1,721,697 research outputs found
Semua Berawal dengan Keteladanan : Catatan kritis Rosihan Anwar
Rosihan Anwar wartawan senior yang muncul di semua zaman, hadir pada beragam bidang, nampak di setiap peristiwa. Dia tidak sekedar mengamati, tetapi mencatat, mengkritisi, dan melaporkan langsung kepada khalayak, dengan keberanian luar biasa oleh karena fakta adalah suci. Rosihan mengungkap segalanya yang ber atau ter sembuny
Rosihan Anwar Dan Pers Indonesia (Studi Eksploratif Pada Pemikiran Rosihan Anwar Terkait Pers Di Indonesia)
Rosihan Anwar adalah salah satu tokoh jurnalis angkatan ‘45 yang berpengaruh di masanya. Melalui surat kabar yang dipimpin yakni Pedoman, ia banyak menyuarakan kritik pada pemerintah dengan tajam dan keras namun konstruktif. Bahkan setelah Pedoman benar-benar berhenti beroperasi karena dibredel pada masa Orde Baru, Rosihan masih menjadi wartawan lepas dan menyuarakan ide-idenya di berbagai media, ia juga menulis berbagai judul buku yang hingga kini masih diterbitkan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih jauh pemikiran-pemikiran Rosihan sebagai seorang praktisi media di masa awal kemerdekaan hingga orde baru. Sehingga implikasinya, dapat memperjelas sejarah pers di masa tersebut, yang lebih lanjut dapat membantu memetakan perkembangan sejarah komunikasi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan perspektif komunikasi historis, sociology of knowledge, dan sociology of media, dengan metode grounded theory. Data dari hasil penelitian yang didapat, menunjukkan pola terkait pemikiran Rosihan Anwar. Hal-hal yang menjadi perhatian utama Rosihan antara lain mengenai jurnalisme untuk upaya pembangunan, modernisasi, kode etik dan pers bebas bertanggung jawab, kesejahteraan wartawan dan industri media, kecenderungan pada aspek sejarah dan agama juga menjadi poin yang turut mendominasi pemikirannya. Dikaji menggunakan pendekatan sosiologi pengetahuan, pemikiran Rosihan Anwar mengenai jurnalisme pembangunan jelas berkaitan erat dengan konteks sosial masa Orde Baru yang dikenal sebagai era pembangunan. Beberapa upaya Rosihan untuk menyukseskan pembangunan yakni menggagas ide rural broadcast, Karya Latihan Wartawan (KLW), dan menghimbau wartawan daerah melakukan reportase. Sedangkan, perspektif Sociology of Media nampak kental dalam pandangan Rosihan terhadap aspek pengelolaan media, yang mengutamakan bagi hasil tanpa memandang posisi dalam perusahaan media. Selain itu, pemikiran Rosihan yang mengedepankan kesejahteraan wartawan dan pembangunan SDM nampak sejalan dengan visi AMIC, organisasi yang ia gagas bersama rekan-rekannya dari berbagai negara di Asia
Napak Tilas ke Belanda : 60 Tahun Perjalanan Wartawan KMB 1949
Konferensi Meja Bundar (KMB), yang berujung pada penyerahan kedaulatan Indonesia oleh Belanda pada penghujung 1949, merupakan peristiwa penting yang menandai berakhirnya secara definitif zaman penjajahan Belanda atas Indonesia. Wartawan senior Rosihan Anwar merupakan salah seorang saksi mata peristiwa historis itu yang masih ada hingga kini.Akhir tahun 2009, Rosihan pergi lagi ke Belanda. Ia mendatangi lagi tempat-tempat yang dulu pernah dikunjunginya sebagai wartawan yang bertugas meliput peristiwa perundingan Indonesia-Belanda itu. Dalam buku ini, Rosihan menceritakan pengalaman napak tilas perjalanan ke Eropa yang pernah ia lakukan 60 tahun silam.Rosihan tak hanya bercerita tentang Ridderzaal, ruang sidang tempat KMB berlangsung di Den Haag. Dalam buku ini juga ada kisah kunjungannya ke kantor Arsip Negara Belanda, dimana ia menemukan kembali album fotonya yang sudah lama hilang, disita intel militer Belanda pada 1946
Konsep Tasamuh ustaz Rosihan Fahmi : Analisis wacana konsep Tasamuh ustaz Rosihan Fahmi pada kajian ustaz Jamsession
Dakwah adalah sebuah upaya mengajak, memanggil dan menyeru kepada kebaikan. Dalam dakwah, pesan yang disampaikan oleh seorang da’i akan selalu menjadi inti dari dakwah itu sendiri. Dalam penelitian ini, Komunitas Musisi Mengaji melalui Kajian Ustaz Jamsession menghadirkan sosok ustaz Rosihan Fahmi yang secara latar belakang sering menyerukan nilai-nilai keislaman yang berkaitan dengan akhlak, terkhusus toleransi atau tasamuh. Pesan-pesan tersebut berkaitan dengan kemunculan kasus intoleransi di kalangan generasi muda hari ini yang muncul akibat pengaruh tayangan atau konten provokatif di media sosial. Karenanya, penulis akhirnya memilih untuk menganalisis lebih dalam pesan dakwah ustaz Rosihan Fahmi untuk menggali lebih jauh lagi mengenai wacana konsep tasamuh yang disampaikan dalam pesan dakwahnya.
Penulis membagi fokus penelitian ini ke dalam tiga bagian penting yaitu, dimensi teks dalam pesan dakwah tasamuh yang disampaikan da’I (Ustaz Rosihan Fahmi) pada kajian Ustaz Jamsession (Ngobrol Asik Agama Islam) di kanal youtube Komunitas Musisi Mengaji, kognisi sosial dalam isi pesan dakwah Ustaz Rosihan Fahmi pada kajian Ustaz Jamsession (Ngobrol Asik Agama Islam) di kanal youtube Komunitas Musisi Mengaji dan konteks sosial dari pesan dakwah yang disampaikan Ustaz Rosihan Fahmi pada kajian Ustaz Jamsession (Ngobrol Asik Agama Islam) di kanal youtube Komunitas Musisi Mengaji.
Dalam rangka menggali lebih dalam fenomena yang dijadikan topik dalam penelitian, yakni toleransi atau tasamuh, peneliti menggunakan teori analisis wacana Teun A Van Dijk sebagai pisau yang membedah hasil penelitian secara objektif dan menyeluruh. Hal ini juga diperkuat dengan metode penelitian kualitatif yang memaparkan hasil analisis data secara deskriptif dari beberapa video kajian Ustaz Jamsession di kanal youtube Komunitas Musisi Mengaji (Komuji). Data hasil penelitian dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi yang menghasilkan sajian datanya dalam bentuk kata-kata dan kalimat. Data-data tersebut dianalisis kembali dengan reduksi data, display data dan verifikasi guna meningkatkan ketajaman interpretasi peneliti terhadap fenomena dan permasalahan yang ditelitinya.
Setelah melalui serangkaian proses tersebut, peneliti mendapatkan hasil penelitian yang menjawab permasahan dalam fokus penelitiannya. Pertama terkait dimensi teks dalam pesan dakwah ustaz Rosihan Fahmi yang membahas tentang bijak dalam menghargai keberagaman di media sosial dan tasamuh dalam politik dan agama. Kedua tentang bagaimana kognisi sosial yang mempengaruhi Ustaz Rosihan Fahmi sehingga menyampaikan pesan dakwah tersebut. Ketiga tentang konteks sosial yang berkaitan dengan konsep tasamuh yang coba disampaikan ustaz Rosihan Fahmi dalam pesan dawkahnya.
Kesimpulan dari penelitian ini bahwa Ustaz Rosihan Fahmi menyampaikan pesan dakwah berupa konsep tasamuh yang dijadikan sebagai solusi dalam menjawab ragam problematika sosial berkaitan dengan intoleransi. Konsep tasamuh ini diwacanakan sedemikian rupa agar mad’u dapat memahami apa maksud dan inti dari pesan dakwah yang disampaikan melalui gambaran dan penjelasan konkrit dari dimensi teks, kognisi sosial dan konteks sosial pesan dakwahnya
ROSIHAN ANWAR: SUMBANGAN DAN PERSPEKTIF MENGENAI SEJARAH INDONESIA (1945-2011)
Skripsi ini berjudul “Rosihan Anwar: Sumbangan dan Perspektifnya Mengenai Sejarah Indonesia (1945-2011)”. Skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana perjuangan Rosihan Anwar menjadi seorang wartawan, sastrawan, dan sejarawan yang hebat serta pandangan-pandangan yang beliau berikan dalam karya-karya. Skripsi ini termasuk dalam kategori sejarah Intelektual karena mengkaji tentang pemikiran-pemikiran Rosihan Anwar yang terdapat di dalam karya-karya yang ditulis.
Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan melalui empat tahapan, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi.. Tahap awal dari penelitian ini adalah pengumpulan sumber (heuristik) berupa karya-karya sejarah Rosihan Anwar yang dimuat dalam bentuk buku. Setelah semua sumber terkumpul, maka dilakukan kritik intern dan esktern. Tahap ketiga ialah interpretasi data-data yang telah ditemukan dalam sumber-sumber penelitian. Tahap akhir adalah historiografi atau penulisan sejarah.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Rosihan Anwar merupakan seorang wartawan, sastrawan, dan juga sejarawan yang memiliki banyak prestasi. Karya-karya sejarah Rosihan Anwar menjadi sumbangan untuk bangsa Indonesia, diantara karyanya yaitu buku Sejarah Kecil Petite Histoire Indonesia Jilid 1, Sejarah Kecil Petite Histoire Indonesia Jilid 2, Sejarah Kecil Petite Histoire Indonesia Jilid 3, Sejarah Kecil Petite Histoire Indonesia Jilid 4, Sejarah Kecil Petite Histoire Indonesia Jilid 5, “Sukarno, Tentara, PKI, Segitiga Kekuasaan Sebelum Prahara Politik 1961-1965”, Kisah-Kisah Zaman Revolusi, Rosihan Anwar juga menulis Autobiografi dengan judul Menulis Dalam Air Sebuah Otobiografi.
Rosihan Anwar menuangkan segala pemikirannya kepada surat kabar maupun karya-karya sejarah yang ditulisnya, karya-karya Rosihan Anwar ini merupakan bentuk perjuangan dan sumbangan yang diberikan oleh Rosihan Anwar untuk pemerintah Republik Indonesia
Kiprah H Rosihan Anwar dalam pers nasional 1960-2011
Rosihan Anwar atau yang biasa dipanggil dengan Rosihan, merupakan seorang tokoh Pers Nasional. Rosihan lahir di Kubang Nan Dua, Sumatra Barat pada tanggal 10 Mei 1922. Ia memulai karirnya sebagai wartawan surat kabar pada saat setelah lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA) di Algemeene Middelbare School (AMS) Yogyakarta pada tahun 1942 tepatnya pada zaman penjajahan Jepang (1943-1945). Pada saat itu Rosihan memuat tulisannya pada salah satu surat kabar. Pada tahun 1943 Rosihan mendirikan surat kabar tersebut, surat kabar tersebut pada penghujung orde lama (1959-1961) tepatnya pada pemerintahan Presiden Soekarno mengalami pembredalan. Diterbitkan lagi pada masa orde baru (1968-1973). Pada tahun 1974 terjadi pemredelan surat kabar yang kedua kalinya.
Berdasarkan uraian diatas, terdapat beberapa rumusan masalah, yaitu bagaimana dunia pers di Indonesia dan biografi H. Rosihan Anwar, serta bagaimana kiprah H. Rosihan Anwar dalam pers nasional 1960-2011. Adapun tertujuan penelitianini untuk mengetahui dunia pers di Indonesia dan biografi H.Rosihan Anwar, serta untuk mengetahui kiprah H.Rosihan Anwar dalam pers nasional 1960-2011.
Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu melalui pendekatan kuantitatif dan bersifat disktiptif. Dengan mengunakan metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik, interpretansi serta historiografi.
Berdasarkan penelitian ini penulis dapat simpulkan. Pertama, Pers merupakan suatu institusi atau lembaga yang berada didalam kemasyarakatan yang berfungsi untuk memenuhi hak masyarakat dalam menyatakan pikiran dan pendapat, Dalam penelitian ini berfokus kepada salah satu tokoh pers yaitu Rosihan Anwar, ia merupakan seorang tokoh pers nasional yang bergerak dibidang kewartawanan. Ia lahir pada tanggal 10 Mei 1922 di Kubang Nan Dua, Sumatra Barat. Rosihan merupakan anak ke empat dari sepuluh bersaudara. Kedua, Kiprah Rosihan dalam pers nasional 1960-2011 Rosihan memulai karirnya sebagai sebagai reporter majalah Asia Raya pada tahun 1943. Kemudian, Rosihan mendirikan salah satu perusahaan surat kabar yaitu Pedoman. Tahun 1961 beberapa surat kabar dibredel saat pemerintahan Soekarno. Diijinkan terbit kembali pada tahun 1968, pada masa Presiden Soeharto, dan kembali keberangusan oleh pemerintahan Soeharto. Keunikan dalam tulisan Rosihan, menulis reportase tidak perlu bertele-tele, cukup dengan perpoin yang berisi fakta-fakta. Selain itu Rosihan dalam memimpin sesuatu Rosihan cenderung bersikap personal management, dimana sikap ini sebagai seorang jurnalistik yang lebih mengedepankan unsur-unsur pribadi atau subjektifitas, cenderung bekerja secara sendiri. Begitu pun dalam memperjuangkan pers dari beberapa kali terjadinya pembredelan dari kedua masa pemerintahan di Indonesia baik era orde lama maupun orde baru. Selama pembredalan itu terjadi Rosihan tidak berhenti menulis dan meliput suatu berita. Beliau pun menjadi seorang kosresponden dan kolumnis dari berbagai media
Sejarah kecil petite histoire Indonesia : kisah-kisah zaman revolusi kemerdekaan, Jilid 7
Rosihan Anwar kembali berkisah tentang zaman revolusi kemerdekaan 1945-1949. Sebagai seorang wartawan, tiap sisi sejarah memiliki keunikan tersendiri. Dikisahkan bagaimana suasana Jakarta setelah proklamasi, Jakarta menjelang clash ke-1, dan peristiwa lainnya pada saat revolusi. Selain berisi laporan historis dari peristiwa-peristiwa seputar periode perang kemerdekaan, juga dikisahkan pengalaman pribadinya selama zaman revolusi. Antara lain, kisah Rosihan saat menjadi pelayan Lord Killearn di Linggajati, 10 November 1946; saat berkesempatan mengikuti sidang kabinet di Yogyakarta, 5 Februari 1947; menjadi penyiar laporan pandangan mata untuk RRI kala penandatanganan Persetujuan Linggajati, 25 Maret 1947; sampai saat ikut menjemput Jenderal Sudirman, 7 Juli 1949. Inilah kenang-kenangan wartawan senior Rosihan Anwar dalam merekam tahun-tahun pertama perjuangan bangsa dalam menegakkan kemerdekaan
Rosihan Anwar “Sang Wartawan Ideologis” (Penelitian berbasis Performance research)
Rosihan Anwar adalah salah satu tokoh jurnalis yang berpengaruh di Indonesia. Rosihan menjadi wartawan lepas dan menyuarakan ide-idenya yang bertema kesejahteraan wartawan. Melalui surat kabar yang dipimpin yakni Pedoman, ia banyak menyuarakan kritikan-kritikan pada pemerintah dengan tajam dan keras namun konstruktif. Rosihan masih menjadi wartawan lepas dan menyuarakan ide-idenya di berbagai media, bahkan menulis berbagai judul buku yang hingga kini masih diterbitkan. Penelitian ini bertujuan untuk membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap tokoh pers Rosihan Anwar melalui perfomance research. Rosihan dikenal sebagai seorang praktisi media di masa awal kemerdekaan hingga orde baru. Rosihan juga memiliki banyak karya yang kerap kali menyinggung soal kesejahteraan wartawan sehingga berhubungan juga dengan industri media. Sehingga implikasinya, dapat memperjelas bagaimana perjuangan Rosihan memperjuangkan hak-hak wartawan pada masanya dan mengingat kembali jasanya melalui penampilan seni dengan metode performance research. Penelitian ini menggunakan perspektif komunikasi historis, ekonomi media dengan metode performance research. Sejauh ini data dari hasil penelitian yang didapatkan peneliti, menunjukkan metode performance research dapat memperkenalkan dan bisa memberikan informasi serta pengetahuan baru bagi masyarakat luas. Hal-hal yang menjadi perhatian utama Rosihan antara lain mengenai jurnalisme kode etik dan pers bebas bertanggung jawab, dan kesejahteraan wartawan
Kisah-Kisah Zaman Revolusi
Selain berisi laporan historis dari peristiwa-peristiwa seputar periode perang kemerdekaan, juga dikisahkan pengalaman pribadinya selama zaman revolusi. Antara lain, kisah Rosihan saat menjadi pelayan Lord Killearn di Linggajati, 10 November 1946; saat berkesempatan mengikuti sidang kabinet di Yogyakarta, 5 Februari 1947; menjadi penyiar laporan pandangan mata untuk RRI kala penandatanganan Persetujuan Linggajati, 25 Maret 1947; sampai saat ikut menjemput Jenderal Sudirman, 7 Juli 1949.Inilah kenang-kenangan wartawan senior Rosihan Anwar dalam merekam tahun-tahun pertama perjuangan bangsa dalam menegakkan kemerdekaan
Kisah-kisah Zaman Revolusi Kemerdekaan , Sejarah Kecil Petite Histoire Indonesia Jilid 7
Selain berisi laporan historis dari peristiwa-peristiwa seputar periode perang kemerdekaan, juga dikisahkan pengalaman pribadinya selama zaman revolusi. Antara lain, kisah Rosihan saat menjadi pelayan Lord Killearn di Linggajati, 10 November 1946; saat berkesempatan mengikuti sidang kabinet di Yogyakarta, 5 Februari 1947; menjadi penyiar laporan pandangan mata untuk RRI kala penandatanganan Persetujuan Linggajati, 25 Maret 1947; sampai saat ikut menjemput Jenderal Sudirman, 7 Juli 1949.Inilah kenang-kenangan wartawan senior Rosihan Anwar dalam merekam tahun-tahun pertama perjuangan bangsa dalam menegakkan kemerdekaan
- …
