115 research outputs found

    ANALISIS TITIK RAWAN KECELAKAAN (BLACK SPOT) DI JALUR PANTURA KABUPATEN PEMALANG

    Get PDF
    Andhika Rizky Prayoga, 2021 “Analisis Daerah Rawan Kecelakaan Di Jalan Pantura Kabupaten Pemalang”. Laporan skripsi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Pancasakti Tegal 2021. Seiring bertambahnya penduduk setiap tahunnya menyebabkan kebutuhan transportasi juga semakin meningkat, secara tidak langsung akan memperbesar resiko tumbuhnya permasalahan transportasi. Salah satu masalah yang disorot adalah masalah kecelakaan lalu lintas. Kecelakaan lalu lintas umumnya terjadi karena berbagai faktor penyebab seperti pelanggaran atau tindakan tidak hati-hati para pengguna Adapun tujuan dari penelitian ini asalah untuk mengetahui karakteristik ruas jalan pantura Kabupaten Pemalang pada saat ini, mengetahui titik daerah rawan kecelakaan (black spot) yang ada di ruas Jalan Pantura Kabupaten Pemalang, dan merumuskan solusi atau penyelesaian masalah di titik rawan kecelakaan di jalan pantura kabupaten pemalang. Metode penelitian yang digunakan sebagai nilai batas penentuan black spot adalah Metode UCL. Penelitian dilakukan di jalur Pantura Kabupaten Pemalang pada masing- masing jalur atau arah dikarenakan tipe jalan yang dilengkapi dengan median atau pemisah arah. Dari hasil analisis dan hasil pembahasan, kondisi jalan Pantura Kabupaten Pemalang saat ini memiliki kondisi yang cukup baik diantaranya fasilitas perlengkapan jalan yang sudah memadai serta memiliki kinerja ruas jalan dengan V/C Ratio 0,28 untuk ruas jalan dari arah barat ke timur, sedangkan dari arah sebaliknya yaitu dari arah timur ke barat yaitu dengan V/C Ratio 0,22 dengan tingkat pelayanan Dilihat dari sisi kecepatan kendaraan dilapangan, rata-rata kecepatan yaitu 73,6 km/jam dimana masih mendekati dengan kecepatan rencana pada ruas jalan Pantura Kabupaten Pemalang. Kata Kunci : Titik Rawan Kecelakaan (Blackspot), Jalan Pantura Kabupaten Pemalang

    IMPLEMENTASI SHIPSHORE SAFETY CHECKLIST DALAM UPAYA PENINGKATAN KESELAMATAN DAN PENCEGAHAN POLUSI PADA PROSES MUAT CRUDE PALM OIL DI TUKS PT SUMBER KENCANA INHU

    Get PDF
    ABSTRAKSI Prayoga, Rizky Adi. 2024. “Implementasi Shipshore Safety Checklist dalam Upaya Peningkatan Keselamatan dan Pencegehan Polusi Pada Proses Muat Crude Palm Oil di TUKS PT Sumber Kencana Inhu”. Skripsi. Diploma IV, Program Studi TALK, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I : Dr. Andi Prasetiawan, S.Si.T., M.M., Pembimbing II : Dr. F. Pambudi Widiatmaka, S.T., M.T. Operasi pemuatan crude palm oil (CPO) di TUKS PT Sumber Kencana Inhu belum dilaksanakan dengan lancar, dalam operasi pemuatan masih ditemukan terjadinya tumpahan sehingga menimbulkan ancaman terhadap keselamatan muatan dan pencemaran lingkungan. Selain itu, operasi pemuatan juga belum menerapkan Shipshore Safety Checklist (SSCL) sebagai panduan pemeriksaan keselamatan sebelum melakukan pemuatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penyebab terjadinya tumpahan CPO serta upaya penerapan SSCL di TUKS PT Sumber Kencana Inhu untuk mengatasi tumpahan yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis fishbone untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya tumpahan sehingga mengancam keselamatan muatan dan polusi. Selain analisis fishbone, penelitian ini juga menggunakan analisis SWOT untuk menentukan faktor strategis implementasi shipshore safety checklist di TUKS PT Sumber Kencana Inhu. Hasil penelitian ini menunjukan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tumpahan CPO pada operasi pemuatan yaitu faktor manusia dengan kurangnya koordinasi antara loading master dengan chief officer, faktor metode dengan kurangnya SOP pemeriksaan fasilitas muat, dan faktor material dengan sifat CPO yang mudah mengalami penurunan temperature. Dalam mengatasi tumpahan tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan koordinasi antara loading master dan chief officer, menerapkan standar pemeriksaan fasilitas muat secara detail, membuat prosedur pemuatan sehingga pemuatan dapat dilakukan dengan efisien. Untuk penerapan SSCL dapat dilakukan dengan menerapkan indikator yang terdapat pada SSCL ke dalam SOP operasi pemuatan dan menerjemahkan SSCL ke dalam Bahasa Indonesia sehingga SSCL dapat dipahami dengan mudah

    Kebijakan Hukum Pidana Dalam Penanganan Praktik Prostitusi Di Kalangangenerasi Muda (Studi pada Kepolisian Daerah Sumatera Utara)

    Get PDF
    Prostitusi merupakan gejala sosial yang tumbuh dan berkembang sejak lama di Indonesia, terutama di kalangan generasi muda dan ironisnya dalam KUHP, tidak ada aturan hukum secara tegas yang melarangnya, oleh sebab itu perlu dilakukan kajian yuridis, yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya praktik prostitusi di kalangan generasi muda, mengetahui kebijakan hukum pidana dalam penanganan praktik prostitusi di kalangan generasi muda, dan mengetahui faktor-faktor penghambat penerapan kebijakan hukum pidana dalam penanganan praktik prostitusi di kalangan generasi muda. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif, dengan pendekatan asas dan pendekatan perundang-undangan, sedangkan sifatnya deskriptif. Data penelitian ini adalah data kewahyuan dan data sekunder berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tertier, oleh sebab itu alat pengumpul data menggunakan metode studi dokumen dan wawancara, yang selanjutnya dianalisis secarayuridis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis terhadap rumusan masalah yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwapraktik prostitusi di kalangan generasi muda pada umumnya karena adanya faktor ekonomi, faktor kemajuan teknologi, faktor pendidikan, faktor keluarga dan faktor terjadinya akulturasi antara budaya barat dan budaya timur di Indonesia. Sampai saat ini belum ada kebijakan yang dapat menanggulangi praktik prostitusi, sehingga hanya dapat dijerat hukuman dengan kejahatan asusila.Beberapa faktor yang menghambat kepolisian dalam mengatasi praktik prostitusi di kalangan generasi muda karena belum ada undangundang yang mengatur secara jelas tentang praktik prostitusi. Perlu disarankanadanya pendidikan terhadap masyarakat khususnya orang tua dan sekolah dalam mengawasi kegiatan anak remaja dalam menjalan aktivitas seharihari, sehingga anak muda jauh terhindar dari praktik prostitusi yang meresahkan orangtua, perlu dilakukan pembentukan peraturan yang lebih spesifik untuk mengawasi praktik prostitusi yang ada di kalangan generasi muda, danperlu dilakukan kerjasama antar penegak hukum khususnya kepolisian dengan masyarakat untuk mengurangi terjadinya angka praktik prostitusi yang ada di generasi muda

    ANALISIS POSTUR KERJA UNTUK MENGURANGI MUSCUKOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PRODUKSI ROKOK PR TRUBUS ALAMI MENGGUNAKAN METODE ART TOOL

    No full text
    Jika membutuhkan abstrak atau isi jurnal silahkan menghubungi author melalui [email protected] atau [email protected] Dipublikasikan tanggal: 30 Maret 202

    ANALISIS POSTUR KERJA MANUAL MATERIAL HANDLING DI BAGIAN WAREHOUSE PADA PT. KENCANA INTI ANDALAN MENGGUNAKAN METODE OWAS DAN RULA

    Get PDF
    Postur tubuh merupakan hal yang sangat penting dalam bekerja dikarenakan postur tubuh mempengaruhi konsentrasi dan produktivitas pekerja. Kesalahan atau kurang baik nya postur tubuh dalam melakukan pekerjaan dapat membahayakan pekerja. Pekerja bisa mengalami cedara MSDS (muskoleskeletal disorders) atau bahkan sampai kelecakaan kerja. PT. Kencana Inti Andalan merupakan perusahaan yeng bergerak dibidang penjualan barang material bangunan, dalam melakukan kegiatan kerja sehari-hari para pekerja melakukan bongkar muat barang material sehingga pekerja banyak mengalami keluhan postur kerja yang membuat mereka cepat lelah atau pegal oleh sebab itu penulis melakukan analisis perbaikan postur tubuh dengan menggunakan metode owas dan rula, setelah dilakukan analisis didapatkan hasil skor yang tinggi dan berbahaya dari tiap proses kerja yang dilakukan oleh pekerja. Skor yang didapatkan berjumlah 6 dikategorikan sangat tinggi dan perlu cepat adanya perbaikan, maka dari itu penulis melakukan usulan dan perhitungan usulan untuk dilakukan nya perbaikan agar skor dapat turun. dengan merekomendasikan postur yang lebih aman dan juga adanya tambahan alat bantu seperti penambahan meja bantu dan hand pallet skor pun turun menjadi 4 dan di kategorikan lebih aman bagi postur pekerja, Perbaikan postur tubuh dan penambahan alat bantu membuat postur kerja dapat lebih nyaman dan aman juga dapat membuat proses kerja cepat dan ringkas sehingga para pekerja bisa mendapatkan hasil yang lebih efektif. Kata kunci: Postur kerja, Owas, Rula, muskoleskeletal disorders, perbaikan postu

    TANGGUNG JAWAB PENGANGKUT UDARA (AIR CARRIER) TERHADAP PENUMPANG DISABILITAS KARENA PERBUATAN MELAWAN HUKUM MENURUT HUKUM INTERNASIONAL

    Get PDF
    Dalam Pasal 9 Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas dengan Resolusi 61/106 Tahun 2006 yaitu mengatur tentang hak aksesibilitas penggunaan transportasi di tempat umum bagi penyandang disabilitas dan Pasal 134 Undang-Undang No 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan dalam ayat (1) memperoleh perlakuan khusus dan fasilitas khusus dari badan usaha angkutan udara niaga. Pada kenyataannya penyandang disabilitas bernama Dwi Ariyani tidak memperoleh hak tersebut sehingga beliau gagal berangkat ke Swiss karena diturunkan oleh awak kabin pengangkut udara. Akibat perbuatan awak kabin tersebut menimbulkan kerugian kepada Dwi Ariyani, namun kerugian yang dialami ibu dwi ariyani tidak diatur dalam Konvensi Montreal 1999 yang merupakan Konvensi yang mengatur tanggung jawab pengangkut udara internasional.Penulisan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dalam hukum pengangkutan udara internasional apakah perbuatan tersebut dapat dimintakan pertanggung jawabannya secara hukum dan bagaimana perusahaan angkutan udara bertanggung jawab kepada penumpang yang mengalami kerugian. Jenis penelitian dalam penulisan hukum ini menggunakan penelitian yuridis empiris. Penelitian yuridis empiris adalah penelitian hukum mengenai pemberlakuan ketentuan hukum normatif (konvensi, undang-undang atau kontrak) secara in action pada setiap peristiwa hukum tertentu yang terjadi dalam masyarakat.Hasil dari penulisan ini adalah bahwa perbuatan awak kabin tersebut dapat diminta pertanggung jawabaannya secara hukum berdasarkan prinsip perbuatan melawan hukum dalam pengangkutan internasional yaitu prinsip tanggung jawab mutlak dan untuk mendapatkan tanggung jawab berupa ganti kerugian terhadap korban yaitu korban terlebih dahulu harus mengajukan gugatan di pengadilan dimana korban dapat mengakses lebih mudah artinya dapat diajukan atas pilihan penggugat. Pada kasus ini penggugat mengajukan gugatan di pengadilan penggugat bertempat tinggal.Disarankan negara-negara peserta Konvensi Montreal 1999 agar kedepannya dapat mengatur lebih banyak pasal-pasal kerugian yang belum diatur dan diharapkan kepada pihak pengangkut udara untuk tidak melakukan diskriminasi kembali kepada penumpang penyandang disabiilitas serta diharapkan hakim dalam menyelesaikan perkara ini seadil-adilnya

    Hubungan Antara Persepsi Siswa Tentang Sarana Dan Prasarana Ruang Praktik Otomotif Dengan Hasil Belajar Mata Diklat Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif Siswa Kelas X TSM SMKN 9 Malang.

    No full text
    ABSTRAK   Faktor yang berpengaruh terhadap kompetensi para siswa SMK salah-satunya yaitu penyediaan sarana dan prasarana di sekolah. Pentingnya pengadaan sarana dan prasarana yang sesuai standar menjadi salah satu kunci kesuksesan sekolah untuk menunjang proses pendidikan agar berjalan efektif dan efisien. Tujuan pelitian ini untuk mengetahui hubungan antara persepsi siswa tentang sarana dan prasarana ruang praktik otomotif dengan hasil belajar mata diklat PDTO. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian korelasi kuantitatif, yakni mendeskripsikan mengenai hubungan antara persepsi siswa tentang sarana dan prasarana sebagai variabel bebas (X) dengan hasil belajar siswa sebagai variabel terikat (Y). Populasi untuk penelitian ini sebanyak 88 siswa dari 3 kelas X TSM Honda, X TSM 1 dan X TSM 2 di SMK Negeri 9 Malang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dan dokumentasi. Uji analisis data yang digunakan adalah uji analisis statistik deskriptif sedangkan uji hipotesis menggunakan uji korelasi product momen pearson dengan program SPSS 22 Statistics. Hasil analisis data diperoleh kesimpulan kelas X TSM 1 dan 2 sebagai kelas yang diteliti sebanyak 19 siswa memiliki kategori kurang, 32 siswa memiliki kategori cukup dan sebanyak 10 siswa memiliki kategori baik sisanya 2 siswa memiliki kategori sangat baik. Hasil belajar siswa kelas X TSM 1 dan 2 sebanyak 21 siswa memiliki kategori kurang, 24 siswa memiliki kategori hasil belajar cukup, dan 13 siswa memiliki kategori baik, sisanya sebanyak 5 siswa memiliki kategori sangat baik dari KKM. Hasil penelitian yang didapatkan adalah terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi siswa tentang sarana dan prasarana ruang praktik otomotif dengan hasil belajar mata diklat PDTO. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan bagi peneliti selanjutnya untuk menambah variabel penelitian seperti minat, motivasi, kesiapan kerja. Penambahan populasi juga sangat disarankan agar hasil penelitian dapat bermanfaat untuk kalangan yang lebih luas

    Pengaruh Sikap, Norma Subjektif Dan Kontrol Perilaku Terhadap Keputusan Pembelian Ulang Melalui Niat (Studi Pada Perusahaan Jasa PT. Global Insight Utama Wilayah Bali)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis pengaruh attitude terhadap niat, menganalisis pengaruh subjective norm terhadap niat, menganalisis pengaruh perceived behavioral control terhadap niat, menganalisis pengaruh attitude terhadap tingginya keputusan pembelian ulang oleh konsumen, menganalisis pengaruh subjective norm terhadap tingginya keputusan pembelian ulang oleh konsumen, menganalisis pengaruh perceived behavioral control terhadap tingginya keputusan pembelian ulang oleh konsumen, menganalisis pengaruh niat terhadap tingginya keputusan pembelian ulang oleh konsumen, menganalisis pengaruh attitude terhadap tingginya keputusan pembelian ulang oleh konsumen melalui niat, menganalisis pengaruh subjective norm terhadap tingginya keputusan pembelian ulang oleh konsumen melalui niat, menganalisis pengaruh perceived behavioral control terhadap tingginya keputusan pembelian ulang oleh konsumen melalui niat. Sampel dalam penelitian sebanyak 140 responden. Teknik analisis menggunakan SEM-PLS. Hasil analisis menunjukkan bahwa sikap, norma subjektif dan kontrol perilaku berpengaruh terhadap niat. Sikap, norma subjektif dan kontrol perilaku berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Niat berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Sikap, norma subjektif dan kontrol perilaku berpengaruh terhadap keputusan pembelian melalui Niat

    STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH VARIASI JUMLAH SUDU TERHADAP KINERJA TURBIN PELTON

    Get PDF
    Air merupakan salah satu energi alternatif yang sangat melimpah di Indonesia. Akan tetapi pemanfaatan untuk sumber energi listrik dari air masih tergolong rendah dari total ketersediaan sumber daya air yang ada. Untuk memaksimalkan pemanfaatan dari energi tersebut diperlukan turbin air sebagai medianya. Turbin Pelton menjadi pilihan terbaik untuk memanfaatkan sumber energi air dengan spesifikasi memiliki luas aliran yang sempit dan kecepatan aliran yang tinggi. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari variasi jumlah sudu pada kinerja turbin pelton yang dihasilkan melalui besar pembebanan dan tinggi debit. Turbin air yang digunakan berjenis poros vertikal dengan tipe Turbin Pelton dengan variasi berjumlah 16, 18 dan 20 sudu turbin. Berdasarkan hasil pengujian dan analisis data variasi jumlah sudu dapat disimpulkan bahwa kecepatan putaran terbaik di peroleh pada sudu turbin pelton berjumlah 20 sudu melalui pembebanan 300 gram sebesar 429,8 rpm serta dengan variasi berjumlah 16 sudu melalui debit setinggi 0,00097 m³/s yang menghasilkan 434 rpm. Torsi tertinggi dihasilkan oleh sudu turbin pelton berjumlah 18 sudu dengan beban 600 gram yang menghasilkan 1,573 N.m serta dengan debit setinggi 0,00085 m³/s dengan hasil 1,461 N.m. Daya turbin tertinggi diperoleh pada sudu berjumlah 20 sudu melalui pembebanan 500 gram sebesar 57,760 Watt serta melalui debit setinggi 0,001 m³/s yang menghasilkan 53,97 Watt. Efisiensi maksimum dihasilkan oleh sudu berjumlah 20 sudu dengan pemberian beban seberat 500 gram yang menghasilkan 57,80 % serta melalui variasi sudu berjumlah 18 sudu dengan debit setinggi 0,00091 m³/s dengan efisiensi mencapai 67,26 %. Kata Kunci : Turbin Pelton, Variasi Jumlah Sudu, RPM, Torsi, Daya, Efisiensi

    Model Penentuan Jumlah Produksi yang Optimal pada Rantai Pasok dengan Produsen Tunggal dan MultiRetailer

    Get PDF
    Penentuan ukuran pengadaan atau produksi yang optimal menjadi kata kunci dalam penentuan persediaan yang optimal. Model optimalisasi ukuran pengadaan dan produksi secara terintegrasi menjadi model yang memberikan hasil optimal untuk semua pihak yang terlibat dalam rantai pasok. Penelitian ini mengusulkan pengembangan model rantai pasokan satu produsen dan multi retailer dengan tujuan meminimalisasi total biaya persediaan (TIC). Perusahaan mendistribusikan produk ke masing-masing retailer untuk selanjutnya dilakukan penjualan ke konsumen oleh retailer. Permintaan tahunan dari retailer diasumsikan berbeda-beda. Pengembangan model dilakukan untuk mendapatkan jumlah produksi optimal bagi produsen, kuantitas pengiriman optimal serta menentukan jumlah retailer optimal. Penentuan tersebut didasarkan atas waktu siklus produksi produsen sama dengan waktu siklus persediaan pada masing -masing retailer adalah sama. Algoritma sederhana digunakan untuk menentukan Waktu siklus yang optimal yang dapat dilanjutkan dengan penentuan ukuran produksi yang optimal, jumlah pengiriman yang optimal dan jumlah retailer yang optimal. Pada akhir penelitian ini dimunculkan contoh numerik penggunaan model yang telah dibangun berdasarkan data-data studi kasus sebuah industri pupuk sebagai produsen dan mitra-mitranya sebagai retailer. Hasil dari contoh numerik yang telah dilakukan menunjukan jumlah retailer optimal adalah 3 retailer dengan produksi optimal sebanyak 742 unit, penentuan jumlah retailer optimal tersebut didapatkan dari percobaan dengan nilai TIC paling rendah
    corecore