1,721,130 research outputs found
Proses Penggarapan Lagu Terimakasih Pahlawanku Karya Saryanto
Musik yang terbentuk dari beberapa unsur, seperti : melodi , ritme, haa11oni, dinamik, ekspresi, tempo, harus diolah dengan baik agar menjadi suatu bcntuk kar;a yang mempunyai nilai estetik dan dapat dirasakan. Dalam hal ini, konJ!)Osisi ?dalah titik terciptanya musik dan proses sebuah ide menjadi suatu tunyi yang berguna untuk kehidupan manusia. Pelaksanaanya merupakan bag;an dari Ulengolah unsur-unsur musik menjadi satu kesatuan utuh yang mempunyai nil,u estetik dan dapat dirasakan. Komposisi berarti mengolah imajinasi melalui pros\!s abscraktif mengaplikasikan dalam bentuk suara dengan mengolah dan mtmggttbungkan demen-demen dan lmsur-wtsur musik wtluk menghasilkan sebuah paJuan bunyi yang berlandaskan konsep ide
Proses penggarapan lagu terimakasih pahlawanku karya Saryanto
Komposisi berarti mengolah imanjinasi melalui proses abstraktif mengaplikasikan dalam bentuk suara dengan mengolah dan menggabungkan elemen-elemen dan unsur musik untuk menghasilkan sebuah paduan bunyi yang berlandaskan konsep ide
Metode Pembelajaran Karawitan Pada Anak Di Grup Karawitan Tirta Kencana Pimpinan Saryanto Di Desa Mangir, Bantul, Yogyakarta
Tirta Kencana adalah sebuah grup karawitan yang berasal dari desa
Mangir kabupaten Bantul, Yogyakarta. Grup karawitan ini memiliki keunikan
karena anggota pemainnya adalah anak-anak. Grup karawitan ini dilatih oleh
seorang pengrawit bernama Saryanto. Metode pembelajaran yang diterapkan
Saryanto untuk melatih anak-anak didiknya cukup menarik karena mampu
membuat anak-anak didiknya menggemari karawitan dan gamelan. Ini adalah
salah satu upaya menangkal efek negatif globalisasi yang meredupkan eksistensi
seni karawitan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif agar dapat
mengetahui sistematis fakta dan karakteristik dari grup Tirta Kencana dengan
tepat dan apa adanya.
Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa metode pembelajaran yang
diterapkan Saryanto di grup karawitan Tirta Kencana selaras dengan pemaparan
Djohan mengenai pendidikan musik dini untuk anak. Metode yang diterapkan
Saryanto juga sama dengan metode pembelajaran yang digagas oleh pakar
pembelajaran musik Shinichi Suzuki. Metode pembelajaran tersebut
mengedepankan proses pengasahan ‘musical ear’ atau ‘telinga musikal’ anakanak
sebelum proses belajar membaca notasi. Metode pembelajaran yang
diterapkan Saryanto di Tirta Kencana juga menggabungkan pendekatan
pembelajaran yang berpusat pada guru dan pendekatan pembelajaran yang
berpusat pada murid sesuai dengan metode pembelajaran yang dipaparkan oleh
David A.Jacobsen, Paul Eggen dan Donald Kauchak
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN GEJALA PSIKOPATOLOGI PADA PENERBANG MILITER TNI AU DI LAKESPRA SARYANTO
Penerbang militer bekerja pada lingkungan yang memiliki potensi sebagai stresor. Stresor didapatkan bukan hanya dari lingkungan pekerjaan melainkan dari faktor psikososial. Stresor bisa menyebabkan stres pada seseorang tergantung kognitif, kepribadian, dan mekanisme adaptasi seseorang menghadapi stresor tersebut. Tujuan Penelitian adalah untuk mengidentifikasi hubungan stres dengan gejala psikopatologi pada penerbang militer TNI AU di Lakespra Saryanto. Metode penelitian ini menggunakan desain deskripif korelatif dengan pendekatan cross sectional dan pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling sebanyak 67 responden. Data variabel independen dan dependen yang diperoleh diolah menggunakan uji Chi Square dengan derajat kemaknaan (α)= 0,05. Hasil penghitungan distribusi frekuensi tingkat stres penerbang stres ringan 36 (53,7 %) dan stres berat 15 (22,4 %), Sedangkan penerbang yang mengalami gejala psikopatologi 28 (41,8 %) dan yang tidak mengalami gejala psikopatologi 39 (58,2%). Uji Chi Square didapatkan nilai P value (2-sided) adalah 0,296 (Nilai Asymp Sig < 0,05). Kesimpulan tidak ada hubungan antara stres penerbang dengan munculnya gejala psikopatologi pada penerbang militer TNI AU. Saran mengadakan pendidikan dan pelatihan managemen stres secara berkesinambungan bagi penerbang di Lakespra Saryanto
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
