53 research outputs found
PERKEMBANGAN HABITS OF MIND MAHASISWA SELAMA MENGIKUTI PERKULIAHAN KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN DENGAN PROGRAM PEMBELAJARAN INKUIRI BERORIENTASI ENTREPRENEURSHIP
Pembelajaran biologi harus mampu bertransformasi tidak hanya sekedar menjadikan konten biologi sebagai pengetahuan, akan tetapi mampu mengoptimalkan potensi dari konten tersebut untuk dimanfaatkan dalam kehidupan dunia nyata. Untuk mengakomodasi tujuan tersebut pembelajaran harus berorientasi pada masa yang akan datang secara berkelanjutan (lifelong learning). Oleh karenanya, pada makalah ini penulis mengkaji hasil penelitian tentang perkembangan lifelong learning mahasiswa, khususnya Habits of mind selama mengikuti perkuliahan Keanekaragaman Tumbuhan dengan program pembelajaran inkuiri berorientasi entrepreneurship. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa semester V Program Studi Pendidikan Biologi di salah satu LPTK di Jawa Tengah, dengan jumlah sampel 31 orang. Data dijaring dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi dalam bentuk rubrik Habits of mind yang diadaptasi dari framework lifelong learning Marzano. Ada delapan item pada rubrik tersebut yang merepresentasikan data tentang Habits of mind yang terdiri dari tiga aspek, yaitu: self regulation, critical thinking, dan creative thinking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata Habits of mind mahasiswa mengalami perkembangan, yaitu data yang dihimpun sebelum diberikan program adalah 2,68; dan data setelah diberikan program adalah 3,28 dari skor total 4,00. Data tersebut diperkuat dengan hasil temuan pada kegiatan observasi selama proses pembelajaran. Secara rata-rata Habits of mind mahasiswa berdasarkan hasil observasi menunjukkan perkembangan pada setiap tahapnya, yaitu tahap I (2,23), tahap II (2,58), tahap III (3,18), dan tahap IV (3,55). Demikian juga dengan data perkembangan Habits of mind yang ditunjukkan pada setiap aspeknya, ketiga aspek menunjukkan perkembangan secara signifikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa program pembelajaran inkuiri berorientasi entrepreneurship yang diterapkan pada mata kuliah Keanekaragaman Tumbuhan dapat mengembangkan Habits of mind mahasiswa dengan baik.Keywords: habits of mind, inkuiri, entrepreneurship, keanekaragaman tumbuha
Selamat Datang Masa Remaja
Buku kategori Buku Biologi yang berjudul Selamat Datang Masa Remaja merupakan karya dari Sri Bulan Musmiah, Nuryani Y. Rustaman & Saefudin. Buku ini berisi mengenai perubahan yang terjadi pada setiap remaja. Pada masa remaja, kamu akan mengalami berbagai perubahan secara fisik maupun psikis. Berbagai perubahan ini akan menjadikanmu berbeda dengan dirimu ketika masih anak-anak. Perubahan ini juga bertujuan untuk mempersiapkan dirimu memasuki usia dewasa. Dalam buku ini, kamu akan mempelajari berbagai perubahan yang terjadi pada tubuhmu selama masa remaja, mengapa hal tersebut terjadi, dan apa yang harus kamu lakukan ketika memasuki masa remaja, terutama hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi remaja
PENDIDIKAN DAN PENELITIAN SAINS DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI UNTUK PEMBANGUNAN KARAKTER
Proses membangun karakter berlangsung terus menerus dan seyogianya dilakukan melalui pendidikan sejalan dengan tujuan
yang ingin dicapai. Proses tersebut memerlukan upaya serius untuk merealisasikannya secara terencana. Studi tentang pembangunan
karakter dapat ditinjau dari berbagai aspek, di antaranya melalui pembelajaran bidang studi tertentu, melalui pengembangan
kemampuan berpikir; mengintegrasikan domain kognitif, afektif dan psikomotor; memfokuskan pada ipteks dan imtaq, dan
pengembangkan sikap ilmiah. Pembangunan karakter melalui pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi merupakan salah satu
alternatif dalam pendidikan sains. Kecerdasan majemuk juga meru-pakan salah satu wahana yang dapat digunakan untuk
mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi yang akhir-akhir ini banyak dibicarakan. Kebiasaan berpikir (habits of mind)
sebagai perilaku cerdas jauh lebih penting dibandingkan dengan membekalkan keterampilan berpikir tingkat tinggi pada peserta didik
melalui pendidikan sains. Habits of mind dalam arti perilaku cerdas dapat dilatihkan dan diukur pencapaiannya. Semua itu
dimungkinkan apabila pendidikan sains menekankan pembelajaran berbasis inkuiri dan didukung dengan penerapan asesmen otentik
dan asesmen formatif. Penelitian sains yang menekankan asesmen formatif menjadi bidang yang menarik untuk diteliti, karena
berbeda dengan asesmen sumatif yang lebih menekankan hasil belajar (assessment of learning), asesmen formatif justru mendorong
peserta didik untuk belajar (assessment for learning).
Kata kunci : Keterampilan berpikir tingkat tinggi, habits of mind, pendidikan sains, pembangunan karakter, kecerdasan
majemu
Pengembangan Program Perkuliahan Zoologi Invertebrata (P3ZI) Berbasis Keterampilan Berpikir Kritis
ABSTRACT- A study deals with critical thinking based model for Invertebrate Zoology
instruction conducted in Biology Education of Teachers Training College was aimed to
improve critical thinking of the biology prospective teachers. This study employed
research and development design. This study was intended to mainly provide the
prospective teachers with: a developed model of critical thinking based instructial
program, and its evaluation. The study resulted in a model of critical thinking-based
instructional program used for teaching Invertebrate Zoology. The proposed model has it
strength in improving students’ both deductive and inductive thinking skills. In addition,
this model is also effective to improve critical thinking in the teaching practice of certain
subject covering structural morphology and anatomy. Yet, the developed model has it
limitation in terms of enhancing/promoting students’/trainees’of making assumptions and
arguments.
Key Words: instructional program of Invertebrate Zoology, critical thinking skill, model
of teachin
The profile of middle school students in experimental planning skills through inquiry training model on heat transfer
Analyzing the Constraints of Indonesian Students in Learning Science Based on TIMSS 2015 Results
PEMBELAJARAN BIOLOGI SEL BERBASIS KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MENGGUNAKAN “CONCEPT ATTAINMENT MODEL
Pembelajaran dengan metode ceramah, diskusi, dan praktikum belum bisa memfasilitasi bentuk representasi makroskopis, simbolis, dan mikroskopis secara optimal, terutama untuk materi ajar biologi sel yang bersifat abstrak. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan pembelajaran berbasis keterampilan berpikir kritis. Berdasarkan pemikiran tersebut, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan model pembelajaran biologi sel berbasis keterampilan berpikir kritis menggunakan “concepts attainment model”. Desain penelitian menggunakan “One Group Pretest-Postest Design” yang melibatkan 39 mahasiswa tingkat II semester III Program S-1. Data pretest dan postest diolah untuk mengetahui peningkatan pencapaian konsep mahasiswa. Respon mahasiswa dan dosen terhadap model pembelajaran diketahui melalui Angket dan Wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran ini dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa pada nilai N-Gain katagori sedang. Peningkatan keterampilan berpikir kritis tertinggi terjadi pada aspek menjawab pertanyaan “apa yang dimaksud dengan…?”, sedangkan yang terendah pada “kemampuan untuk memberikan alasan”, Secara umum pembelajaran “concepts attainment model” mendapat respon positif dari mahasiswa dan dosen biologi. Untuk itu, perlu dikembangkan model yang serupa pada konsep-konsep yang lainnya.
Kata Kunci: Keterampilan berpikir kritis, concept attainment model, dan biologi se
RELEVANSI KETERAMPILAN MENGAJAR CALON GURU BIOLOGI DENGAN PENGUASAAN KONSEP GIZI
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan melakukan kajian tentang hubungan antara keterampilan mengajar menganalisis
materi pelajaran, menuntun siswa menguasai konsep, dan memberi penguatan konsep dengan pengasaan konsep gizi pada
mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi FPMIPA UPI. Sebagai calon guru Biologi mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi
dibekali dengan konsep-konsep yang diperlukan untuk mengajar serta dibekali pula dengan keterampilan mengajar. Salah satu mata
kuliah yang ditawarkan kepada mahasiswa adalah mata kuliah Ilmu Gizi yang membekali mahasiswa dengan pengetahuan dasar,
keterampilan mengukur status gizi, dan keterampilan merancang program pendidikan gizi. Selain itu, mahasiswa yang sama juga
dibekali dengan keterampilan dasar mengajar yang mencakup keterampilan membuat rancangan kegiatan pembelajaran, serta
mensimulasikannya di kelas pada mata kuliah Perencanaan Pembelajaran Biologi. Konsep serta keterampilan yang didapat mahasiswa
pada kuliah Ilmu Gizi seharusnya dapat menunjang keterampilan dasar mengajar pada mata kuliah Perencanaan Pengajaran Biologi.
Penelitian ini dilakukan di Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA UPI selama 2 semester.Data yang digunakan adalah data nilai pada
mata kuliah Ilmu Gizi yang dikorelasikan dengan data nilai tes tertulis yang meminta mahasiswa merancang kegiatan pembelajaran
pada topic Makanan dan Kesehatan. Jumlah mahasiswa yang dilibatkan sebanyak 74 orang. Data dianalisis dengan menggunakan
statistik uji korelasi. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa korelasi antara penguasaan konsep Gizi dengan kemampuan
mengajarkan konsep Makanan dan Kesehatan lemah (0,233). Keterampilan mengajar yang paling dikuasai adalah keterampilan
membuka dan menutup pelajaran sedangkan keterampilan yang paling kurang dikuasai adalah keterampilan memberikan penguatan
serta merancang asesmen. Mahasiswa yang memiliki nilai mata kuliah Ilmu Gizi yang baik (rentang nilai) belum tentu memiliki
kemampuan merancang program pembelajaran yang baik pada konsep Makanan dan Kesehatan. Kesimpulan yang didapat adalah
penguasaan konsep yang baik saja belum cukup sebagai bekal merancang dan melaksanakan pembelajaran pada konsep terkait.
Diperlukan bekal kemampuan mentransfer pengetahuan dan mengintegrasikannya dengan kemampuan mengelola kelas.
Kata Kunci: pengetahuan gizi, penguasaan keterampilan dasar mengajar, korelasi
Profile of middle school students on scientific literacy achievements by using scientific literacy assessments (SLA)
- …
