37 research outputs found
PENGEMBANGAN PANDUAN PELATIHAN MIND MAP BAGI SISWA KELAS VII DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) NEGERI 2 MALANG
ABSTRAK Febriani, Roiyan One. 2015. Pengembangan Panduan Pelatihan Mind Map Bagi Siswa Kelas VII di Sekolah Menengah Prtama (SMP) Negeri 2 Malang. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd (II) Dra. Elia Flurentin, M.Pd. Kata Kunci: Mind Map, Strategi Belajar, Siswa SMP Berdasarkan analisis angket kebutuhan siswa dan wawancara konselor menyatakan bahwa belum pernah ada panduan pelatihan mind map untuk siswa SMP. Oleh sebab itu, peneliti mengembangkan panduan pelatihan mind map bagi siswa SMP. Mind map adalah diagram istimewa yang cara kerjanya sesuai dengan cara kerja otak dan yang membantu siswa untuk berpikir, membayangkan, mengingat, dan merencanakan serta memilah informasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan produk berupa panduan pelatihan mind map bagi siswa SMP. Rancangan penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan prosedural bersifat deskriptif dengan mengadaptasi langkah-langkah dari strategi pengembangan Borg and Gall (1983), yaitu: melakukan pengumpulan data, menyusun tujuan, mengembangkan produk bentuk awal, melakukan uji ahli lapangan utama, melakukan revisi produk berdasarkan saran-saran dari hasil uji lapangan, melakukan uji coba produk terbatas, melakukan revisi produk akhir. Uji ahli adalah seorang ahli bimbingan dan konseling, dan ahli media. Subjek uji kelompok kecil adalah 6 siswa kelas VII SMPN 2 Malang. Hasil penilaian data kuantitatif dianalisis dengan analisis rerata, sedangkan hasil penilaian data kualitatif dianalisis dengan analisis deskriptif. Spesifikasi dari instrumen uji ahli meliputi ketepatan, kegunaan, kemudahan, dan kemenarikan. Berdasarkn penilaian dari ahli materi BK diperoleh skor rata-rata sebesar 3,35 dan 3,85, dari ahli media diperoleh rata-rata sebesar 3,13 dan 3,97, dari calon pengguna produk diperoleh rata-rata sebesar 3,29, dan dari kelompok kecil diperoleh rata-rata sebesar 3,53. Panduan pelatihan mind map sudah sangat sesuai didasarkan pada penilaian terhadap ketepatan/ kegunaan/kemudahan/kemenarikan panduan. Materi yang ada di dalam panduan pelatihan mind map ini sangat dibutuhkan oleh siswa kelas VII untuk mengenal mind map sebagai salah satu strategi belajar efektif. Dari hasil penelitian pengembangan ini disarankan kepada konselor agar dapat menambah konsep materi dari matapelajaran lain sebagai informasi belajar efektif untuk siswa. Hendaknya konselor melibatkan guru matapelajaran tertentu dalam mengaplikasikan mind map dalam pembelajaran siswa. Bagi sekolah, diharapkan memanfaatkan panduan pelatihan mind map dengan cara memperbanyak panduan agar siswa memiliki pegangan secara individu. Panduan pelatihan mind map ini perlu diadakan adaptasi apabila akan digunakan untuk siswa di sekolah lain, yaitu adaptasi pada kebutuhan siswa terhadap panduan pelatihan mind map ini. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk melakukan penelitian eksperimen untuk mengetahui keefektifan panduan pelatihan mind map
Keefektifan konseling individu pendekatan cognitive behavior modification untuk meningkatkan disiplin mahasiswa (sertifikat hak cipta)
Disiplin merupakan kemampuan dalam mengarahkan dan mengatur kepribadian masing-masing individu sebagai pengontrol terhadap diri sebagai upaya untuk mencapai tujuan. Perilaku disiplin merupakan salah satu hal yang harus dikembangkan pada diri mahasiswa agar dapat menunjukkan sejauh mana penerimaan mahasiswa terhadap perilaku yang hendak ditunjukkan di lingkungannya. Penelitian ini bertujuan menguji keefektifan konseling individu pendekatan cognitive behavior modification untuk meningkatkan disiplin mahasiswa PGMI.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian pretest and posttest control group design. Berdasarkan hasil pengukuran dengan skala disiplin diri terdapat 12 mahasiswa yang teridentifikasi mengalami tingkat disiplin diri rendah. Selanjutnya dari 12 mahasiswa dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 6 mahasiswa berada pada kelompok eksperimen menggunakan pendekatan cognitive behavior modification dan 6 mahasiswa pada kelompok kontrol menggunakan pendekatan realita. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah skala disiplin diri dan pedoman wawancara.
Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Two Independent Test-Mann-Whitney U digunakan untuk membandingkan hasil skor posttest kedua kelompok. Berdasarkan hasil uji Two Independent Test-Mann-Whitney U nilai posttest pada kelompok eksperimen sebesar 103,67 sedangkan pada kelompok kontrol yaitu 89.8 dengan nilai Asymp Sig. (2-tailed) atau nilai signifikansi sebesar 0,004 atau kurang dari 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa konseling dengan pendekatan cognitive behavior modification dinilai lebih efektif dalam meningkatkan disiplin mahasiswa dibandingkan konseling pendekatan realita
Panduan intervensi cognitive behavior modification untuk menurunkan prokrastinasi akademik siswa SMA
Panduan intervensi cognitive behavior modification untuk menurunkan prokrastinasi akademik Siswa SMA
Keefektifan pendekatan Cognitive Behavior Modification (CBM) untuk meningkatkan disiplin
Disiplin merupakan bentuk taat dan patuh seorang individu terhadap nilai dan norma di lingkungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menguji keefektifan pendekatan CBM untuk meningkatkan disiplin diri mahasiswa. Rancangan penelitian adalah pretest posttest control group design. Dua belas mahasiswa dipilih sebagai subjek penelitian melalui teknik purposif sampling. Analisis data untuk membuktikan keefektifan pendekatan CBM menggunakan analisis statistik uji Two Independent Test-Mann-Whitney U. Berdasarkan uji analisis statistik membuktikan bahwa Ha diterima yang berarti pendekatan cognitive behavior modificationlebih efektif untuk meningkatkan disiplin mahasiswa dibandingkan dengan pendekatan realita
Keefektifan konseling individu pendekatan cognitive behavior modification untuk meningkatkan disiplin mahasiswa (sertifikat hak cipta)
Disiplin merupakan kemampuan dalam mengarahkan dan mengatur kepribadian masing-masing individu sebagai pengontrol terhadap diri sebagai upaya untuk mencapai tujuan. Perilaku disiplin merupakan salah satu hal yang harus dikembangkan pada diri mahasiswa agar dapat menunjukkan sejauh mana penerimaan mahasiswa terhadap perilaku yang hendak ditunjukkan di lingkungannya. Penelitian ini bertujuan menguji keefektifan konseling individu pendekatan cognitive behavior modification untuk meningkatkan disiplin mahasiswa PGMI.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian pretest and posttest control group design. Berdasarkan hasil pengukuran dengan skala disiplin diri terdapat 12 mahasiswa yang teridentifikasi mengalami tingkat disiplin diri rendah. Selanjutnya dari 12 mahasiswa dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 6 mahasiswa berada pada kelompok eksperimen menggunakan pendekatan cognitive behavior modification dan 6 mahasiswa pada kelompok kontrol menggunakan pendekatan realita. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah skala disiplin diri dan pedoman wawancara.
Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Two Independent Test-Mann-Whitney U digunakan untuk membandingkan hasil skor posttest kedua kelompok. Berdasarkan hasil uji Two Independent Test-Mann-Whitney U nilai posttest pada kelompok eksperimen sebesar 103,67 sedangkan pada kelompok kontrol yaitu 89.8 dengan nilai Asymp Sig. (2-tailed) atau nilai signifikansi sebesar 0,004 atau kurang dari 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa konseling dengan pendekatan cognitive behavior modification dinilai lebih efektif dalam meningkatkan disiplin mahasiswa dibandingkan konseling pendekatan realita
IMPLIKATUR DALAM NOVEL DEAR NATHAN KARYA ERISCA FEBRIANI (KAJIAN PRAGMATIK)
The utterances that occur in every dialogue in the novel often have various purposes or intentions that are certainly not the same as the real one. Likewise, conversations in novels cannot be separated from the power of imagination built by the author which makes the reader have to analyze the hidden meanings in each story. Thus, it can be said that the speech in every dialogue of the novel has an implied purpose. This research is an implicature study through the use of pragmatic studies which aims to describe the types of implicatures in the novel "Dear Nathan" by Erisca Febriani. This study uses a qualitative descriptive method. The subject of this research is the novel "Dear Nathan" by Erisca Febriani. Data is collected by analyzing, reviewing, and recording documents (content analysis), then processing the data objectively regarding the meaning and types of implicatures. The results obtained from this study include the types of implicatures in the novel "Dear Nathan" by Erisca Febriani, namely directive, representative, commissive, expressive, and declaration speech acts
Keefektifan Teknik Self Regulated Learning (SRL) untuk Meningkatkan Disiplin Mahasiswa
Disiplin merupakan bentuk perilaku ketaatan dan kepatuhan seorang individu
terhadap nilai dan norma yang ebrlaku di lingkungan masyarakat. Disiplin
merupakan kemampuan mengatur dan mengarahkan kepribadian individu sebagai
pengontrol terhadap diri sendiri. Perilaku disiplin perlu dikembangkan pada diri
mahasiswa. penelityian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan SRL untuk
meningkatkan disiplin mahasiswa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian
pretest-posttest control group design. Dua belas mahasiswa dipilih sebagai subjek
penelitian melalui teknik pengambilan sampel purposive sampling. Kelompok
eksperimen berjumlah enam orang dan kelompok kontrol berjumlah enam orang.
Kelompok eksperimen diberikan intervensi menggunakan teknik SRL, sedangkan
kelompok kontrol menggunakan pendekatan realita. Analisis data menggunakan uji
Wilcoxon.
Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai uji beda sebesar 0,27 untuk kelompok
eksperimen dan 0,26 untuk kelompok kontrol. Berdasarkan uji hipotesis terbukti H0
ditolak. Hal ini berarti teknik SRL yang digunakan lebih efektif dibandingkan
pendekatan realita. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa SRL merupakan salah
satu teknik yang dapat digunakan untuk meningkatkan disiplin mahasiswa melalui
konseling kelompok
Keefektifan Teknik Self Regulated Learning (SRL) untuk Meningkatkan Disiplin Mahasiswa
Disiplin merupakan bentuk perilaku ketaatan dan kepatuhan seorang individu
terhadap nilai dan norma yang ebrlaku di lingkungan masyarakat. Disiplin
merupakan kemampuan mengatur dan mengarahkan kepribadian individu sebagai
pengontrol terhadap diri sendiri. Perilaku disiplin perlu dikembangkan pada diri
mahasiswa. penelityian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan SRL untuk
meningkatkan disiplin mahasiswa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian
pretest-posttest control group design. Dua belas mahasiswa dipilih sebagai subjek
penelitian melalui teknik pengambilan sampel purposive sampling. Kelompok
eksperimen berjumlah enam orang dan kelompok kontrol berjumlah enam orang.
Kelompok eksperimen diberikan intervensi menggunakan teknik SRL, sedangkan
kelompok kontrol menggunakan pendekatan realita. Analisis data menggunakan uji
Wilcoxon.
Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai uji beda sebesar 0,27 untuk kelompok
eksperimen dan 0,26 untuk kelompok kontrol. Berdasarkan uji hipotesis terbukti H0
ditolak. Hal ini berarti teknik SRL yang digunakan lebih efektif dibandingkan
pendekatan realita. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa SRL merupakan salah
satu teknik yang dapat digunakan untuk meningkatkan disiplin mahasiswa melalui
konseling kelompok
Cognitive Behavior Modification untuk Menurunkan Prokrastinasi Akademik Siswa Sekolah Menengah Atas
Abstract: Procrastination is a problem that many students experience. This study aimed to investigate the effectiveness of cognitive behavior modification to reduce academic procrastination of high school students. To achieve this goal, this study used a single subject design. Three male students and two female students were selected as research participants using a purposive sampling technique. Data on the rate of procrastination in the baseline 1 (A1), intervention (B) and baseline 2 (A2) phases were obtained from the academic procrastination observation sheet. The data were then analyzed using visual graphic analysis with the split middle method. The analysis showed a decrease in academic procrastination behavior in each student after cognitive behavior modification intervention. This proves that the cognitive behavior modification approach is effective in reducing academic procrastination of high school students.Abstrak: Prokrastinasi merupakan permasalahan yang banyak dialami para siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan cognitive behavior modification untuk menurunkan prokrastinasi akademik siswa sekolah menengah atas (SMA). Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan rancangan single subject design. Tiga siswa laki-laki dan dua siswa perempuan dipilih sebagai subjek penelitian dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data tingkat prokrastinasi pada fase baseline 1 (A1), intervensi (B) dan baseline 2 (A2) diperoleh dari lembar observasi prokrastinasi akademik. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan analisis visual grafik dengan metode split middle. Hasil penelitian menunjukkan penurunan perilaku prokrastinasi akademik pada masing-masing siswa setelah intervensi cognitive behavior modification. Hal ini membuktikan bahwa pendekatan cognitive behavior modification efektif untuk menurunkan prokrastinasi akademik siswa SMA
