1,720,975 research outputs found
PENGETAHUAN,SIKAP DAN PERILAKU PENGGUNAAN MASKER DALAM UPAYA PENCEGAHAN ISPA PADA JEMAAH HAJI INDONESIA DI ARAB SAUDI TAHUN 2016
Since 2014, the program to provide masks for Hajj pilgrims from Indonesia in Saudi Arabia as one of the efforts to prevent ISPA, continues to be increased in 2015 Ministry of Health Perform Movement Use Mask (GERMAS). Based on this case, this research focuses on the relationship of Knowledge and Attitude with Mask Usage Behavior among Prayer Hajj Indonesia in Saudi Arabia Year 2016 in preventing the incidence of Acute Respiratory Tract Infection. The design used is cross sectional with quantitative approach. The population in this study is all pilgrims who perform the pilgrimage, amounting to 168,800 people with a sample of 163 respondents. Data analysis techniques include univariate analysis, bivariate analysis with Chi-Square test, and multivariate analysis using multiple logistic regression test. The result of bivariate selection shows that the knowledge variable has no significant correlation with relationship p-value is 0.284 > 0.05. Where as attitude variable have relationship because p-value value 0.000 < 0.05. In multivariate analysis multiple logistic regression test showed that attitude variable which has the most dominant significance with the mask use on haj pilgrims with p-value 0.000 <0.05 and Odds Ratio 3.558. This means that attitude that does not support the use of masks has a 3 times chance of experiencing ISPA events.
Abstrak
Sejak tahun 2014 program pemberian masker bagi jemaah haji asal Indonesia di Arab Saudi sebagai salah satu upaya pencegahan ISPA, terus ditingkatkan pada tahun 2015 Kementerian Kesehatan melakukan Gerakan Memakai Masker (GERMAS). Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan pengetahuan, sikap dengan tindakan penggunaan masker pada jemaah haji Indonesia. Desain yang digunakan cross sectional, dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian adalah seluruh jemaah haji yang melakukan ibadah haji sebanyak 168.800 jiwa, sampel adalah jemaah haji Indonesia yang berada di Mekkah dan Madinah sebanyak 163 responden. Teknik analisis data meliputi analisis univariat, analisis bivariat dengan uji Chi-Square, dan analisis multivariat dengan menggunakan uji regresi logistik berganda. Hasil seleksi bivariat menunjukkan bahwa variabel pengetahuan tidak memiliki hubungan yang signifikan dimana nilai p-value 0,284 > 0,05, sedangkan variabel sikap memiliki hubungan karena nilai p-value 0,000 < 0,05. Pada analisis multivariat uji regresi logistik berganda diperoleh bahwa variabel sikap yang memiliki signifikansi paling dominan dengan penggunaan masker pada jemaah haji atau nilai p-value 0,000 < 0,05 dan Odds Ratio 3,558, artinya sikap yang tidak mendukung penggunaan masker berpeluang sebesar 3 kali mengalami kejadian ISPA
KARAKTERISTIK PETUGAS PEMUNGUT SAMPAH DENGAN TINEA PEDIS DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) RAWA KUCING, KOTA TANGERANG
ABSTRACT
Globally, the prevalence of tinea pedis reaches a high enough rate of 10%. This study aims to determine the relationship between garbage collectors in landfill Rawa Kucing Tangerang city with infection of tinea pedis using cross-sectional design. There are 42 people were interviewed and physically and microscopically examined. Secondary data from the Environmental Office of Tangerang City, Rawa Kucing Landfill, and Neglasari Public Health Center were also collected. Data were analyzed using chi-square test and logistic regression. The results showed that respondents who experienced tinea pedis were 74.9%, poor individual hygiene were 61,9%, the largest group aged 31 - 55 years old (57.1%) and allergy history was about 66.7%. Poor personal hygiene was having tinea pedis 15.6 times, respondents who did not use personal protective equipment (PPE) at work were at risk of 10.3 times, and respondents who had a history of allergy were at risk of 8.5 times. The study suggested that it is necessary to improve routine supervisions by City Health Office concerning labor compliance in maintaining personal hygiene, as well as increasing the role of Puskesmas in improving counseling to maintain personal hygiene in overcoming tinea pedis.
Keywords: Personal hygiene, use of self-protection equipment, tinea pedis
ABSTRAK
Secara global, prevalensi tinea pedis mencapai angka yang cukup tinggi yaitu 10%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik petugas pemungut sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Rawa Kucing Kota Tangerang dengan tinea pedis dengan disain cross sectional. Sampel sebanyak 42 orang diwawancarai, diperiksa secara fisik dan mikroskopis. Data sekunder diperoleh dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, TPA Rawa Kucing, dan Puskesmas Neglasari Kota Tangerang. Data diuji dengan chi-square dan regresi logistik. Hasil menunjukkan responden yang mengalami tinea pedis sebesar 74,9%, kebersihan individu yang kurang baik sebesar 61,9%, kelompok umur terbanyak adalah pada umur 31 – 55 tahun sebesar 57,1% dan mempunyai riwayat alergi sebesar 66,7%. Kebersihan individu yang jelek berisiko mempunyai tinea pedis 15,6 kali, responden yang tidak menggunakan APD saat bekerja berisiko 10,3 kali terkena tinea pedis dan responden yang mempunyai riwayat alergi berisiko 8,5 kali kejadian tinea pedis. Peenelitian ini menyarankan peningkatan pengawasan oleh Dinas Kesehatan Kota mengenai kepatuhan tenaga kerja dalam menjaga kebersihan individu, serta pihak Puskesmas meningkatkan penyuluhan dalam menjaga kebersihan diri dalam mengatasi tinea pedis.
Kata kunci: Kebersihan individu, alat pelindung diri, tinea pedi
SEMINAR SEHARI: PENGEMBANGAN MODEL PENANGGULANGAN PENYAKIT TIDAK MENULAR UNTUK MENYONGSONG MILLENIUM III
Pendahulua
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Analisis Hubungan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Dengan Kejadian Diare Di Wilayah Kerja Puskesmas Bernung Kabupaten Pesawaran
Data Profil Puskesmas Bernung tahun 2023 menyatakan bahwa terdapat 4 dari total 8 desa yang belum 100% memiliki jamban sehat, tempat pengelolaan sampah rumah tangga yang layak belum tersedia secara merata 865 (7,4%), dan saluran pengelolaan limbah cair masih belum difungsikan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi, gambaran diare, gambaran STBM dan hubungan STBM dengan kejadian diare di Wilayah Kerja Puskesmas Bernung. Desain penelitian cross-sectional dengan jumlah populasi 116 orang dan sampel 98 orang, menggunakan teknik sampling acak sederhana yang berinstrument menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara Cuci Tangan Pakai Sabun dengan kejadian Diare (P-value=0,031; OR=0,352), dan hasil penelitian juga menunjukan tidak ada hubungan antara Perilaku Buang Air Besar Sembarangan (P-value=0,565; OR=1,313), Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (P-value=0,409; OR=0,672), Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (P-value=0,070; OR=2,550), dan Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga dengan kejadian Diare di Wilayah Kerja Puskesmas Bernung tahun 2024 (P-value=0,839; OR=0,896). Penelitian ini merekomendasikan peningkatan sosialisasi dan partisipasi masyarakat dalam program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) melalui pemasangan poster di tempat umum dan pelibatan aktif warga di Wilayah Kerja Puskesmas Bernung. Penelitian ini juga menyarankan bagi penelitian selanjutnya dengan variabel tambahan untuk pengembangan program STBM
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Hubungan status sosial ekonomi dan kebiasaan konsumsi air isi ulang dengan potensi kejadian diare
Background: The prevalence of diarrhea at the Gedong Air Community Health Center (Puskesmas) was recorded at over 400 cases reported between 2023 and 2025. This high number of cases indicates the still low quality of sanitation and access to clean water in the area.
Purpose: To determine the relationship between socioeconomic status and refillable water consumption habits with the potential for diarrhea.
Method: This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. The population in this study was residents residing in the Gedong Air Community Health Center's work area, with 200 respondents selected using purposive sampling. Data were collected through questionnaires and analyzed using the Chi-Square test.
Results: The analysis showed a significant relationship between socioeconomic status and the potential for diarrhea (p = 0.004 < 0.05). However, there was no significant relationship between refillable water consumption habits and diarrhea (p = 0.363 > 0.05).
Conclusion: These findings indicate that socioeconomic factors remain a significant determinant of the incidence of environmentally-based diseases such as diarrhea and require attention in prevention and public health promotion efforts.
Keywords: Diarrhea; Refill Water; Socioeconomic Status.
Pendahuluan: Prevalensi kejadian diare di Puskesmas Gedong Air tercatat lebih dari 400 kasus yang dilaporkan sejak tahun 2023-2025. Tingginya jumlah kasus tersebut menunjukkan masih rendahnya kualitas sanitasi dan akses terhadap air bersih yang layak di wilayah tersebut.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara status sosial ekonomi dan kebiasaan konsumsi air isi ulang dengan potensi kejadian diare.
Metode: Jenis penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Gedong Air dengan jumlah responden sebanyak 200 orang yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square.
Hasil: Analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status sosial ekonomi dengan potensi kejadian diare (p = 0.004 < 0.05). Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi air isi ulang dengan kejadian diare (p = 0.363 > 0.05).
Simpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa faktor sosial ekonomi masih menjadi determinan penting dalam kejadian penyakit berbasis lingkungan seperti diare dan perlu menjadi perhatian dalam upaya pencegahan dan promosi kesehatan masyarakat.
Kata Kunci: Air Isi Ulang; Diare; Status Sosial Ekonomi
Hubungan Curah Hujan Dan Suhu Udara Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Kabupaten Tulang Bawang Barat
WHO mengklasifikasikan demam berdarah dengue (DBD) sebagai ancaman kesehatan global, terutama di wilayah tropis dan subtropis. Indonesia merupakan salah satu negara endemis DBD yang setiap tahunnya mencatatkan angka kematian akibat perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara curah hujan dan suhu udara dengan kejadian DBD di Kabupaten Tulang Bawang Barat selama tahun 2019–2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi ekologis menggunakan analisis deret waktu (time series). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kasus DBD di Kabupaten Tulang Bawang Barat pada tahun 2019–2023 mencapai 1.238 kasus, dengan lonjakan kasus terjadi pada bulan Januari hingga Mei. Curah hujan tahunan tertinggi tercatat pada tahun 2020 sebesar 235 mm dan terendah pada tahun 2019 sebesar 101 mm. Suhu udara tahunan tertinggi tercatat pada tahun 2019 sebesar 28,23°C dan terendah pada tahun 2022 sebesar 26,75°C. Hasil uji statistik Pearson menunjukkan nilai p-value < alpha 0,05, sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan antara curah hujan dan suhu udara dengan kejadian DBD di Kabupaten Tulang Bawang Barat tahun 2019–2023. Curah hujan yang tinggi menyebabkan banyaknya genangan air yang mendukung perkembangan larva nyamuk. Peningkatan suhu udara memengaruhi perilaku menggigit nyamuk, jumlah gigitan rata-rata, serta pematangan parasit nyamuk yang memperpendek masa inkubasi virus DBD
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
