1,721,989 research outputs found
Pemeriksaan Kuat Tekan Beton Dengan Faktor Air Semen Berbeda Menggunakan Kulit Rajungan Sebagai Filler
Penggunaan bahan pengisi pada beton telah banyak dilakukan guna mendapatkan
beton yang lebih bermutu. Pada dasarnya, filler beton terbuat dari bahan-bahan
yang mudah diperoleh dan mudah diolah seperti salah satunya yaitu kulit
rajungan. Pada penelitian kali ini serbuk kulit rajungan sebagai bahan pengisi
dalam campuran beton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh
dari pemakaian serbuk kulit rajungan terhadap campuran beton dan untuk
mengetahui perbedaan kualitas beton antara beton faktor air semen (FAS) 0,4 dan
0,5 dengan penggunaan variasi filler yang sama. Penelitian ini menggunakan
standarisasi SNI 03-2834-1993 sebagai metode perencanaan campuran beton (mix
design). Setelah penelitian, diketahui bahwa adanya kenaikan kuat tekan.
Kenaikan tertinggi terjadi pada beton dengan filler 7% yaitu 38,59 MPa.
Sedangkan kuat tekan beton normal tertinggi sebesar 29,22 MPa untuk FAS 0,4.
Sedangkan untuk FAS 0,5 kenaikan tertinggi terjadi pada beton dengan filler 7%
yaitu 30,33 MPa. Sedangkan kuat tekan beton normal tertinggi sebesar 19,93
MPa. Melihat dari hasil di atas, diambil kesimpulan bahwa beton dengan
menggunakan serbuk kulit rajungan berpengaruh terhadap kuat tekan beton
Eksplorasi Airtanah Dengan Metode Tahanan Jenis Menggunakan Software Ipi2win Di Desa Nagrak Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Air bersih merupakan kebutuhan dasar bagi manusia. Jenis air yang paling aman untuk dikonsumsi manusia adalah airtanah. Metode penyelidikan air dalam tanah yang banyak digunakan adalah metode geolistrik. Prinsip kerja metode geolistrik adalah mengukur tahanan jenis dengan mengalirkan aliran listrik ke dalam tanah melalui elektroda arus yang kemudian arus listrik akan diterima oleh elektroda potensial lainnya. Metode pengolahan data dilakukan dengan menggunakan software IPI2Win. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kedalaman lapisan tanah yang mengandung akuifer, mengetahui pola aliran airtanah, dan untuk mengetahui efektifitas software IPI2Win dalam mengolah data. Setelah dilakukan pengambilan dan pengolahan data didapatkan kurva cross section dari empat titik pengukuran. Dari hasil tersebut adpat diketahui bahwa lapisan tanah di Desa Nagrak banyak mengandung air, karena pada kedalaman 0 – 5 m terdapat lapisan akuifer dangkal yang dibatasi oleh lapisan kedap air. Dari data dugaan lapisan tanah, dapat diperkirakan lokasi – lokasi yang tepat untuk melakukan pengeboran sumur
Rancangan Sumur Resapan Air Hujan Sebagai Upaya Pengurangan Limpasan di Kampung Babakan, Cibinong, Kabupaten Bogor.
Perubahan penggunaan lahan akibat pembangunan perumahan, secara tidak langsung dapat merusak kawasan resapan air, karena berkurangnya daerah resapan air hujan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jumlah dan dimensi sumur resapan yang dibutuhkan untuk mengurangi volume genangan serta menentukan besarnya nilai efektivitas pengurangan limpasan. Sumur resapan merupakan sarana untuk menampung air hujan dan meresapkannya ke dalam tanah. Berdasarkan perhitungan di wilayah Kampung Babakan seluas 2.42 ha dengan koefisien limpasan sebesar 0.4 untuk karakter perkampungan, dan curah hujan rencana sebesar 97.36 mm/hari, diperkirakan volume andil banjir berdasarkan SNI 03-2453-2002 sebesar 805790.30 liter atau setara dengan 805.79 m3. Berdasarkan hasil perhitungan, total sumur resapan yang perlu dibuat sebanyak 115 buah serta pembuatan parit berorak sebanyak 76 buah. Dengan adanya sumur resapan dan parit berorak volume andil total dapat berkurang sebesar 620.62 m3 atau 77.02% dari total limpasan yang terjadi
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Penentuan Nilai Konduktivitas Hidrolik, Koefisien Storage dan Efisiensi Sumur di Pondok Pesantren Wadil Mubarak, Parung, Kabupaten Bogor.
Kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan pokok yang tidak dapat
ditinggalkan oleh sebab itu pengolahan dan pelestarian air merupakan hal yang
mutlak diperlukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh debit
terhadap besarnya penurunan muka air tanah dari akuifer di sumur di Pondok
Pesantren Wadil Mubarak dan mengetahui nilai konduktivitas hidrolik, koefisien
storage dan efisiensi sumur dengan metode Thiem dan metode Neuman serta
membandingkan hasil keduanya. Uji pemompaan merupakan suatu metode yang
digunakan untuk mengetahui karakteristik teknis akuifer. Uji pemompaan
mencakup tiga tahap, yaitu uji pemompaan bertingkat, uji pemompaan kambuh,
dan uji pemompaan menerus. Karakteristik akuifer yang diperoleh dengan
metode Neuman yaitu transmisivitas sebesar 3.02 m2/hari dan konduktivitas
hidrolik sebesar 0.0803 m/hari. Dengan metode Thiem, diperoleh transmisivitas
sebesar 6.46 m2/hari dan konduktivitas hidrolik sebesar 0.202 m/hari. Besarnya
debit yang paling efisien untuk digunakan saat pemompaan adalah 42.211 m3/hari
Evaluasi Potensi Daya Berdasarkan Debit dan Elevasi di PLTA Kracak, Leuwiliang, Bogor
Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) adalah sistem pembangkitan energi
listrik yang memanfaatkan air sebagai sumber tenaga. Salah satu pembangkit listrik
tenaga air di Bogor adalah PLTA Kracak. PLTA Kracak memanfaatkan aliran air
dari Sungai Cianten dan Cikuluwung. PLTA ini memiliki potensi daya listrik aktual
sebesar 18,9 MW. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi debit
andalan Sungai Cianten dan Cikuluwung, potensi daya listrik berdasarkan debit dan
elevasi, potensi daya listrik teoritis, dan mengevaluasi potensi daya listrik aktual
PLTA Kracak. Debit andalan Sungai Cianten adalah 6,723 m3/det dan Sungai
Cikuluwung adalah 0,737 m3/det. Potensi daya listrik berdasarkan debit dan elevasi
20,255 MW, sedangkan potensi daya listrik teoritis 20,01 MW. Berdasarkan
penelitian yang telah dilakukan, potensi daya aktual PLTA Kracak lebih kecil
apabila dibandingkan dengan potensi daya berdasarkan debit dan elevasi serta
potensi daya teoritis
Analisis Kebutuhan dan Ketersediaan Air Baku di Kabupaten Tangerang.
Water is one of the basic necessities of human beings to make life and increase their welfare. Indonesia is located in the tropics and have raw water availability. Drought-prone was one problem in the raw water supply as a result of the uneven distribution of water in the region of Indonesia. Tangerang Regency is one of the areas of Indonesia's Banten Province has its challenges in the future to meet the needs of the raw water, due to the increasing population and decreasing ability of the environment both in quality and quantity in the raw water supply. This research aims to know the needs and availability of raw water in the near future. Water demand was analyzed by exponential approximation is a method, and water availability was analyzed based on linear equations obtained from linear regression using Microsoft Excel 2007. Water requirements were analyzed based on demand, such as the water needs for domestic, non-domestic, industrial, fisheries, livestock and irrigation. From the results obtained that level of water needs from 2010 to 2030 as a whole has increased, which for 2010 of 71,61 m3/sec, 2015 amounting to 72,86 m3/sec, by 2020 of 76,24 m3/sec, 2025 of 82,75 m3/sec, and 2030 of 95,35 m3/sec. While the total availability of water from 2010 to 2030 from water source river and groundwater degradation, which in 2010 of 143,17 m3/sec, 2015 amounting to 127,28 m3/sec, by 2020 of 114,02 m3/sec, 2025 of 100,75 m3/sec, and 2030 of 87,50 m3/sec. By 2030 water availability can’t meet water demand, with a water deficit -7,85 m3/sec
Cadangan Potensi Cadangan Air Tanah Menggunakan Persamaan Darcy di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.
Kebutuhan air tanah akan meningkat sesuai dengan perkembangan daerah. Air tanah memiliki kuantitas terbatas karena tergantung pada geometri dan distribusi akuifer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi litologi tanah dan ketebalan akuifer, untuk menentukan nilai konduktivitas hidrolik tanah dan untuk memprediksi potensi cadangan air tanah di Kecamatan Dramaga. Data yang diolah adalah data geolistrik dengan konfigurasi Schlumberger, peta hidrogeologi, dan peta geologi Bogor. Ketebalan akuifer diperoleh dari hasil rata-rata ketebalan akuifer di lokasi penelitian. Ketebalan akuifer bebas adalah 14,69m dan 17,77 m untuk akuifer tertekan. Akuifer memiliki lapisan litologi andesit, tufa, batu pasir, lempung dan pasir. Nilai konduktivitas hidrolik adalah 2,5 m / hari untuk akuifer bebas dan 2,04 m / hari untuk akuifer tertekan. Menggunakan persamaan Darcy cadangan air tanah diperkirakan adalah 241,29 m3 / hari atau 2,79 l/detik untuk akuifer bebas dan 1291,19 m3 / hari atau 14,94 l/detik untuk akuifer tertekan
Upaya Peningkatan Kunjungan Wisata di Objek Wisata Alam Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang
Indonesia sebagai negara agraris yang sedang berkembang memiliki potensi alam, seni dan budaya yang dapat dijadikan sebagai modal untuk mengembangkan kepariwisataan. Salah satu cara yang sangat urgent untuk meningkatkan kepariwisataan adalah melalui upaya pengembangan atau pembangunan objek wisata yang belum terkelola secara baik dan berkelanjutan. Pantai Labu sebagai salah satu objek wisata alam di Kabupaten Deli Serdang, memiliki potensi alam yang khas, dapat dijadikan sebagai daya tarik untuk meningkatkan kunjungan wisata Kabupaten Deli Serdang. Selain didukung adanya daya tarik wisata, pengelola secara baik dan profesional juga sangat dibutuhkan dalam pengembangan objek wisata alam tersebut. Namun kurangnya perhatian dari pemerintah daerah menyebabkan kunjungan wisata di daerah tersebut cenderung menurun. Untuk memulihkan kembali jumlah kunjungan wisata tersebut, dibutuhkan suatu konsep pengembangan pariwisata, yaitu konsep pengembangan pariwisata berkelanjutan. Dengan demikian, maka objek wisata yang telah dikelola dapat berkembang dan diminati banyak wisatawan baik domestik maupun mancanegara dalam jangka panjang.61 HalamanKertas Karya Diplom
- …
