Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
Not a member yet
    595 research outputs found

    Pendampingan Pengelolaan Keuangan berbasis Syariah pada Pelaku UMKM di Kabupaten Kudus

    Full text link
    Program pengabdian ini dilaksanakan di Kabupaten Kudus tepatnya di Desa Jekulo, Kec. Jekulo, Kab. Kudus, yaitu para pelaku UMKM di Taman Bumi Wangi. Yang tergabung dalam paguyuban pedagang taman bumi wangi. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan solusi pada permasalahan yang dihadapi para pedagang yang terangkum pada 3 Aspek : 1) perencanaan keuangan untuk kebutuhan usaha dan kebutuhan rumah tangga; 2) menyusun laporan keuangan usaha secara sederhana; 3) pemanfaatan lembaga keuangan syariah untuk simpanan maupun pembiayaan. Pendampingan ini akan memberikan pelatihan dan pendampingan pegelolaan keuangan berbasis syariah pada pedagang taman Bumi Wangi dengan memberikan edukasi perencanaan keuangan, pelatihan penyusunan laporan keuangan dan literasi pemanfaatan produk keuangan syariah. Metode pengabdian ini dengan menggunakan pendekatan PRA (Participatory Rural Apraisal) yaitu dengan merangsang partisipasi dari masyarakat dalam melaksanakan pengabdian. Lokasi pengabdian ini dikhususkan pada pedagang di taman Bumi Wangi Jekulo Kudus Jawa Tengah. Pedagang dengan berbagai usaha mulai permainan anak anak, kuliner dan souvenir. Hasilnya bahwa peserta pendampingan sangat antusias mengikuti tahapan demi tahapan yang dilakukan tim pengabdian, capaian hasil dari pengabdian ini pelaku UMKM merasa terbantu dan semakin memahami dan merasakan perencanaan keuangan pelatihan penyusunan laporan keuangan mereka mengetahui kondisi keuangan saat ini dan pengembangan usaha yang diinginkan dengan pemanfaatan produk syariah untuk pembiayaan maupun simpanan.This community service program is implemented in Kudus Regency, precisely in Jekulo Village, Jekulo District, Kudus Regency, namely the MSME actors in Taman Bumi Wangi. Who are members of the Taman Bumi Wangi traders association. This community service aims to provide solutions to the problems faced by traders summarized in 3 aspects: 1) financial planning for business needs and household needs; 2) preparing simple business financial reports; 3) utilization of Islamic financial institutions for savings and financing. This assistance will provide training and assistance in sharia-based financial management to Taman Bumi Wangi traders by providing financial planning education, training in preparing financial reports and literacy in the use of Islamic financial products. This community service method uses the PRA (Participatory Rural Appraisal) approach, namely by stimulating community participation in carrying out community service. The location of this community service is specifically for traders in Taman Bumi Wangi Jekulo Kudus Central Java. Traders with various businesses ranging from children\u27s games, culinary and souvenirs. The result is that the mentoring participants are very enthusiastic about following the steps carried out by the community service team, the results of this community service are that MSME actors feel helped and increasingly understand and feel the financial planning of the training in preparing financial reports, they know the current financial condition and the desired business development by utilizing sharia products for financing and savings

    Transfer Knowledge Teknologi Pertanian Modern berbasis Hidroponik Tipe Dutch Bucket pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum annuum L.) di Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember

    Full text link
    Red chili is one of the agricultural commodities cultivated in Kepanjen Village, Gumukmas District, Jember Regency. The unpredictable fluctuations in weather demand the application of modern agricultural technology that can enhance productivity while ensuring the sustainability of cultivation. As part of a community service program, the dutch bucket hydroponic system placed inside a greenhouse was introduced as an alternative solution for red chili cultivation. The program was implemented through three stages, namely preparation, implementation, and monitoring and evaluation, with students actively involved as facilitators and the community as the main partners. During the implementation stage, a greenhouse measuring 3 × 6 meters (18 m²) was successfully constructed, and a dutch bucket hydroponic installation was set up to accommodate 60 chili plants. The results of the activity showed that farmers and community members who participated in the socialization responded positively and demonstrated high enthusiasm toward the cultivation method applied. Thus, this program not only produced physical facilities in the form of a greenhouse and hydroponic installation but also contributed to improving the knowledge and skills of the community in adopting modern agricultural technologies.Cabai merah merupakan salah satu komoditas pertanian yang dibudidayakan di Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember. Fluktuasi cuaca yang tidak menentu menuntut adanya penerapan teknologi pertanian modern yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan budidaya. Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, diperkenalkan sistem hidroponik tipe dutch bucket yang ditempatkan di dalam greenhouse sebagai alternatif solusi budidaya cabai merah. Program ini dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi, dengan melibatkan mahasiswa sebagai fasilitator dan masyarakat sebagai mitra utama. Pada tahap pelaksanaan, berhasil dibangun greenhouse berukuran 3 × 6 meter (18 m²) dan dipasang instalasi hidroponik dutch bucket untuk 60 tanaman cabai. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat dan petani yang mengikuti sosialisasi memberikan respons positif serta antusiasme tinggi terhadap metode budidaya yang diterapkan. Dengan demikian, program ini tidak hanya menghasilkan sarana fisik berupa greenhouse dan instalasi hidroponik, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengadopsi teknologi pertanian modern

    Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK Lubuk Durian melalui Pelatihan Pembuatan Pestisida Alami untuk Pertanian Ramah Lingkungan

    Full text link
    Program pengabdian masyarakat di Kelurahan Lubuk Durian, Kecamatan Kerkap, Bengkulu Utara bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK dalam membuat pestisida alami berbahan daun pepaya dan air cucian beras. Metode pengabdian yang diterapkan adalah penyuluhan dan praktek. Kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan demonstrasi pembuatan serta aplikasi pestisida. Daun pepaya mengandung senyawa bioaktif seperti papain, alkaloid, terpenoid, dan flavonoid yang efektif menekan serangga pemakan daun, sementara air cucian beras fermentasi menawarkan solusi pengendalian hama dari limbah rumah tangga. Sebanyak 17 peserta antusias mengikuti kegiatan dan dapat membuat pestisida alami dari daun papaya dan air cucian beras, serta menerapkan hasil pelatihan di kebun sayur organik mereka, sehingga serangan hama berkurang dan hasil panen meningkat. Program ini mendukung efisiensi biaya, mengurangi residu kimia, dan memperkuat praktik pertanian organik di masyarakat.This community service program in Lubuk Durian, Kerkap District, North Bengkulu, aimed to enhance the knowledge and skills of PKK women in producing eco-friendly pesticides from papaya leaves and rice washing water. The methods of service applied were counseling and practice.The activities included socialization, training, and practical demonstrations on preparation and application. Papaya leaves contain bioactive compounds such as papain, alkaloids, terpenoids, and flavonoids, effective against leaf-eating insects, while fermented rice washing water serves as a sustainable pest control option from household waste. Seventeen participants showed high enthusiasm in the activity and were able to make natural pesticides from papaya leaves and rice water, and applied the training results in their organic vegetable gardens, successfully reducing insect damage and improving yields. The program supports cost efficiency, reduces chemical residues, and strengthens organic farming practices in the community

    Pelatihan Business Model Canvas pada Karang Taruna Putra Laskar Pelangi Desa Jugo Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri

    Full text link
    Kegiatan pengabdian ini bertujuan melakukan penguatan manajerial pada para anggota Karang Taruna Putra Laskar Pelangi Desa Jugo Kabupaten Kediri untuk meningkatkan mutu dan kualitas sumberdaya manusia dalam mengelola usaha, khususnya usaha pengolahan aneka produk berbahan susu sapi perah. Business Model Canvas (BMC) dapat digunakan dalam menemukan peluang bisnis yang lebih baik, mengurangi risiko, dan menciptakan keunggulan kompetitif. Penerapan BMC dalam praktik bisnis, berpeluang pelaku usaha dapat merancang model bisnis yang lebih adaptif, efisien, dan berorientasi kepuasan konsumen. Metode pengabdian mengunakan pendekatan partisipatif dengan pembelajaran andragogi, peserta secara aktif terlibat dalam proses belajar tentang BMC untuk membedah kondisi usaha yang dijalankan. Berdasarkan fakta diketahui bahwa: 1) peserta dalam menjalankan usaha sebanyak 96 persen belum pernah mengunakan BMC sebagai alat menyusun rencana dan proyeksi usaha, setelah mendapat materi BMC dan praktik menerapkan BMC peserta mengetahui peta dan posisi usaha. 2) berdasar hasil belajar peserta dengan mengacu skor pretes dan postes dinyatakan ada peningkatan hasil belajar peserta tentang BMC, namun masih mengalami kesulitan dalam mendeskripsikan kondisi. Mempertimbangkan hasil tersebut masih diperlukan pendampingan secara berkala sehingga penguasaan lebih komprehensif serta usaha yang dijalankan dapat berkelanjutan. This community service activity aims to strengthen the managerial skills of the members of Karang Taruna Putra Laskar Pelangi, Jugo Village, Kediri Regency to improve the quality and quality of human resources in managing businesses, especially the processing business of various dairy products. The business model canvas (BMC) can be used to find better business opportunities, reduce risks, and create competitive advantages. The application of BMC in business practices, provides opportunities for business actors to design a more adaptive, efficient, and customer satisfaction-oriented business model. The community service method uses a participatory approach with andragogical learning, participants are actively involved in the learning process about BMC to dissect the conditions of the business being run. Based on the facts, it is known that 1) 96 percent of participants in running a business have never used BMC as a tool for preparing business plans and projections, after receiving BMC material and practicing implementing BMC, participants know the map and position of the business. 2) Based on the participants\u27 learning outcomes, referring to the pre-test and post-test scores, it was stated that there was an increase in the participants\u27 learning outcomes regarding BMC, but they still experienced difficulties in describing the conditions. Considering these results, regular mentoring is still needed so that mastery is more comprehensive and the efforts carried out can be sustainable

    Implementasi dan Sosialisasi Sistem Backup Power Supply berbasis Tenaga Surya dan Baterai di Pesantren Darul Fitrah Kabupaten Bandung

    Full text link
    Kebun hidroponik di Pesantren Tahfizh Darul Fithrah, Ciparay, yang dikelola santri dhuafa sebagai wadah kewirausahaan, menghadapi tantangan berat akibat frekuensi pemadaman listrik yang sering terjadi secara tiba-tiba. Kondisi ini mengganggu sirkulasi nutrisi 24 jam yang vital bagi tanaman. Kegiatan pengabdian masyarakat ini difokuskan pada fase implementasi awal, diawali dengan analisis kebutuhan yang mengonfirmasi stabilitas daya sebagai kendala utama. Tim memasang sistem cadangan daya tenaga surya dengan kapasitas 200WP dan baterai lithium. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan Metode Rekayasa Teknologi Partisipatif yang terdiri dari empat tahapan utama. Tahap pertama adalah analisis kebutuhan situasional melalui observasi lapangan untuk mengidentifikasi kendala stabilitas daya. Tahap kedua adalah perancangan sistem, yaitu penentuan spesifikasi perangkat tenaga surya. Tahap ketiga adalah implementasi fisik, yang mencakup instalasi teknis sistem cadangan daya tenaga surya berkapasitas 200WP dengan baterai lithium serta integrasi kabel pada sistem pompa. Tahap terakhir adalah transfer pengetahuan melalui sosialisasi teknis mengenai operasional dan pemeliharaan alat kepada mitra. Hasil dari kegiatan ini adalah terpasangnya infrastruktur energi mandiri yang mampu menjamin kontinuitas sirkulasi nutrisi tanaman hidroponik meskipun terjadi pemadaman listrik PLN secara tiba-tiba. Selain itu, kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas teknis para santri dhuafa dalam mengelola teknologi energi terbarukan. Luaran utama berupa sistem backup daya ini berfungsi sebagai mitigasi risiko gagal panen, sekaligus memperkuat fondasi unit kewirausahaan pesantren melalui stabilitas operasional kebun.The hydroponic garden at the Darul Fithrah Islamic Boarding School in Ciparay, managed by underprivileged students as an entrepreneurial platform, faces significant challenges due to frequent, sudden power outages. This disrupts the 24-hour nutrient circulation vital to the plants. This community service project focused on the initial implementation phase, beginning with a needs analysis that confirmed power stability as the primary constraint. The team installed a 200WP solar power backup system with lithium batteries. This community service project was implemented using the Participatory Technology Engineering Method, which consists of four main stages. The first stage was a situational needs analysis through field observations to identify power stability constraints. The second stage was system design, which involved determining the specifications of the solar power equipment. The third stage was physical implementation, which included the technical installation of the 200WP solar power backup system with lithium batteries and the integration of cables into the pump system. The final stage was knowledge transfer through technical outreach regarding equipment operation and maintenance to partners. The result of this activity was the installation of independent energy infrastructure capable of ensuring the continuity of nutrient circulation for hydroponic plants even in the event of sudden PLN power outages. Furthermore, this activity successfully improved the technical capacity of underprivileged students in managing renewable energy technology. The primary output, a power backup system, serves to mitigate the risk of crop failure and strengthen the foundation of the Islamic boarding school\u27s entrepreneurial unit by stabilizing the garden\u27s operations

    Pendampingan Penggunaan Game Edukasi pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Penguatan Profil Pancasila Siswa berbasis Self Regulated Learning

    Full text link
    Era Society 5.0 merupakan era yang mana aktivitas sehari-hari manusia dibantu dengan kecanggihan media teknologi. Hal ini juga berdampak positif pada Pembelajaran Bahasa Indonesia. Berbagai perkembangan teknologi telah membantu para guru untuk berinovasi pada media evaluasinya untuk mengetahui ketercapaian siswa atas pembelajaran yang dilalui dan kemandirian dalam menyelesaikan masalah pembelajaran. Fakta ini berbeda dengan realita penurunan kemandirian siswa untuk untuk belajar Bahasa Indonesia saat ini dan hanya tergantung pada yang disampaikan guru sehingga berdampak menurunnya kemampuan self Regulated Learning. Realita ini juga terjadi pada siswa MI Al Adnani Kayangan dalam belajar Bahasa Indonesia yakni kurang mandiri belajar, tidak ada target, dan tidak ada strategi untuk meningkatkan kemampuannya. Dari fenomena ini, Solusi yang akan kami berikan untuk kegiatan Pengabdian bagi siswa MI Al Adnani yakni; 1) Pelatihan penggunaan game digital yakni Wordwall sebagai sarana digitalisasi media pembelajaran; 2) Pendampingan penggunaan Game sebagai upaya peningkatan Self Regulated Learning siswa. Target PKM ini adalah, Pembiasaan kemandirian siswa untuk menetapkan target dan strategi mencapai target capaiannya; dan Peningkatan hasil belajar, dan Penguatan profil Pancasila. Metode pelaksanaaan pengabdian ini yakni tiga tahap Observasi Awal, Pendampingan Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan Wordwall, dan Evaluasi hasil belajarnya. Hasil pendampingan ini menunjukkan bahwa mayoritas siswa telah memperoleh hasil belajar di datas nilai Kriteria ketuntasan Minimal yakni 80.The Society 5.0 era is an era where human daily activities are assisted by sophisticated technological media. This also has a positive impact on Indonesian Language Learning. Various technological developments have helped teachers innovate in their evaluation media to determine students\u27 achievement of the learning they have gone through and their independence in solving learning problems. This fact is different from the reality of the decline in student independence in learning Indonesian today and only depending on what the teacher conveys, resulting in a decline in self-regulated learning abilities. This reality also occurs in MI Al Adnani Kayangan students in learning Indonesian, namely a lack of independent learning, no targets, and no strategies to improve their abilities. From this phenomenon, the solutions that we will provide for Community Service activities for MI Al Adnani students are; 1) Training in the use of digital games, namely Wordwall as a means of digitizing learning media; 2) Assistance in the use of games as an effort to improve students\u27 self-regulated learning. The targets of this PKM are, Habituating student independence in setting targets and strategies to achieve their achievements; and Improving learning outcomes, and Strengthening the Pancasila profile. The implementation method for this community service program is three-stage: initial observation, Indonesian language learning assistance using a word wall, and evaluation of learning outcomes. The results of this assistance indicate that the majority of students have achieved learning outcomes that meet the minimum completion criteria, namely 80

    Meningkatkan Keberlanjutan Pertanian Sayuran dengan Rotasi Tanaman dan Green Marketing

    Full text link
    Kelompok wanita tani (KWT) di Desa Lalang Sembawa bergerak di bidang pertanian sayuran. KWT ini memiliki beberapa kesulitan dalam melakukan pemasaran dan penanaman sayur yang beragam tetapi dengan lahan yang relatif sedikit. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan mengenai Green Marketing dan mendemonstrasikan rotasi tanaman untuk meningkatkan keberlanjutan penanaman sayur. Metode pendekatan yang digunakan dalam pengabdian ini adalah observasi lapangan, demonstrasi, dan presentasi. Hasil dari pengabdian ini yaitu peningkatan pengetahuan mengenai Green Marketing dan kemampuan melakukan rotasi tanaman sayuran di KWT Pinang Merah Desa Lalang Sembawa.The women\u27s farmer group (KWT) in Lalang Sembawa Village is engaged in vegetable farming. This KWT faces several challenges in marketing and growing a variety of vegetables on relatively limited land. This community service program aims to provide training on Green Marketing and demonstrate crop rotation to improve the sustainability of vegetable cultivation. The approaches used in this community service include field observation, demonstrations, and presentations. The results of this community service program are increased knowledge about Green Marketing and the ability to implement vegetable crop rotation in the Pinang Merah KWT in Lalang Sembawa Village.

    Pemberdayaan Komunitas GAPOKTAN untuk Budidaya Bawang Merah Menggunakan Teknologi IoT di Desa Dringu, Kabupaten Probolinggo

    Full text link
    Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani bawang merah dalam memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) melalui aplikasi SMARTBULB (Smart Farming for Shallot Farmers) sebagai sistem pemantauan kondisi lahan bawang merah secara real-time. Sasaran kegiatan adalah GAPOKTAN Bhakti Manunggal Desa Dringu Kabupaten Probolinggo dengan jumlah peserta sebanyak 12 orang. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi: (1) sosialisasi konsep smart farming, (2) pelatihan penggunaan aplikasi SMARTBULB, (3) instalasi perangkat sensor dan pendampingan lapangan, serta (4) monitoring dan evaluasi hasil penerapan teknologi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa petani mampu mengoperasikan aplikasi SMARTBULB dalam memantau kelembapan tanah dan mengatur pola irigasi secara lebih efisien. Selain itu, terjadi penghematan penggunaan air irigasi sebesar 15–25% serta peningkatan kesehatan tanaman yang ditunjukkan dari pertumbuhan umbi dan daun yang lebih seragam. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, kemandirian teknologi, serta efektivitas budidaya bawang merah berbasis smart farming di tingkat komunitas petani.This community service activity aims to increase the capacity of shallot farmers in utilizing Internet of Things (IoT) technology through the SMARTBULB (Smart Farming for Shallot Farmers) application as a real-time monitoring system for shallot field conditions. The target of the activity is GAPOKTAN Bhakti Manunggal, Dringu Village, Probolinggo Regency, with 12 participants. The implementation method includes: (1) socialization of the smart farming concept, (2) training on the use of the SMARTBULB application, (3) installation of sensor devices and field assistance, and (4) monitoring and evaluation of the results of the technology application. The results of the activity show that farmers are able to operate the SMARTBULB application to monitor soil moisture and regulate irrigation patterns more efficiently. In addition, there is a savings in irrigation water use of 15–25% and an increase in plant health as indicated by more uniform growth of bulbs and leaves. This activity has a positive impact on increasing knowledge, technological independence, and the effectiveness of smart farming-based shallot cultivation at the farmer community level

    Penguatan Literasi Seni dan Pelestarian Budaya melalui Program Edukreatif di Desa Wisata Watungkal Edupark Sendangagung

    Full text link
    Program pengabdian masyarakat berbasis Edukreatif di Desa Wisata Watungkal Edupark Sendangagung (WES) bertujuan memperkuat literasi seni, pelestarian budaya, dan daya saing ekonomi lokal. Desa ini memiliki potensi kerajinan, kuliner tradisional, dan atraksi budaya, namun masih menghadapi kendala pada mutu produk, kelembagaan, dan pemasaran digital. Program dilaksanakan melalui sosialisasi, pelatihan produksi, manajemen, dan pemasaran, pendampingan intensif, serta penerapan teknologi tepat guna berupa platform e-commerce. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kualitas produk (skor rata-rata naik dari 3,7 menjadi 4,6), tersusunnya SOP dan struktur kelembagaan desa wisata, serta meningkatnya literasi digital masyarakat melalui pemanfaatan media sosial dan wespeken.web.id. Dampak sosial-ekonomi terlihat dari bertambahnya keterampilan UMKM, meningkatnya partisipasi pemuda, dan terbukanya akses pasar yang lebih luas. Program ini menunjukkan bahwa integrasi seni, budaya, dan digitalisasi efektif dalam membangun model pemberdayaan desa wisata yang berkelanjutan.The Edukreatif-based community service program in Watungkal Tourism Village Edupark Sendangagung (WES) aims to strengthen art literacy, cultural preservation, and local economic competitiveness. This village has the potential for handicrafts, traditional culinary, and cultural attractions, but still faces obstacles in product quality, institutions, and digital marketing. The program is carried out through socialization, production, management, and marketing training, intensive mentoring, and the application of appropriate technology in the form of an e-commerce platform. The results of the activity showed an improvement in product quality (the average score increased from 3.7 to 4.6), the preparation of SOPs and the institutional structure of tourist villages, as well as the increase in people\u27s digital literacy through the use of social media and wespeken.web.id. The socio-economic impact can be seen from the increase in MSME skills, increased youth participation, and the opening of wider market access. This program shows that the integration of art, culture, and digitalization is effective in building a sustainable tourism village empowerment model

    Pola Asuh dan Pendampingan Keluarga dalam Program “Kampung Emas” sebagai Upaya Penanganan Stunting di Kelurahan Medokan Semampir, Surabaya

    Full text link
    Penelitian ini mengeksplorasi peran pola asuh dan pendampingan keluarga dalam implementasi Program "Kampung Emas" sebagai strategi penanganan stunting di Kelurahan Medokan Semampir, Surabaya. Fokus utama adalah menganalisis bagaimana intervensi pola asuh dan pendampingan keluarga dapat berkontribusi pada penurunan tingkat stunting di komunitas ini. Dengan pendekatan kualitatif, partisipan aktif program terlibat dalam penelitian ini. Analisis menyoroti upaya nyata keluarga dalam mengadopsi pola asuh yang sehat dan manfaat pendampingan dalam mendukung pertumbuhan anak. Evaluasi efektivitas Program "Kampung Emas" dalam mengurangi stunting juga menjadi fokus utama. Implikasi temuan ini memberikan wawasan bagi desain kebijakan dan implementasi program serupa di tingkat lokal untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak serta keluarga dalam upaya pencegahan stunting.This research explores the role of parenting patterns and family mentoring in the implementation of the "Kampung Emas" Program as a strategy to address stunting in the Medokan Semampir subdistrict of Surabaya. The primary focus is to analyze how parenting interventions and family mentoring contribute to the reduction of stunting rates in this community. Using a qualitative approach, active program participants were involved in the study. The analysis highlights the genuine efforts of families in adopting healthy parenting patterns and the benefits of mentoring in supporting child growth. The evaluation of the effectiveness of the "Kampung Emas" Program in reducing stunting is also a central focus. The implications of these findings provide insights for policy design and the implementation of similar programs at the local level to enhance the health and well-being of children and families in stunting prevention efforts

    580

    full texts

    595

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇