1,721,073 research outputs found
Hidroterapi Air Hangat Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi di Panti Sosial Tresna Werdha Senjarawi Bandung
HIDROTERAPI AIR HANGAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA SENJARAWI BANDUNG
Kusumawati R, Meilirianta. Rustandi B.
Program Studi S1 Keperawatan Rajawali Bandung
[email protected]
Abstrak
Latar belakang. Lansia mengalami berbagai penurunan fungsi tubuh diantaranya pada sistem kardiovaskuler lansia dapat terjadi peningkatan tekanan darah. Peningkatan tekanan darah yang tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi seperti stroke, gagal ginjal dan gagal jantung. Salah satu terapi komplementer yang dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah yaitu hidroterapi.
Tujuan Penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan hidroterapi air hangat pada lansia penderita hipertensi di Panti Sosial Tresna Werdha Senjarawi Bandung.
Metode. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian pre-eksperimental (one group pra-post test design) dengan jumlah sampel 35 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dan analisa yang digunakan yaitu uji wilcoxon. Pengukuran tekanan darah menggunakan spigmomanometer air raksa dan stetoskop.
Hasil. Terdapat pengaruh hidroterapi air hangat terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi dengan nilai signifikansi p=0,000 (p<0,05).
Simpulan. Hidroterapi air hangat dapat menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi, metode ini dapat digunakan sebagai terapi alternatif komplementer dalam menurunkan tekanan darah.
Kata kunci: lansia. hipertensi, hidroterapi air hangat
HIDROTERAPI AIR HANGAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA SENJARAWI BANDUNG
Kusumawati R, Meilirianta. Rustandi B.
Program Studi S1 Keperawatan Rajawali Bandung
[email protected]
Abstrak
Latar belakang. Lansia mengalami berbagai penurunan fungsi tubuh diantaranya pada sistem kardiovaskuler lansia dapat terjadi peningkatan tekanan darah. Peningkatan tekanan darah yang tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi seperti stroke, gagal ginjal dan gagal jantung. Salah satu terapi komplementer yang dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah yaitu hidroterapi.
Tujuan Penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan hidroterapi air hangat pada lansia penderita hipertensi di Panti Sosial Tresna Werdha Senjarawi Bandung.
Metode. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian pre-eksperimental (one group pra-post test design) dengan jumlah sampel 35 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dan analisa yang digunakan yaitu uji wilcoxon. Pengukuran tekanan darah menggunakan spigmomanometer air raksa dan stetoskop.
Hasil. Terdapat pengaruh hidroterapi air hangat terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi dengan nilai signifikansi p=0,000 (p<0,05).
Simpulan. Hidroterapi air hangat dapat menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi, metode ini dapat digunakan sebagai terapi alternatif komplementer dalam menurunkan tekanan darah.
Kata kunci: lansia. hipertensi, hidroterapi air hangat
HIDROTERAPI AIR HANGAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA SENJARAWI BANDUNG
Kusumawati R, Meilirianta. Rustandi B.
Program Studi S1 Keperawatan Rajawali Bandung
[email protected]
Abstrak
Latar belakang. Lansia mengalami berbagai penurunan fungsi tubuh diantaranya pada sistem kardiovaskuler lansia dapat terjadi peningkatan tekanan darah. Peningkatan tekanan darah yang tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi seperti stroke, gagal ginjal dan gagal jantung. Salah satu terapi komplementer yang dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah yaitu hidroterapi.
Tujuan Penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan hidroterapi air hangat pada lansia penderita hipertensi di Panti Sosial Tresna Werdha Senjarawi Bandung.
Metode. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian pre-eksperimental (one group pra-post test design) dengan jumlah sampel 35 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dan analisa yang digunakan yaitu uji wilcoxon. Pengukuran tekanan darah menggunakan spigmomanometer air raksa dan stetoskop.
Hasil. Terdapat pengaruh hidroterapi air hangat terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi dengan nilai signifikansi p=0,000 (p<0,05).
Simpulan. Hidroterapi air hangat dapat menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi, metode ini dapat digunakan sebagai terapi alternatif komplementer dalam menurunkan tekanan darah.
Kata kunci: lansia. hipertensi, hidroterapi air hangat
Kepustakaan: 34 (buku dan jurnal 2001-2015)
PENGARUH PENGUNGKAPAN PAJAK SUKARELA TERHADAP KEPATUHAN PAJAK SUKARELA DENGAN KEADILAN PAJAK SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA GARUT
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Voluntary Tax Disclosure terhadap Voluntary Tax Compliance dengan Keadilan Pajak sebagai Variabel Pemoderasi pada KPP Pratama Garut. Data penelitian ini diperoleh dari kuesioner (Utama) yang dibagikan kepada wajib pajak yang terdaftar di KPP Pratama Garut dengan metode sampling insidental.
Populasi penelitian ini adalah wajib pajak orang pribadi yang terdaftar sebagai wajib pajak yang mengikuti program Voluntary Tax Disclosure di KPP Pratama Garut. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 120 responden. Kuesioner diuji validitas dan reliabilitasnya. Uji asumsi klasik yang digunakan adalah uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, uji normalitas. Uji hipotesis yang digunakan adalah regresi linier sederhana dan Moderated Regression Analysis.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Program Pengungkapan Pajak Sukarela berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Hal ini dibuktikan dengan analisis regresi linier sederhana diperoleh nilai R Square sebesar 0,417 yang berarti besarnya pengaruh Voluntary Tax Disclosure terhadap Voluntary Tax Compliance adalah sebesar 41,7%. Hasil uji t statistik menghasilkan nilai signifikansi yang lebih kecil dari taraf signifikansi yaitu 0,000 < 0,05. (2) Keadilan Pajak dapat memoderasi pengaruh Program Pengungkapan Pajak Sukarela terhadap Kepatuhan Pajak Sukarela. Hal ini dibuktikan dengan Moderated Regression Analysis yang memberikan nilai R Square sebesar 0,466 yang berarti Keadilan Pajak dapat memoderasi pengaruh Voluntary Tax Disclosure terhadap Voluntary Tax Compliance. Hasil uji t statistik menghasilkan nilai signifikan lebih kecil dari taraf signifikansi yaitu 0,005 < 0,05.
66 yang berarti Keadilan Pajak dapat memoderasi pengaruh Voluntary Tax Disclosure terhadap Voluntary Tax Compliance. Hasil uji t statistik menghasilkan nilai signifikan lebih kecil dari taraf signifikansi yaitu 0,005 < 0,05
AN ANALYSIS OF IRF (INITIATION-RESPONSE-FEEDBACK) ON CLASSROOM INTERACTION IN EFL SPEAKING CLASS
This study aims at analyzing the reflection of IRF (Initiation-Response-Feedback) in speaking class and investigating the dominant sequence among I, R and F. IRF is a pattern of classroom interaction found by Sinclair and Coulthard in 1975 that stands for teacher initiation, students’ response and feedback by teacher. Initiation is the movement in which teacher initiates an interaction to get the response of the students, then teacher gives feedback to the students’ response. To obtain the data, the researcher conducted classroom observation in speaking class in one university in West Java. The result showed that student response becomes the dominant sequence of IRF in speaking class. Furthermore, it is recommended that the teachers should maintain the effectiveness of classroom interaction and give much opportunity to the students to take role in classroom verbal interaction through reflecting the IRF pattern in teaching learning process particularly in speaking classroom.
Keywords: IRF, classroom interaction, speaking clas
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI DUAL BAND WILKINSON POWER DIVIDER MENGGUNAKAN OPEN CIRCUIT SHUNT STUB λ/4 UNTUK FREKUENSI 1 DAN 2 GHZ
ABSTRAKSI: Power divider merupakan komponen pasif microwave yang digunakan untuk mendistribusikan sinyal microwave. Sekarang sudah banyak dikembangkan power divider yang bisa beroperasi pada dua frekuensi sekaligus, salah satunya adalah Wilkinson power divider. Dual-band Wilkinson power divider konvensional yang menggunakan dua bagian transformer memiliki output return loss dan port isolation yang buruk, rangkaian lain menambahkan dua komponen (induktor dan kapasitor) untuk mendapatkan hasil yang bagus. Terdapat juga rangkaian yang memerlukan shunt stub dengan panjang λ/2 yang memiliki kekurangan yaitu pada pemisahan band frekuensi yang kecil (f2 Pada tugas akhir ini telah dirancang dan direalisasikan dual band Wilkinson power divider dengan menggunakan open circuit shunt stub λ/4. Power divider ini terdiri dari empat buah branch line λ/4 (ZA dan ZB), sebuah open circuit shunt stub λ/4 (ZC), dan isolation resistor (R). Power divider ini beroperasi pada frekuensi 1 dan 2 GHz dan direalisasikan menggunakan saluran mikrostrip dengan bahan PCB yang digunakan adalah Roger 4003 dengan nilai konstanta dielektrik ε r = 3,38, tebal substrat 1,524 mm, dan tebal lapisan tembaga 0,035 mm.Adapun hasil pengukuran dari karakteristik power divider adalah frekuensi tengah pertama adalah 0,9945 GHz dengan bandwidth 73,625 MHz (0,951875- 1,0255 GHz), insertion loss sebesar 3,55 dB di output1 dan 3,63 dB di output2, port isolation sebesar -25,46 dB. Sedangkan frekuensi tengah kedua adalah 2,03688 GHz dengan bandwidth 100,75 MHz (1,99425-2,095 GHz), insertion loss sebesar 3,60 dB di output1 dan 3,75 dB di output2, port isolation sebesar -24.04 dB.Kata Kunci : dual band, power divider, mikrostrip.ABSTRACT: Power divider is a microwave passive component that used to distribute microwave signal. In recent years, various dual band power divider have been developed, one of them is Wilkinson power divider. Conventional dual band power divider that using two section transformer had a main drawback of poor output return loss dan port isolation. Another circuit was add two lumped component (inductor and capacitor) for attaining an ideal response. There is another circuit that need shunt stub λ/2 with major shortfalls is required extremely low impedance at small frequency band separation (f2In this final assignment has been designed and realized a dual band Wilkinson power divider using open circuit shunt stub λ/4. This power divider consists of four quarter-wavelength branch lines (ZA and ZB), an open circuit quarter-wavelength shunt stub(ZC), and an isolation resistor (R). This power divider has been realized in microstrip line and operating at frequency 1 and 2 GHz. It was constructed by Roger 4003 materials with the dielectric constant ε r= 3.38, thickness of subtrate 1.524 mm,and thickness copper plat 0.035The result of power divider characteristic are: first center frequency at 0,9945 GHz with bandwidth 73,625 MHz (0,951875-1,0255 GHz), insertion loss is 3,55 dB at output1 and 3,63 dB at output2, port isolation is -25,46 dB. While, second center frequency at 2,03688 GHz with bandwidth 100,75 MHz (1,99425- 2,095 GHz), insertion loss is 3,60 dB at output1 and 3,75 dB at output2, port isolation is -24.04 dB.Keyword: dual band, power divider, microstrip
THE INFLUENCE OF AUDITOR COMPETENCE AND INDEPENDENCE ON AUDIT QUALITY
This study aims to analyze the influence of auditor competence and auditor independence on audit quality at Public Accounting Firms (KAP) in Bandung. This research employs a verification method with a quantitative approach, where primary data is collected through questionnaires distributed to auditors with a minimum of two years of experience. Data analysis is conducted using multiple linear regression, with the t-test to determine the effect of each independent variable on the dependent variable. The results of the t-test indicate that auditor competence has a t-value of 4.693 with a significance level of 0.000 (p < 0.05), meaning that auditor competence has a positive and significant impact on audit quality. Meanwhile, auditor independence has a t-value of 5.255 with a significance level of 0.000 (p < 0.05), also showing a positive and significant effect on audit quality. Additionally, the results of the F-test reveal that auditor competence and independence jointly influence audit quality, with an F-value of 122.933 and a significance level of 0.000. With an Adjusted R² value of 0.830, this study shows that 83.0% of variations in audit quality can be explained by auditor competence and independence, while the remaining 17.0% is influenced by other factors outside the research model. Therefore, improving audit quality can be achieved by enhancing auditor competence through training and professional certification and ensuring auditor independence in performing their duties to produce objective and high-quality audits
PERANAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENGELUARAN KAS DALAM MENUNJANG PENGENDALIAN DOKUMEN PENGELUARAN KAS PADA PT. TELEKOMUNIKASI SELULAR REGIONAL IV JAWA BARAT
Semakin besar perusahaan maka semakin besar kebutuhan dan akan semakin banyak juga jumlah pengeluaran kas. Hal ini menyebabkan pimpinan perusahaan semakin tidak dapat secara langsung mengawasi aktivitas bawahannya. Oleh sebab itu, perlu adanya suatu Sistem informasi akuntansi yang memadai sehingga akan berperan terhadap pengendalian dokumen pengeluaran kas. System informasi akuntansi pengeluaran kas diharapkan dapat berperan tehadap pengendalian dokumen pengeluaran kas. Dalam system informasi akuntansi pengeluaran kas, faktor yang harus diperhatikan atau ada tata cara, prosedur, maupun sistem dalam proses pengeluaran kas seperti kelengkapan dokumen, kebenaran isi baik tulisan maupun angka yang tertera dalam dokumen, penujuan pembayaran, jadwal pembayaran. Sehingga akan tercipta suatu pengendalian dokumen yang baik.
Penelitian yang berjudul Peranan Sistem Informasi Akuntansi Pengeluaran Kas Dalam Menunjang Pengendalian Dokumen Pengeluaran Kas ini dilakukan pada PT Telekomunikasi Selular Regional IV Jawa Barat yang berlokasi di Jalan Asia Afrika No 133-137 Bandung. Yang bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan sistem informasi akuntansi dalam pengeluaran kas pada perusahaan, untuk mengetahui pengendalian dokumen dalam perusahaan, untuk mengethui sistem informasi akuntansi pengeluran kas berperan dalam menunjang pengendalian dokumen. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data untuk kemudian diproses dan dianalisis lebih lanjut serta diambil kesimpulan.
Dari hasil analisis penelitian dapat disimpulkan bahwa besarnya peranan system informasi akuntansi pengeluaran kas dalam menunjang pengendalian dokumen adalah sebesar 0,703. Hubungan ini termasuk sangat kuat. Hasil pengujian dengan statistik t didapat nilai t-hitung (2,792) lebih besar dari t-tabel (2,306). Jadi diperoleh keputusan pengujian Ho ditolak dan H1 diterima. Hasil pengujian hipotesis dengan melihat nilai t hitung dibandingkan t tabel menunjukkan bahwa dengan tingkat keyakinan 95% ada hubungan yang signifikan (bermakna) antara Sistem informasi akuntansi pengeluaran kas dengan Pengendalian dokumen. Artinya Sistem informasi akuntansi pengeluaran kas di perusahaan menunjang pengendalian dokumen, dimana dalam hal ini tidak penulis teliti.Universitas Widyatama - fakultas Ekonomi, Pembimbing: R. Ait Novatiani, S.E., M.Si., Ak
PERANCANGAN KONTROL PLC PADA ALAT PENGANGKUT SAMPAH OTOMATIS TERINTEGRASI SISTEM SCADA
Setiap barang yang digunakan manusia dalam memenuhi kebutuhannya dapat
meningkatkan jumlah sampah yang dihasilkan setiap harinya. Perkembangan teknologi,
industri dan pertambahan jumlah penduduk menjadi faktor penambah jumlah sampah.
Krisis sampah di Indonesia semakin parah sehingga masyarakat umum dan TNI dikerahkan
untuk memberikan bala bantuan, terutama masalah sampah di Sungai Citarum, Jawa Barat
karena proses pengangkutan sampah di sungai ini masih dilakukan secara manual oleh para
petugas. Hal ini berdampak pada diperlukannya petugas yang banyak untuk proses
pengangkutan, tetapi jumlah petugas yang tersedia tidak seimbang dengan sampah yang
menumpuk terus menerus. Solusi yang ditawarkan peneliti yaitu menggunakan teknologi
untuk membantu proses pengolahan sampah di sungai. Penelitian ini membahas mengenai
perancangan kontrol PLC pada alat pengangkut sampah otomatis di sungai terintegrasi
sistem SCADA. Perancangan ini meggunakan metode R&D dalam pembuatan program
PLC serta interface HMI yang efektif. Hal tersebut dapat terlihat dari hasil simulasi dan
analisis dari pengoperasian sistem, pendeteksian sensor benda, pendeteksian sampah logam
dan non logam, dan pemberian indikator serta alarm. Selain itu diperoleh juga analisis
motor konveyor yang dapat mengubah output tegangan minimum (110 V) dan maksimum
(220 V) secara otomatis. Diharapkan penelitian ini dapat dikembangkan dan
diimplementasikan realisasi alatnya sehingga dapat membantu masyarakat dalam
meminimalisir permasalahan sampah di sungai.
Kata kunci : sampah, SCADA, HMI, PLC.
Every item used by humans to meet their needs can increase the amount of waste produced
every day. The development of technology, industry and population growth are factors that
increase the amount of waste. The waste crisis in Indonesia is getting worse so that the
general public and the TNI are mobilized to provide reinforcements, especially the problem
of waste in the Citarum River, West Java because the process of transporting waste in this
river is still done manually by officers. This has an impact on the need for many officers
for the transportation process, but the number of available officers is not balanced with the
waste that accumulates continuously. The solution offered by the researchers is to use
technology to help the process of processing waste in the river. This study discusses the
design of PLC control on an automatic waste transport equipment in the river integrated
with the SCADA system. This design uses the R&D method in making PLC programs and
effective HMI interfaces. This can be seen from the results of the simulation and analysis
of the operation the system, the detection of object sensors, the detection of metal and nonmetallic waste, and the provision of indicators and alarms. In addition, an analysis of the
conveyor motor is also obtained which can change the output voltage minimum (110 V)
and the maximum (220 V) automatically. It is hoped that this research can be developed
and implemented in the realization of the tool so that it can help the community in
minimizing waste problems in the river.
Keywords: waste, SCADA, HMI, PLC
Pemanfaatan Sistem Informasi Akuntansi Dalam Menunjang Pengendalian Intern Transaksi Real TIME Gross Settlement Pada Bank Indonesia Bandung
Real Time Gross Settlement (RTGS) merupakan produk jasa perbankan berupa transfer antar bank peserta, antar nasabah peserta dan pihak lainnya secara cepat, aman dan efisien yang mebberikan kepastian. Kajian ini disusun untuk memperoleh informasi Apakah sistem Informasi Akuntansi yang diterapkan Bank Indonesia Bandung sudah mampu memberikan Pengendalian Inten yang cukup dalam mengelola RTGS. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem informasi akuntansi berbasis komputer telah mampu menunjang pengendalian intern transaksi RTGS, telah mencapai hasil yang diinginkan. Hal ini terbukti dari hasil perhitungan koefisien korelasi antara sistem informasi akuntansi dengan pengendalian intern transaksi RTGS yang menunjukkan nilai koefisien sebesar r = 0,8515. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,8515 menunjukkan pola hubungan searah (positif). Hasil pengujian hipotesis dengan uji keberartian (signifikansi) koefisien dengan menggunakan uji t, dengan derajat keyakinan sebesar 95%, didapatkan t hitung sebesar 5,855. Berdasarkan hasil pengujian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat peranan yang signifikan antara sistem informasi akuntansi terhadap pengendalian intern transaksi Real Time Gross Settlement. Pengedalian intern RTGS pada Bank Indonesia Bandung telah dapat menunjang terhadap kualitas pelayanan bank dimana transfer dana dapat dilaksanakan secara cepat. Selain itu, sistem informasi akuntansi yang diterapkan ini berjalan dengan baik
- …
