4,811 research outputs found
Studi Evaluasi Kinerja Operasional Terminal Hamid Rusdi Kota Malang
Relokasi Terminal Gadang ke Terminal Hamid Rusid merupakan bagian dari pengaturan sistem transportasi di Kota Malang yang lebih komprehensif dengan tujuan dapat mewadahi dan memfasilitasi pergerakan transportasi angkutan umum di kota Malang terutama angkota, angkudes, bus dan MPU. Namun sungguh disayangkan, karena akses jalan menuju lokasi terminal yang dirasa cukup jauh dari jalan arteri kota Malang (Jl. Kolonel Sugiono) sehingga banyak angkutan umum (angkota, angkudes, MPU dan bus) yang kurang memanfaatkan kinerja Terminal. Hal ini menjadikan fungsi operasional terminal Hamid Rusdi kurang maksimal seperti hal kriteria terminal tipe B. Metode penelitian yang pertama dilakukan dengan jalan melakukan survey pendahuluan guna mengetahui volume angkutan umum yang melakukan transit baik di dalam maupun di luar Terminal Hamid Rusdi, dilanjutkan dengan pengolahan data survey untuk mengetahui jam puncak dan kebutuhan area parkir dalam terminal. Selain itu dalam penelitian studi ini juga menggunakan penelitian deskriptis kualitatif untuk mengetahui kinerja operasional Terminal Hamid Rusdi dan karakteristik pengguna angkutan umum dengan rute Terminal Hamid Rusdi. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja operasional Terminal Hamid Rusdi kurang maksimal. Hal ini diketahui dari hasil survey dan juga wawancara, dimana dari hasil survey menunjukkan pergerakan angkutan umum yang masuk ke dalam (transit) Terminal Hamid Rusdi sangat sedikit Hal ini berbanding signifikan dengan pergerakan angkutan umum yang melakukan transit di luar Terminal Hamid Rusdi (lampiran). Selain itu, data hasil wawancara menunjukkan banyak pengguna angkutan umum yang enggan memasuki terminal hamid rusdi dan lebih memilih melakukan transit di terminal bayangan (sekitar perempatan Gadang). Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti, lokasi terminal yang terlalu jauh dari akses jalan utama (Jl. Kolonel Sugiono), akses jalan menuju terminal yang selalu macet karena keberadaan pasar Gadang dan aktifitasnya sehingga dinilai kurang efisien dalam waktu serta kurang adanya pengawasan petugas terminal terhadap pergerakan angkutan umum di luar Terminal Hamid Rusdi. Guna menggali pemecahan masalah kinerja operasional Terminal Hamid Rusdi perlu dilakukan analisis SWOT sehingga dapat dilakukan strategi-strategi yang tepat dalam usaha mengoptimalkan kinerja operasional dari Terminal Hamid Rusdi
Kajian Kinerja Terminal Hamid Rusdi Di Kedungkandang Kota Malang
Terminal Hamid Rusdi di Kota Malang memiliki peranan untuk menunjang transportasi umum di wilayah selatan Kota Malang, tetapi pada kenyataannya Terminal Hamid Rusdi belum berfungsi dengan baik. Hampir seluruh angkutan umum menaikkan/menurunkan penumpang di depan Terminal Gadang lama yang secara kebetulan berdekatan dengan Pasar Induk Gadang yang menjadi pusat kegiatan di daerah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kinerja pelayanan, kesesuaian fasilitas, dan juga strategi yang diterapkan pada Terminal Hamid Rusdi.
Terdapat 3 analisis yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu : (a) Analisis Kesesuaian Fasilitas Terminal, (b) Analisis IPA, (c) Analisis SWOT. Analisis kesesuaian fasilitas dalam kajian ini mengacu kepada Peraturan Menteri Perhubungan No. 132 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Terminal Penumpang Angkutan Jalan. Untuk analisis IPA mengacu kepada Peraturan Menteri Perhubungan No. 40 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Penyelenggaraan Terminal Penumpang Angkutan Umum. Data primer diperoleh melalui wawancara dan pembagian kuisioner dengan jumlah sampel sebanyak 200 responden, sedangkan data sekunder didapat dari jurnal, literatur, dan internet.
Hasil analisis fasilitas terminal sudah sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Perhubungan, namun ada beberapa fasilitas yang belum tersedia seperti menara pengawas dan loket penjualan karcis untuk fasilitas umum serta ruang pengobatan, telepon umum, dan tempat penitipan barang untuk fasilitas penunjang. Dari 15 atribut pada analisis IPA, terdapat 3 atribut yang masuk dalam kuadran I, dimana ketiga atribut tersebut adalah (1) Keterpaduan moda transportasi, (2) Jarak terminal dengan pusat kegiatan, (3) Lajur keberangkatan dan kedatangan. Untuk analisis SWOT didapat 4 strategi guna menentukan strategi yang digunakan terkait permasalahan di Terminal Hamid Rusdi antara lain (1) Meningkatkan kawasan di sekitar Terminal Hamid Rusdi (2) Memperbaiki keterpaduan antar moda di Terminal Hamid Rusdi (3) Melakukan pembangunan bangkitan dan tarikan di sekitar Terminal Hamid Rusdi, (4) Adanya kebijakan tegas dari pengelola Terminal Hamid Rusdi. Dari hasil penilitian diatas, pelayanan dan fasilitas Terminal Hamid Rusdi dinilai cukup memuaskan. Namun jarak terminal yang jauh dari pusat kegiatan menjadi alasan utama belum maksimalnya kinerja Terminal Hamid Rusdi
Rusdi masih menyengat
Dua gol bekas penyerang sensasi negara dan Selangor, Rusdi Suparman membantu pasukan Veteran Universiti Putra Malaysia (UPM) menewaskan Pilihan Veteran Melaka 4-2 pada aksi persahabatan di Kolej 14, kampus itu baru-baru ini
RUSDI LUBIS : SEORANG PAMONG DARI TANAH MANDAILING (1966-2013)
Skripsi ini berjudul “Rusdi Lubis: Seorang Pamong dari Tanah Mandailing
(1966-2013). Skripsi ini berusaha mengungkapkan kehidupan dari seorang Rusdi
Lubis, terutama aktivitasnya sebagai seorang Pamong Senior di tata pemerintahan
Sumatera Barat. Selainitu, Rusdi Lubis juga dikenal sebagai seorang Akademisi di
bidang pemerintahan. Ia diminta untuk mengajar di beberapa Universitas
terkemuka di Sumatera Barat. Tahun 1966 dijadikan batasan awal, karena pada
tahun itu Rusdi Lubis mulai menjadi Pegawai Negeri Sipil dan memulai karir.
Tahun 2013 merupakan batasan akhir, karena walaupun Rusdi Lubis telah
memasuki masa pensiun sejak tahun 2005, namun hingga tahun 2013 Rusdi Lubis
masih banyak memiliki kegiatan, baik sebagai ketua di sebuah
lembaga/organisasi, seorang dosen luar biasa, maupun menjadi
narasumber/pembicara dalam berbagai seminar.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian
sejarah. Tahap pertama adalah pengumpulan sumber (heuristik), yang dilakukan
dengan studi pustaka dan studi lapangan. Studi pustaka merupakan untuk
mendapatkan data-data tertulis berupa buku-buku atau dokumen penting.
Sedangkan studi lapangan dilakukan dengan wawancara agar diperoleh data
primer secara langsung. Setelah data terkumpul, maka akan dilakukan kritik
sumber. Selanjutnya adalah interpretasi, yang merupakan tahap menganalisa data
yang telah dikritik. Dan tahap terakhir adalah historiografi, menuliskannya ke
dalam bentuk penulisan sejarah.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Rusdi Lubis merupakan
seorang Pamong yang ulet, rajin, serta mempunyai jiwa bertanggungjawab
terhadap setiap pekerjaannya. Buktinya Ia selalu dipercaya mengemban jabatanjabatan,
baik ketika awal bekerja di Kantor Gubernur, ketika menjadi pejabat di
Kabupaten/Kota, maupun ketika kembali lagi ke Kantor Gubernur, hingga sampai
kepada puncak karirnya yaitu menjadi Sekda Sumatera Barat. Selain bekerja di
tata pemerintahan Sumatera Barat, Rusdi Lubis juga berbagi ilmu yang Ia miliki
kepada mahasiswanya di beberapa Universitas (sebagai seorang akademisi),
maupun kepada masyarakat umum melalui seminar yang diikutinya. Maka dapat
dikatakan bahwa Rusdi Lubis merupakan sosok yang patut diperhitungkan, dan
telah banyak prestasi/jasanya terhadap kemajuan Sumatera Barat
Kajian Peningkatan Pelayanan Terminal Hamid Rusdi Malang
Terminal Hamid Rusdi merupakan terminal penumpang transportasi jalan tipe B di kota Malang beroperasi pertama kali pada tahun 2005. Untuk saat ini terminal masih cenderung sepi karena lokasinya yang berada pada wilayah pengembangan kota Malang bagian selatan menjadi daerah satelit. Posisinya menggantikan terminal Gadang yang berdekatan dengan pasar induk Gadang. Lokasi terminal yang baru ini berada sejauh ±1,5 km ke arah timur. Paper ini bertujuan untuk melakukan kajian peningkatan pelayanan terminal Hamid Rusdi berdasarkan tingkat kepentingan dan kepuasan pengguna yaitu penumpang angkutan umum. Metode yang digunakan adalah Importance Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian memperoleh atribut kemudahan dalam akses ke lokasi terminal menjadi atribut pelayanan yang memiliki skor tertinggi dalam prioritas peningkatan pelayanan terminal. hasil ini dapat dibandingkan dengan kondisi nyata, bahwa terminal Hamid Rusdi yang masih jauh dari keramaian sangat sepi dari penumpang dan kendaraan angkutan umumnya. Angkutan umum masih melakukan transit di terminal lama yaitu terminal Gadang, sehingga menimbulkan fenomena terminal bayangan. Kondisi fasilitas utama dan penunjang di terminal Hamid Rusdi ini sudah mulai nampak kerusakan secara fisik dan visual, karena upaya pemeliharaan dan operasinal fungsi terminal dan fasilitasnya tersebut tidak optimal. Rekomendasi dari penelitian ini, untuk kajian mendatang perlu mempertimbangkan aspek tata ruang dan jaringan transportasi yang terintegrasi dengan lokasi dan posisi terminal, sehingga terminal dapat dengan mudah diakses oleh penumpang dan kendaraan angkutan umu
STRATEGI PENINGKATAN FUNGSI TERMINAL HAMID RUSDI KOTA MALANG
Terminal merupakan bagian dari sistem transportasi dan merupakan
titik dimana terjadi aktivitas naik dan turun penumpang dan barang. Di Kota
Malang memiliki 3 Terminal dan 2 sub terminal. Terminal Hamid Rusdi
merupakan terminal paling baru yang ada di Kota Malang menggantikan
terminal sebelumnya yaitu Terminal Gadang. namun sejak awal beroperasi
pada tahun 2009 hingga tahun 2015 belum menunjukkankinerja yang bagus.
Hal ini dilihat dari tidak adanya angkutan umum yang masuk ke terminal
untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Angkutan umum lebih
memilih menggunakan kawasan sekitar Pasar Gadang sebagai terminal
bayangan.
Metode yang digunakan dalam mencapai sasaran penelitian adalah
dengan melakukan wawancara kepada pihak-pihak terkait dan penyebaran
kuesioner kepada 216 responden dengan pengambilan sampling
menggunakan probabiity sampling. Metode analisa yang digunakan adalah
analisa deskriptif untuk mengetahui faktor yang mengakibatkan Terminal
Hamid Rusdi tidak berfungsi. Metode selanjutnya adalah uji chi-square
untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kinerja
Terminal Hamid Rusdi. Dan metode analisa yang teakhir adalah SWOT
untuk membuat arahan strategi atau upaya yang dapat dilakukan untuk
mengaktifkan kembali fungsi Terminal Hamid Rusdi. Dari proses analisa
yang dilakukan didapat bahwa faktor utama yang mempengaruhi tidak
berfungsinya Terminal Hamid Rusdi adalah karena tujuan penumpang dan
angkutan umum adalah Pasar Gadang, bukan karena kegiatan
perdagangannya namun karena keberadaan Terminal Bayangan. Kemudian
untuk kinerja Terminal Hamid Rusdi itu sendiri tergolong sudah cukup,
dimana faktor yang mempengaruhi kinerja tersebut diantaranya :
pemasukan, luas terminal, belanja modal, belanja operasional, rambu-rambu,
kesesuaian jam keberangkatan dan pelayanan komplain. Sedangkan
rekomendasi untuk arahan strategi atau uoaya untuk mengaktifkan kembali
fungsi Terminal Hamid Rusdi adalah dengan rekayasa lalu lintas
Corrigendum for: Patorani local knowledge system in fisheries resources conservation education in Galesong District South Sulawesi
We sincerely express our apology for the changes in the author list in the article entitled Patorani local knowledge system in fisheries resources conservation education in Galesong District South Sulawesi. This article was published on DOI: 10.17977/um017v28i12023p52-63, with the authors list consisting of Hasriyanti, Rusdi, Alonge Titus Adeyemi, Michel E. D. Chaves, and Erman Syarif. However, Michel E. D. Chaves issue a complaint regarding his involvement during the research and paper completion. He did not agree to the inclusion of his name in the author list. We have contacted the corresponding author for confirmation. Besides, the co-author has also confirmed the mistake in the writing of one of the author’s names, Alonge Titus Adeyemi, which should be Titus Adeyemi Alonge. The corresponding author has submitted a letter of author contribution signed by Hasriyanti, Rusdi, Titus Adeyemi Alonge, and Erman Syarif. The original article has been revised, and reasonable effort should be made to remove all references to this article
Faktor-Faktor Kinerja Green Terminal Hamid Rusdi Kota Malang
Terminal Hamid Rusdi adalah terminal tipe B yang beroerasi pada tahun 2009 di kota Malang. Untuk saat ini terminal ini dalam kondisi sepi dari penumpang dan angkutan umum. Untuk mengatasi persoalan tersebut diperlukan suatu kajian atau penelitian untuk meningkatkan kinerja terminal. Penelitian ini bertujuan bertujuan untuk memperoleh faktor-faktor kinerja Green Terminal Hamid Rusdi Kota Malang yang dapat dijadikan sebagai instrumen evaluasi dalam peningkatan kinerja Terminal Hamid Rusdi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Metode yang digunakan adalah wawancara dan penyebaran angket awal kepada responden yang terdiri dari penumpang, operator angkutan umum, dan penyewa fasilitas komersial terminal. Hasil penelitian mendapatkan 12 faktor kinerja Green Terminal. Dari 12 faktor tersebut faktor Penerapan Konsep Ramah Lingkungan (X12) menjadi faktor tertinggi tingkat kebutuhannya dan Keandalan Transportasi (X7) menjadi faktor tertinggi kedua dalam tingkat kebutuhannya. Dua belas faktor tersebut dapat dperinci pada tahap selanjutnya dalam penyusunn instrumen dalam survei lanjutan dan analisis yang lebih detil dan mendala
Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Dalam Buku Karena Jurnalisme Bukan Monopoli Wartawan - Rusdi Mathari
Penelitian yang berjudul “Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Dalam Buku Karena Jurnalisme Bukan Monopoli Wartawan- Rusdi Mathari” akan membahas rumusan masalah tentang bagaimana analisis nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat di dalam buku "Karena Jurnalisme Bukan Monopoli Wartawan" karya Rusdi Mathari. Sedangkan sumber data dalam penelitian ini berupa naskah, dokumen serta buku-buku yang berkaitan dengan pokok permasalahan yaitu pertama, nilai pendidikan karakter menurut Rusdi Mathari dalam buku “Karena Jurnalisme Bukan Monopoli Wartawan- Rusdi Mathari”, penulis dapat melakukan analisis terhadap nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam “Buku Karena Jurnalisme Bukan Monopoli Wartawan- Rusdi Mathari”, sedangkan alat pengumpulan data yang penulis pakai di mulai dari observasi dan dokumentasi setelah data terkumpul maka data tersebut akan dianalisis, setelah di analisis penulis melakukan penelitian, ini diketahui bahwa nilai pendidikan karakter pada buku “Karena Jurnalisme Bukan Monopoli Wartawan- Rusdi Mathari” ini terdapat pada 33 judul bab pada buku ini dan terdapat 18 nilai karakter yang sesuai dengan pendidikan era sekarang, yaitu: 1) Religius. 2) Jujur. 3) Toleransi 4) Disiplin. 5) Kerja Keras. 6) Kreatif. 7) Mandiri. 8) Demokrasi. 9) Raas Ingin Tahu. 10) Semangat Kebangsaan. 11) Cinta Tanah Air. 12) Menghargai Prestasi. 13) Cinta Damai. 14) Peduli Lingkungan. 15) Gemar Membaca 16) Peduli Sosial. 17) Tanggung Jawab. 18) Komunikatif.
Kata Kunci : Nilai-Nilai, Pendidikan Karakter, Rusdi Mathar
- …
