24 research outputs found
Peran Pengajaran Sastra Dan Budaya Dalam Pembentukan Karater Siswa Sekolah Dasar
Makalah ini membahas permasalahan terkait peran pengajaran sastra dan budaya dalam pembentukan karakter siswa Sekolah Dasar (SD). Hal tersebut dilatarbelakangi oleh permasalahan yang dialami bangsa kita pada saat ini, yaitu terkait dengan menurunnya moral masyarakat, baik di kalangan masyarakat biasa maupun di kalangan pejabat. Langkah-langkah yang dapat ditempuh adalah penguatan pemahaman generasi terkait pengajaran sastra dan budaya karena kedua komponen tersebut mempunyai muatan kajian antara manusia dengan lingkungan kehidupannya. Hal tersebut tentutny ditanamkan sejak siswa masih duduk di bangku pendidikan Sekolah Dasar (SD). Adapun bentuk langkah-langkah tersebut adalah, (1) mengaplikasikan pengajaran sastra dalam membentuk karakter siswa SD, baik di lingkungan pendidikan formal maupun di lingkungan keluarga, (2) mengaplikasikan pengajaran budaya dalam pendidikan karakter siswa SD, dan (3) optimalisasi peran sastra dan budaya dalam pembentukan karakter anak. Dengan melaksanakan beberapa permasalah tersebut, maka diharapkan terciptanya kehidupan manusia yang bermartabat dan berkarakter, sehingga generasi yang berkarakter dapat membangun NKRI pada kehidupan yang bermartabat
Struktur Dan Nilai-nilai Pendidikan Dalam Cerita Rakyat Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat
Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mendeskripsikan struktur dan nilai-nilai pendidikan yang terdapat dalam cerita rakyat Kabupaten Tanah Datar. Pengumpulan data dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama merupakan tahap perekaman sastra lisan cerita rakyatKabupaten Tanah. Tahap kedua pengumpulan data tentang lingkungan penceritaan. Data tentang lingkungan penceritaan dikumpulkan melalui teknik pencatatan, pengamatan, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pertama, dari 12 cerita rakyat Kabupaten Tanah Datar yang dianalisis, kelima unsur intrinsik tergambar dalam cerita rakyat. Hal tersebut menunjukan bahwa cerita rakyat bagian dari karya sastra yang kehadirannya dapat bermanfaat bagi penikmat sastra karena peristiwa dihantarkan oleh struktur cerita yang jelas. Kedua, untuk nilai pendidikan yang terdapat dalam cerita Rakyat Kabupaten Tanah Datar meliputi, (1) nilai pendidikan moral, (2) nilai pendidikan budaya, (3) nilai pendidikan religius, (4) nilai pendidikan sejarah, (5) nilai kepahlawanan (semangat perjuangan)
Using Video in Role Playing Technique to Improve the Elementary
Speaking is the earliest skill among other language skills acquired by children and serves as the medium most frequently used in communication. Nevertheless, speaking becomes a difficult skill when performed in public, especially for elementary school. This study aims at describing how the use of video as the media in role playing in teaching speaking to elementary school students can improve their ability in speaking. This is a qualitative study using classroom action research as the design. The subject was the elementary school students at SDI Khaira Ummah Padang, West Sumatra, Indonesia. The selected video was entitled —As a Result of Telling Lies which was played before the students were asked to speak. The data were the students’ oral expression ability collected using tests, interviews, observation and documentation. The results of data analysis show that the students’ speaking ability improves in every cycle.
Keywords: Videos, role playing, technique in teaching speaking, elementary school student
UPAYA PENGEMBANGAN BAHASA INDONESIA DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN KARAKTER GENERASI ERA MILENIAL
AbstrakArtikel ini membahas permasalahan tentang upaya pengembangan bahasa Indonesia di lingkungan pendidikan sebagai pembentukan karaketer generasi era milenial. Pendidikan merupakan lembaga resmi yang berada di bawah naungan negara, sejatinya pendidikan merupakan hal yang sangat penting yang harus dimiliki setiap individu manusia. Dengan adanya pendidikan diharapkan mampu mencerdaskan anak bangsa. Hal ini terlihat dari kedudukan atau keberadaan pendidikan yang tertera dalam Undang-Undang No.2 tahun 2003. Dalam dunia pendidikan kemampuan yang harus dimiliki setiap individu ialah kemampuan berbahasa yang dapat membantu seseorang dengan mudah berkomunikasidengan baik. Namun pada kenyataannya hal itu tidak berjalan dengan semestinya, terlihat pada ruang dunia pendidikan di era milenial yang masih kurang menerapkan penggunaan bahasa baku dan benar, sehingga bahasa Indonesia selalu diselewengkan oleh penuturannya.Hal ini menjadikan bahasa Indonesia terlihat kurang berwibawa dan tidak teratur. Oleh sebab itu, perlunya upaya untuk menjaga yaitu (1) tidak takut salah dalam pengucapan, (2) tidak malu dalam pengucapan dan kesalahan, (3) tidak cemas jika ada kesalahan, (4) hilangkan ketidak percaya diri.Kata Kunci: Pendidikan, bahasa Indonesia, upaya pengembangan.AbstractThis article discusses the challenges of developing Indonesian in the educationenvironment as millennial generation character formation. Education is an officialinstitution that is under the auspices of the state, in fact education is a very important thing that must be owned by every individual human being. Education is expected to be able to educate the nation's children. This can be seen from the position or education stated in Law No. 2 of 2003. In the world of education, the ability that must be fulfilled by everyone who needs abilities that can help anyone who easily communicates with the good. But when it did not work properly, it was seen in the world of education in the millennial era that it still lacked raw and correct language, so that Indonesian was always distorted by its narrative. This makes Indonesian language look less authoritative and irregular. Therefore, (1) is not afraid of misreading, (2) not afraid of pronunciation andmistakes, (3) not afraid of mistakes, (4) eliminating self-mistrust.Keywords: Education, Indonesian, Development Efforts
Indonesian Language and Literature Learning Insightful Ecological Intelligence as a Container of Environmental Education
The article discusses the importance of cultivating a human environment. A sense of caring does not appear to be in a person, but through learning and being used to it in life. Efforts to familiarize themselves with the environment should be exalted early through the education level and supported by the family and community environment. One of the subjects that play an important role in cultivating the character of the environment is Indonesian language and literature. Through the teaching of Indonesian language and literature, the teacher packs an insight into ecological intelligence by referring to Mulyasa theory (2013) that one of the 2013 curriculum developments is environmental issues. Furthermore, Theoretical issues and the practice of ecological-oriented learning practices refer to the theory of Suwandi (2019) and Septiaji and Nisya (2020). Based on a description of the Indonesian language and literature study, optmalization of students ' caring for the environment can be carried out well.
Keywords: learning, language and literature, ecological intelligence
Abstrak
Artikel membahas permasalahan pentingnya menanamkan sikap peduli terhadap lingkungan bagi manusia. Rasa kepedulian tidak muncul begitu saja dalam diri seseorang, melainkan melalui pembelajaran dan membiasakannya dalam kehidupan. Upaya membiasakan kepedulian terhadap lingkungan harus dimulia sejak dini melalui jenjang pendidikan dan didukung oleh lingkungan keluarga dan masyarakat. Salah satu mata pelajaran yang berperan penting dalam menanamkan karakter peduli terhadap lingkungan adalah bahasa dan sastra Indonesia. Melalui pengajaran bahasa dan sastra Indonesia, guru mengemas bahan ajar berwawasan kecerdasan ekologis dengan mengacu pada teori Mulyasa (2013) bahwa salah satu pengembangan kurikulum 2013 adalah permasalahan lingkungan hidup. Selanjutnya, permasalah secara teorEtis dan praktik pelaksanaan pembelajaran berwawasan ekologis mengacu pada teori Suwandi (2019) dan Septiaji dan Nisya (2020). Berdasarkan uraian tentang pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia berwawasan ekologis, optmalisasi penanaman karakter kepedulian siswa terhadap lingkungan dapat terlaksana dengan baik.
Kata kunci: pembelajaran, bahasa dan sastra, kecerdasan ekologi
CONFLICT AND MORALITY OF CHARACTERS IN NOVEL
This study aims to describe the conflict and morality contained in the novel Rumahtanpa Jendela by Asma Nadia. The theory used is the opinion put forward by Ahadiat(2017) on the theory of ”Language Style”, Nurgiyantoro (2013) on ”The Meaning ofNovels”, Nuriyatin (2016) on ”Conflict”, and Putra (2021) on ”Moral Values”. This type ofresearch is a qualitative research using descriptive method. Based on data analysis,the characters in the novel Rumah tanpa Jendela by Asma Nadia experienced internalconflict consisting of 25 data and experienced external conflict consisting of 25 data.Based on the amount of data on internal conflict and external conflict, it is found that theconflict is equally dominant, because the amount of data shows the balance betweeninternal conflict and external conflict contained in the novel Rumah tanpa Jendela byAsma Nadia. Moral values in the novel Rumah tanpa Jendela by Asma Nadia, thereare good values and bad values. Good value is found in the character Rara who nevergives up in realizing her dreams, so that Rara can finally realize the dream that Raracontemplates every day. While bad scores were found in the characters of Abah andUmmi Alia who forced their will without thinking about Alia’s feelings, and bad scoreswere also found in the characters of Bude Asih who initially worked as prostitutes.From these results it can be concluded that there are 21 characters in the novel Rumahtanpa Jendela by Asma Nadia, but only 8 characters have conflict and morality. Themost dominant conflict is found in the main character, namely Rara which consistsof 26 data, while the most dominant moral value is good value which consists of 31 data.
Keywords: conflict, morality, character, novel, rumah , tanpa jendel
KONTRIBUSI PENGETAHUAN PARAGRAF TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS ARGUMENTASI MAHASISWA
Abstract: The purpose of this study is to know the contribution of paragraph knowledge to the skill of argument writing. Because at this time it appears that knowledge of the writing or paragraph less attention in writing. Though good writing is also seen from the writing or knowledge of paragraphs are good as well. While in the skill of argumentation writing, the student still difficulties in giving opinion or opinion of phenomenon that happened and actual moment at this time. This research method using descriptive correlational design. The population of this study are students of Indonesian Education Studies Program BP 20016/2017 which amounted to 30 people. Based on the result of research that the average knowledge of paragraph is 32,25. And the contribution of paragraph knowledge to argumentation writing skills is 12%. So it can be concluded that the knowledge of paragraphs affect the skill of writing argumentation of students of Bung Hatta University School of Education, but the knowledge of the paragraph is very less that seen from the average class.Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi pengetahuan paragraf terhadap keterampilan menulis argumentasi. Karena pada saat ini terlihat bahwa pengetahuan terhadap tata tulis atau paragraf kurang diperhatikan dalam menulis. Padahal tulisan yang baik itu juga dilihat dari tata tulis atau pengetahuan terhadap paragraf yang baik pula. Sedangkan pada keterampilan menulis argumentasi, mahasiswa masih kesulitan dalam memberikan opini atau pendapat fenomena yang terjadi dan teraktual pada saat sekarang ini. Metode penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif korelasional. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia BP 20016/2017 yang berjumlah 30 orang. Berdasarkan hasil penelitian bahwa rata-rata pengetahuan paragraf adalah 32,25. Serta kontribusi pengetahuan paragraf terhadap keterampilan menulis argumentasi sebesar 12%. Maka dapat disimpulkan bahwa pengetahuan paragraf berpengaruh terhadap keterampilan menulis argumentasi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Bung Hatta, akan tetapi pengetahuan terhadap paragraf sangat kurang yang dilihat dari rata-rata kelas.
FUNGSI KESENIAN RAKYAT DALAM PENATAAN SANGGAR SEBAGAI UPAYA MENJAGA EKSISTENSI BUDAYA LOKAL
Abstrak. Artikel ini membahas permasalahan tentang fungsi kesenian rakyat dalam penataan sanggar budaya lokal. Upaya tersebut muncul disebabkan oleh pengaruh budaya asing ke dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang kaya akan nilai-nilai budaya yang berakar dari budaya daerah/kearifan lokal. Hal tersebut menyebabkan bergesernya bahkan mengikis kebudayaan/kearifan lokal yang menjadi kebanggan segenap warga negara Indonesia. Oleh sebab itu, perlu adanya upaya dalam menyikapi permasalahan tersebut. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mendirikan sanggar budaya lokal sehingga dapat memberikan penyadaran kepada masyarakat, khususnya generasi muda tentang arti penting menjaga dan merawat kebudayaan. Adapun langkah-lankah dalam mendiri sanggar budaya lokal adalah (1) wadah yang khas, (2) wadah yang efisien dan fleksibel, dan (3) wadah yang permanenKata kunci: fungsi, kesenian rakyat, penataan, sanggarAbstract. This article discusses the issue of the function of folk art in structuring the local culture. These efforts arise due to the influence of foreign culture into the lives of Indonesian people who are rich in cultural values rooted in local culture / local wisdom. This causes shifting and even eroding local culture / wisdom which is the pride of all Indonesian citizens. Therefore, efforts need to be made in addressing these problems. One effort that can be done is to establish a local cultural studio so that it can provide awareness to the community, especially the younger generation about the importance of maintaining and caring for culture. The steps in establishing a local cultural workshop are (1) a typical container, (2) an efficient and flexible container, and (3) a permanent container. Keywords: function, folk art, structuring, studi
CONTRIBUTION OF ARGUMENTATATIVE PARAGRAPH TOWARD STUDENT'S WRITING SKILL OF INDONESIAN EDUCATION STUDENTS (KONTRIBUSI PARAGRAF ARGUMENTASI TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA)
The purpose of this study was to determine the contribution of knowledge paragraphs to the writing skills of argumentation. Because at the moment it looks that the knowledge of Grammar or paragraph less attention in writing. Though good writing was also seen from Grammar or knowledge of the paragraphs is good also. While the argument writing skills, students are still difficulties in providing opinions or opinions and Actual phenomena occurring at present. This research method using a descriptive correlational design. This study population is students of Indonesian Education 20016/2017 BP totaling 30 people. Based on the research that the average knowledge of the paragraph is 32.25. And the contribution of knowledge to the writing skills of argument paragraph by 12%. It can be concluded that the knowledge paragraphs affect student writing skills arguments the Indonesian Education Studies Program University of Bung Hatta, but knowledge of the paragraph is very less seen than the class average
