1,724,103 research outputs found
Policy and institutional reforms related to transparency and participation are essential for cross-sectoral management of basins.
No disponibl
Komposisi Hasil Tangkapan Siwi-Siwi (Mini Trawl) Di Perairan Laut Utara Nguling Kabupaten Pasuruan
Siwi-siwi merupakan. pukat hela dasar yang dilengkapi dengan papan
rentang (otter board) sebagai alat pembuka mulut jaring. Pukat hela dasar
berpapan merupakan salah satu alat penangkapan ikan dasar dari jenis pukat hela
yang banyak dipergunakan oleh nelayan skala kecil dan skala menengah, dengan
daerah penangkapan di wilayah seluruh perairan Indonesia. Nguling adalah salah
satu wilayah yang banyak nelayannya masih menggunakan siwi-siwi meskipun
penggunaannya sudah dilarang oleh pemerintah.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mengetahui spesies apa
saja yang tertangkap pada alat tangkap siwi-siwi, mengetahui komposisi hasil
tangkapan siwi-siwi, mengetahui keanekaragaman dan keseragaman spesies
hasil tangkapan siwi-siwi di perairan Nguling, Pasuruan, Jawa Timur
Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Metode ini dilakukan
dengan cara melakukan pengamatan secara langsung guna mendapatkan
keterangan yan jelas terhadap suatu masalah dalam penelitian di kecamatan
Nguling kabupaten Pasuruan. Data yang digunakan meliputi data primer dan data
sekunder. Metode analisis dilakukan dengan bantuan software Microsoft Excel
yang berguna untuk menghitung komposisi spesies, analisis keanekaragaman
(H’), dan keseragaman (E).
Spesies hasil tangkapan terdiri dari 25 jenis, yaitu cumi-cumi, udang, kurisi,
sotong, barakuda, beloso, manyung, rajungan, peperek, buntal, gulamah, kuniran,
gurita, ikan sebelah, kipper, bulu ayam, kerong-kerong, kerapu, kakap putih, ikan
pari, udang ronggeng, bawal hitam, selar kuning, ikan lidah, dan ikan layur.
Berdasarkan perhitungan komposisi didapatkan hasil terbanyak adalah
cumi-cumi dengan persentase 28,54%, lalu yang kedua adalah udang dengan
21,94%, lalu yang ketiga adalah kurisi dengan 7,46%. Hasil paling sedikit
didapatkan adalah ikan layur dengan persentase 0,16%.
Proporsi hasil tangkapan didapatkan ikan kategori binatang bertulang lunak
dengan 37,4%, lalu yang kedua adalah tipe ikan demersal dengan 32,6%, dan
yang paling sedikit adalah ikan pelagis dengan 4,8%. Sedikitnya ikan pelagis yang
tertangkap dikarenakan ikan pelagis bukanlah ikan tujuan operasi penangkapan
mini trawl, ikan yang tertangkap karena ketidaksengajaan saat proses hauling atau
kemungkinan karena ikan tersebut sedang mencari makan di perairan demersal.
Hasil indeks keanekaragaman didapatkan hasil nilai 1,81 yang berarti
keanekaragaman jenis pada perairan Nguling termasuk kategori sedang. Indeks
keragaman didapatkan hasil nilai 0,56 yang berarti keseragaman juga dalam
kategori sedang. Hasil ini menunjukan bahwa perairan Nguling masih layak dihuni
oleh berbagai macam spesies ikan.
Hasil analisa variasi menunjukan hasil sig < 0,05 sehingga dapat
disimpulkan bahwa ada perbedaan nyata pada berat hasil tangkapan antar
spesies. Perbedaan nyata ditemukan dalam berat hasil tangkapan spesies cumicumi dan spesies udang. Hal ini dikarenakan cumi-cumi dan udang merupakan
target utama penangkapan mini traw
“Mendak Siwi”
“Mendak” secara literatur berarti menyambut dan Siwi adalah simbolik dari Dewa Siwa
yang juga berkonotasi sebagai Tuhan. Jadi “Mendak Siwi” adalah musik persembahan kepada
Tuhan. Ini adalah karya musik instrumental yang terinspirasi dari genre musik bebonangan,
ensambel prosesi utama, yang umumnya dipertunjukan dalam konteks upacara keagamaan
Hindu di Bali. Komposisi ini menggambarkan sebuah eksplorasi musikal dengan memanfaatkan
empat dari lima nada laras pelog. Ensambelnya terdiri dari gong, kempur, sepasang jegogan,
jublag, dan kantilan, sejumlah cengceng kopyak dan cengceng ricik (simbal kecil), reong,
kendang, dan kajar. Jegogan dan jublag memainkan melodi sementara reong dan kantilan
mengelaborasi melodi pokok dengan jalinan pola ritmik yang rumit. Gong menandai fase lagu
dan cengceng memberikan hiasan dan aksen. Kendang memandu perubahan dinamika dan
memberi sinyal untuk ensambel aksentuasi, sedangkan kajar berfungsi sebagai pemegang
matra.
Komposisi ini pertama kali dipertunjukkan di Tauranga Library, Christchurch, New
Zealand di tahun 2020
“MANAJEMEN PT. PANDU SIWI SENTOSA BALIKPAPAN PASCA PENGAMBILALIHAN MANAJEMEN PT. PANDU SIWI SENTOSA SAMARINDA”.
ABSTRAK
Krisis dalam suatu perusahaan yang disebabkan oleh masalah internal maupun eksternal dapat menyebabkan jatuhnya kredibilitas perusahaan di mata publik. Dalam penelitian ini, peneliti tertarik untuk meneliti manajemen krisis Human Relations Department PT. Pandu Siwi Sentosa Balikpapan pasca pembelian saham mayoritas PT. Pandu Siwi Sentosa Samarinda. Metode Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Penelitian ini hanya memaparkan situasi atau peristiwa dengan melakukan wawancara kepada pihak pihak terkait. Metode analisa data yang digunakan adalah metode analisa data kualitatif dengan menggunakan konsep triangulasi. Triangulasi data mengarahkan peneliti untuk melakukan pengambilan data menggunakan beragam sumber agar dapat mengetahui kesimpulan dari penelitian yang dilakukan. Hasil Penelian ini menunjukan bahwa dalam menangani krisis yang terjadi pada PT. Pandu Siwi Sentosa Samarinda, Human Relations Department PT. Pandu Siwi Sentosa Balikpapan terlebih dahulu mempelajari respon dari publik internal dan publik eksternal perusahaan. Berdasarkan data tersebut Human Relations Department merancang strategi manajemen krisis dengan tujuan meningkatkan kinerja pegawai. Hal ini di wujudkan dengan program workshop, mentoring, dan perbaikan Standart Operasional Procedure. Program yang dilakukan oleh Human Relations Department ini terbukti berhasil dengan kembali bergabungnya Coorporate costumer dan Daily Costumer dengan PT.Pandu Siwi Sentosa Samarinda. Peneliti berharap agar selanjutnya aktivitas Human Relations Department lebih ditingkatkan demi menjaga stabilitas perusahaan agar tidak mengalami krisis.
Kata kunci : Krisis, Manajemen krisis, Human Relations Departement,
ii
ABSTRACT
Crisis in a company caused by an internal or exsternal problem can make the collapse of company's credibility in the public opinion. In this research, researchers interested to studying management crisis by Human Relations Department PT. Pandu Siwi Sentosa after the purchase of a majority stake of PT. Pandu Siwi Sentosa Samarinda by PT. Pandu Siwi Sentosa Balikpapan. Research used a descriptive method to describes and explaining a problem. Researchers do an interview to the relevant source and add a Literature to complete this study . Data analysis method used is the method of qualitative, data analysis by using the concept of triangulation. Triangulation of data directs researchers to perform data retrieval using a variety of sources in order to find out the conclusion of the study. results shows that in dealing with the crisis in the PT. Pandu Siwi Sentosa Samarinda, Human Relations Department PT. Pandu Siwi Sentosa Balikpapan’s first step is a studying public response to internal and external public companies. Based on data from the Human Relations Department to design a crisis management strategy with the aim of improving the performance of employees. This is embodied by the program in the workshops, mentoring, and improved Standard Operating Procedure. Program conducted by the Human Relations Department has proven successful with returning the merger of Corporate customer and Daily Costumer with PT.Pandu Siwi Sentosa Samarinda. Researchers hope that further activity of the Human Relations Department is further enhanced in order to maintain the stability of the company.
Keyword : Crisis, Mangement Crisis, Human Relations Departmen
Improving Screening and Implementation of Portable Order for Life-Sustaining Treatment (POLST) in Primary Care
Background: There are many barriers causing unclear communication pertaining to people’s choices for end-of-life (EOL) care including their existing wishes being unfulfilled, poor communication between patients and providers, and inadequate clinician training. The Portable Orders for Sustaining Life Treatment (POLST) were found in studies to be an effective tool for ensuring patients’ wishes were honored. In addition, a “Surprise Question” approach has been utilized to initiate advance care planning (ACP) conversations.|Purpose: The purpose of this quality improvement project was to design, develop, implement, and evaluate a POLST guideline process at Bridgeport Family Medicine (BFM).|Method: The Iowa model and the “Surprise Question” were used to prompt clinicians to indicate POLST conversation. Outcome measures included a five-point Likert scale for the educational session, current procedural therapy (CPT) 99497 or 99498 codes, and POLST Registry data were collected to evaluate the effectiveness of the project.|Results: The POLST educational sessions showed a statistically significant increase in providers and staff knowledge (M = 16.7, SD = 3.1, 1 month posttest M = 20.4, SD = 1.1, p <.001) and increased use of the POLST process from 11% to 20%.|Conclusion: Since BFM only had a small number of patients that met the criteria for inclusion using the “Surprise Question”, it is recommended that POLST discussions should continue, and changing the criteria for patients who have five or more chronic diseases may be more appropriate. Furthermore, continuing to discuss ACP during the annual Medicare Wellness Exam (MWE) and review/update POLST if applicable is important in order to honor the patient’s current EOL wishes.| Keywords: Portable Orders for Life-Sustaining Treatment (POLST), advance directive (AD), “Surprise Question”, Advance Care Planning (ACP
A contribution to the documentation of Siwi (Berber)
Dieser Text will dazu beitragen, die Siwi-Sprache (Berber, Ägypten) besser zu dokumentieren. Das geschieht durch die Transkription und die Übersetzung einer bslang unveröffentlichten Erzählung, die die Autorin im Jahre 2018 in Siwa aufgezeichnet hat. Die wichtigsten stilistischen Merkmale der Erzählung sind im ersten Teil beschrieben. Erläuterung zu grammatischen Strukturen, die nicht trotz der Übersetzung und Glossierung nicht leicht zu verstehen sind, werden in den Fußnoten gegeben.The aim of this paper is to contribute to the documentation of the Siwi language (Berber, Egypt), through the transcription and translation of an unpublished folktale, recorded by the author in Siwa (Egypt) in 2018. The main stylistic features of the tale are described in the first part of the paper, while grammatical notes on the language are provided in the footnotes, in order to clarify some passages that could otherwise not be easily understood through the transcription, glosses and translation alone
A contribution to the documentation of Siwi (Berber)
Dieser Text will dazu beitragen, die Siwi-Sprache (Berber, Ägypten) besser zu dokumentieren. Das geschieht durch die Transkription und die Übersetzung einer bslang unveröffentlichten Erzählung, die die Autorin im Jahre 2018 in Siwa aufgezeichnet hat. Die wichtigsten stilistischen Merkmale der Erzählung sind im ersten Teil beschrieben. Erläuterung zu grammatischen Strukturen, die nicht trotz der Übersetzung und Glossierung nicht leicht zu verstehen sind, werden in den Fußnoten gegeben.The aim of this paper is to contribute to the documentation of the Siwi language (Berber, Egypt), through the transcription and translation of an unpublished folktale, recorded by the author in Siwa (Egypt) in 2018. The main stylistic features of the tale are described in the first part of the paper, while grammatical notes on the language are provided in the footnotes, in order to clarify some passages that could otherwise not be easily understood through the transcription, glosses and translation alone
การศึกษาความสามารถเขียนประโยคของนักเรียนชั้นประถมศึกษาปีที่ 2 ที่มีความบกพร่องทางการได้ยินระดับหูหนวก จากการสอนโดยใช้วิธี SIWI ร่วมกับ Storyboard
MASTER OF EDUCATION (M.Ed.)การศึกษามหาบัณฑิต (กศ.ม.)The purpose of this research was to study the sentence writing ability of students hearing - impaired Grade 2 through SIWI and Storyboard. The subjects consisted of 8 students with hearing loss of more than 90 dB. They actually use sign language, lip reading and do not appear any other types of disability. The students were enrolled in Grade 2 at Setsatian School for the Deaf, in the first semester of the 2018 academic year, and were chosen by purposive sampling. The instruments in this research were the SIWI and Storyboard lesson plans, and a test on sentence writing ability. The experimental procedure consisted used a One Group Pretest – Posttest Design. The samples participated for 5 weeks, for 5 days a week, 60 minutes a day, for a total 20 times. The statistics employed for analysis were Median, Inter – quartile Range, the Signed Test for Median: one sample and the Wilcoxon Matched – Pairs Signed – Ranks Test. The research showed that the sentence writing ability of students with hearing impairment in Grade 2 through the use of SIWI and Storyboard was at a good level and increased significantly. การวิจัยครั้งนี้มีความมุ่งหมายเพื่อศึกษาความสามารถเขียนประโยคของนักเรียนชั้นประถมศึกษาปีที่ 2 ที่มีความบกพร่องทางการได้ยินระดับหูหนวก โดยใช้วิธี SIWI ร่วมกับ Storyboard กลุ่มตัวอย่างที่ใช้ในงานวิจัย เป็นนักเรียนที่มีความบกพร่องทางการได้ยินระดับ
หูหนวกที่มีระดับการได้ยินมากกว่า 90 เดซิเบลขึ้นไป เมื่อทำการวัดด้วยเสียงบริสุทธิ์ สามารถใช้ภาษามือ อ่านริมฝีปาก และไม่มีความพิการอื่นๆ แทรกซ้อน กำลังศึกษาอยู่ในระดับชั้นประถมศึกษาปีที่ 2 ภาคเรียนที่ 1 ปีการศึกษา 2561 ของโรงเรียนเศรษฐเสถียร ในพระราชูปถัมภ์ กรุงเทพมหานคร ได้มาจากการเลือกแบบเจาะจง (Purposive Sampling) จำนวน 8 คน เครื่องมือที่ใช้ในการวิจัย ได้แก่ แผนการจัดการเรียนรู้การเขียนประโยคจากการสอนโดยใช้วิธี SIWI ร่วมกับ Storyboard และแบบทดสอบความสามารถเขียนประโยค ดำเนินการทดลองตามแบบแผนการทดลองแบบ One-Group Pretest – Posttest Design เป็นระยะเวลา 5 สัปดาห์ สัปดาห์ละ 5 วัน วันละ 60 นาที รวมทั้งสิ้น 20 ครั้ง สถิติที่ใช้ในการวิเคราะห์ข้อมูล คือ ค่ามัธยฐาน ค่าพิสัยระหว่างควอไทล์ และสถิติทดสอบ The Signed Test for Median : One Sample และ The Wilcoxon Matched – Pairs Signed – Ranks Test ผลการวิจัย พบว่า ความสามารถเขียนประโยคของนักเรียนชั้นประถมศึกษาปีที่ 2 ที่มีความบกพร่องทางการได้ยินระดับหูหนวก หลังการสอนโดยใช้วิธี SIWI ร่วมกับ Storyboard อยู่ในระดับดี และสูงขึ้
The origin of mid vowels in Siwi
International audienceRecent documentation has established that the Siwi language of western Egypt, unlike most other Berber languages, has two phonemic mid vowels appearing not only in Arabic loanwords but also in inherited vocabulary: /e/ and /o/. This article examines their origin. Proto-Berber originally had a single mid vowel *e, which appears to have been retained in Siwi only before word-final /n/. In all other environments the contrast between *i and *e has been neutralized, although word-finally it seems to have survived into the 19th century. Instances of /e/ in other environments are phonetically conditioned, deriving variously from *i, *ăy, or *ă in appropriate contexts. The few attestations of /o/ are irregular, but occur in environments paralleling those in which /e/ is attested synchronically. Modern Siwi mid vowels are thus mostly secondary developments; except in final /-en/, they provide no direct evidence for the reconstruction of mid vowels in earlier intermediate stages of Berber
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PERMAINAN TRADISIONAL DI KELOMPOK BERMAIN AMONG SIWI
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran permainan tradisional di Kelompok Belajar Among Siwi, yang mengenalkan permainan tradisional kepada Anak Usia Dini melalui kegiatan pembelajaran di Sekolah. Permainan tradisional di Kelompok Belajar Among Siwi dikemas dalam bentuk kegiatan pembelajaran dan berlangsung setiap hari, dengan mengajarkan macam – macam permainan tradisional, tembang dolanan dan macam – macam mainan tradisional.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan deskripsi dan analisis. Subyek dari penelitian ini adalah, kepala sekolah, guru kelas “Kitiran”, guru kelas “Othok-othok”, peserta didik kelompok “Kitiran” dan “Othok-othok” serta orang tua atau wali murid. Pengumpulan data diambil menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teori Miles dan Huberman yaitu, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik.
Hasil Penelitian yaitu : (1) Implementasi pembelajaran permainan tradisional di kelompok bermain Among Siwi, dikemas dalam perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. (2) Faktor pendukung terselenggaranya pembelajaran permainan tradisional di Kelompok Belajar Among Siwi adalah letak dari Kelompok Belajar Among Siwi ini berada ditengah-tengah Kampung Dolanan Anak, dimana mayoritas dari masyarakatnya berprofesi sebagai pengrajin dolanan anak dan pengalaman dari guru yang merupakan anggota dari Komunitas Pelestari Dolanan Anak di Kampung Dolanan Anak tersebut. (3) Faktor utama yang menjadi penghambat dalam terselenggaranya pembelajaran permainan tradisional di Kelompok Belajar Among Siwi adalah perbedaan budaya dari anak dan orang tua. Hal tersebut menyebabkan anak terhambat untuk menerapkan unggah-ungguh atau Bahasa Jawa “Krama” di rumah sebagai hasil belajar di sekolah. Hambatan lain juga disebabkan karena adanya pandemi covid – 19 yang mengharuskan pembelajaran dilakukan di rumah secara daring/online.
Kata kunci : Implementasi, pembelajaran permainan tradisional, Kelompok Bermain Among Siw
- …
