPG merupakan salah satu promotion tool bagi perusahaan yang dapat digunakan untuk mempengaruhi persepsi konsumen. Bagi konsumen, profesi SPG sama dengan profesi lainnya. Adanya persepsi positif dan negatif sangat tergantung dengan individu masing-masing.
Saran yang disampaikan dalam penelitian ini adalah, hendaknya bagi SPG
lebih memperhatikan profesionalitas profesi (menghargai jam kerja, pulang tepat waktu, melayani konsumen dengan baik) sehingga citra negatif yang selama ini melekat pada profesi SPG dapat diminimalkan atau bahkan dihilangkan. Sementara itu bagi masyarakat hendaknya berpandangan bahwa semua individu adalah sama. Tidak semua SPG adalah perempuan murahan dan tidak semua wanita yang bukan SPG adalah wanita baik-baik
Topological Mappings Based on SPG*-Closed Set
In this paper, we introduce the concept of SPG*-closed mapping and continuous mapping among which SPG-closed mappings, SPG*-closed mappings and SPG**-closed mappings and the relationship between them, and also SPG-continuous mappings, SPG*-continuous mappings and SPG**-continuous mappings and the relationship between them. Among the result we obtain are the concepts of SPG**-closed mappings and closed mappings are independent also PG**-continuous mappings and continuous mapping are independent
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PROFESI SPG PERUSAHAAN (STUDI KASUS SPG PERUSAHAAN “R” DI SEMARANG)
Permasalahan penelitian ini adalah 1) Bagaimana persepsi
masyarakat terhadap profesi Sales Promotion Girl (SPG) perusahaan “R” di
Semarang?; 2) Bagaimana tanggapan Sales Promotion Girl (SPG) terhadap
persepsi masyarakat tentang dirinya? Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
persepsi masyarakat terhadap profesi Sales Promotion Girl (SPG)
perusahaan “R” di Semarang dan tanggapan Sales Promotion Girl (SPG)
terhadap persepsi masyarakat tentang dirinya.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik
sampling dalam penelitian ini digunakan purposive sampling. Sumber data
primer dalam penelitian ini melalui wawancara dan observasi. Informan
dalam peneliti ini adalah pengunjung dan SPG Perusahaan “R” di Semarang.
Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh melalui data kepustakaan dan
dokumentasi atau data lapangan yang telah tersedia dapat berupa buku,
jurnal dan lainnya. Data ini diklasifikasikan dan dipilih sesuai dengan
kebutuhan penelitian. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan
analisis deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan secara sistematis
dan akurat.
Hasil penelitian menunjukkan persepsi masyarakat terhadap profesi
Sales Promotion Girl (SPG) perusahaan “R” di Semarang, pada umumnya
mereka memandang profesinya relatif secara positif. Persepsi masyarakat
terhadap sales promotion girl umumnya adalah negatif. Tetapi sebetulnya
ada juga yang positif, terutama dalam pandangan mereka yang memiliki
pandangan luas (tidak berpikiran sempit), dan pengetahuan yang memadai
tentang profesi SPG. Persepsi negatif terhadap SPG dan profesinya
merupakan stereotipe yang terbangun dari kesan permukaan yang terutama
ditimbulkan dari pencitraan atas penampilan fisik dan body language para
SPG. Tanggapan Sales Promotion Girl (SPG) terhadap persepsi masyarakat
tentang dirinya, mereka tidak sependapat dengan apa yang dipersepsikan
masyarakat terhadap mereka, umummnya lebih mengambil sikap diam saja
atau dapat dikatakan bersikap acuh tidak acuh atau tidak mempedulikan
pandangan masyarakat terhadap dirinya. Mereka sudah terbiasa dengan
persepsi masyarakat mengenai mereka, dan mereka tidak dapat berbuat apaapa
juga untuk merubahnya. Hal itu tidak membuat mereka mundur dari
pekerjaannya sebagai SPG, karena mereka mempunyai motivasi dan
pemikiran sendiri dalam memilih dan menjalankan profesi tersebut
PERSEPSI SALES PROMOTION GIRL (SPG) TERHADAP PROFESINYA DAN RESPON SPG TERHADAP PERSEPSI MASYARAKAT
Karya Tulis Ilmiah ini membahas mengenai persepsi sales promotion girl
terhadap profesinya dan respon SPG terhadap persepsi masyarakat. Penelitian ini
bertujuan untuk mencoba memberikan penjelasan tentang pandangan dari sisi
SPG sendiri terhadap profesi atau pekerjaannya, dan juga bagaimana mereka
menanggapi persepsi masyarakat.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Dalam
konteks ini subyek penelitian adalah lima informan yang memiliki profesi sebagai
sales promotion girl yang sudah lama menjalankan profesi tersebut dan dua orang
informan yang mewakili dari persepsi masyarakat.
Hasil analisis diketahui bahwa persepsi SPG terhadap pekerjaan atau
profesinya tidak seragam, namum pada umumnya mereka memandang profesinya
relatif secara positif. SPG memandang profesinya sebagai: pekerjaan freelance,
pekerjaan profesional, pekerjaan yang berprestis, pekerjaan yang dibutuhkan, dan
pekerjaan yang kurang diterima oleh masyarakat. Persepsi masyarakat terhadap
sales promotion girl umumnya adalah negatif. Persepsi negatif terhadap SPG dan
profesinya merupakan stereotipe yang terbangun dari kesan permukaan yang
terutama ditimbulkan dari pencitraan atas penampilan fisik dan body language
para SPG. Sedangkan respon SPG terhadap persepsi negatif masyarakat terhadap
mereka dan profesi SPG dapat dikategorikan sebagai respon pasif. Menurut
narasumber penelitian ini, para SPG itu akhirnya sudah terbiasa dengan
pandangan negatif dari masyarakat dan tidak membuat mereka mundur dari
pekerjaannya sebagai SP
PROSTITUSI TERSELUBUNG DIBALIK PROFESI SEBAGAI SALES PROMOTION GIRL (Studi Kasus 3 Orang SPG yang Melakukan Prostitusi dibalik Profesi sebagai SPG)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan lebih dalam mengenai fenomena perilaku
menyimpang yang dilakukan oleh SPG yang melakukan tindakan prostitusi. Penelitian ini
melihat bagaimana hal tersebut dapat terjadi. Penelitian ini juga untuk mendeskripsikan dan
melihat bagaimana relasi sosial dapat terjalin diantara agensi, SPG, serta klien yang berada
pada lingkup booking out (BO)
Metedologi dalam penelitian yang digunakan adalah menggunakan pendekatan kualitatif
dengan metode deskriptif. Melalui pendekatan kualitatif ini Penelitian ini dilakukan dengan
mengumpulkan data yang didapat melalui wawancara mendalam yang merupakan data
primer dengan jangka waktu hampir 2 bulan dimulai pada bulan April 2015 sampai dengan
Juni 2015. Studi literatur dan kepustakaan sebagai data sekunder juga melengkapi penelitian
skripsi ini. Jumlah informan dalam penelitian ini adalah 4 orang yang dirincikan tiga orang
SPG BO, satu orang agensi sebagai penunjang data utama, dan satu orang agensi yang
melengkapi data yang kurang dalam penulisan skripsi ini. Konsep yang digunakan dalam
penelitian ini adalah profesi, sales promotion girl, konsumerisme, prostitusi, serta konsep
perilaku menyimpang.
Didalam sebuah industri perdagangan, SPG merupakan sebuah ujung tombak dari suatu
perusahaan atau dapat dikatakan SPG memegang peranan penting di dalam industri
perdagangan saat ini, sebagai pihak yang bertindak sebagai frontliner dari produk yang
bersangkutan SPG dituntut berpenampilan menarik perhatian mata dari calon konsumen.
Seorang SPG sendiri memiliki standar kriteria tertentu, seorang SPG dituntut harus menarik,
good looking, ramah, hangat, komunikatif serta mampu membinta interkasi secara interaktif
kepada calon konsumen. Cukup berperannya SPG bagi perusahaan, ternyata ada suatu
fenomena yang cukup menilik jika dibahas, adalah hadirnya SPG BO, dengan faktor bayaran
yang lebih besar dari SPG itu sendiri, serta demi pemenuhan gaya hidup SPG itu sendiri
membuat ada SPG yang mau terjun kedalam dunia prostitusi ini. Pada skripsi ini akan
dianalisa dengan menggunakan konsep perilaku menyimpang serta teori differential
associatio
- …
