5,810 research outputs found
PENGARUH UKURAN KAP, KONEKSI POLITIK, DAN LEVERAGE TERHADAP PENGUNGKAPAN ANTI KORUPSI
AHMAD SOFWAN SABIL. Pengaruh ukuran Kantor Akuntan Publik (KAP),
Koneksi Politik, dan Leverage terhadap Pengungkapan Anti Korupsi, Universitas
Negeri Jakarta, 2023.
Perubahan bentuk korupsi yang semakin bervariasi, membuat seluruh pegiat anti
korupsi di seluruh dunia terus-menerus berupaya mencari metode yang sesuai
untuk memberantasnya. Pengungkapan anti korupsi merupakan komitmen untuk
mencegah terjadinya korupsi pada perusahaan atau organisasi. Kajian ini
bertujuan untuk menguji pengaruh dari Ukuran KAP, Koneksi Politik, dan
Leverage terhadap Pengungkapan Anti Korupsi.
Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan sektor energi dan barang baku
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2016 sampai 2022. Jumlah
populasi sebanyak 118 perusahaan, dan kemudian dilakukan penyeleksian dengan
teknik purposive sampling, sehingga menghasilkan 93 sampel penelitian dengan
rentang waktu 7 tahun. Teknik analisis menggunakan Regresi Linear Berganda
dengan bantuan software IBM SPSS 25.
Hasil dari kajian ini menunjukan bahwa Ukuran KAP, Koneksi Politik, dan
Leverage memiliki pengaruh terhadap Pengungkapan Anti Korupsi. Penelitian ini
memiliki implikasi bahwa Stakeholder perusahaan dari entitas KAP yaitu auditor
terbukti mampu merekomendasikan perusahaan kliennya untuk memililki
kebjakan anti korupsi yang mumpuni, politisi atau pemerintah sebagai salah satu
stakeholder perusahaan juga terbukti mampu mendorong perusahaan untuk
memiliki kebijakan anti korupsi yang memadai, dan kreditur sebagai salah satu
stakeholder belum mampu menekan debiturnya untuk memiliki kebijakan anti
korupsi.
Kata Kunci: Ukuran KAP, Koneksi Politik, Leverage, Pengungkapan Anti
Korups
Implementation of KH Ahmad Dahlan's educational thoughts in the merdeka curriculum
This research aims to see how the thoughts of KH Ahmad Dahlan are implemented in the kurikulum merdeka that is being promoted by the government through KEMDIKBUDRISTEK. The research method used is a literature review where the author collects data on the educational thoughts of KH Ahmad Dahlan, independent curriculum and discusses how it is implemented. The results of the study show that the thoughts of KH Ahmad Dahlan are implemented in the independent curriculum in several aspects including: in the education system, namely the integration of religious and Scientific knowledge curricula, in the aspect of educational goals, namely the formation of students who are religiously knowledgeable and intelligent in insight and scientific views which are reflected in the Pancasila student profile, in terms of technical implementation, namely indications of pending development of educational implementation, in terms of learning methods namely contextual learning which is reflected in intracurricular and cocurricular learning models on independent curriculum. In addition to these four aspects, both KH Ahmad Dahlan and the concept of independent curriculum focus on developing students both individually and socially. The implication of this research is the formation of educational institutions that truly become an answer to the needs of students in facing the development of time, not just schools as a formality to get a diploma. As for educators, they should be more open-minded so that they are ready to develop and ready to become a solution for student development
Dakwah Islam Ahmad Sodikin di Bandung 1952 - 1991
Sejarah terbentuk dari peristiwa-peristiwa yang terdokumentasikan. Jika suatu peristiwa telah terjadi namun tidak ada catatan yang mengabadikannya, maka peristiwa tersebut seolah-olah tidak pernah ada. Ahmad Sodikin telah mencatat perjalanan dakwahnya, namun jika tidak ada sejarawan yang meneliti catatan tersebut, maka kontribusinya dalam dakwah berpotensi dilupakan oleh masa depan.
Penelitian ini bertujuan untuk menambah khazanah sejarah dakwah di Kota Bandung. Penelitian ini sebagai awal dari penelitian dari keilmuan lain terhadap Ahmad Sodikin. Tujuan yang paling penting adalah menyelamatkan memori akan dia dari ingatan kolektif yang lama – lama akan menghilang.
Penelitian tentang Ahmad Sodikin belum pernah dilakukan. Penelitian ini adalah penelitian pertama tentang ia. Untuk mencari tahu tentang Sodikin akan memakai Metode Penelitian Sejarah dan Pendekatan dari Ilmu Dakwah untuk membuktikan bahwa ia sebagai pendakwah. Pencarian sumber atau heuristik dilakukan kepada editor tulisannya yaitu H. Muhammad Hasan Mukarrom dan Hj. Siti Nurfalah. Dokumen pendukung didapatkan dari surat kabar lama yang didapat dari sebuah website. Setelah data didapat kemudian data tersebut dicek kebenaran dan keasliannya dalam tahapan kritik. Setelah data tersebut benar dan asli maka data dapat ditafsirkan untuk merekonstruksi peristiwa yang disebut dengan interpretasi.Terakhir adalah penulisan atau historiografi.
Temuan yang didapat adalah Ahmad Sodikin lahir di Tasikmalaya pada tahun 1920 dari pasangan Ahmad Tarwi dan Salmah. Ia adalah anak bungsu dari 10 bersaudara. Dia mengenyam pendidikan formal hanya di Sekolah Rakyat. Pendidikan selanjutnya ia meneruskan ke Pesantren yang ada di Tasikmalaya dan Bandung. Salah satu guru yang paling terkenal adalah K.H. R. Muhammad Zarkasyi atau Mama Cibaduyut. Ia memiliki 16 buah buku hasil karangannya. Buku – buku itu dipakai dalam pengajiannya dan dijual kepada masyarakat. Buku yang ditulis ia relatif ringkas dan memiliki bahasa yang ringan. ia mengajar di Masjid Al Ishlah, Gang Muncang, dan Madrasah Baabussalaam. Ia bersama H. Usman Sadeli menjadi perintis berdirinya Madrasah Baabussalaam yang sebelumnya bernama Majelis Islamiyah Santosa. Selain menjadi penulis dan pengajar dia menjadi pengisi acara atau menjadi protokol acara karena kemampuannya dalam merangkai kata sangat menarik perhatian jamaah. Ia menikah dengan Siti Rohmah dan Siti Nuroniah dan dikaruniai dengan delapan orang anak. Ahmad Sodikin wafat pada 17 September 1991 di Bandung dan dimakamkan di Komplek Pemakaman Assalam
HUKUM TRANSAKSI JUAL BELI DARI KALANGAN ANAK-ANAK MUMAYYIZ (STUDI MUQORONAH MAZHAB SHAFI’I DAN MAZHAB HANBALI)
ABSTRAK
Ahmad Sofwan Bin Mohamed Nazir (2022): Hukum Transaksi Jual Beli Dari Kalangan Anak-Anak Mumayyiz (Studi Muqoronah Mazhab Shafi’i Dan Mazhab Hanbali.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan pendapat antara Mazhab Shafi‟i dengan Mazhab Hanbali tentang Hukum Transaksi Dari Kalangan Anak-Anak Mumayyiz. Dalam penulisan skripsi ini penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut: Pertama, bagaimana hukum transaksi jual beli dari kalangan anak-anak mumayyiz menurut Mazhab Shafi‟i dan Mazhab Hanbali. Kedua, bagaimanakah metode yang digunakan dalam hukum jual beli dari kalangan anak-anak mumayyiz menurut Mazhab Shafi‟i dan Mazhab Hanbali. Dan yang ketiga, bagaimana istinbat hukum dan analisis fiqih muqoranah antara Mazhab Shafi‟i dan Mazhab Hanbali.
Jenis penelitian ini adalah penelitian normative hukum Islam dengan menggunakan metode library research yaitu dengan mengambil dan membaca serta menelaah literatur-literatur yang berhubungan dengan penelitian ini. Sumber data yang penulis gunakan adalah sumber data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum skunder dan bahan hukum tersier. Seluruh buku, kamus bahasa Arab dan Al-Quran yang berkaitan dengan sumber hukum tersebut, penulis telaah baik dari Mazhab Shafi‟i dan dari Mazhab Hanbali untuk menyelesaikan persoalan ini.
Hasil Penlitian memaparkan perbandingan dua pendapat yang berpengaruh yaitu Mazhab Shafi‟i dan Mazhab Hanbali yang mempunyai pendapat yang berbeda tentang Hukum Transaksi Jual Beli Dari Kalangan Anak-Anak Mumayyiz. Menurut Mazhab Shafi‟i, jual beli hendaklah dilakukan dalam keadaan sadar dan sehat. Jual beli yang dilakukan oleh anak kecil yang belum berakal, orang gila, mabuk dan atau pingsan hukumnya tidak sah atau haram. Manakala, menurut Mazhab Hanbali, Anak-anak yang sudah mumayyiz di anggap sah bila di izinkan oleh walinya, sedangkan jika tidak diizinkan maka transaksinya dintangguhkan sampai dibolehkan oleh walinya. Dalil mereka adalah bahwa kunci transaksi anak-anak adalah izin wali, bukan anak-anak itu sendiri, kerana itulah jual beli yang dilakukannya sah kerana anak-anak dalam kondisi ini seperti juru lelang semetara orang yang melakukan transaksi bukan dia.
Kata Kunci : Jual Beli Anak-Anak Mumayyiz, Mazhab Shafi’i Dan Mazhab Hanbal
Developing Guidebook of Sexual Violence Prevention and Control in Universitas Ahmad Dahlan
Higher education should be a safe and comfortable place for students to receive education. However, in reality, many cases of sexual violence occur in the university environment. Many victims of sexual violence do not dare to report the incident to the authorities. Meanwhile, some victims who have reported their cases have not received a resolution to the problems they complained about. Based on the results of a student needs survey, as many as 64.7% of students need a guidebook for preventing and controlling sexual violence. Based on the survey results, the author aims to research and develop a guidebook for preventing and controlling sexual violence. After going through four stages of R&D 4D model, this guidebook contains the background, scope, juridical and empirical studies, and mechanisms for preventing and controlling sexual violence. Based on the results of media expert validation tests, this book obtained an Index Aiken’s V Coefficient of 0.81 which is in the high category. Meanwhile, the results of material expert validation tests show that the Index Aiken’s V Coefficient of this book is 0.83, which is also included in the high category. This guidebook will be used as a reference in realizing efforts to prevent and overcome sexual violence in the higher education environment, especially at Universitas Ahmad Dahlan
Flexible superconducting ceramic polymer composites and method of making same, U.S. Patent 5,108,981
Superconducting ceramic material is woven into an interconnected structure and embedded in a polymer to produce a flexible, superconducting ceramic material. The polymer also provides protection from moisture. The ceramic polymer composite is fabricated by soaking a carbon fabric in a solution of metal nitrates, ethylene glycol and citric acid to yield a nominal composition of, for example, YBa2Cu3O7-x. Heat treatment results in the decomposition of the nitrates, organics and carbon fabric to produce an interconnected structure of the superconducting ceramic material which takes the shape of the original carbon fabric on a reduced scale. In addition, the processing conditions yield significant grain orientation. The superconducting grains of the ceramic material align along the direction of the original fabric weave which provides an improvement of the critical current densities
TAFSIR DAN PEMBAHARUAN PEMIKIRAN ISLAM DI INDONESIA ERA KEMERDEKAAN: (STUDI ANALISIS KITAB TAFSIR AL-FURQAN KARYA AHMAD HASSAN)
The conflict dynamics of revivalist and traditionalist Islamic groups always colorize development of ideological contest of religious live in Indonesia. One of the important episodes of this conflict dynamic occurred in the era of independence. Through this paper, the author is interested in portraying episodes of Islamic Revivalist dynamics in the independence era through the thoughts and works of influential revivalist scholars, namely Ahmad Hassan. This study aims to reveal the form of mediation of Ahmad Hassan's Islamic renewal in his book of tafsir Al-Furqan. The author uses a descriptive method of analysis with literature study techniques in reviewing the interpretation of Al-Furqan as the main object of research. The results showed that in mediating Ahmad Hassan's Islamic renewal, Kitab tafsir Al-Furqan accommodates and mediates Islamic renewal in two ways, namely formative and substantive ways. Formative way of mediation is indicated through the form of tafsir Al-Furqan as a literal and meaningful translation of tafsir. Critically, this form of translation aimed to make Al-Furqan accessible for Indonesian people at that time when they haven’t had proper understanding on Arabic literacy so that people could understand and refer to the meaning of the Qur'an directly. This is in line with Ahmad Hassan's renewal though about the Qur'an and hadith as the main sources of muslims. As for the substantive ways of mediation, tafsir Al-Furqan contains and expresses the thoughts of Ahmad Hassan's renewal as a substance in interpreting the verses of the Qur'an
Uji Aktivitas Antibakteri Garam Asam Lemak Berbasis Kombinasi Minyak Sawit Merah (Red Palm Oil) dan Minyak Inti Sawit (Palm Kernel Oil) Serta Formulasinya sebagai Sabun Cair Pembersih Wajah
Latar belakang: Penggunaan sabun pembersih wajah adalah untuk membersihkan, melindungi dan merawat kulit agar tetap sehat dan bersih. Sabun dapat dihasilkan dari bahan utama yaitu alkali dan lemak atau minyak. Minyak sawit merah (MSM) memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi kulit seperti vitamin E dan karoten yang tinggi sedangkan minyak inti sawit (MIS) kaya akan asam laurat yang berperan melawan bakteri gram positif seperti Propionibacterium acne dan Staphylococcus epidermidis. Kombinasi keduanya menghasilkan nilai nutrisi dan aktivitas antibakteri yang baik untuk dijadikan sediaan sabun cair.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari garam kalium asam lemak kombinasi MSM dan MIS terhadap Propionibacterium acne dan Staphylococcus epidermidis serta formulasi menjadi sediaan sabun cair.
Metode: Dikombinasi MSM dan MIS dengan perbandingan (50:50) kemudian dilakukan analisis komposisi asam lemak, kadar vitamin E, karoten total, bilangan penyabunan dan bilangan asam. Selanjutnya, direaksikan dengan kalium hidroksida menjadi garam asam lemak. Garam asam lemak dengan variasi konsentrasi (10%, 20%, 30%, 40% dan 50%) diuji aktivitas antibakterinya. Garam asam lemak dengan konsentrasi 30% kemudian diformulasikan menjadi sabun cair dengan variasi konsentrasi karbomer (1%, 3% dan 5%) serta dievaluasi mutu sediaan berdasarkan SNI dan uji stabilitas fisik menggunakan metode cycling test.
Hasil: Analisis komposisi asam lemak dari kombinasi MSM dan MIS (50:50) menunjukkan persentase asam laurat, asam miristat, asam palmitat, asam oleat dan asam linoleat sebesar 21,83, 8,10, 26,45, 30,75 dan 6,65 %. Kandungan vitamin E dan karoten total masing-masing menunjukkan 427,07 ppm dan 269,50 ppm. Bilangan penyabunan dan bilangan asam dari kombinasi minyak diperoleh sebesar 231,27 mg dan 0,265 mgKOH/g. Hasil uji aktivitas antibakteri garam asam lemak terhadap Propionibacterium acne dan Staphylococcus epidermidis menunjukkan daya hambat pertumbuhan bakteri pada konsentrasi 10% dengan rata-rata diameter hambat 18,03 mm dan 18,06 mm dan konsentrasi hambat paling aktif terdapat pada konsentrasi 50% dengan rata-rata diameter hambat 20,66 mm dan 20,76 mm. Garam asam lemak dengan konsentrasi 30% kemudian dipilih untuk diformulasikan menjadi sediaan sabun cair. Hasil evaluasi mutu sediaan sabun cair menunjukkan bahwa sediaan memenuhi standar mutu SNI sabun cair No.06-4085-1996 dan hasil uji stabilitas fisik menggunakan metode cycling test menunjukkan sediaan stabil selama 6 siklus.
Kesimpulan: Garam asam lemak kombinasi MSM dan MIS mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acne dan Staphylococcus epidermidis dan garam asam lemak dengan konsentrasi 30% dapat diformulasikan menjadi sediaan sabun cair.Background: The face wash soap is used to clean, protect and cure the skin to stay healthy and clear. Soaps can be produced from main ingredients namely alkali and fat or oil. Red palm oil (RPO) has good nutritional compound for the skin such as vitamin E and high concentration carotene. Palm kernel oil (PKO) was enrich lauric acid that against gram-positive bacteria such as Propionibacterium acne and Staphylococcus epidermidis. The combination of both oil produced balance nutritional values and good antibacterial activity to be used as a liquid soap preparation.
Objective: This research was conducted to determine the antibacterial activity of potassium fatty acid salt combination of RPO and PKO against Propionibacterium acne and Staphylococcus epidermidis and formulations into face wash liquid soap.
Methods: RPO and PKO combined with a ratio (50:50) then analyzed the fatty acid composition, vitamin E content, total carotene, saponification value and acid value. Further, the oil combination reacted with potassium hydroxide to fatty acid salts. The fatty acid salts with variations of concentration (10%, 20%, 30%, 40% and 50%) were tested for their antibacterial activity. The fatty acid salts with a concentration of 30% then formulated into liquid soap with variations of carbomer concentration (1%, 3% and 5%) also evaluated for quality of the preparations based on the Indonesian National Standardization and tested for physical stability by using the cycling test method.
Results: The result of analyzed fatty acid composition of RPO and PKO combination at ratio (50:50) showed percentage of lauric acid, miristic acid, palmitic acid, oleic acid and linoleic acid were 21.83, 8.10, 26.45, 30.75 and 6.65%. The vitamin E and total carotene content analyzed were 427.07 ppm and 269.50 ppm. The saponification value and acid value of the oil combination were 231.27 mg and 0.265 mgKOH /g. The antibacterial test results of fatty acid salt combination of RPO and PKO showed inhibition diameter of Propionibacterium acne and Staphylococcus epidermidis at concentration of 10% with average inhibition diameter of 18.03 mm and 18.06 mm and the most active of inhibitory concentration at the concentration of 50% with average inhibition diameter of 20.66 mm and 20.76 mm. The fatty acid salts with a concentration of 30% was selected and formulated into a liquid soap. The evaluation result of quality of the preparations indicated that the preparations according to the Indonesian National Standardization of liquid soap No. 06-4085-1996 and the result of cycling test showed the preparations were stable during 6 cycles.
Conclusion: The fatty acid salts combination of RPO and PKO had antibacterial activity against Propionibacterium acne and Staphylococcus epidermidis and the fatty acid salts with a concentration of 30% can be formulated into liquid soap preparations.Skripsi Sarjan
Perforated PZT polymer composites, U.S. Patent 4,422,003
Composites of lead zirconate titanate (PZT) and inactive polymers with 3-1 and 3-2 patterns and a method of fabrication thereof are described. Fabrication is accomplished by drilling holes in sintered PZT blocks and filling the holes with epoxy or some other inactive polymer. The influence of hole size and volume fraction PZT on the hydrostatic properties of the composite is evaluated. By decoupling the piezoelectric coefficients d33 and d21 in the composite, the hydrostatic coefficients are greatly enhanced
Uji Aktivitas Antibakteri Garam Asam Lemak Berbasis Kombinasi Minyak Sawit Merah (Red Palm Oil) dan Minyak Inti Sawit (Palm Kernel Oil) Serta Formulasinya sebagai Sabun Cair Pembersih Wajah
Latar belakang: Penggunaan sabun pembersih wajah adalah untuk membersihkan, melindungi dan merawat kulit agar tetap sehat dan bersih. Sabun dapat dihasilkan dari bahan utama yaitu alkali dan lemak atau minyak. Minyak sawit merah (MSM) memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi kulit seperti vitamin E dan karoten yang tinggi sedangkan minyak inti sawit (MIS) kaya akan asam laurat yang berperan melawan bakteri gram positif seperti Propionibacterium acne dan Staphylococcus epidermidis. Kombinasi keduanya menghasilkan nilai nutrisi dan aktivitas antibakteri yang baik untuk dijadikan sediaan sabun cair.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari garam kalium asam lemak kombinasi MSM dan MIS terhadap Propionibacterium acne dan Staphylococcus epidermidis serta formulasi menjadi sediaan sabun cair.
Metode: Dikombinasi MSM dan MIS dengan perbandingan (50:50) kemudian dilakukan analisis komposisi asam lemak, kadar vitamin E, karoten total, bilangan penyabunan dan bilangan asam. Selanjutnya, direaksikan dengan kalium hidroksida menjadi garam asam lemak. Garam asam lemak dengan variasi konsentrasi (10%, 20%, 30%, 40% dan 50%) diuji aktivitas antibakterinya. Garam asam lemak dengan konsentrasi 30% kemudian diformulasikan menjadi sabun cair dengan variasi konsentrasi karbomer (1%, 3% dan 5%) serta dievaluasi mutu sediaan berdasarkan SNI dan uji stabilitas fisik menggunakan metode cycling test.
Hasil: Analisis komposisi asam lemak dari kombinasi MSM dan MIS (50:50) menunjukkan persentase asam laurat, asam miristat, asam palmitat, asam oleat dan asam linoleat sebesar 21,83, 8,10, 26,45, 30,75 dan 6,65 %. Kandungan vitamin E dan karoten total masing-masing menunjukkan 427,07 ppm dan 269,50 ppm. Bilangan penyabunan dan bilangan asam dari kombinasi minyak diperoleh sebesar 231,27 mg dan 0,265 mgKOH/g. Hasil uji aktivitas antibakteri garam asam lemak terhadap Propionibacterium acne dan Staphylococcus epidermidis menunjukkan daya hambat pertumbuhan bakteri pada konsentrasi 10% dengan rata-rata diameter hambat 18,03 mm dan 18,06 mm dan konsentrasi hambat paling aktif terdapat pada konsentrasi 50% dengan rata-rata diameter hambat 20,66 mm dan 20,76 mm. Garam asam lemak dengan konsentrasi 30% kemudian dipilih untuk diformulasikan menjadi sediaan sabun cair. Hasil evaluasi mutu sediaan sabun cair menunjukkan bahwa sediaan memenuhi standar mutu SNI sabun cair No.06-4085-1996 dan hasil uji stabilitas fisik menggunakan metode cycling test menunjukkan sediaan stabil selama 6 siklus.
Kesimpulan: Garam asam lemak kombinasi MSM dan MIS mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acne dan Staphylococcus epidermidis dan garam asam lemak dengan konsentrasi 30% dapat diformulasikan menjadi sediaan sabun cair.Background: The face wash soap is used to clean, protect and cure the skin to stay healthy and clear. Soaps can be produced from main ingredients namely alkali and fat or oil. Red palm oil (RPO) has good nutritional compound for the skin such as vitamin E and high concentration carotene. Palm kernel oil (PKO) was enrich lauric acid that against gram-positive bacteria such as Propionibacterium acne and Staphylococcus epidermidis. The combination of both oil produced balance nutritional values and good antibacterial activity to be used as a liquid soap preparation.
Objective: This research was conducted to determine the antibacterial activity of potassium fatty acid salt combination of RPO and PKO against Propionibacterium acne and Staphylococcus epidermidis and formulations into face wash liquid soap.
Methods: RPO and PKO combined with a ratio (50:50) then analyzed the fatty acid composition, vitamin E content, total carotene, saponification value and acid value. Further, the oil combination reacted with potassium hydroxide to fatty acid salts. The fatty acid salts with variations of concentration (10%, 20%, 30%, 40% and 50%) were tested for their antibacterial activity. The fatty acid salts with a concentration of 30% then formulated into liquid soap with variations of carbomer concentration (1%, 3% and 5%) also evaluated for quality of the preparations based on the Indonesian National Standardization and tested for physical stability by using the cycling test method.
Results: The result of analyzed fatty acid composition of RPO and PKO combination at ratio (50:50) showed percentage of lauric acid, miristic acid, palmitic acid, oleic acid and linoleic acid were 21.83, 8.10, 26.45, 30.75 and 6.65%. The vitamin E and total carotene content analyzed were 427.07 ppm and 269.50 ppm. The saponification value and acid value of the oil combination were 231.27 mg and 0.265 mgKOH /g. The antibacterial test results of fatty acid salt combination of RPO and PKO showed inhibition diameter of Propionibacterium acne and Staphylococcus epidermidis at concentration of 10% with average inhibition diameter of 18.03 mm and 18.06 mm and the most active of inhibitory concentration at the concentration of 50% with average inhibition diameter of 20.66 mm and 20.76 mm. The fatty acid salts with a concentration of 30% was selected and formulated into a liquid soap. The evaluation result of quality of the preparations indicated that the preparations according to the Indonesian National Standardization of liquid soap No. 06-4085-1996 and the result of cycling test showed the preparations were stable during 6 cycles.
Conclusion: The fatty acid salts combination of RPO and PKO had antibacterial activity against Propionibacterium acne and Staphylococcus epidermidis and the fatty acid salts with a concentration of 30% can be formulated into liquid soap preparations.Skripsi Sarjan
- …
