52 research outputs found

    Kosmologi Ikhwan al-Shafa’

    No full text
    This article is an attempt to examine and restructurize Ikhwan al-Shafa’s cosmological views. People’s perception of nature developing in the 10th century was that the nature was viewed in a more holistic approach. Nature is perceived as spiritualmetaphysic and material entity. This kind of approach is relevant to the current context after for centuries modern science, especially modern cosmological concept, has neglected spiritual-metaphysical dimension of the nature, and has only recognized the physical-material dimension of the nature. Therefore, over centuries teh meaning of nature has been reduced and this has led to inappropriate treatment toward nature. The author argues that the current perception of nature which neglects spiritual dimension has led to global environment crisis. Therefore, the holistic Ikhwan al-Shafa’s cosmological perspective is worth and relevant to current needs of humankind. Kata Kunci: Ikhwan al-Shafa’, cosmology, spiritual structure, material structure, universal active intellect

    Islamic eco-cosmology in Ikhwan al-Safa’s view

    No full text
    This research aims to describe the root cause of ecological crisis happening atthe moment in terms of the cosmological-metaphysical views, by doing researchon the thoughts of a classical Muslim philosophical scientist group in 10th centuryAD called Ikhwan al-Safa’. To the author, Ikhwan al-Safa’ has a clear idea inviewing the universe holistically and intact as it is. Actually, this non-reductiveview was the typical main feature of medieval Islamic classical thought. However,the main reason of choosing the works of Ikhwan al-Safa’, especially their magnumopus Rasa>’il Ikhwa>n al-S{afa’> , in the research is that Ikhwan al-Safa’ has puta lot of attention on the “wisdom of universe” in the ontological and epistemologicalstructure of knowledge that were developed in their work. With the mainconcepts such Love of Universe and Soul of Universe, Ikhwan al-Safa’ have givena holistic vision about the wisdom of the universe and the wisdom of the environmentitself.Pengkajian dalam artikel ini bertujuan untuk menguraikan akar masalah terjadinyakrisis ekologi yang terjadi saat ini dengan berangkat dari titik pijak berdasarkanperspektif kosmologis-metafisik. Yakni dengan melakukan penelitian terhadappemikiran kosmologi kelompok keilmuan-filosofis muslim klasik abad ke-10 Myang bernama Ikhwan al-Safa’. Bagi penulis, Ikhwan al-Safa’ memiliki pemikiranyang jernih dalam melihat alam semesta. Yakni melihat alam secara holistik dan utuh sebagaimana adanya. Sebenarnya pandangan khas yang non-reduktif inimenjadi ciri utama pemikiran klasik Islam abad pertengahan. Namun pemilihanpenelitian terhadap pemikiran Ikhwan al-Safa’ –terutama dalam karya magnumopusnyaRasa>’il Ikhwa>n al-S{afa>’ ini, lebih disebabkan karena kelompok ini bagipenulis, telah menaruh perhatian yang sangat kuat terhadap “kearifan alam”dalam struktur ontologis dan epistemologis keilmuan yang dikembangkan dalamkarya mereka. Dengan menguraikan beberapa konsep utama dalam kosmologiIkhwan al-Safa’, seperti alam sebagai sebuah kesatuan, jiwa semesta, dan cintasemesta, kita akan melihat bagaimana Ikhwan al-Safa’ memberikan sebuah visiholistik mengenai kearifan alam semesta dan kearifan lingkungan itu sendiri

    Pendapat Yusuf Al-Qardhawi dan Muhammad Nashiruddin Al-Albani tentang hukum lagu dan musik

    No full text
    Mengenai hukumnya pun para ulama berbeda pendapat dalam menghukuminya. Ada yang membolehkannya, ada yang mengharamkannya dan ada yang memakruhkannya. Penelitian ini memiliki rumusan masalah, diantaranya: (1) Bagaimana pendapat Yusuf Al-Qardhawi tentang hukum lagu dan musik; (2) Bagaimana pendapat Muhammad Nashiruddin Al-Albani tentang hukum lagu dan musik; dan (3) Apa perbedaan dan persamaan pendapat Yusuf Al-Qardhawi dan Muhammad Nashiruddin Al-Albani tentang hukum lagu dan musik Dari persoalan ini, maka yang menjadi tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui pendapat Yusuf Al-Qardhawi tentang hukum lagu dan musik; (2) Mengetahui pendapat Muhammad Nashiruddin Al-Albani tentang hukum lagu dan musik; (3) Mengetahui persamaan dan perbedaan Yusuf Al-Qardhawi dan Muhammad Nashiruddin Al-Albani tentang hukum lagu dan musik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan komparatif atau perbandingan. Metode ini dapat digunakan dalam penelitian dua atau lebih pendapat ulama yang saling bertolak belakang dan bersifat normatif. Penelitian ini menggunakan teori kaidah ushul fiqih, dimana kaidah ini tentang perubahan suatu hukum, kaidah tersebut yaitu تغىر الاحكام لتغىرالامكنه والازمنه kaidah ini dapat merubah suatu hukum tergantung dari tempat, waktu, keadaan sosial dan individual ulama. Adapun hasil dari penelitian ini adalah (1) Menurut Yusuf Al-Qardhawi berpendapat bahwa, hukum lagu musik adalah jawaz bii syarthi atau dibolehkannya selama didalamnya tidak mengandung hal-hal yang diharamkan oleh Allah Swt, diantaranya: a) Syair tidak bertentangan dengan syari’at, b) Gaya menyanyikan lagu tidak mengundang maksiat, c) Nyanyian tidak dibarengi dengan sesuatu yang diharamkan, d) Tidak berlebihan dalam mendengarkannya, dan e) Sesuatu yang berkaitan dengan pendengar; (2) Menurut Muhammad Nashiruddin Al-Albani berpendapat bahwa, hukum lagu dan musik adalah haram, karena menurutnya lagu dan musik merupakan perbuatan yang sia-sia yang dapat membuat seseorang manjadi lahwun (lalai); (3) Dari kedua pendapat di atas, tampaknya pendapat Yusuf Al-Qardhawi lebih tepat dengan menggunakan kaidah ushul fiqih diatas, karena Yusuf Al-Qardhawi menggunakan dalil yang lebih kuat, selain sumber haditsnya kebanyakan shohih, pendapat ini pun sesuai dengan kaidah diatas. Sedangkan, Muhammad Nashiruddin Al-Albani kurang terlalu kuat dalilnya dan kurang sesuai dengan kaidah tersebut, bahkan tidak dijelaskan secara detail tentang pengharaman lagu dan musik. Apalagi, tidak setiap yang lahwun (lalai) itu diharamkan oleh Allah Swt, ada pula lahwun (lalai) yang diperbolehkan seperti contoh: membuat lapangan sepak bola dengan tujuan kesehatan

    Abelmoschus esculentus facial mask / Muhammad Aidil Ikhwan Kamarudin, Mohamad Syamil Mohd Nor and Mohammad Hafis Ayob

    No full text
    Abelmoschus esculentus pod contains polyphenolic compounds, carotene, folic acid, thiamine, riboflavin, niacin, vitamin C, oxalic acid, and amino acids. Abelmoschus esculentus seed contain polyphenolic compounds, mainly oligomeric catechins and flavanols derivatives, protein (i.e., high lysine levels), and oil fraction (in particular, its derived oil is rich in palmitic, oleic, and linoleic acids). This study aimed to formulate a sheet mask of Lady Finger extract, and examined its moisturizing effect on volunteers' skin. This was the new innovation, which build the new beauty treatment product using Abelmoschus esculentus. Abelmoschus esculentus was combined with the cold powder using the method that was stated by the author. There have many benefits of Abelmoschus esculentus in the beauty treatment product as stated by the author in the journal below. Abelmoschus esculentus are suitable to be the main ingredient due to the benefit that has been stated by the author in the journal

    Rasionalitas tafsir The Message Of The Quran karya Muhammad Asad: Analisis ayat-ayat mukjizat

    No full text
    INDONESIA : Khawariqul ‘Adah atau diistilahkan dengan peristiwa luar biasa yang Allah anugerahkan kepada para nabisebagai bukti kenabiannya di hadapan umatnya pada waktu nabi di utus. Sesuatu yang diluar nalar atau irasonal (tidak masuk akal), atau khawariqul ‘adah. Seperti halnya Nabi Ibrahim A.s yang tidak terluka sama sekali oleh api ketika dibakar oleh kaumnya dan Nabi Isa As. Yang bisa menghidupkan orang mati, atau ketika Nabi Musa A.s membelah lautan dengan tongkatnya saat di kejar oleh Fir’aun dan pasukannya, dan masih banyak lagi nabi-nabi lain yang mendapatkan mukjizat dari Allah Swt. di satu sisi mukjizat itu adalah kejadian di luar nalar akan tetapi ada mufassir yang mencoba merasionalkan ayat-ayat mukjizat para nabi agar bisa dipahami akal, seperti apa yang dikemukaan oleh Muhammad Asad, bahwa kejadian luar biasa pada masa lalu ( mukjizat) yang dialami oleh para nabi, zaman sekarang harus bisa dipahami secara rasional. Di dalam penelitian tesis ini memakai analisis-deskriftif yang berkaitan dengan pendapat penafsiran Muhammad Asad mengenai ayat-ayat yang berkaitan dengan mukjizat para nabi di dalam al-Qur’an, langkah yang diambil oleh penulis di dalam proses pengumpulan data adalah dengan mencari kata mukjizat dalam al-Qu’ran, seterusnya menncoba melihat pembahasan mukjizat para nabi dalam al-Qur’an, kemudian langkah selanjutnya adalah mencoba menganaslisis penafsiran Muhammad Asad dan membandingkan dengan penafsiran-penafsiran yang sudah ada baik penafsiran sebelum Muhammad Asad atau penafsiran setelah Muhammad Asad. Semua ayat yang berkaitan dengan kejadian luar biasa, yang menimpa para nabi. Muhammad Asad terkadang merujuk pada penafsiran-penafsiran sebelum dirinya yang sependapat dengan penafsirannya, mengutif dari Bibel, mencari makna kata dll, agar penafsirannya rasional. Muhammad Asad, dalam menafsirkan ayat-ayat alqur’an mengenai mukjizat para nabi, menggunakan pendekatan ilmiah yaitu peristiwa-peristiwa alam dan banyak juga menggunakan bentuk-bentuk penafsiran alegoris. Sehingga muncul sebuah penafsiran yang rasional. ENGLISH : Khawariqul 'Adah or it is termed an extraordinary event that Allah gave to the prophets as proof of his prophethood before his people when the prophet was sent. Something that is beyond reason or irrational (does not make sense), or khawariqul 'adah. Like Prophet Ibrahim A.s, who was not injured at all by fire when burned by his people and Prophet Isa As. Who can bring the dead to life, or when the Prophet Musa A.s split the sea with his staff while being chased by Fir'awn and his troops, and many other prophets who received miracles from Allah SWT. on the one hand the miracle is an unreasonable incident but there are commentators who try to rationalize the miracle verses of the prophets so that reason can be understood, like what Muhammad Asad disclosed, that extraordinary events in the past (miracles) were experienced by the prophet, today must be understood rationally. In this thesis research, using descriptive analysis related to Muhammad Asad's interpretation of the verses related to the miracles of the prophets in the Koran, the steps taken by the author in the data collection process were to look for the word miracle in al-Qu'ran, then tries to look at the discussion of miracles of the prophets in the Koran, then the next step is to try to analyze Muhammad Asad's interpretation and compare it with existing interpretations, either pre-Muhammad Asad or after Muhammad Asad. All the verses relate to the extraordinary events that befell the prophets. Muhammad Asad sometimes refers to his prior interpretations that agree with his interpretation, curse from the Bible, look for the meaning of words etc., so that the interpretation is rational. Muhammad Asad in interpreting the verses of the alquran regarding the miracles of the prophets, used a scientific approach, namely natural events and also used many forms of allegorical interpretation. ARAB : خوارق اعادة أو ما يسمى بحدث غير عادي أعطاه الله للأنبياء كدليل على نبوته على قومه عند إرسال النبي. ما هو فوق العقل أو غير منطقي ، أو خوارق الصلاة. مثل النبي إبراهيم عليه السلام ، الذي لم يصب إطلاقاً بنيران أحرقه قومه ونبيه عيسى عليه السلام من يستطيع إحياء الموتى ، أو عندما شق النبي موسى البحر بعصاه أثناء مطاردته من قبل فرعون وجنوده ، والعديد من الأنبياء الآخرين الذين تلقوا المعجزات من الله سبحانه وتعالى. من ناحية ، المعجزة حادثة غير معقولة ، لكن هناك مفسرين يحاولون تبرير آيات معجزات الأنبياء بحيث يمكن فهم العقل ، مثل ما كشفه محمد أسد ، تلك الأحداث غير العادية في الماضي (المعجزات) التي مرت بها. الأنبياء اليوم يجب فهمهم بعقلانية. يستخدم البحث في هذه الرسالة التحليل الوصفي المتعلق بتفسير محمد أسد للآيات المتعلقة بإعجاز الأنبياء في القرآن ، والخطوات التي اتخذها المؤلف في عملية جمع البيانات هي البحث عن كلمة معجزة في ثم يحاول القرآن أن ينظر في مناقشة معجزات الأنبياء في القرآن ، ثم الخطوة التالية هي محاولة تحليل تفسير محمد أسد ومقارنته بالتفسيرات الموجودة ، سواء قبل محمد الأسد أو بعد محمد أسد. كل الآيات تتعلق بالأحداث غير العادية التي حلت بالأنبياء. يشير محمد أسد أحيانًا إلى تفسيراته السابقة التي تتفق مع التفسير ، ويلعن من الكتاب المقدس ، ويبحث عن معنى الكلمات ، وما إلى ذلك ، حتى يكون التفسير عقلانيًا. استخدم محمد أسد في تفسير آيات القرآن الخاصة بمعجزات الأنبياء منهجًا علميًا ، أي الأحداث الطبيعية ، كما استخدم العديد من أشكال التفسير المجازي

    Pengembangan Teori Pendidikan Islam Perspektif Muhammad Jawwad Ridla (Religius Konservatif, Religius Rasional, Pragmatis Instrumental)

    No full text
    Abstract: Development of Islamic Education Theory Perspective of Muhammad Jawwad Ridla (Conservative Religious, Rational Religious, Pragmatic Instrumental) This article discusses the study of the theory of Islamic education in the perspective of Muhammad Jawwad Ridla with six theories of Islamic Education built by Jawwad Ridla and Analysis of Jawwad Ridla concerning the three schools of Islamic education philosophy with the main characters who tend to these schools. The method of writing scientific papers uses library research. Namely, the author looks for data sources by prioritizing concepts and theories that refer to writing literature related to the specific research theme. The approach to writing scientific papers uses a philosophical approach. The results of this study are 1) The theory of Islamic education built by Muhammad Jawwad Ridla has several aspects, among them are the Concept of Teaching / Learning, Psychological Basics of the learning process, Understanding of student subjects, teaching methods, Teaching (teachers) and preparing individuals to participate active in the economic life of the community. 2) Muhammad Jawwad Ridla classifies the three main schools of Islamic education philosophy: 1) Conservative Religious Flow which is only covered by religious teachings. The main figures in this school are al-Ghazali, 2) Religious-rational, Ikhwan al-Shafa considers all disciplines as important with the flow they adhere to, 3) Pragmatic instrumentalism, adherents of this sect, Ibn Khaldun. He revealed that education is to gain worldly expertise and ukhrowi, both of which must provide benefits.Abstrak: Pengembangan Teori Pendidikan Islam Perspektif Muhammad Jawwad Ridla (Religius Konservatif, Religius Rasional, Pragmatis Instrumental). Artikel ini membahas tentang kajian teori pendidikan Islam dalam perspektif Muhammad Jawwad Ridla dengan enam teori Pendidikan Islam yang dibangun oleh Jawwad Ridla dan Analisis Jawwad Ridla mengenai tiga aliran filsafat pendidikan Islam dengan  tokoh utama yang berkecenderungan ke aliran-aliran tersebut. Metode penelitian karya ilmiah ini menggunakan kajian pustaka (library research). Yaitu penulis mencari sumber data dengan mengedepankan konsep dan teori yang mengacu pada literatur-literatur kepenulisan terkait dengan tema penelitian secara spesifik. Adapun pendekatan penulisan karya ilmiah ini menggunakan pendekatan filosofis. Hasil penelitian ini yaitu 1) Teori pendidikan Islam yang dibangun oleh Muhammad Jawwad Ridla terdapat beberapa aspek yaitu diantaranya adalah Konsep Pengajaran/Pembelajaran, Dasar-dasar psikologis proses pembelajaran, Pemahaman tentang subjek didik, metode pengajaran, Ppengajaran (guru) dan penyiapan individu untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan ekonomi masyarakat. 2) Muhammad Jawwad Ridla mengklasifikasikan tiga aliran utama filsafat pendidikan Islam : 1) Aliran Religius Konservatif yang hanya dilingkupkan pada ajaran keagamaan saja. Tokoh utama pada aliran ini yakni al-Ghazali, 2) Religius-rasional, Ikhwan al-Shafa menganggap semua disiplin ilmu adalah penting dengan aliran yang dianutnya, 3) Aliran pragmatis instrumental, penganut aliran ini yakni Ibnu Khaldun. Beliau mengungkapkan pendidikan adalah untuk mendapatkan keahlian duniawi dan ukhrowi, keduanya harus memberikan keuntungan.

    Aplikasi Pemilihan Bibit Sapi Limosin Menggunakan Metode Weight Aggregated Sum Product Asessment (WASPAS)

    No full text
    A large and structured farming enterprise has problems with the acquisition of quality cattle, so it requires a proper decision in the process of selection of the cattle to be bred because at this initial stage will determine how much the maximum profit margin will be received in the future. At the Arifin Farm CV farm there is a problem with the selection process of the limousine cattle seed is still done manually so it will take time and great risk of selection errors because of a lot of data is not structured. This will affect the final selection result that does not match the expected qualification. In order to facilitate the selection of the cattle seed, it is necessary to build a system that covers the choice of the limousine cattle to be selected and then expanded on the farm to produce super ready-to-sale cattle. And it is also necessary to apply a method aimed at producing more accurate measurement, the method used is the method of weighted aggregated sum product assessment on the system supporting the decision selection of the limousine cattle seed, such a method is a combination of simple additive weighting and weight product method. In the application of such methods resulted in the accumulation of supporting decisions with weighted quantities and product weighted thus resulting in more accurate ranking results. Responding to the need to solve the problem, the research has produced a decision-supporting application system that can calculate the candidate limousine seed based on existing criteria and then give the results of the recommendation of the best limousine seed. The creation of such an application aims to make the selection process more structured and computerized so that the final selection will be more accurate and accountable.Sebuah usaha peternakan yang besar dan terstruktur terdapat permasalahan akan pengadaan sapi yang bermutu, maka dari itu diperlukan suatu keputusan yang tepat dalam proses pemilihan bibit ternak yang akan di besarkan karena pada tahap permulaan inilah yang akan menentukan seberapa maksimalnya margin keuntungan yang di terima di masa akan datang. Pada peternakan CV Arifin Farm terdapat permasalahan berupa proses pemilihan bibit sapi limosin masih dilakukan mash secara manual sehingga akan memakan waktu dan besar resiko akan kesalahan pemilihan karena banyak data yang kurang terstruktur. Hal ini akan berdampak pada hasil seleksi akhir yang tidak sesuai dengan kualifikasi yang diharapkan. Untuk memudahkan proses seleksi bibit sapi ini maka perlu di bangun sebuah sistem yang menaungi urusan pemilihan bibit sapi limosin untuk di pilih dan kemudian dibesarkan pada peternakan tersebut sehingga menghasilkan sapi  limosin yang super dan siap jual. Dan perlu juga di terapkan sebuah metode yang bertujuan menghasilkan penaksiran lebih akurat, metode yang di gunakan adalah metode weighted aggregated sum product assessment pada sistem pendukung keputusan pemilihan bibit sapi limosin ini, metode tersebut adalah gabungan dari metode simple additive weighting dan weight product. Pada penerapan metode tersebut menghasilkan akumulasi pendukung keputusan dengan jumlah tertimbang dan produk tertimbang sehingga mengghasilkan keputusan peringkat kanidat keputusan yang lebih akurat. Menjawab kebutuhan akan solusi permasalahan maka dari itu penelitian ini menghasilkan sistem aplikasi pendukung keputusan yang dapat menghitung kandidat bibit sapi limosin berdasarkan kriteria yang ada dan kemudian memberikan hasil rekomendasi bibit sapi limosin terbaik. Pembuatan aplikasi tersebut bertujuan agar proses seleksi lebih terstruktur dan terkomputerisasi sehingga pilihan akhir akan lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan

    UJI IN VIVO TERHADAP EKSTRAK KAYU SECANG (CAESALPINIA SAPPAN L/BIANCAEA SAPPAN) SEBAGAI DISCLOSING AGENT

    No full text
    Plak tidak bisa dilihat karena warnanya transparan seperti warna kaca putih tembus cahaya. Cara melihat  plak dapat dengan menggunakan zat pewarna (bisa merah atau ungu) yang disebut dengan disclosing solution/ disclosing agent. Disclosing solution adalah bahan yang sering digunakan untuk melihat adanya plak, terbuat dari bahan dasar eritrosin. Eritrosin ini merupakan salah satu bahan pewarna makanan dan dapat juga digunakan untuk pewarnaan bakteri, dapat menimbulkan reaksi alergi serta bahan pewarna ini juga memiliki potensi sebagai bahan karsinogen. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran uji in vivo ekstrak kayu secang pada hewan uji. Rancangan penelitian adalah eksperimental. alat  penelitian yang digunakan yaitu oven, grinder, ayakan mekanik, bejana maserasi, press hidrolic, rotary evaporator, waterbath, spektrofotometer uv-vis, alat gelas dan bahan yang digunakan kayu secang dan bahan lain yang digunakan yaitu bahan ekstrak, HPMC, propilen glikol, gliserol, metil paraben, dan propil paraben.Kesimpulan Uji in vivo yang dilakukan untuk melihat potensi efek samping dari penggunaan gel ekstrak kayu secang dengan parameter tekanan darah, kadar gula darah dan kadar kolesterol menunjukkan tidak terdapat efek samping terhadap tikus sehingga aman untuk digunakan pada manusia. Kata Kunci : Uji In Vivo; kayu secang ; disclosing agent</jats:p

    Quantitative Analysis of Secondary Metabolites and Solvent Optimization of Secang Wood Extract (Caesalpinia Sappan L/BiancaeaSappan) as Disclosing Agent

    No full text
    Disclosing solution is a material that is often used to see the presence of plaque, made of erythrosine base material. Erythrosine is one of the food coloring ingredients and can also be used for bacterial staining, can cause allergic reactions and this dye also has the potential as a carcinogen. The purpose of the study is to figure 1). qualitative of the secondary metabolites of brazilin compounds in secang wood extract, 2). quantitative of the secondary metabolites of brazilin compounds in secang wood extracts and 3). toxicity in secang wood extract using the BSLT shrimp larva toxicity test (Brine Shrimp Lethality Test). The study design is a non-experimental one that will examine quantitatively on secondary metabolites of secang wood extract and toxicity tests. The research tools used are ovens, grinders, mechanical sieves, maceration vessels, hydraulic presses, rotary evaporators, water baths, Uv-Vis spectrophotometers, glass tools and materials used are secang wood and other materials used namely ethanol pro analysis, methanol pro analysis, hexane pro analysis, ethyl acetate pro analysis, aqua sterile, what man paper, FeCl3, HCl, shrimp larvae, and larval growing media. Quantitative analysis test obtained the level of secang wood brazilin which is 8.54% b / b. In toxicity tests using Uv-Vis spectrophotometers, the results of wood extracts are not toxic to living things based on toxicity tests with shrimp larva test models. Conclusion, secang wood contains brazilin which plays a role in giving red color and is not toxic to living creatures so that it is safe to use in humans. 
    corecore