16 research outputs found
MENUMBUHKAN GREEN BEHAVIOR DALAM MEMILIH JAJANAN YANG SEHAT MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL)DALAM PEMBELAJARAN IPS: Penelitian tindakan kelas pada siswa kelas IV SD Negeri Baok 1 Kecamatan Ciwaru Kabupaten Kuningan
Penelitian ini di latarbelakangi oleh adanya kejadian luar biasa yang terjadi di berbagai daerah yaitu banyaknya siswa yang mengalami keracunan setelah mengkonsumsi jajanan yang dijual di lingkungan sekolah. Salah satu penyebab dari keadaan tersebut masih rendahnya green behavior siswa dalam menjaga kesehatan yang diaplikasikan dalam perilaku jajan di sekolah. Siswa lebih suka membeli jajanan yang disukainya dari pada melihat kondisi sehat tidaknya jajanan tersebut. Hal ini dapat berdampak kepada kelangsungan hidup di masa yang akan datang (sustainable development). Keadaan demikian telah menjadi kekhawatiran peneliti, sehingga melaksanakan penelitian dengan tujuan untuk menumbuhkan green behavior dalam memilih jajanan yang sehat di lingkungan sekolah. Untuk mendukung penelitian tersebut peneliti menggunakan model pembelajaran problem based learning (PBL). Metode penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan desain penelitian Kemmis dan Taggart. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: lembar evaluasi, lembar observasi perilaku (kesadaran dan aplikasi), lembar wawancara, dan angket kesadaran siswa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan menggunakan model problem based learning (PBL) dapat menumbuhkan green behavior siswa dalam memilih jajanan yang sehat. Berdasarkan temuan fakta dan analisis data di lapangan menunjukan bahwa penumbuhan green behavior siswa dalam memilih jajanan yang sehat dari siklus I sampai siklus III terlihat adanya peningkatan, hal ini dapat dilihat dengan kenaikan persentase tingkat pencapaian dari aspek pengetahuan siswa, kesadaran siswa, dan aplikasinya di lapangan. Berdasarkan hasil penelitian ini, siswa sudah lebih berhati-hati dalam memilih jajanan yang dijual di kantin sekolah dengan melihat-lihat dahulu kondisi kantin, kondisi jajanan serta selalu bertanya kepada penjual tentang kandungan zat yang ada dalam jajanan
Implementasi Bimbingan Keagamaan Petuah dalam Mengantisipasi Kenakalan Remaja di Madrasah Aliyah Ar-Rosyidiyah Kota Bandung
Penelitian ini berangkat dari pemikiran bahwa bimbingan keagamaan merupakan proses pemberian bantuan kepada seseorang yang mengalami kesulitan lahir maupun batin supaya dalam kehidupannya sejalan dengan ketentuan dan petunjuk Allah SWT. Untuk melakukan bimbingan keagamaan tersebut memerlukan suatu metode atau teknik yang tepat dan efektif dan dianggap baik (ma’ruf), sejauh metode dan teknik tersebut tidak bertentangan dengan norma ajaran Islam. Lembaga pendidikan seperti Madrasah Aliyah merupak tempat dilangsungkannya pendidikan, melalui pendidikan di sekolah siswa di didik baik dari aspek akhlak, psikologis, maupun perilakunya terlebih pada sekolah berbasis keagamaan bahwa pola pendidikan akhlaknya sudah barang tentu menjadi prioritas utamanya. Namun fakta dilapangan menunjukan adanya beberapa bentuk kenakalan remaja baik bentuk kenakalan yang ringan hingga yang terberat. Oleh karena itu diperlukan program yang bertujuan untuk mengantisipasi kenakalan remaja tersebut, salah satunya melalui program bimbingan keagamaan petuah (pesantren sabtu ahad) yang ada di Madrasah Aliyah Ar-Rosyidiayah
Implementasi program bimbingan keagamaan petuah dalam mengantisipasi kenakalan remaja di Madrasah Aliyah (MA) Ar-Rosyidiyah Kelurahan Pasirbiru Kecamatan Cibiru Kota Bandung
Pada dasarnya sekolah merupakan lembaga tempat dilangsungkannya pendidikan, melalui pendidikan di sekolah siswa di didik baik dari aspek akhlak, psikologis, maupun perilakunya terlebih pada sekolah berbasis keagamaan bahwa pola pendidikan akhlaknya sudah barang tentu menjadi prioritas utamanya. Namun fakta dilapangan menunjukan adanya beberapa bentuk kenakalan remaja baik bentuk kenakalan yang ringan hingga yang terberat. Oleh karena itu diperlukan program yang bertujuan untuk mengantisipasi kenakalan remaja tersebut, salah satunya melalui program bimbingan keagamaan petuah (pesantren sabtu ahad) seperti yang ada di MA Ar-Rosyidiyah.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) bagaimana bentuk kenakalan remaja di MA Ar-Rosyidiyah, 2) apa saja faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kenakalan remaja di MA Ar-Rosyidiyah, 3) bagaimana rancangan program bimbingan keagamaan petuah dalam mengantisipasi kenakalan remaja di MA Ar-Rosyidiyah, 4) bagaimana implementasi program bimbingan keagamaan petuah dalam mengantisipasi kenakalan remaja di MA Ar-Rosyidiyah.
Penelitian ini bertolak dari pemikiran bahwa bimbingan keagamaan merupakan proses pemberian bantuan kepada seseorang yang mengalami kesulitan lahir maupun batin supaya dalam kehidupannya sejalan dengan ketentuan dan petunjuk Allah SWT. Untuk melakukan bimbingan keagamaan tersebut memerlukan metode atau teknik yang tepat dan efektif dan dianggap baik (ma’ruf), sejauh metode dan teknik tersebut tidak bertentangan dengan norma ajaran Islam.
Penelitian ini menggunkan metode penelitian deskriptif, sedangkan teknik yang diambil dalam mengumpulkan data yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukan dalam rancangan program bimbingan petuah dalam mengantisipasi kenakalan remaja dilakukan dengan beberapa tahap, diantaranya menyusun studi kelayakan, penyusunan program bimbingan, konsultasi usulan program bimbingan, penyediaan fasilitas, penentuan sarana personil dan pembagian tugas, dan penyediaan anggaran biaya. Sedangkan dalam implementasinya terdiri dari beberapa kegiatan, yaitu: cheking peserta dan pengarahan, sholat maghrib berjamaah, pengarahan dari kepala madrasah, sholat isya berjama’ah, mengaji bersama, penyampaian materi dan diskusi kelompok, istirahat, tahajud dan tadarus, sholat shubuh berjamaah, ujian praktek ibadah dan hafalan, clean up room together.
Berdasarkan temuan penelitian menunjukan dalam rancangan program petuah masih ditemukan kendala seperti, dalam penyusunan program bimbingan petuah serta dalam aspek pembiayaan serta dalam segi implementasinya, kendala yang ditemukan yaitu mengenai materi petuah dan kehadiran. Sedangkan temuan yang didapatkan mengenanai bentuk kenakalan remaja yaitu perilaku bolos dan minggat dari sekolah sedangkan faktor penyebab dari kenakalan remaja yaitu faktor dari lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat.
Kesimpulan dari program petuah dalam mengantisipasi kenakalan remaja bisa dikatakan optimal, karena implemenatasi program petuah ini sudah sesuai dengan rancangan program bimbingan petuah
BUILDING STUDENTS\u27 AWARENESS OF GREEN BEHAVIOR THROUGH HEALTHY SNACK CHOICES IN ELEMENTARY SCHOOLS
This study was motivated by an extraordinary event, namely the large number of students who experienced food poisoning after consuming snacks sold in the school environment. One of the causes of this event was the low level of students\u27 understanding of green behavior in maintaining health, which was applied in their snacking behavior in the school environment. Students prefer to buy snacks they like rather than considering the healthiness of the snacks. This can impact future sustainability (sustainable development). This study aims to determine the extent of students\u27 green behavior as seen in their snacking behavior. This study is a qualitative research. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used in this study is triangulation. Through triangulation, conclusions can be drawn regarding the attitude toward green behavior in choosing healthy snacks based on students\u27 snacking behavior. The results of this study indicate that most students do not yet exhibit green behavior. This can be seen from the fact that students prefer to choose snacks based on their preferences and food trends rather than health or nutritional aspects. Students also have a low understanding of healthy snacks and are becoming more consumptive.ABSTRAK
Penelitian ini di latarbelakangi oleh adanya kejadian luar biasa yang terjadi yaitu banyaknya siswa yang mengalami keracunan setelah mengkonsumsi jajanan yang dijual di lingkungan sekolah. Salah satu penyebab dari kejadian tersebut masih rendahnya pemahaman green behavior siswa dalam menjaga kesehatan yang diaplikasikan dalam perilaku jajan di lingkungan sekolah. Siswa lebih suka membeli jajanan yang disukainya dari pada melihat kondisi sehat tidaknya jajanan tersebut. Hal ini dapat berdampak kepada kelangsungan hidup di masa yang akan datang (sustainable development). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sikap green behavior siswa dilihat dari perilaku jajan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu dengan teknik triangulasi. Melalui teknik triangulasi maka akan didapatkan suatu kesimpulan mengenai gambaran sikap green behavior dalam memilih jajanan yang sehat di lihat dari perilaku jajan siswa. Hasil penelitin ini menunjukan bahwa sebagian besar siswa belum mencerminkan sikap green behavior hal ini dapat dilihat dari siswa lebih suka memilih jajanan hanya melihat yang di sukainya dan lebih kepada trend makanan bukan kepada aspek kesehatan atau pemenuhan gizi, masih rendahnya pemahaman siswa akan jajanan yang sehat serta munculnya karakter siswa ke arah yang lebih konsumtif
Kata Kunci: green behavior, jajanan sehat, perilaku jajan
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA PUZZLE PETA TERHADAP HASIL BELAJAR LETAK GEOGRAFIS INDONESIA SISWA KELAS V: Penelitian Hasil Pembelajaran
This study aims to analyze the effectiveness of the Project Based Learning (PjBL) model assisted by map puzzle media in improving student learning outcomes on the subject of Indonesia's geographical location. This quantitative study used a pre-experimental method with a One Group Pretest–Posttest design involving 28 fifth-grade students at MIS Al-Misbah. Data were collected through pretest and posttest consisting of multiple-choice and essay questions that had been tested for validity and reliability. Data analysis used descriptive statistics, Kolmogorov–Smirnov and Shapiro–Wilk normality tests, paired sample t-tests, and N-Gain tests. The results showed that the pretest and posttest data were normally distributed. The paired sample t-test showed a significant increase in learning outcomes (t = 12.214; p = 0.000 < 0.05), with the average score increasing from 47.26 to 75.86. The N-Gain value of 0.46 was in the moderate category, indicating that the use of map puzzle media was effective in helping students understand spatial concepts through visual and manipulative learning experiences. These results confirm that the PjBL model assisted by map puzzle media is able to make abstract geographical concepts more concrete, meaningful, and easier to understand for elementary school students
Multicultural Problem-Based Learning: Strategies for Improving Religious Moderation in Elementary Schools
This study examines teachers’ perceptions of the relevance and effectiveness of Multicultural Problem-Based Learning (MPBL) in strengthening religious moderation attitudes among Elementary School and Madrasah Ibtidaiyah students in Kuningan Regency, Indonesia. A quantitative survey approach was employed using a questionnaire developed from key dimensions of religious moderation, namely national commitment, religious tolerance, appreciation of religion-based local culture, and religion-based anti-violence, as well as indicators of the importance of MPBL in primary education. The results indicate that teachers overwhelmingly perceive MPBL as a highly relevant and effective learning approach. MPBL is considered capable of strengthening students’ character in appreciating diversity, reducing negative stereotypes and prejudice, and fostering critical, collaborative, and solution-oriented thinking skills. Teachers also agree that this approach supports the internalization of tolerance, respect for different religious beliefs, and appreciation of local cultural wisdom rooted in religious values. However, the findings reveal that students’ deeper understanding of the universal principle that all religions teach peace has not been fully internalized, indicating a gap between cognitive understanding and affective–behavioral development
Pendampingan Seni Tari Kreatif dalam Meningkatkan Motorik Kasar Anak Berkebutuhan Khusus di SDIT Al Bayyinah Garut
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Garut tahun 2023, terdapat lebih dari 1.200 anak berkebutuhan khusus (ABK) yang bersekolah di berbagai jenjang pendidikan. Sebagian besar di antaranya mengalami hambatan perkembangan motorik kasar, yang berdampak pada keterlambatan keterampilan gerak dasar dan keterbatasan dalam berinteraksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik kasar anak berkebutuhan khusus melalui penerapan seni tari kreatif menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) di SDIT Al-Bayyinah Kabupaten Garut. Permasalahan utama yang diangkat adalah keterbatasan motorik kasar pada siswa ABK serta rendahnya kompetensi guru dalam memanfaatkan seni tari sebagai media pembelajaran. Penelitian dilaksanakan dalam empat siklus, meliputi tahap observasi, pelatihan guru, implementasi pengajaran tari kepada siswa ABK, serta evaluasi dampak program. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada keterampilan motorik kasar, kemampuan interaksi sosial, dan rasa percaya diri siswa ABK. Selain itu, guru juga mengalami peningkatan kompetensi dalam menerapkan seni tari kreatif sebagai metode pembelajaran inklusif. Evaluasi program melalui angket guru memperlihatkan bahwa pendekatan ini efektif dalam membuat tubuh anak menjadi lebih lincah dan lentur, sekaligus mengatasi permasalahan perkembangan motorik siswa ABK.Based on data from the Garut District Education Office in 2023, there are more than 1,200 children with special needs (CWSN) enrolled in various levels of education. The majority of them experience gross motor development barriers, which affect their basic movement skills and limit their social interaction. This study aims to improve the gross motor skills of children with special needs through the implementation of creative dance activities using the Participatory Action Research (PAR) method at SDIT Al-Bayyinah, Garut Regency. The main problems addressed include the limitations of gross motor skills among CWSN and the lack of teacher competence in utilizing dance as a learning medium. The research was carried out in four cycles, consisting of observation, teacher training, the implementation of dance instruction for CWSN, and program evaluation. The findings indicate significant improvements in gross motor skills, social interaction abilities, and self-confidence of CWSN. In addition, teachers also showed increased competence in applying creative dance as an inclusive learning method. Program evaluation using teacher questionnaires revealed that this creative and inclusive approach effectively enhanced children’s flexibility and agility, while addressing challenges in the gross motor development of CWSN
